ads

Iklan
LATEST UPDATES

Senin, 31 Agustus 2026

Simpang Lima Kenanten, Dari Pos Lalin Kini Jadi Rumah Aman Ojol dan Tanggap Bencana


Mojokerto- Sebuah gebrakan tak biasa hadir di kawasan Simpang Lima Kenanten, di mana garda kepolisian setempat mengubah lahan pos lalu lintas menjadi pusat layanan multi-fungsi yang merangkul pengemudi ojek online sekaligus menyediakan akses kesehatan cepat di titik rawan fatalitas. Kapolres AKBP Andi Yudha Pranata mengeksekusi ide ini setelah menyerap keluhan para pengemudi yang kerap berdesakan di pinggir jalan tanpa tempat teduh untuk beristirahat, dan kini solusi itu memasuki tahap konstruksi 70 persen dengan target operasional penuh segera. Lebih dari sekadar bangunan fisik, inisiatif ini menjadi bukti pendekatan humanis aparat terhadap pekerja sektor informal yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas perkotaan.


Mojokerto- Dengan dua misi besar yang diusung, stasiun terpadu ini menyiapkan ruang istirahat ber-AC dan toilet layak di sisi selatan, sementara sayap utara difokuskan pada ruang perawatan darurat yang dilengkapi tabung oksigen dan defibrilator untuk respons cepat kecelakaan pengemudi truk atau pengendara motor. Seluruh personel pos, bersama perwakilan komunitas ojol seperti Shopee dan Grab Mojokerto, akan menjalani pelatihan PPGD bersertifikat agar siapa pun yang bertugas mampu melakukan tindakan penyelamatan sebelum ambulan tiba. Langkah ini mendapat sambutan hangat lantaran selama ini pengemudi hanya mengandalkan pertolongan warga tanpa perlengkapan medis memadai di jalur yang padat 300 truk harian tersebut.


Mojokerto- Polres bersama Dinas Perhubungan tidak berhenti di sektor bangunan, karena mereka juga menggodok skenario rekayasa lalu lintas mulai dari pemasangan rambu baru hingga pengaturan ulang area bongkar muat guna mengurangi kemacetan di pertigaan yang dikenal sempit dan menurun. Rekomendasi dari kajian ini akan dibawa ke pemerintah provinsi oleh Akhmad Yazid, yang menilai bahwa solusi jangka panjang seperti pembangunan flyover mungkin diperlukan, namun pos terpadu ini cukup menjadi percontohan taktis yang bisa direplikasi di kabupaten lain. Dengan konsep yang memadukan pelayanan publik, tanggap darurat, dan kenyamanan komunitas, Pos Kenanten kini bukan sekadar stasiun, melainkan ikon baru kolaborasi sipil dan kepolisian di Jawa Timur. (Avs)

SMUN 1 Sukomoro Dapat Kuliah Spesial, Tim Paham AI Polres Nganjuk Ungkap Rahasia Cerdas Berdigital


Nganjuk- Hampir seratus siswa SMUN 1 Sukomoro mendapat kesempatan emas mengikuti edukasi literasi digital dari Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali generasi muda dengan kemampuan mengenali, memahami, dan memanfaatkan kecerdasan buatan secara aman dan produktif. Kehadiran tim ini disambut antusias oleh para pelajar yang ingin mendalami sisi lain dari teknologi yang sedang naik daun.


Materi yang disampaikan tidak berhenti pada definisi AI, melainkan merambah ke dampak nyata yang dirasakan dalam dunia pendidikan dan pergaulan digital sehari-hari. Tim ToT Paham AI mengajak siswa untuk tidak menjadi korban hoaks atau konten menyesatkan yang dihasilkan oleh algoritma. Mereka diajarkan bagaimana memilah informasi dan menggunakan AI sebagai pendukung kreativitas, bukan sebagai jalan pintas yang merugikan.


“Kami ingin anak-anak muda ini paham bahwa AI adalah teman baik jika diperlakukan dengan bijak, tetapi bisa menjadi bumerang jika digunakan secara ceroboh,” ungkap Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk. Para siswa bergantian bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan aplikasi berbasis AI untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Diskusi pun berjalan cair dan penuh insight baru yang membuat peserta semakin paham akan pentingnya etika digital.


Salah satu siswa mengaku bahwa kegiatan ini sangat membantunya dalam memahami batasan-batasan penggunaan AI yang selama ini sering diabaikan. Ia berharap Polres Nganjuk terus menggelar program serupa di sekolah-sekolah lain agar wawasan literasi digital semakin menyebar luas. Semangat belajar yang terpancar dari wajah para pelajar menjadi bukti bahwa edukasi seperti ini sangat dibutuhkan.


Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk menutup kegiatan dengan pesan kuat agar para siswa tidak pernah melupakan tanggung jawab sebagai pengguna teknologi. Mereka diingatkan untuk selalu menjaga data pribadi, tidak mudah percaya pada informasi instan, dan tetap mengutamakan nalar manusia di atas kecanggihan mesin. Generasi muda yang melek AI adalah investasi berharga bagi masa depan bangsa yang lebih cerdas dan berdaya saing. (Avs)

Pisang Lokal Gandu Tembus SPPG, Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Apresiasi Konsistensi Petani Kecil


Nganjuk- Sepotong kebun pisang di Desa Gandu mungkin tidak terlihat istimewa dari luar, namun bagi Aipda Maika, Bhabinkamtibmas Polsek Bagor, tempat ini adalah simbol perjuangan warga dalam memproduksi pangan berkualitas. Rutinitas sambang membawanya ke lokasi tersebut untuk berdialog dengan petani yang gigih merawat setiap batang pisang dengan penuh cinta. Hasilnya, kebun yang tidak luas ini mampu menghasilkan buah dengan kualitas premium yang diminati banyak pihak.


Petani dengan bangga menceritakan bahwa pisang dari kebunnya kini rutin dipasok ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah di sekitar Kecamatan Bagor. Aipda Maika mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan, mulai dari proses pemupukan, pengendalian hama, hingga jadwal panen yang diterapkan. “Kerja keras dan ketekunan kalian patut diapresiasi karena mampu bersaing dengan hasil pertanian dari lahan yang lebih besar,” tutur Aipda Maika memberikan semangat.


Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kebun memberikan rasa aman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi petani yang selama ini sering bekerja sendiri. Mereka merasa bahwa usaha kecil mereka diperhatikan dan dihargai oleh aparat negara yang selalu hadir memberikan motivasi. Bahkan, Aipda Maika tak jarang membantu memikirkan solusi jika ada kendala yang menghambat proses produksi dan pemasaran.


Aipda Maika menyoroti betapa pentingnya peran petani skala kecil dalam membangun ketahanan pangan yang kokoh di tingkat desa. Menurutnya, jika setiap lahan kosong atau sempit dioptimalkan dengan tanaman produktif seperti pisang, maka dampaknya terhadap ketersediaan pangan akan sangat besar. Dukungan penuh dari Polri diharapkan mampu menggerakkan lebih banyak warga untuk meniru kesuksesan petani pisang ini.


Kunjungan rutin ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk nyata pengabdian Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Aipda Maika berharap kebun pisang ini dapat menjadi percontohan bagi warga lain bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Dengan kerja sama yang terus terjalin, Desa Gandu siap menjadi contoh desa produktif yang berkontribusi besar terhadap program gizi nasional. (Avs)

Minggu, 30 Agustus 2026

Polsek Ngronggot Dampingi Warga Kembangkan Pare, Lele, Buah, dan Madu untuk Swasembada Pangan


Nganjuk- Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot menggelar kegiatan sambang ke sejumlah petani dan peternak pada Senin (31/8/2026) sebagai bentuk dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional. Komoditas yang dikembangkan warga sangat beragam, mulai dari budidaya pare yang pahit namun bernilai ekonomi tinggi, ikan lele yang mudah dibudidayakan, aneka buah-buahan segar, hingga madu murni dari ternak lebah. Keberagaman ini menjadi potensi besar yang patut terus didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ngronggot.


Dalam suasana akrab di kebun dan kandang ternak, Bhabinkamtibmas berdialog dengan para pelaku usaha untuk menggali informasi tentang perkembangan hasil panen dan kendala teknis yang mereka hadapi. Para petani dan peternak menyampaikan berbagai harapan, mulai dari akses bibit unggul, pelatihan teknis, hingga kemudahan pemasaran hasil produksi. Bhabinkamtibmas mencatat setiap masukan dan berjanji akan meneruskannya kepada pihak-pihak yang berkompeten.


Salah seorang petani mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Polsek Ngronggot melalui program sambang rutin ini. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas memberikan semangat baru bagi warga untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha pertanian serta peternakan mereka. Diskusi yang berlangsung terbuka ini juga menjadi wadah untuk mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan yang dihadapi.


Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen tinggi untuk mendukung program ketahanan pangan dengan hadir secara aktif di tengah masyarakat produktif. Selain menjaga keamanan, ia juga siap menjadi fasilitator yang menghubungkan warga dengan dinas teknis terkait untuk mengatasi kendala usaha. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan potensi lokal.


Kehadiran Polri di tengah para petani dan peternak menjadi bukti bahwa swasembada pangan adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Bhabinkamtibmas berperan penting dalam memastikan bahwa setiap potensi pertanian dan peternakan di wilayah binaannya mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak. Dengan kerja sama yang erat, Kecamatan Ngronggot diharapkan mampu menjadi contoh desa mandiri pangan.


Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot berharap agar seluruh usaha produktif warga terus berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memfasilitasi setiap langkah positif warga dalam bidang pertanian dan peternakan. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat di Nganjuk. (Avs)

Bhabinkamtibmas Sumberkepuh Sambangi Lahan Melon, Jamin Kamtibmas Aman Jelang Panen


Nganjuk- Senin (31/8/2026) menjadi hari istimewa bagi petani melon di Desa Sumberkepuh, ketika Bhabinkamtibmas Aipda Suroto turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan kesiapan mereka menjelang panen. Kedatangannya disambut antusias oleh para petani yang sedang sibuk merawat buah melon yang tinggal beberapa hari lagi siap dipetik. Aipda Suroto tidak hanya memantau kondisi tanaman, tetapi juga membangun dialog hangat mengenai situasi keamanan dan kendala yang dihadapi petani di lapangan.


Dalam suasana akrab di tengah kebun, Aipda Suroto mendengarkan dengan seksama curahan hati para petani yang berharap panen kali ini berjalan lancar tanpa hambatan. Salah satu petani menyampaikan kekhawatirannya tentang harga jual dan pemasaran hasil panen yang sering kali tidak menentu. Bhabinkamtibmas merespons dengan memberikan motivasi dan memastikan bahwa Polri siap memfasilitasi komunikasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik.


Kunjungan ini juga dimanfaatkan Aipda Suroto untuk menyampaikan imbauan kamtibmas, mengingat momen panen raya sering menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab. Ia mengajak petani untuk saling menjaga dan segera melapor jika mendapati aktivitas mencurigakan di sekitar lahan pertanian. Kolaborasi antara warga dan aparat kepolisian dinilainya sebagai benteng terkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Aipda Suroto menegaskan bahwa Polri akan terus memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional. Dukungan Polri, ujarnya, tidak hanya terbatas pada pengamanan, tetapi juga pendampingan dan fasilitasi berbagai kebutuhan petani. Hal ini sejalan dengan komitmen Polres Nganjuk untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat di setiap lini kehidupan.


Para petani mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas yang mampu menjadi penghubung antara mereka dan pemerintah desa serta dinas terkait. Mereka merasa lebih tenang dan percaya diri menghadapi musim panen setelah mendapatkan dukungan moral dan jaminan keamanan dari aparat kepolisian. Hubungan yang semakin erat ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.


Menutup kunjungannya, Aipda Suroto mendoakan agar panen melon warga Sumberkepuh berhasil melimpah dan meningkatkan taraf hidup para petani. Ia berjanji akan terus memantau situasi dan siap membantu jika ada kendala yang membutuhkan peran Polri. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi energi positif untuk mewujudkan pertanian yang maju dan masyarakat yang sejahtera. (Avs)

Kapolri: Persatuan di Tengah Keberagaman adalah Kunci Utama Kejayaan Indonesia


Solo- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa persatuan di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang merupakan modal utama bagi kejayaan Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI ke-81 dan silaturahmi dengan Garda Satya NKRI di Solo, Minggu (30/8/2026). Beliau mengajak seluruh anak bangsa untuk terus merawat kebhinekaan sebagai kekayaan yang tidak ternilai harganya.


Garda Satya NKRI yang hadir dalam acara tersebut adalah organisasi yang mewadahi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah yang telah kembali ke pangkuan NKRI. Mereka telah mengikrarkan kesetiaan kepada negara dan berkomitmen untuk mengambil peran positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa. Keberadaan mereka menjadi contoh nyata bahwa rekonsiliasi dan semangat kebangsaan dapat melahirkan kekuatan baru bagi Indonesia.


Kapolri menyatakan bahwa NKRI adalah rumah bersama dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang membangun masa depan. Setiap warga negara, menurutnya, memiliki ruang yang sama untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan negeri. Tidak ada sekat yang membatasi, selama niat dan tindakan ditujukan untuk kebaikan bangsa dan negara.


Dalam kesempatan itu, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian nyata di berbagai bidang kehidupan. Pengabdian tidak harus besar dan spektakuler, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga lingkungan, membantu sesama, dan menciptakan ketertiban di sekitar kita. Setiap tindakan positif, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi keutuhan dan kemajuan bangsa.


Beliau berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan diperkuat oleh seluruh komponen masyarakat. Dengan persatuan yang kokoh, Indonesia akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan global dan mampu bersaing di kancah internasional. Kekuatan bangsa tidak hanya diukur dari sumber daya alam, tetapi juga dari solidaritas dan gotong royong warganya.


Pesan Kapolri ini menjadi penegasan bahwa kemerdekaan yang telah diraih harus diisi dengan kerja nyata dan kontribusi positif dari semua pihak. NKRI sebagai rumah bersama membutuhkan peran aktif setiap anak bangsa untuk menjaga keutuhan dan meraih cita-cita luhur. Mari kita jaga persatuan, rawat kebhinekaan, dan bangun Indonesia dengan semangat kebersamaan yang tak pernah padam. (Avs)

Tak Cuma Jaga Keamanan, Bhabinkamtibmas Blitar Bikin Warga Sehat dengan Ling Tien Kung


Blitar- Inisiatif unik datang dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder Polres Blitar yang memilih terapi gerak Ling Tien Kung sebagai sarana membangun kedekatan dengan warga binaannya. Bertempat di halaman Polsek Lodoyo Timur, puluhan masyarakat, terutama lansia, tampak serius mengikuti setiap arahan gerakan yang dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas setempat. Langkah ini sekaligus mematahkan stereotip bahwa kepolisian hanya berkutat pada patroli dan urusan hukum semata.


Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis mengungkapkan bahwa kegiatan terapi ini merupakan bentuk nyata komitmen Polres Blitar untuk hadir memberikan manfaat positif di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan memiliki peran strategis untuk membangun komunikasi yang erat serta menciptakan hubungan harmonis dengan warga. Melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan kesehatan, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin kokoh dan berkelanjutan.


Para lansia yang menjadi peserta utama tampak antusias mengikuti gerakan-gerakan terapi yang tergolong ringan dan aman bagi kondisi fisik mereka. Mereka mengaku merasakan manfaat langsung berupa peregangan otot dan pernapasan yang lebih lega setelah mengikuti latihan tersebut. Bhabinkamtibmas dengan sabar membimbing setiap peserta, memastikan gerakan dilakukan dengan benar dan sesuai kemampuan masing-masing individu.


Kegiatan yang direncanakan berlangsung secara rutin ini juga menjadi wadah bagi warga untuk saling berinteraksi dan mempererat tali silaturahmi antar sesama. Di sela-sela gerakan, canda tawa dan obrolan ringan mewarnai suasana, menciptakan iklim kebersamaan yang hangat dan menyenangkan. Bhabinkamtibmas pun memanfaatkan momen ini untuk menyerap aspirasi dan mendengar langsung keluhan warga tentang situasi kamtibmas di lingkungan mereka.


Kapolres Blitar melalui Kapolsek Lodoyo Timur menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong inovasi-inovasi serupa yang dapat memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat. Kegiatan positif seperti terapi Ling Tien Kung diharapkan dapat menjadi program unggulan yang rutin dilaksanakan di berbagai wilayah binaan. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga secara tidak langsung memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput.


Ke depan, Polres Blitar berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan-pendekatan kreatif yang melibatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga kesehatan dan kebersamaan. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar dalam cara pandang masyarakat terhadap peran kepolisian. Dengan tubuh sehat dan hubungan yang kompak, keamanan lingkungan pun akan terpelihara dengan sendirinya. (Avs)

Dari Ikrar Menjadi Aksi, Garda Satya NKRI Siap Kawal NKRI Bersama Polri


Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Garda Satya NKRI kini resmi menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mempertahankan keutuhan NKRI. Pernyataan ini mengemuka dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 yang digelar di Jakarta, Minggu (30/8/2026), dengan tema "Bersama Umat Membangun Indonesia". Organisasi yang mewadahi mantan anggota dan simpatisan JI ini dinilai memiliki peran krusial dalam menciptakan stabilitas nasional.


Kapolri menyebut keputusan para anggota Garda Satya NKRI untuk mengikrarkan kesetiaan kepada NKRI sebagai langkah yang sangat mulia dan penuh keberanian. Negara, lanjutnya, selalu memberikan ruang dan kepercayaan bagi setiap anak bangsa yang ingin berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Semangat kebangsaan yang mereka tunjukkan kini harus diterjemahkan dalam aksi-aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Dalam kesempatan itu, Kapolri menyoroti militansi, kedisiplinan, dan kekompakan yang menjadi karakter kuat Garda Satya NKRI sebagai modal dasar untuk menjadi kekuatan positif. Mereka diharapkan mampu mengambil bagian dalam merawat persatuan, menjaga keamanan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara. Panggilan nurani untuk mengabdi sebagai garda setia NKRI menjadi pendorong utama setiap langkah mereka.


Peran Garda Satya NKRI tidak hanya terbatas pada pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga mencakup kegiatan produktif seperti penguatan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan. Kapolri mendorong mereka untuk mengembangkan kewirausahaan dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Ketangguhan sebuah bangsa, tegasnya, tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi ancaman, tetapi juga dari kemandirian masyarakatnya.


Kapolri berharap Garda Satya NKRI selalu siap hadir bersama Polri dan seluruh komponen bangsa ketika situasi membutuhkan kontribusi mereka. Mereka adalah garda terdepan yang melindungi kepentingan negara sekaligus menjaga keamanan masyarakat dari berbagai potensi gangguan. Kehadiran mereka di tengah publik menjadi bukti bahwa rekonsiliasi dapat melahirkan kekuatan baru bagi persatuan.


