ads

Iklan
LATEST UPDATES

Sabtu, 02 Mei 2026

Tak Ada Ricuh, Yang Ada Tumpeng dan Tabur Bunga: Kapolres Nganjuk Rayakan May Day Bareng Buruh


Suasana hangat menyelimuti TPU Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, pada Jumat (1/5/2026) saat sekitar 100 peserta dari unsur Forkopimda, aparat keamanan, dan perwakilan serikat pekerja berkumpul untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Bukan dengan orasi keras atau aksi turun ke jalan, peringatan May Day di Nganjuk tahun ini dikemas dalam bentuk tabur bunga dan tasyakuran yang penuh kebersamaan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama Bupati Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., serta perwakilan Kodim 0810, Ketua DPRD, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, dan Dinas Tenaga Kerja, hadir langsung memberikan penghormatan kepada kaum buruh. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pekerja, pemerintah, dan aparat bisa berjalan harmonis.

AKBP Suria Miftah Irawan dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan May Day di Kabupaten Nganjuk sengaja dirancang dalam suasana yang damai, humanis, dan penuh kebersamaan. Menurutnya, momen ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi ajang untuk mempererat hubungan industrial yang sehat antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. "Polres Nganjuk akan selalu hadir mengawal setiap kegiatan masyarakat agar tetap kondusif," ujar Kapolres. Ia juga menekankan bahwa Polri mendukung penuh terciptanya lingkungan kerja yang tenang dan dunia usaha yang tumbuh subur, karena kesejahteraan buruh adalah bagian dari stabilitas daerah.

Rangkaian acara dimulai dengan kedatangan rombongan Forkopimda di TPU Desa Nglundo, dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan kaum pekerja yang telah gugur maupun yang masih berjuang. Setelah itu, suasana semakin hangat saat tasyakuran digelar, diisi dengan doa bersama, pemotongan nasi tumpeng secara simbolis, dan foto bersama seluruh tamu undangan. Perwakilan dari KSPSI Kabupaten Nganjuk dan buruh PT Jaker Kertosono yang hadir tampak akrab berbaur dengan pejabat daerah, menghilangkan sekat yang kerap membatasi antara buruh dan aparat. Tumpeng yang dipotong bersama menjadi simbol manisnya kebersamaan di hari buruh.

Peringatan May Day 2026 di Nganjuk kemudian meninggalkan narasi baru: bahwa aspirasi buruh bisa dirawat tanpa ketegangan, dan penghormatan terhadap pekerja bisa diwujudkan dengan cara-cara yang sejuk serta bermartabat. Kapolres berharap bahwa kegiatan seperti ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, bahkan menjadi contoh bagi kabupaten lain di Jawa Timur. Dengan semangat kebersamaan yang sudah terbangun, hubungan industrial di Nganjuk diprediksi akan semakin harmonis, mendorong iklim investasi yang sehat sekaligus melindungi hak-hak pekerja. Damai, hangat, dan penuh makna – begitulah May Day di Bumi Anjuk Ladang.(Avs)

Polda Jatim Angkat Topi untuk Buruh dan Mahasiswa: May Day 2026 Berlangsung Tertib, Damai, Tanpa Ruwet


Gelombang aspirasi membanjiri depan Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Jawa Timur pada Jumat (1/5/26), tetapi tidak ada satu pun kericuhan yang mewarnai peringatan Hari Buruh Sedunia tahun ini. Polda Jawa Timur secara terbuka memberikan apresiasi tinggi kepada elemen pekerja dan mahasiswa yang menyampaikan tuntutan mereka dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyebut bahwa aksi damai tersebut menjadi bukti nyata kematangan berdemokrasi di wilayah ini. Menurutnya, sikap saling menghormati antara peserta aksi dan pihak kepolisian yang bertugas mengamankan adalah kunci utama suksesnya peringatan May Day 2026.

Kombes Abast menjelaskan bahwa Polda Jatim sejak jauh-jauh hari telah menyiapkan pelayanan pengamanan maksimal, termasuk koordinasi intensif dengan para koordinator dan pimpinan elemen buruh di berbagai daerah. Langkah preventif ini terbukti efektif, karena tidak ada laporan berarti tentang pelanggaran atau benturan selama aksi berlangsung. Bahkan, perwakilan buruh yang berangkat ke Jakarta pun turut mengikuti prosedur yang sama, menunjukkan bahwa semangat Jogo Jatim benar-benar hidup di kalangan pekerja. Polda menilai bahwa kondusifitas ini bukan terjadi begitu saja, melainkan hasil dari komunikasi yang terbangun sejak sebelum May Day.

