ads

Iklan
LATEST UPDATES

Senin, 31 Agustus 2026

Musim Kemarau dan Jagung Berkualitas, Sinergi Polisi-Petani Berbuah Manis


Nganjuk- Musim kemarau yang kerap dianggap sebagai momok oleh sebagian petani justru dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Ngudikan untuk menjemur hasil bumi mereka. Di bawah sengatan matahari, para petani bersama dengan anggota Polsek Wilangan terlihat akrab berdiskusi mengenai kualitas biji jagung yang mulai mengering. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk nyata pengawalan program ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.


Proses penjemuran yang berlangsung optimal ini memberikan dampak langsung terhadap bobot dan kualitas jagung yang dihasilkan. Petani menyebutkan bahwa dengan kadar air yang rendah, jagung mereka tidak mudah rusak dan lebih tahan terhadap serangan hama gudang. Keunggulan ini menjadi nilai tawar utama ketika mereka hendak menjualnya ke Bulog atau ke pasar industri, yang tentunya akan berpengaruh pada pendapatan keluarga.


Dari sisi kepolisian, program ini merupakan perpanjangan tangan dari tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dikaitkan dengan kesejahteraan. Kapolsek Wilangan menekankan bahwa stabilitas harga pangan tidak bisa dilepaskan dari stabilitas keamanan di tingkat desa. Dengan mendampingi petani, polisi secara tidak langsung menjaga roda ekonomi lokal agar tetap berputar dengan aman.


Antusiasme warga sangat terlihat ketika mereka saling bertukar cerita mengenai hasil panen sambil sesekali menerima himbauan kamtibmas dari petugas. Mereka berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti di musim panen saja, tetapi berlanjut hingga proses distribusi selesai. Dukungan penuh dari aparat menjadi katalis bagi petani untuk terus produktif meskipun tantangan cuaca selalu ada. (Avs)

Dari Lahan Sempit ke Meja Makan, Polisi Ngetos Ubah Paradigma Ketahanan Pangan


Ngetos- Ketika sebagian besar orang masih berpikir bahwa ketahanan pangan adalah urusan dinas pertanian, Aiptu Prawoko justru membuktikan sebaliknya dengan langkah nyata di pekarangan warga. Program P2B yang ia gawangi bukan sekadar ajakan menanam, melainkan gerakan kolektif untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap potensi lahan tidur. Tomat yang kini tumbuh subur menjadi simbol bahwa kepolisian bisa menjadi ujung tombak kesejahteraan dari akar rumput.


Dialog yang terjalin antara kanit binmas dan petani tomat bukanlah obrolan biasa, melainkan ruang untuk menggali berbagai persoalan teknis hingga non-teknis di lapangan. Dari harga bibit hingga serangan hama, semua dibahas dengan hangat tanpa kehilangan esensi solusi yang konkret. Kedekatan ini menjadi kunci mengapa warga merasa nyaman berbagi keluhan yang selama ini mungkin terabaikan.


Kehadiran seragam cokelat di tengah kebun rupanya memberi rasa tenang yang berlipat ganda bagi para petani. Mereka tak hanya mendapat motivasi untuk terus produktif, tetapi juga merasa bahwa setiap jerih payah mereka diawasi dan dihargai oleh aparat yang peduli. Situasi kamtibmas yang kondusif pun lahir secara alami dari ruang-ruang percaya yang dibangun melalui percakapan sederhana di sela-sela panen.


Aiptu Prawoko menutup kunjungannya dengan janji untuk terus mengawal setiap aspirasi yang terkumpul hingga ke meja dinas terkait. Ia percaya bahwa keberlanjutan program ini bergantung pada sinergi antara polisi, petani, dan pemerintah daerah yang berjalan seirama. Dengan semangat kebersamaan, P2B bukan sekadar program, melainkan gaya hidup baru yang siap menjawab tantangan pangan masa depan. (Avs)