Hubungan antara Polri dan Garda Satya NKRI dibangun di atas fondasi persaudaraan yang disebut Kapolri sebagai "saduluran saklawase", bukan sekadar ikatan sesaat. Komitmen untuk saling mendukung dan mendampingi akan terus dijaga demi terciptanya sinergi yang berkelanjutan. Garda Satya NKRI diharapkan terus tumbuh menjadi wadah pengabdian yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara. (Avs)

Terjalnya Medan Ranu Kumbolo, Polres Lumajang Evakuasi 172 Pendaki


Lumajang- Bencana kebakaran hutan yang melanda kawasan TNBTS di Lumajang tidak hanya mengancam kelestarian alam, tetapi juga menguji kesiapan aparat dalam menangani situasi darurat. Dua titik api di Blok Ayek-Ayek dan Ledok Bedor menjadi fokus utama petugas gabungan yang harus bertarung dengan medan terjal dan tebing curam untuk menjangkau lokasi kebakaran. Polres Lumajang bergerak cepat dengan mengerahkan puluhan personel untuk melakukan pemadaman secara manual serta evakuasi terhadap pengunjung yang masih berada di area rawan.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengungkapkan bahwa titik api di Ledok Bedor terbagi menjadi tiga lokasi yang masing-masing membutuhkan penanganan berbeda karena posisinya yang saling berjauhan. Petugas tidak bisa langsung bergerak ke semua titik secara bersamaan karena harus menunggu satu titik benar-benar padam sebelum beralih ke area lain. Sementara itu, api di Ranu Kembang terus membesar akibat kondisi angin yang mendukung penyebaran kobaran ke berbagai sudut.


Dalam operasi ini, Polres Lumajang juga menghadapi tantangan besar dalam proses evakuasi 172 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo yang berhasil diselamatkan. Seluruh pendaki dievakuasi dalam keadaan selamat berkat koordinasi intensif antara tim lapangan dan posko pengawasan yang didirikan di sekitar lokasi. Jalur pendakian resmi langsung ditutup total sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan pendaki lainnya yang mungkin berniat memasuki kawasan tersebut.


Pemadaman dilakukan dengan alat seadanya, menggunakan ranting dan batang pohon untuk memukul api yang masih melahap semak dan pepohonan kecil di permukaan tanah. Metode manual ini menjadi satu-satunya pilihan mengingat medan yang tidak memungkinkan akses kendaraan berat atau peralatan canggih. Petugas juga bekerja keras membuat sekat-sekat alami untuk memperlambat laju api agar tidak merembet ke kawasan yang lebih luas.


Hingga Minggu (30/8/2026) sore, upaya pemadaman masih terus berlangsung karena api di kedua lokasi belum sepenuhnya padam. Personel gabungan terus berjibaku dengan kepulan asap dan suhu panas yang menyengat, demi memastikan kobaran tidak semakin meluas ke permukiman warga. Kelelahan fisik harus diabaikan demi keselamatan ekosistem dan ribuan hektar hutan yang terancam hangus.


Evakuasi yang berhasil menyelamatkan 172 jiwa ini menjadi bukti kesigapan Polres Lumajang dalam menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar kawasan Ranu Kumbolo hingga situasi dinyatakan benar-benar aman. Semoga kebakaran ini segera teratasi dan kawasan TNBTS dapat pulih seperti sedia kala. (Avs)

Sabtu, 29 Agustus 2026

198 Peserta Didik Polri Turun ke Empat Provinsi: Kami Datang Bukan untuk Memadamkan, Tapi Mencegah


Jakarta- Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda Indonesia setiap musim kemarau, Polri mengambil langkah berani dengan mengerahkan 198 peserta didik untuk turun langsung ke masyarakat di empat wilayah prioritas. Mereka berasal dari program pendidikan SIP/Setukpa, Sespimma, dan mahasiswa S2 STIK yang siap memberikan penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan karhutla. Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya siap memadamkan api, tetapi juga mencegahnya sejak awal.


Jakarta- Personel ditempatkan secara strategis dengan komposisi 103 personel di Kalimantan Barat, 48 personel di Kalimantan Tengah, 10 personel di Kalimantan Timur, dan 37 personel di Sumatera Selatan. Mereka berkoordinasi dengan jajaran Polda, Polres, dan Bhabinkamtibmas untuk menjangkau masyarakat di tingkat paling bawah. Dialog dan pembinaan langsung menjadi metode utama dalam menanamkan kesadaran akan bahaya pembakaran lahan.


Jakarta- Masyarakat diajak untuk memahami bahwa pembakaran lahan memiliki dampak yang sangat luas, mulai dari gangguan kesehatan akibat kabut asap, kerusakan ekosistem, hingga kerugian ekonomi yang berkepanjangan. Karena itu, pengelolaan lahan harus dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan api. Personel memberikan edukasi yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan kondisi geografis masing-masing wilayah.


Jakarta- Total 403 peserta didik direncanakan akan diterjunkan ke wilayah prioritas, dan 198 di antaranya telah diberangkatkan untuk memulai tugas mulia ini. Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus dilakukan sejak dari hulu, sebelum api muncul dan menyebar luas. Kesadaran masyarakat adalah benteng pertama yang paling efektif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.


Jakarta- Polri menilai bahwa penyuluhan langsung kepada masyarakat, tokoh adat, dan tokoh masyarakat merupakan pendekatan paling efektif untuk mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya berupa larangan, tetapi juga ajakan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Pendekatan persuasif dan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.


Jakarta- Di Kalimantan Tengah, personel Polri bersama jajaran kewilayahan memberikan pembinaan intensif kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Katingan. Selain memberikan edukasi, mereka juga melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi kebakaran. Penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.


Jakarta- Polri menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dan terpadu, mencakup pencegahan, edukasi, pemantauan, penanganan, pemadaman, hingga penegakan hukum. Namun, pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci utama agar kebakaran tidak terjadi dan tidak meluas. Dengan 198 personel yang telah turun, Polri mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi hutan dan lahan Indonesia. (Avs)

Duduk Setara, Makan Bersama, Jaga Ponorogo: Polres Rangkul 100 Driver Ojol dalam Silaturahmi Malam


Ponorogo- Polres Ponorogo Polda Jawa Timur kembali menunjukkan pendekatan humanisnya dengan merangkul komunitas ojek online dalam acara Silaturahmi dan Doa Bersama di Masjid Uswatun Hasanah, Jumat (29/8) malam. Sebanyak 100 driver ojol dari berbagai komunitas hadir memenuhi undangan, disambut langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo dan jajaran Pejabat Utama Polres Ponorogo. Malam yang penuh berkah ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian dan para pengemudi ojol.


Ponorogo- Rangkaian acara dimulai dengan Salat Isya berjamaah yang diikuti dengan khusyuk, kemudian dilanjutkan dengan doa dan tahlil bersama yang menyejukkan kalbu. Puncak kehangatan terasa ketika Kapolres dan para driver ojol duduk bersama menikmati hidangan makan malam dalam suasana yang cair dan penuh persaudaraan. Di sela-sela itu, para pengemudi juga menyampaikan doa agar bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan dan para pemimpin diberikan kekuatan untuk mengemban amanah rakyat.


Ponorogo- Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyatakan bahwa driver ojek online memiliki peran yang sangat strategis karena mobilitas tinggi mereka memungkinkan interaksi langsung dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, keberadaan ojol di setiap sudut kota membuat mereka menjadi sumber informasi yang sangat berharga bagi kepolisian dalam memantau situasi keamanan. Karena itu, merangkul mereka adalah langkah cerdas yang harus terus dilakukan.


Ponorogo- "Kami ingin Polres Ponorogo menjadi mitra, bukan sekadar institusi yang hadir saat ada persoalan. Mari kita bangun komunikasi dan persaudaraan yang kuat," ujar AKBP Andin dengan penuh ketulusan. Ia juga mengimbau para driver agar senantiasa menjaga persatuan dan tidak terpengaruh oleh berita bohong yang dapat memecah belah masyarakat. Pesan ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.


Ponorogo- Ketua WAROK Ponorogo, Hendro Cahyono, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas inisiatif Polres Ponorogo yang membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi komunitas ojol. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi jembatan emas yang menghubungkan kepolisian dengan para pengemudi ojol, menciptakan hubungan yang erat dan saling percaya. Kedekatan ini akan sangat bermanfaat dalam menjaga keamanan kota.


Ponorogo- Respons positif juga datang dari para driver yang merasa diperlakukan sebagai mitra sejajar, bukan sekadar kelompok masyarakat yang diawasi. Mereka mengaku semakin bersemangat untuk turut serta menjaga kamtibmas dengan menjadi pelapor aktif jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di jalanan. Rasa bangga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan Ponorogo pun tumbuh.


Ponorogo- Sesi foto bersama di akhir acara menjadi simbol kuat kolaborasi antara Polres Ponorogo dan komunitas ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Semangat guyub, rukun, dan saling menghormati yang disampaikan Kapolres diharapkan menjadi pegangan bagi seluruh elemen masyarakat Ponorogo. Dari malam kebersamaan ini, terukir komitmen bahwa keamanan adalah tanggung jawab kita semua. (Avs)

Paham AI, Melek Peluang: Siswa SMAN 3 Nganjuk Siap Bangun Website dan Aplikasi


Nganjuk- Edukasi kecerdasan buatan dari Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk berhasil mengubah cara pandang siswa SMAN 3 Nganjuk yang kini mulai membidik peluang bisnis digital setelah sebelumnya hanya memanfaatkan AI untuk kebutuhan hiburan. Mereka tidak lagi puas menjadi pengguna pasif, tetapi mulai merancang ide-ide kreatif seperti pembuatan website jual beli dan aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Perubahan ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan literasi digital di kalangan pelajar Nganjuk.