Lebih lanjut, Kombes Abast menekankan bahwa kehadiran Polri dalam setiap aksi unjuk rasa bukanlah untuk menekan atau membatasi hak berpendapat, tetapi sebagai bentuk pelayanan pengamanan yang humanis. "Polri hadir untuk melayani dan memastikan seluruh peserta dalam menyampaikan aspirasi tetap aman, tertib dan kondusif," tegasnya. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada masyarakat umum yang tidak ikut aksi namun mendukung jalannya peringatan dengan tidak menyebarkan provokasi atau informasi yang dapat memicu ketegangan. Semua pihak, menurutnya, telah menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga Jawa Timur tetap aman.

Peringatan May Day 2026 di Jawa Timur kini bisa dicatat sebagai contoh bagaimana aspirasi buruh dan mahasiswa bisa disuarakan tanpa harus mengorbankan keamanan dan ketertiban. Kombes Abast berharap bahwa apa yang terjadi tahun ini akan menjadi preseden baik untuk tahun-tahun mendatang, di mana dialog antara pekerja, aparat, dan pemerintah semakin terbuka dan produktif. Polda Jatim sendiri berkomitmen untuk terus mempertahankan pola pengamanan yang mengedepankan komunikasi dan penghormatan terhadap hak masyarakat. Dengan semangat Jogo Jatim yang sudah terbukti, masa depan demokrasi di Jawa Timur tampak semakin cerah dan penuh kedamaian.(Avs)

Jumat, 01 Mei 2026

Bengkel Gratis dan Samsat Keliling: Polres Probolinggo Beri Kejutan Nyata untuk Buruh di May Day 2026


May Day 2026 di Kabupaten Probolinggo tidak hanya diisi dengan orasi atau unjuk rasa, tetapi juga dengan layanan nyata dari Polres Probolinggo. Ratusan buruh yang memadati Alun-alun Kota Kraksaan pada Jumat (1/5/2026) mendapat kejutan berupa bengkel gratis untuk servis motor dan Samsat keliling untuk pembayaran pajak kendaraan. Inisiatif ini muncul sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi pekerja dalam pembangunan daerah, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak mereka akan perawatan kendaraan dan administrasi pajak tanpa biaya tambahan. Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa layanan ini adalah wujud kepedulian nyata, bukan sekadar simbolis.

Kegiatan bengkel gratis dan Samsat keliling ini menjadi bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional yang lebih besar, yang juga melibatkan senam bersama bertajuk "Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja". Forkopimda Kabupaten Probolinggo bersama serikat pekerja tampil kompak, dengan Bupati KH. Haris Damanhuri dan Kapolres turut hadir memeriahkan acara. AKBP Latif berharap layanan ini tidak hanya meringankan beban buruh sehari-hari, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri, pemerintah, pengusaha, dan pekerja demi iklim industri yang harmonis.

Serikat pekerja menyambut positif langkah ini. Ketua DPC Sarbumusi Probolinggo, Babul Arifandhie, menyebut peringatan May Day 2026 sebagai momentum refleksi bersama, bukan sekadar seremonial. Sebelum acara puncak di Alun-alun Kraksaan, telah dilakukan serap aspirasi dan pembentukan pansus raperda ketenagakerjaan oleh DPRD, serta apel Sabuk Kamtibmas di Polres Probolinggo. Ratusan peserta dari serikat pekerja dan perwakilan perusahaan hadir, menunjukkan sinergi yang terus terjalin antara aparat dan buruh.

Melalui layanan bengkel gratis dan Samsat keliling, Polres Probolinggo membuktikan bahwa peringatan May Day bisa menjadi ajang solusi praktis bagi pekerja. Kapolres juga menekankan peran strategis serikat pekerja sebagai mitra menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan kolaborasi yang sudah berjalan baik ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara hak buruh, kepastian usaha, dan stabilitas daerah. Ke depan, kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam merayakan Hari Buruh secara inklusif dan bermanfaat.(Avs)

 

Top