Kemarau Ekstrem di Ngetos, Polres Nganjuk Guncang Kekeringan dengan 3 Armada Air


Nganjuk- Saat kemarau panjang mengeringkan sumber air dan melumpuhkan aktivitas warga Dusun Wonokroko dan Oro-Oro Ombo, Polres Nganjuk meluncurkan misi kemanusiaan dengan mengerahkan tiga unit kendaraan pengangkut air total 20.000 liter, Senin (31/8/2026). Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa operasi pasokan air bersih ini bukan sekadar bantuan musiman, melainkan wujud nyata transformasi Polri menjadi lembaga yang hadir di setiap sendi kesulitan masyarakat, melampaui tugas rutin menjaga kamtibmas. Langkah cepat ini menjadi jawaban atas penderitaan warga yang selama pekan terakhir harus berjalan kilometer demi kilometer demi mendapatkan seteguk air layak konsumsi.


Nganjuk- Kombinasi dua truk tangki 6.000 liter dan satu water cannon 8.000 liter yang dikerahkan Polres Nganjuk berhasil mengisi penuh bak-bak penampungan dan jeriken-jeriken warga yang mengantre dari pagi hingga siang, menghidupkan kembali harapan di tengah kepanasan yang menyengat. Kepala Desa Oro-Oro Ombo, H. Bismoro, mengucapkan syukur dan apresiasi mendalam, menyebut bantuan ini sebagai oase yang datang tepat saat masyarakat mulai kehilangan optimisme menghadapi musim kemarau ekstrem yang melanda Kecamatan Ngetos. Kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah desa dalam pendistribusian ini menjadi contoh sinergi yang efektif, memastikan setiap tetes air jatuh tepat sasaran ke tangan-tangan yang paling membutuhkan.


Nganjuk- AKBP Suria Miftah Irawan berkomitmen bahwa Polres Nganjuk tidak akan berhenti di sini, karena masih banyak zona merah kekeringan di Kabupaten Nganjuk yang menanti perhatian dan bantuan serupa dalam waktu dekat. Upaya peningkatan kapasitas penyaluran air sedang digodok agar jangkauan distribusi semakin meluas, menjangkau desa-desa terpencil yang belum tersentuh bantuan pemerintah daerah. Semangat melayani yang ditunjukkan Polres Nganjuk menjadi pengingat bahwa institusi Polri adalah benteng terakhir kemanusiaan, yang siap mengorbankan kenyamanan demi memastikan rakyat tidak pernah merasa sendiri menghadapi bencana alam yang menghimpit kehidupan. (Avs)

Simpang Lima Kenanten, Dari Pos Lalin Kini Jadi Rumah Aman Ojol dan Tanggap Bencana


Mojokerto- Sebuah gebrakan tak biasa hadir di kawasan Simpang Lima Kenanten, di mana garda kepolisian setempat mengubah lahan pos lalu lintas menjadi pusat layanan multi-fungsi yang merangkul pengemudi ojek online sekaligus menyediakan akses kesehatan cepat di titik rawan fatalitas. Kapolres AKBP Andi Yudha Pranata mengeksekusi ide ini setelah menyerap keluhan para pengemudi yang kerap berdesakan di pinggir jalan tanpa tempat teduh untuk beristirahat, dan kini solusi itu memasuki tahap konstruksi 70 persen dengan target operasional penuh segera. Lebih dari sekadar bangunan fisik, inisiatif ini menjadi bukti pendekatan humanis aparat terhadap pekerja sektor informal yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas perkotaan.


Mojokerto- Dengan dua misi besar yang diusung, stasiun terpadu ini menyiapkan ruang istirahat ber-AC dan toilet layak di sisi selatan, sementara sayap utara difokuskan pada ruang perawatan darurat yang dilengkapi tabung oksigen dan defibrilator untuk respons cepat kecelakaan pengemudi truk atau pengendara motor. Seluruh personel pos, bersama perwakilan komunitas ojol seperti Shopee dan Grab Mojokerto, akan menjalani pelatihan PPGD bersertifikat agar siapa pun yang bertugas mampu melakukan tindakan penyelamatan sebelum ambulan tiba. Langkah ini mendapat sambutan hangat lantaran selama ini pengemudi hanya mengandalkan pertolongan warga tanpa perlengkapan medis memadai di jalur yang padat 300 truk harian tersebut.