Nganjuk- Tim Trainer Polres Nganjuk mengakui bahwa pemahaman AI di kalangan pelajar selama ini masih dangkal dan terbatas pada konten-konten kreatif bersifat hiburan yang viral di media sosial. Padahal, menurut mereka, AI memiliki potensi raksasa yang dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah nyata, mengembangkan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru yang dibutuhkan di masa depan. Edukasi ini menjadi jembatan menuju pemanfaatan yang lebih produktif.


Nganjuk- "AI adalah alat untuk membangun, bukan sekadar untuk bersenang-senang. Gunakan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat," tegas Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk dalam sesi edukasi yang penuh inspirasi. Mereka mengajak siswa untuk melihat AI sebagai kanvas kosong yang dapat diisi dengan karya-karya inovatif yang memberikan dampak sosial dan ekonomi. Pesan ini menggetarkan benak banyak siswa.


Nganjuk- Keinginan siswa untuk memanfaatkan AI dalam bisnis digital mulai tampak dari berbagai usulan proyek yang mereka sampaikan. Seorang siswa berencana membangun platform jual beli yang memudahkan transaksi antarwarga, sementara siswa lainnya memiliki visi menciptakan aplikasi solutif untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat di Nganjuk. Gagasan-gagasan ini menunjukkan kematangan berpikir yang mengejutkan.


Nganjuk- Salah seorang siswa mengaku bahwa penjelasan tim trainer membuatnya sadar akan potensi AI yang jauh lebih besar daripada sekadar pembuatan konten. Ia kini tertarik mempelajari bagaimana AI dapat membantu proses coding dan pengembangan website jual beli yang selama ini dianggap rumit. Pengetahuan baru ini membuka cakrawala yang lebih luas.


Nganjuk- Tim Trainer Polres Nganjuk memberikan nasihat bijak agar siswa tidak berhenti menjadi pengguna, tetapi berani melangkah menjadi pencipta dan pengembang teknologi. Mereka menekankan pentingnya mempelajari AI secara bertahap, menggunakannya dengan penuh tanggung jawab, dan tidak pernah takut mencoba ide-ide baru meskipun risiko kegagalan selalu ada. Pengalaman adalah guru terbaik.


Nganjuk- Tim Trainer berharap edukasi ini menjadi titik balik bagi generasi muda Nganjuk untuk semakin kreatif, produktif, dan jeli melihat peluang di balik derasnya perkembangan teknologi. Dengan pemanfaatan AI yang tepat dan beretika, para siswa diharapkan mampu mengubah ide sederhana menjadi aplikasi, bisnis, atau karya inovatif yang memberi manfaat luas. Dari SMAN 3 Nganjuk, semoga lahir generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menciptakan teknologi. (Avs)

Bukan Sekadar Mengawasi, Bhabinkamtibmas Ngronggot Ikut Membantu Petani dari Bibit hingga Panen


Nganjuk- Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot menunjukkan bahwa peran Polri tidak berhenti pada penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga merambah ke sektor pangan dengan turun langsung membantu petani di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang sedang digalakkan pemerintah pusat. Keterlibatan mereka di lapangan menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini berjuang sendiri.


Nganjuk- Tidak cukup hanya melakukan pemantauan dari pinggir lahan, Bhabinkamtibmas terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian aktivitas pertanian, mulai dari proses pembibitan hingga masa panen tiba. Mereka menyempatkan diri untuk turun ke sawah, berdialog dengan petani, dan memberikan semangat agar warga terus produktif mengelola lahannya. Kehadiran fisik ini menunjukkan bahwa Polri benar-benar peduli pada nasib para petani di wilayah binaannya.


Nganjuk- "Kami tidak mau hanya menjadi penonton, kami ingin ikut merasakan dan membantu warga," tegas Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot. Dalam setiap kunjungan, mereka berusaha menggali informasi tentang keluhan dan kebutuhan petani, sekaligus memberikan solusi sederhana yang dapat segera diterapkan. Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.


Nganjuk- Dialog interaktif menjadi ciri khas pendekatan yang dilakukan, di mana Bhabinkamtibmas dengan sabar mendengarkan curahan hati petani tentang berbagai kendala yang mereka hadapi. Mulai dari masalah hama, kesulitan mendapatkan pupuk, hingga fluktuasi harga hasil panen, semua ditampung dengan seksama untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait. Dengan cara ini, suara petani akhirnya terdengar.


Nganjuk- Apresiasi mendalam disampaikan oleh salah seorang petani yang merasa tersentuh karena ada aparat kepolisian yang bersedia turun langsung ke lahan dan mendengarkan keluhan mereka. Ia berharap komunikasi seperti ini terus dilakukan secara berkala, karena banyak masalah pertanian yang tidak terdeteksi tanpa adanya kunjungan langsung dari pihak luar. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi penyemangat bagi mereka.


Nganjuk- Menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, menurut Bhabinkamtibmas, tidak cukup hanya dengan patroli persawahan, tetapi juga harus dibarengi dengan komunikasi yang hangat dan humanis. Melalui cangkrukan kamtibmas, mereka dapat menangkap berbagai permasalahan yang mungkin tidak terungkap dalam laporan formal, termasuk persoalan pertanian yang kerap diabaikan. Inilah esensi dari pendekatan preventif yang sesungguhnya.


Nganjuk- Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk berbagai kegiatan produktif. Sinergi antara Polri, petani, dan dinas terkait menjadi fondasi kuat dalam membangun ketahanan pangan yang kokoh di wilayah Ngronggot. Mari bersama wujudkan kemandirian pangan dari desa-desa kecil di Nganjuk. (Avs)

Dari Pekarangan untuk Ketahanan Pangan: Bhabinkamtibmas Nganjuk Gerakkan Warga Berdayakan Lahan Kosong


Nganjuk- Aipda Sunandar, Bhabinkamtibmas Desa Nglawak, Kecamatan Prambon, membuktikan bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Mengikuti arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, ia secara rutin melakukan patroli sambang yang menyasar para petani dan peternak di wilayah binaannya. Langkah ini menjadi bukti nyata hadirnya Polri di tengah kesibukan warga.


Nganjuk- Dalam setiap kesempatan berdialog, Aipda Sunandar tidak hanya memberikan imbauan keamanan, tetapi juga menggali aspirasi serta keluhan warga yang berkaitan dengan sektor pertanian dan peternakan. Ia meyakini bahwa komunikasi yang intensif dapat membantu mengidentifikasi masalah-masalah teknis yang sering diabaikan oleh para petani. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi pendengar setia yang siap menampung berbagai masukan.


Nganjuk- Aipda Sunandar secara konsisten mengingatkan warga agar tidak menjadikan keterbatasan lahan sebagai hambatan untuk turut serta dalam program ketahanan pangan. Menurutnya, setiap pekarangan rumah, lahan kosong, atau bahkan sudut-sudut yang tidak terpakai masih memiliki potensi besar untuk ditanami berbagai komoditas pangan bergizi. Ia mencontohkan tanaman seperti cabai dan terung yang tidak membutuhkan lahan luas.


Nganjuk- Respons positif datang dari para petani yang merasa mendapat suntikan semangat baru setelah berdialog dengan Bhabinkamtibmas. Mereka mengaku terbantu karena ada pihak yang terus mengingatkan dan memberikan motivasi untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan lebih optimal. Ke depan, mereka berencana mencoba menanam tanaman yang mudah dirawat agar hasilnya dapat segera dinikmati.


Nganjuk- Aipda Sunandar menekankan bahwa hasil pertanian dari lahan kecil setidaknya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dan jika produksi melimpah, dapat dijual untuk menambah penghasilan. Ia berharap gerakan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat paling dasar. Nilai tambah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk mulai berkebun.


Nganjuk- Patroli sambang yang dilakukan secara teratur ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Aipda Sunandar selalu mengingatkan bahwa setiap keluhan atau kebutuhan warga akan segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Kedekatan ini adalah aset penting dalam membangun desa yang tangguh.


Nganjuk- Gerakan memanfaatkan lahan sempit yang digagas oleh Bhabinkamtibmas Desa Nglawak diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk. Sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional akan semakin kuat jika setiap elemen bergerak bersama dengan tujuan yang sama. Semoga semangat gotong royong ini terus berdenyut di setiap sudut Nganjuk. (Avs)

Dari Pasuruan untuk Indonesia: Kapolda Jatim Resmikan Bhayangkara Sprint Rally 2026 dengan Semangat Baru


Pasuruan- Kejuaraan Nasional Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 resmi dibuka oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (29/8/2026). Seratus pembalap dari berbagai penjuru Indonesia siap berlaga dalam 15 kelas kompetisi yang menjanjikan aksi balap spektakuler dan persaingan yang sehat antar peserta. Antusiasme yang terpancar dari para pembalap dan penonton menunjukkan bahwa event ini telah menjadi agenda wajib bagi pecinta otomotif tanah air.


Pasuruan- Menjadi tuan rumah Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally Putaran ke-3 merupakan sebuah kehormatan bagi Jawa Timur yang diterima sebagai amanah oleh Kapolda beserta jajarannya. Irjen Nanang menyampaikan bahwa ajang ini bukan hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan dan ketangkasan para pembalap, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kesadaran akan pentingnya keselamatan. Kepercayaan ini harus dijawab dengan penyelenggaraan yang profesional dan berintegritas tinggi.


Pasuruan- Kapolda Jatim dengan tegas meminta seluruh peserta untuk menampilkan performa terbaik mereka dengan tetap mengedepankan fair play dan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. Menurutnya, setiap pembalap yang turun ke lintasan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik olahraga balap di Indonesia, terutama di mata generasi muda yang mengidolakan mereka. Kemenangan akan terasa lebih bermakna jika diraih dengan cara-cara yang sportif dan menghormati aturan yang berlaku.


Pasuruan- Di luar aspek kompetisi, Irjen Nanang juga menyoroti dampak ekonomi yang luar biasa dari penyelenggaraan event berskala nasional ini terhadap masyarakat Pasuruan dan sekitarnya. Kehadiran para peserta, tim ofisial, dan ribuan penonton yang memadati lokasi kejuaraan secara otomatis mendorong peningkatan aktivitas di berbagai sektor seperti perhotelan, kuliner, UMKM, hingga pariwisata. Kapolda berharap event olahraga seperti ini tidak hanya menghasilkan prestasi gemilang tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Pasuruan- Sinergi yang kokoh antara Polri, komunitas otomotif, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat lainnya menjadi fondasi utama dalam menyukseskan Bhayangkara Sprint Rally 2026. Kapolda menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas, terutama di kalangan komunitas otomotif dan generasi muda. Kolaborasi yang erat diharapkan dapat menciptakan ekosistem balap yang sehat dan bertanggung jawab di Jawa Timur.


Pasuruan- Dalam amanatnya, Irjen Nanang mengingatkan bahwa keberanian dan kemampuan seorang pembalap harus ditempatkan pada ruang yang tepat, yaitu di arena kompetisi, dan bukan di jalan raya. Ia menekankan bahwa pembalap sejati adalah mereka yang mampu menjadi teladan dengan menunjukkan kecepatan dan ketangguhan di sirkuit, namun tetap patuh dan santun saat berada di jalan umum. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta agar tidak membawa gaya balap ke ruas jalan yang digunakan bersama masyarakat.


Pasuruan- Kapolda Jatim mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan berharap mereka menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Ia menutup sambutannya dengan harapan agar semangat sportivitas yang terjalin selama kompetisi dapat terus membawa dampak positif bagi dunia otomotif dan keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Semoga Bhayangkara Sprint Rally 2026 menjadi tonggak awal terciptanya generasi pembalap yang tidak hanya cepat di lintasan, tetapi juga bijak di jalan raya. (Avs)

Enam Hari Bukan Sekadar Angka: Ketika Brimob Biak Bertahan Melawan Api


Biak- Lonjakan semangat terpancar dari barisan personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Papua yang kembali menggelar operasi pemadaman di hari keenam penanganan Karhutla Kabupaten Biak Numfor tanpa mengenal lelah. Tiga lokasi utama menjadi saksi bisu perjuangan mereka, yaitu Kampung Darfuar yang berada di belakang Pasar Maryendi, serta Kampung Sumberker yang membentang di sepanjang Jalan Raya Biak Timur. Satu unit Water Cannon turut dikerahkan untuk memperkuat gempuran air ke titik-titik yang masih menyisakan bara merah di balik abu.


Biak- Setiap pagi, personel sudah bersiap dengan peralatan lengkap untuk melakukan pembasahan di area yang masih terdeteksi memiliki suhu tinggi pasca kebakaran. Water Cannon menjadi andalan utama karena kemampuannya menjangkau area yang sulit dilewati personel secara langsung, terutama di medan berbukit atau lahan gambut yang dalam. Di saat yang sama, tim penyisir bergerak menjauh dari pusat kebakaran untuk memastikan tidak ada percikan api yang terbawa angin menuju pemukiman warga atau perkebunan.


Biak- Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa upaya pemadaman kali ini tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada pencegahan jangka panjang melalui pembasahan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap bara benar-benar padam agar tidak menjadi pemicu titik api baru yang bisa muncul secara tiba-tiba di tengah malam. Pernyataan itu ia sampaikan dalam keterangan tertulisnya dari Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sebagai bentuk transparansi publik atas kerja keras tim di lapangan.


Biak- Pemantauan kondisi lokasi berjalan secara simultan dengan proses pemadaman, di mana personel yang bertugas membagi diri menjadi beberapa regu untuk menjangkau semua area terdampak. Metode bertahap dipilih untuk memastikan setiap langkah yang diambil tepat sasaran, mengingat beberapa wilayah memiliki akses jalan yang sempit dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama, sehingga setiap keputusan di lapangan diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca dan arah angin yang dinamis.


Biak- Hingga hari keenam, tidak ada tanda-tanda personel kehilangan fokus, justru mereka semakin terlatih dengan pola kerja terstruktur yang telah terbentuk selama operasi berlangsung. Koordinasi antarregu berjalan lancar, dengan komunikasi yang terus diperbarui setiap jam untuk memastikan tidak ada titik yang terlewatkan dari pantauan. Penanganan dan pemantauan secara berkesinambungan ini menjadi janji nyata kepolisian bahwa mereka tidak akan berhenti sampai kondisi benar-benar aman.


Biak- Kepada masyarakat luas, Trunoyudo kembali mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang kerap menjadi penyebab utama Karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Personel di Biak juga aktif menyampaikan pesan serupa kepada warga sekitar lokasi kejadian, mengajak mereka menjadi garda terdepan dalam melaporkan jika melihat kepulan asap mencurigakan. Kesadaran kolektif ini dinilai lebih efektif dalam mencegah kebakaran dibandingkan hanya mengandalkan petugas yang jumlahnya terbatas.


Biak- Respon Satbrimob Polda Papua menjadi bukti kesiapan institusi dalam menghadapi bencana ekologis yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan ulah manusia. Keberhasilan mengendalikan api di hari keenam menjadi modal penting untuk evaluasi dan peningkatan kesiapsiagaan di masa depan. Semoga semangat kebersamaan ini terus berlanjut, baik di antara petugas maupun masyarakat, agar Biak Numfor senantiasa menjadi wilayah yang hijau, aman, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan. (Avs)

Kasetukpa Lemdiklat Dicari, Polri Libatkan KemenPAN-RB Awasi Uji Kompetensi


Jakarta- Seleksi terbuka jabatan Kepala Sekolah Pembentukan Perwira Lemdiklat Polri memasuki babak krusial dengan digelarnya uji kompetensi bidang yang diikuti 13 perwira, Jumat (28/8). Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar secara resmi membuka rangkaian seleksi yang melibatkan tim penguji dari internal Polri dan KemenPAN-RB untuk memastikan objektivitas penilaian. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam menerapkan sistem promosi berbasis merit dan transparansi.


Dari 13 peserta, dua di antaranya berpangkat Brigjen dan 11 lainnya Kombes, semuanya telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi manajerial sebelum tiba di fase ini. Uji kompetensi bidang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis, kepemimpinan, dan kapasitas peserta dalam menjalankan tugas sebagai Kasetukpa, yang bertanggung jawab mencetak perwira-perwira masa depan Polri. "Uji kompetensi ini menjadi bagian penting untuk melihat kemampuan peserta secara lebih mendalam," jelas Anwar.


Tim penguji yang melibatkan Lemdiklat, Itwasum, Bagian Psikologi Kepolisian, dan KemenPAN-RB menunjukkan bahwa proses seleksi tidak hanya diawasi internal tetapi juga mendapat validasi dari lembaga eksternal. Hal ini sejalan dengan PermenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 yang mengatur pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif di lingkungan instansi pemerintah. Pengawasan juga dilakukan oleh Divpropam dan Itwasum untuk menjaga akuntabilitas dan kebersihan proses.


Seleksi yang dimulai sejak 5 Agustus ini menjadi salah satu agenda penting dalam regenerasi kepemimpinan di Lemdiklat Polri, yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan kompetensi perwira. Kasetukpa tidak hanya mengelola sekolah, tetapi juga bertanggung jawab atas kualitas lulusan yang akan menjadi pemimpin di berbagai satuan kerja Polri. Karena itu, pemilihan pejabat harus dilakukan dengan standar yang tinggi dan proses yang kredibel.


Irjen Anwar menegaskan bahwa prinsip profesional, akuntabel, objektif, bersih, dan transparan menjadi pegangan utama dalam seluruh rangkaian seleksi. Ia berharap hasil akhir yang dijadwalkan diumumkan pada September mendatang benar-benar menghasilkan sosok pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. "Ini adalah komitmen Polri untuk terus membangun sistem pengelolaan SDM yang mengedepankan merit dan kualitas," pungkasnya.


Dengan keterlibatan unsur eksternal dan pengawasan yang ketat, Polri menunjukkan bahwa transformasi birokrasi di tubuh kepolisian terus berjalan. Seleksi terbuka Kasetukpa Lemdiklat menjadi contoh konkret bagaimana institusi penegak hukum ini beradaptasi dengan tuntutan good governance di era modern. (Avs)

Jenderal Sigit: Buruh Indonesia Harus Naik Kelas, Bukan Sekadar Penonton Kemajuan


Jakarta- Menutup Rakernas KSBSI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (28/8), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan tegas bahwa buruh Indonesia harus siap menghadapi perubahan besar yang dibawa oleh revolusi industri dan transformasi teknologi. Ia mengingatkan bahwa perkembangan AI, robotik, dan IoT bukanlah momok yang harus ditakuti, tetapi tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas dan daya saing. Menurutnya, buruh adalah tulang punggung perekonomian, dan tulang punggung itu harus kuat menghadapi guncangan global.


Kapolri menyoroti bahwa teknologi memang berpotensi menggeser pekerjaan lama, tetapi juga menciptakan peluang baru yang membutuhkan keterampilan lebih tinggi dan adaptasi cepat. Ia mendorong buruh untuk terus belajar dan mengasah kompetensi, agar tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang di tengah perubahan. "Di satu sisi teknologi bisa mengurangi pekerjaan, tetapi di sisi lain membuka lapangan kerja baru. Kita semua harus siap," ujarnya dalam sambutan yang disambut antusias peserta rakernas.


Kehadiran Kapolri di tengah serikat buruh menjadi pengingat bahwa Polri memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan produktif. Ia mengapresiasi semangat KSBSI yang membahas isu-isu krusial seperti revisi UU Cipta Kerja dan perlindungan pekerja di era digital. Baginya, dialog yang konstruktif antara buruh, pengusaha, dan pemerintah adalah fondasi bagi kebijakan yang adil dan berkelanjutan.


Kapolri juga menyoroti pentingnya program hilirisasi sebagai peluang bagi buruh untuk menempati posisi-posisi strategis hingga tingkat manajerial, bukan hanya sektor keterampilan dasar dan menengah. Ia berharap transfer pengetahuan dan kemampuan beradaptasi menjadi prioritas agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi berbagai sektor strategis dengan keahlian yang mumpuni. "Kita harus siap menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan," tegasnya.


Melalui Desk Ketenagakerjaan Polri, Kapolri menegaskan komitmen institusinya untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada pekerja, termasuk dalam menangani persoalan industrial yang kompleks. Ia memastikan bahwa desk ini akan terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri hadir sebagai pelindung, bukan penghalang, bagi perjuangan buruh.


Di akhir pidatonya, Kapolri memberikan apresiasi kepada buruh yang memilih menyampaikan aspirasi secara tertib dan bertanggung jawab, menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia berharap rakernas ini menjadi titik balik bagi buruh Indonesia untuk lebih percaya diri dan kompetitif di kancah global. "Tunjukkan bahwa walaupun memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib," pungkasnya, menutup rakernas dengan semangat baru untuk masa depan ketenagakerjaan yang lebih cerah. (Avs)

Melek AI Sejak SMA, Senopati Academy Buka Cakrawala Digital Siswa Nganjuk


Nganjuk- Ratusan pasang mata menatap layar dengan penuh antusias ketika Tim Trainer ToT Paham AI mulai membuka sesi demi sesi tentang kecerdasan buatan di SMAN 3 Nganjuk, membawa misi mulia untuk menanamkan literasi digital yang selama ini mungkin terlewatkan di bangku sekolah formal. Sabtu (29/8) menjadi momentum penting bagi 80 siswa yang hadir, karena mereka tidak hanya diajak menggunakan AI, tetapi diajak menyelami lautan pengetahuan tentang bagaimana teknologi ini bekerja dan apa implikasinya bagi kehidupan manusia ke depan. Bagi Tim Trainer, mengenalkan AI kepada pelajar adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang tidak buta teknologi di tengah derasnya arus digitalisasi.


Platform Senopati Academy yang diperkenalkan dalam kegiatan ini dirancang khusus dengan kurikulum yang lahir dari riset mendalam Senopati Strategic Institute, menjawab kebutuhan mendesak akan pemahaman AI yang terstruktur dan mudah dicerna oleh pelajar tingkat SMA. Berbeda dengan aplikasi AI biasa yang hanya fokus pada hasil akhir, Senopati Academy mengajak penggunanya untuk memahami proses, logika, dan etika di balik setiap keputusan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Tim Trainer menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah membentuk generasi yang tidak hanya pintar menggunakan AI, tetapi juga mampu mempertanyakan dan mengevaluasi hasil yang diberikan oleh teknologi tersebut.


Antusiasme siswa terlihat dari deretan pertanyaan kritis yang diajukan selama sesi tanya jawab, mulai dari bagaimana AI bisa membedakan berita hoaks hingga pertanyaan tentang apakah kecerdasan buatan suatu saat nanti bisa menggantikan pekerjaan manusia secara total. Salah seorang siswa mengaku bahwa selama ini ia merasa AI adalah alat ajaib yang tidak perlu dipertanyakan, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini ia sadar bahwa setiap teknologi memiliki keterbatasan dan potensi penyalahgunaan yang harus diwaspadai. Pengakuan ini menjadi titik balik bagi Tim Trainer untuk menekankan bahwa literasi AI bukanlah tentang menakuti, tetapi tentang memberdayakan siswa agar mereka bisa mengambil keputusan yang tepat dalam menggunakan teknologi.


Metode pelatihan yang interaktif dan partisipatif membuat suasana belajar terasa lebih hidup, di mana siswa tidak hanya duduk mendengarkan tetapi juga diajak untuk mencoba langsung berbagai fitur Senopati Academy dan mendiskusikan temuan mereka dengan teman sekelas. Mereka belajar tentang bagaimana data pribadi digunakan oleh platform AI, bagaimana algoritma bisa memiliki bias yang tidak disadari, dan bagaimana cara mengidentifikasi informasi yang dihasilkan oleh AI agar tidak mudah termakan oleh hasil yang menyesatkan. Pendekatan praktis ini sangat efektif karena siswa merasa terlibat secara langsung, bukan sekadar menjadi penerima pengetahuan yang pasif dan mudah lupa setelah kegiatan usai.


Para guru yang mendampingi kegiatan juga ikut merasakan manfaat dari pelatihan ini, karena mereka mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana mengintegrasikan literasi AI ke dalam mata pelajaran yang mereka ampu sehari-hari. Mereka berharap program seperti ini bisa dilakukan secara berkala, mengingat perkembangan teknologi berlangsung begitu cepat dan kurikulum sekolah sering kali tidak mampu mengimbangi laju perubahan tersebut. Dukungan penuh dari pihak sekolah menjadi kunci untuk memastikan bahwa edukasi AI tidak berhenti di kegiatan satu hari, tetapi berlanjut menjadi bagian dari budaya belajar di SMAN 3 Nganjuk.


Sebagai penutup, Tim Trainer mengajak semua peserta untuk menjadikan Senopati Academy sebagai teman belajar yang setia, bukan sekadar alat untuk mendapatkan jawaban cepat tetapi sebagai mitra untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Mereka menekankan bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi berbasis AI yang bisa menjawab tantangan bangsa di masa depan. Di SMAN 3 Nganjuk, benih-benih literasi digital telah ditanam, dan dengan perawatan yang berkelanjutan, generasi muda ini akan tumbuh menjadi pemimpin yang cakap dalam menavigasi dunia yang semakin diwarnai oleh kecerdasan buatan. (Avs)

Jumat, 28 Agustus 2026

Menyematkan Nama Tanpa Jabatan, KSBSI Pelihara Kapolri Selamanya


Jakarta- Dalam sebuah keputusan yang menggetarkan suasana Rakernas KSBSI Tahun 2026, nama Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi disematkan sebagai Anggota Kehormatan, tanpa embel-embel jabatan Kapolri, sebagai simbol bahwa ia kini adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar serikat buruh. Jumat (28/8) menjadi hari bersejarah ketika seorang pemimpin aparat penegak hukum diterima dengan tangan terbuka oleh organisasi pekerja yang selama ini kerap berada di posisi berseberangan dengan kekuasaan. Keputusan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan dialogis mampu meruntuhkan tembok yang selama ini memisahkan dua kubu yang sebenarnya memiliki tujuan sama: kesejahteraan rakyat.


Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI, dengan lantang membacakan salah satu surat keputusan rakernas yang mengukuhkan Kapolri sebagai anggota kehormatan, sebuah langkah yang jarang dilakukan terhadap pejabat negara. Ia menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan bukan karena jabatan, tetapi karena perhatian tulus yang selama ini diberikan Polri terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan di tanah air. Keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dianggap sebagai terobosan yang memudahkan buruh untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan tanpa harus melalui jalur birokrasi yang berbelit-belit.


Dalam kesempatan yang sama, Elly menyoroti pentingnya pendekatan humanis yang terus diperkuat, terutama ketika terjadi konflik hubungan industrial yang sering kali memicu ketegangan dan bahkan kekerasan. Ia berharap Polri selalu mengedepankan dialog sosial sebagai langkah awal sebelum mengambil tindakan represif, sehingga setiap permasalahan bisa diselesaikan secara adil dan bermartabat. "Kami masih ingin melihat pendekatan yang humanis terus diperkuat," tegasnya, mengingatkan bahwa kedekatan yang sudah terbangun harus dijaga dengan konsistensi dan ketulusan.


Momen haru terjadi ketika Elly menyatakan bahwa dalam surat keputusan tersebut, nama Jenderal Listyo Sigit tidak akan disebut sebagai Kapolri, melainkan nama pribadinya, agar ia tetap dipelihara sebagai bagian dari KSBSI selamanya. Kalimat ini disambut dengan gemuruh tepuk tangan dan air mata haru dari beberapa peserta yang merasakan betapa besar makna pengakuan ini bagi perjuangan buruh selama ini. "Selamat datang di keluarga KSBSI, Pak Sigit," ucapnya, menjadikan momen itu sebagai simbol rekonsiliasi antara dua dunia yang selama ini terpisah oleh tembok prasangka.


Kapolri dengan rendah hati menerima kepercayaan ini dan menyebutnya sebagai amanah yang akan mendorong Polri untuk lebih optimal dalam melayani masyarakat pekerja. Ia berjanji bahwa Desk Ketenagakerjaan akan terus diperkuat, tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga menjangkau seluruh provinsi dan kabupaten, sehingga setiap buruh memiliki akses yang sama terhadap perlindungan hukum dan keamanan. "Ini adalah apresiasi untuk institusi Polri sekaligus amanah bagi kami semua," ujarnya dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab yang kini dipikulnya.


Di akhir sambutannya, Kapolri menyampaikan pernyataan yang menyentuh hati, bahwa interaksinya dengan buruh telah membuatnya merasa seperti memiliki rumah kedua di tengah mereka. Ia mengibaratkan bahwa ketika seseorang masuk ke dalam sebuah rumah, ia berkewajiban membuat rumah itu nyaman dan seluruh penghuninya sejahtera. Pengangkatan sebagai Anggota Kehormatan KSBSI adalah bukti bahwa jembatan antara Polri dan buruh telah kokoh berdiri, dan kini tugas bersama adalah menjaga agar jembatan itu tidak pernah runtuh oleh kepentingan sesaat. (Avs)

Jelang Hujan, Bhabinkamtibmas Baron Berpacu dengan Waktu dan Cuaca


Nganjuk- Awan gelap mulai merangkak di ujung cakrawala Desa Gebangkerep ketika Aipda Kasmadi melangkah di antara barisan tanaman jagung yang tinggi menjulang, menandakan bahwa waktu panen tinggal menghitung hari. Sabtu (29/8) menjadi momen krusial di mana ia memilih hadir bukan untuk mengawasi, melainkan untuk memastikan bahwa petani tidak menghadapi situasi genting sendirian di tengah ancaman hujan yang kian mendekat. Baginya, kedekatan dengan petani adalah cara paling jitu untuk memahami urgensi lapangan sebelum masalah membesar.


Petani yang ditemui Aipda Kasmadi dengan antusias menjelaskan strategi mereka menanam lebih awal agar masa panen jagung dan melon bisa rampung sebelum musim penghujan benar-benar tiba. Mereka mengungkapkan bahwa keterlambatan satu minggu saja bisa berakibat fatal, karena buah yang terlalu matang akan pecah atau terserang penyakit akibat kelembapan tinggi. Informasi ini membuka mata Aipda Kasmadi bahwa pertanian adalah permainan ketepatan waktu yang tidak bisa ditawar-tawar.


Selain membahas soal cuaca, Aipda Kasmadi juga menggali informasi tentang kendala distribusi pupuk dan pestisida yang kerap terlambat datang ke tingkat desa pada saat-saat kritis. Petani menuturkan bahwa mereka sering kali harus membeli dengan harga lebih tinggi dari pengecer karena stok di kios resmi cepat habis. Hal ini menjadi catatan penting yang akan segera ia koordinasikan dengan dinas terkait untuk memastikan kelancaran rantai pasok sarana produksi pertanian.


Salah satu momen menarik terjadi ketika seorang petani melontarkan pertanyaan tentang legalitas penggunaan lahan bantaran sungai yang mereka garap selama bertahun-tahun tanpa kepastian hukum. Aipda Kasmadi memberikan penjelasan singkat tentang tata ruang dan mengarahkan mereka untuk mengurus hak pengelolaan melalui mekanisme yang benar agar tidak timbul sengketa di kemudian hari. Kedalaman diskusi ini menunjukkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak sekadar tempelan, tetapi fungsi strategis dalam menyelesaikan persoalan struktural masyarakat.


Aipda Kasmadi juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lahan dari pencurian hasil panen yang kerap terjadi menjelang musim panen raya. Ia mengusulkan pembentukan jadwal giliran ronda khusus di area pertanian dan memanfaatkan media sosial kelompok untuk saling memberi tahu jika ada gerak-gerik mencurigakan. Langkah sederhana ini diyakini efektif untuk mencegah kerugian yang selama ini sering dialami petani tanpa pelaku pernah tertangkap.


Kegiatan sambang yang berlangsung penuh keakraban ini membawa pesan mendalam bahwa ketahanan pangan nasional bertumpu pada desa-desa yang petaninya memiliki akses informasi dan rasa aman berusaha. Aipda Kasmadi menutup kunjungannya dengan janji untuk kembali memantau proses panen secara langsung, sekaligus memastikan bahwa semua aspirasi yang terkumpul tidak berakhir sia-sia. Di tengah ancaman hujan yang menggantung, ia percaya bahwa kerja sama dan kewaspadaan adalah benteng terakhir melindungi hasil bumi yang telah diperjuangkan dengan keringat dan doa. (Avs)

Menyusuri Bedeng Tanah, Menemukan Suara Petani yang Terabaikan


Nganjuk- Kabut tipis pagi hari belum sepenuhnya sirna ketika Aipda Suratin tiba di lahan pertanian Desa Duren, bukan dengan sirine atau surat perintah, melainkan dengan cangkul dan rasa ingin tahu yang besar terhadap kehidupan petani kecil. Kegiatan panen kacang tanah yang digelar Sabtu (29/8) itu menjadi panggung tak terduga bagi seorang Bhabinkamtibmas untuk merangkap peran sebagai pendengar, pencatat, dan problem solver sekaligus. Ia memilih duduk di antara tumpukan polong kacang daripada di balik meja kantor, meyakini bahwa solusi terbaik lahir dari titik paling bawah.


Aipda Suratin dengan cermat mengamati bagaimana petani mengeluhkan biaya produksi yang terus merangkak naik sementara harga jual justru sering tidak stabil karena ulah tengkulak. Dalam dialog santai itu, ia mendapati bahwa permasalahan pertanian sering kali melingkar pada tiga hal utama: pupuk mahal, air sulit, dan pemasaran yang tidak pasti. "Petani butuh pendampingan yang tidak sibuk dengan janji, tetapi aksi nyata di lapangan," tegasnya menegaskan komitmen Polri dalam menunjang ketahanan pangan nasional.


Para petani tampak menikmati momen langka ketika seorang aparat kepolisian tidak terkesan menggurui, melainkan ikut mengangkat keranjang hasil panen dan menanyakan langsung kendala teknis yang mereka hadapi. Mereka menuturkan betapa sulitnya mendapatkan akses informasi tentang bantuan pertanian yang sering kali hanya tersebar di kalangan tertentu. Wajah-wajah kecoklatan itu berseri ketika Aipda Suratin menyimak dengan penuh perhatian, seolah setiap kata adalah bukti yang akan ia bawa ke meja rapat berikutnya.


Kacang tanah yang dipanen hari itu bukan sekadar komoditas, melainkan simbol dari kerja keras dan ketekunan yang kerap tidak dihargai oleh sistem yang lebih besar. Dengan kandungan gizi yang melimpah, komoditas ini sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik, mulai dari produk olahan seperti selai hingga tepung protein tinggi. Sayangnya, petani belum memiliki kemampuan untuk mengolah hasilnya sendiri, sehingga keuntungan besar justru dinikmati oleh pihak tengah yang lebih cerdik dalam strategi pasar.


Kedekatan yang terbangun antara Bhabinkamtibmas dan petani merupakan modal sosial yang tak ternilai dalam menciptakan ketahanan pangan yang kokoh dari desa. Aipda Suratin bertekad untuk mengadvokasi setiap temuan di lapangan kepada dinas terkait, memastikan bahwa suara petani Desa Duren tidak menghilang di tengah hiruk-pikuk birokrasi. Ia percaya bahwa jika kehadiran polisi di lahan pertanian dilakukan secara teratur, maka petani akan melihat institusi kepolisian sebagai sahabat, bukan pengawas yang menakutkan.


Kegiatan sederhana ini menyiratkan pesan besar bahwa perubahan fundamental dalam ketahanan pangan dimulai dari penghormatan terhadap profesi petani dan pemahaman yang mendalam atas realitas mereka. Desa Duren mungkin hanya satu titik di peta, tetapi semangat gotong royong yang menyala di sana menjadi cermin bagi daerah lain bahwa ketahanan pangan adalah urusan semua orang. Akhirnya, petani pulang dengan hati legam karena didengar, sementara Aipda Suratin membawa pulang segudang pelajaran yang tidak pernah ia dapatkan di ruang rapat tertutup. (Avs)

Bareskrim Polri Sita Rp1 Miliar dan 71 Orang Diamankan di Penggerebekan Judi Sukoharjo


Sukoharjo- Bareskrim Polri bersama Polda Maluku dan Polda Jawa Tengah menggerebek lokasi perjudian "Gedung SB" di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengamankan 71 orang dan menyita uang tunai lebih dari Rp1 miliar. Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan Tim Ditreskrimum Polda Maluku yang menemukan aktivitas perjudian saat melakukan penyelidikan terhadap target awal di wilayah Jawa Tengah.


Di lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai jenis permainan judi seperti baccarat, niu-niu, dan mesin tembak ikan yang diduga memiliki unsur taruhan, sehingga dilakukan penindakan oleh tim gabungan. Dari 71 orang yang diamankan, penyidik Subdit Jatanras Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan 30 orang sebagai tersangka dengan peran berbeda, mulai dari kasir, pembagi kartu, penukar chip, operator CCTV, teknisi arena, hingga bagian pelayanan.


Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil sinergi antarjajaran kepolisian dalam memberantas perjudian. "Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan jajaran Polda Maluku, kemudian ditindaklanjuti melalui sinergi bersama Polda Jawa Tengah dan Bareskrim Polri. Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, kami menemukan adanya aktivitas perjudian dengan berbagai peran dalam operasionalnya," ujarnya.


Barang bukti yang diamankan meliputi uang tunai Rp1.048.273.000, puluhan telepon seluler, komputer, meja baccarat, meja mahjong, meja dadu, mesin tembak ikan, chip poker, kartu, mesin pengocok kartu, kotak berisi uang, serta perangkat CCTV. Pada 19 Agustus 2026, tim gabungan kembali mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan alat bukti yang masih ditemukan di lokasi.


Brigjen Pol. Wira menegaskan bahwa penyidik tidak hanya mendalami aktivitas para pemain, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga memiliki peran dalam operasional lokasi. "Penyidikan tidak berhenti pada pemain. Kami juga mendalami pihak-pihak yang diduga menjalankan atau mendukung operasional kegiatan tersebut, termasuk pengelolaan transaksi, pembagian kartu, pengelolaan chip, pengawasan melalui CCTV, hingga aspek teknis permainan," jelasnya.


Proses penyidikan masih terus berjalan dengan pelengkapan berkas perkara, pemeriksaan tersangka dan saksi, serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum. Pengungkapan ini menunjukkan komitmen Bareskrim Polri dalam memberantas perjudian secara profesional dan berjenjang melalui sinergi antarkewilayahan. (Avs)

12.000 Liter Air Bersih Dikirim Polres Nganjuk ke Tiga Dusun di Lengkong yang Kekeringan


Nganjuk- Polres Nganjuk menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 12 ribu liter kepada masyarakat di tiga dusun yang terdampak kekeringan di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, pada Rabu (26/8) sebagai respons cepat atas kondisi musim kemarau yang semakin parah. Dusun Jomblang, Dusun Ngepung, dan Dusun Sendang Gogor menjadi wilayah prioritas penyaluran karena warga di sana mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan wujud kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya. "Air bersih disalurkan secara langsung kepada warga untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, terutama kebutuhan rumah tangga sehari-hari," ungkap Kapolres Nganjuk di lokasi penyaluran bantuan.


Kapolres menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan sosial kemanusiaan yang muncul akibat musim kemarau panjang. "Ini menjadi bagian dari komitmen Polres Nganjuk untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan," kata AKBP Suria Miftah Irawan dengan penuh haru.


Kapolres berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat yang selama beberapa minggu terakhir kesulitan mendapatkan air bersih untuk mandi, mencuci, dan memasak. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air dan saling membantu warga yang terdampak kekeringan di lingkungan sekitar.


Polres Nganjuk akan terus memantau kondisi di wilayah yang mengalami kesulitan air bersih dan akan menyalurkan bantuan tambahan jika diperlukan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian serta aksi nyata ketika masyarakat menghadapi kesulitan.


Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, kepedulian, dan bantuan nyata bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk, terutama di saat-saat sulit seperti musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan dampak kekeringan dapat diminimalkan dan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (Avs)

Polisi Sita 201 Botol Molotov dan 39 Sajam, 65 Orang Diamankan Jelang Aksi Demo


Jakarta- Polda Metro Jaya mengamankan puluhan senjata tajam dan bahan pembuatan bom molotov dalam operasi pencegahan gangguan keamanan menjelang penyampaian pendapat di kawasan DPR/MPR RI, dengan total 65 orang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr. Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa penyidik masih mendalami keterkaitan dan peran masing-masing pihak dalam rangkaian persiapan yang ditemukan.


"Penyidik masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, maupun pihak yang memberikan perintah atau arahan," jelas Kombes Iman. Barang bukti yang diamankan meliputi 39 senjata tajam, dua airsoft gun, satu tabung gas airsoft gun, gotri, tiga stik golf, tujuh jeriken berisi bensin, serta 201 botol kaca berikut sumbu yang diduga akan digunakan sebagai bom molotov.


Petugas juga menemukan tas ransel, banner, pengeras suara, pilok, obat-obatan, dan telepon seluler yang turut diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Penyidik menelusuri sumber pendanaan yang berkaitan dengan pengadaan barang-barang tersebut melalui keterangan para pihak, komunikasi digital, transaksi keuangan, serta barang bukti lain untuk memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian persiapan yang dilakukan.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa langkah kepolisian bertujuan menjaga penyampaian aspirasi tetap berlangsung dalam ruang yang aman dan tidak membahayakan masyarakat. "Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, memicu kekerasan, atau mengganggu kepentingan masyarakat lainnya," ujar Kombes Budi.


Polda Metro Jaya juga gencar melakukan patroli ruang digital untuk mengantisipasi provokasi, disinformasi, fitnah, maupun konten kebencian yang berpotensi memicu keresahan di masyarakat. Situasi Jakarta hingga pukul 10.38 WIB terpantau aman dan terkendali, dengan aktivitas lalu lintas, pendidikan, ibadah, dan perekonomian tetap berjalan normal.


"Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi kekerasan tidak boleh mengambil ruang di dalamnya. Aspirasi harus tetap dapat disampaikan, sementara keselamatan masyarakat wajib kita jaga bersama," pungkas Kombes Budi. Polri akan terus melakukan langkah-langkah preventif untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga di tengah dinamika demokrasi yang berlangsung. (Avs)

Kapolres Gresik Ajak Ojol Jadi Mata dan Telinga Polisi, Bagikan Bansos di Circuit Cafe


Gresik- Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menggelar dialog interaktif dengan sekitar 100 driver ojek online di Circuit Cafe, Kecamatan Kebomas, pada Kamis (27/8) untuk membangun sinergi demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi dua arah yang efektif antara kepolisian dan para pekerja jalanan yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat.


AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi atas peran vital para driver ojol di lapangan dan mengajak mereka berperan aktif dalam gerakan "Jogo Gresik". "Keberadaan teman-teman ojol di lapangan sangat vital. Kami berharap jika melihat adanya tindak pidana atau potensi gangguan kamtibmas, dapat segera melapor ke kantor polisi terdekat, menghubungi hotline 110 atau 0811-8800-2006 (Lapor Cak Rama)," ujar Kapolres Gresik.


Kapolres berharap kolaborasi ini dapat menjadikan para driver ojol sebagai mata dan telinga kepolisian di lapangan, dan ajakan tersebut disambut positif oleh Koko, perwakilan driver ojol. Sesi dialog berlangsung hangat saat para driver menyampaikan keluh kesah mereka, salah satunya tentang perilaku penumpang yang kerap menolak menggunakan helm saat dibonceng.


Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres Gresik mengingatkan pentingnya mengedukasi penumpang secara santun demi keselamatan bersama dan mengimbau para driver untuk selalu memastikan ketersediaan helm yang bersih dan layak pakai. Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro juga menegaskan bahwa proses pengambilan kendaraan terkait kecelakaan lalu lintas tidak dipungut biaya alias gratis.


Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi, Polres Gresik menyerahkan bantuan sosial berupa paket beras kepada seluruh pengemudi yang hadir. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, makan siang, dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan komunitas ojol.


Turut mendampingi Kapolres dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polres Gresik yang menunjukkan dukungan penuh terhadap sinergi dengan komunitas ojol. Melalui dialog dan bantuan sosial ini, Polres Gresik berharap hubungan harmonis dengan para driver ojol semakin kuat demi terciptanya kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Gresik. (Avs)

Tim Trainer Polres Nganjuk Ajak Siswa SMAN 3 Belajar AI dari Nol, Siap Hadapi Digital


Nganjuk- Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk menggelar edukasi kecerdasan buatan di SMAN 3 Nganjuk pada Jumat (28/8), mengajak para pelajar untuk mulai belajar AI dari nol tanpa rasa takut atau canggung. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Nganjuk dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan teknologi yang relevan dengan tuntutan zaman yang semakin digital.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan Senopati Academy, platform pembelajaran yang menyediakan 25 modul AI terstruktur, mentor berpengalaman, dan sertifikat resmi sebagai bentuk apresiasi bagi peserta. Materi yang disampaikan bertajuk "Mulai Belajar AI dari Nol, Siap Hadapi Era Digital" dirancang khusus untuk membangun fondasi pemahaman AI yang kokoh bagi para pelajar.


Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk menekankan bahwa AI bukanlah teknologi yang harus ditakuti, melainkan dipahami dan dimanfaatkan untuk kebaikan. "Kami ingin para siswa memahami AI dari dasar, bukan sekadar ikut-ikutan tren, tetapi mampu memanfaatkannya untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan secara positif," ujar salah satu anggota tim trainer dengan penuh keyakinan.


Para siswa SMAN 3 Nganjuk terlihat antusias mengikuti sesi edukasi, bertanya tentang berbagai aspek AI dan bagaimana teknologi ini dapat membantu mereka dalam belajar dan berkarya. Beberapa siswa mengaku bahwa pembelajaran melalui Senopati Academy memberikan pengalaman baru yang menarik dan bermanfaat bagi pengembangan diri mereka.


Tim trainer juga mengingatkan agar siswa tetap mengutamakan kemampuan berpikir kritis dan tidak menjadikan AI sebagai pengganti proses berpikir. "AI memang dapat membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan, tetapi siswa tetap harus mampu memeriksa kebenaran informasi, memahami prosesnya, dan tidak menjadikan AI sebagai pengganti kemampuan berpikir," tambah tim trainer.


Melalui edukasi ini, Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk berharap para siswa dapat menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkan perkembangan AI. Dengan bekal pemahaman yang baik, mereka diharapkan mampu menghadapi era digital dengan percaya diri dan bertanggung jawab. (Avs)

 

Top