Mojokerto- Polres bersama Dinas Perhubungan tidak berhenti di sektor bangunan, karena mereka juga menggodok skenario rekayasa lalu lintas mulai dari pemasangan rambu baru hingga pengaturan ulang area bongkar muat guna mengurangi kemacetan di pertigaan yang dikenal sempit dan menurun. Rekomendasi dari kajian ini akan dibawa ke pemerintah provinsi oleh Akhmad Yazid, yang menilai bahwa solusi jangka panjang seperti pembangunan flyover mungkin diperlukan, namun pos terpadu ini cukup menjadi percontohan taktis yang bisa direplikasi di kabupaten lain. Dengan konsep yang memadukan pelayanan publik, tanggap darurat, dan kenyamanan komunitas, Pos Kenanten kini bukan sekadar stasiun, melainkan ikon baru kolaborasi sipil dan kepolisian di Jawa Timur. (Avs)

SMUN 1 Sukomoro Dapat Kuliah Spesial, Tim Paham AI Polres Nganjuk Ungkap Rahasia Cerdas Berdigital


Nganjuk- Hampir seratus siswa SMUN 1 Sukomoro mendapat kesempatan emas mengikuti edukasi literasi digital dari Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali generasi muda dengan kemampuan mengenali, memahami, dan memanfaatkan kecerdasan buatan secara aman dan produktif. Kehadiran tim ini disambut antusias oleh para pelajar yang ingin mendalami sisi lain dari teknologi yang sedang naik daun.


Materi yang disampaikan tidak berhenti pada definisi AI, melainkan merambah ke dampak nyata yang dirasakan dalam dunia pendidikan dan pergaulan digital sehari-hari. Tim ToT Paham AI mengajak siswa untuk tidak menjadi korban hoaks atau konten menyesatkan yang dihasilkan oleh algoritma. Mereka diajarkan bagaimana memilah informasi dan menggunakan AI sebagai pendukung kreativitas, bukan sebagai jalan pintas yang merugikan.


“Kami ingin anak-anak muda ini paham bahwa AI adalah teman baik jika diperlakukan dengan bijak, tetapi bisa menjadi bumerang jika digunakan secara ceroboh,” ungkap Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk. Para siswa bergantian bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan aplikasi berbasis AI untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Diskusi pun berjalan cair dan penuh insight baru yang membuat peserta semakin paham akan pentingnya etika digital.


Salah satu siswa mengaku bahwa kegiatan ini sangat membantunya dalam memahami batasan-batasan penggunaan AI yang selama ini sering diabaikan. Ia berharap Polres Nganjuk terus menggelar program serupa di sekolah-sekolah lain agar wawasan literasi digital semakin menyebar luas. Semangat belajar yang terpancar dari wajah para pelajar menjadi bukti bahwa edukasi seperti ini sangat dibutuhkan.


Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk menutup kegiatan dengan pesan kuat agar para siswa tidak pernah melupakan tanggung jawab sebagai pengguna teknologi. Mereka diingatkan untuk selalu menjaga data pribadi, tidak mudah percaya pada informasi instan, dan tetap mengutamakan nalar manusia di atas kecanggihan mesin. Generasi muda yang melek AI adalah investasi berharga bagi masa depan bangsa yang lebih cerdas dan berdaya saing. (Avs)

Pisang Lokal Gandu Tembus SPPG, Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Apresiasi Konsistensi Petani Kecil


Nganjuk- Sepotong kebun pisang di Desa Gandu mungkin tidak terlihat istimewa dari luar, namun bagi Aipda Maika, Bhabinkamtibmas Polsek Bagor, tempat ini adalah simbol perjuangan warga dalam memproduksi pangan berkualitas. Rutinitas sambang membawanya ke lokasi tersebut untuk berdialog dengan petani yang gigih merawat setiap batang pisang dengan penuh cinta. Hasilnya, kebun yang tidak luas ini mampu menghasilkan buah dengan kualitas premium yang diminati banyak pihak.


Petani dengan bangga menceritakan bahwa pisang dari kebunnya kini rutin dipasok ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah di sekitar Kecamatan Bagor. Aipda Maika mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan, mulai dari proses pemupukan, pengendalian hama, hingga jadwal panen yang diterapkan. “Kerja keras dan ketekunan kalian patut diapresiasi karena mampu bersaing dengan hasil pertanian dari lahan yang lebih besar,” tutur Aipda Maika memberikan semangat.


Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kebun memberikan rasa aman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi petani yang selama ini sering bekerja sendiri. Mereka merasa bahwa usaha kecil mereka diperhatikan dan dihargai oleh aparat negara yang selalu hadir memberikan motivasi. Bahkan, Aipda Maika tak jarang membantu memikirkan solusi jika ada kendala yang menghambat proses produksi dan pemasaran.


Aipda Maika menyoroti betapa pentingnya peran petani skala kecil dalam membangun ketahanan pangan yang kokoh di tingkat desa. Menurutnya, jika setiap lahan kosong atau sempit dioptimalkan dengan tanaman produktif seperti pisang, maka dampaknya terhadap ketersediaan pangan akan sangat besar. Dukungan penuh dari Polri diharapkan mampu menggerakkan lebih banyak warga untuk meniru kesuksesan petani pisang ini.


Kunjungan rutin ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk nyata pengabdian Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Aipda Maika berharap kebun pisang ini dapat menjadi percontohan bagi warga lain bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Dengan kerja sama yang terus terjalin, Desa Gandu siap menjadi contoh desa produktif yang berkontribusi besar terhadap program gizi nasional. (Avs)

Minggu, 30 Agustus 2026

Polsek Ngronggot Dampingi Warga Kembangkan Pare, Lele, Buah, dan Madu untuk Swasembada Pangan


Nganjuk- Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot menggelar kegiatan sambang ke sejumlah petani dan peternak pada Senin (31/8/2026) sebagai bentuk dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional. Komoditas yang dikembangkan warga sangat beragam, mulai dari budidaya pare yang pahit namun bernilai ekonomi tinggi, ikan lele yang mudah dibudidayakan, aneka buah-buahan segar, hingga madu murni dari ternak lebah. Keberagaman ini menjadi potensi besar yang patut terus didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ngronggot.


Dalam suasana akrab di kebun dan kandang ternak, Bhabinkamtibmas berdialog dengan para pelaku usaha untuk menggali informasi tentang perkembangan hasil panen dan kendala teknis yang mereka hadapi. Para petani dan peternak menyampaikan berbagai harapan, mulai dari akses bibit unggul, pelatihan teknis, hingga kemudahan pemasaran hasil produksi. Bhabinkamtibmas mencatat setiap masukan dan berjanji akan meneruskannya kepada pihak-pihak yang berkompeten.


Salah seorang petani mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Polsek Ngronggot melalui program sambang rutin ini. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas memberikan semangat baru bagi warga untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha pertanian serta peternakan mereka. Diskusi yang berlangsung terbuka ini juga menjadi wadah untuk mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan yang dihadapi.


Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen tinggi untuk mendukung program ketahanan pangan dengan hadir secara aktif di tengah masyarakat produktif. Selain menjaga keamanan, ia juga siap menjadi fasilitator yang menghubungkan warga dengan dinas teknis terkait untuk mengatasi kendala usaha. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan potensi lokal.


Kehadiran Polri di tengah para petani dan peternak menjadi bukti bahwa swasembada pangan adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Bhabinkamtibmas berperan penting dalam memastikan bahwa setiap potensi pertanian dan peternakan di wilayah binaannya mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak. Dengan kerja sama yang erat, Kecamatan Ngronggot diharapkan mampu menjadi contoh desa mandiri pangan.


Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot berharap agar seluruh usaha produktif warga terus berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memfasilitasi setiap langkah positif warga dalam bidang pertanian dan peternakan. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat di Nganjuk. (Avs)

Bhabinkamtibmas Sumberkepuh Sambangi Lahan Melon, Jamin Kamtibmas Aman Jelang Panen


Nganjuk- Senin (31/8/2026) menjadi hari istimewa bagi petani melon di Desa Sumberkepuh, ketika Bhabinkamtibmas Aipda Suroto turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan kesiapan mereka menjelang panen. Kedatangannya disambut antusias oleh para petani yang sedang sibuk merawat buah melon yang tinggal beberapa hari lagi siap dipetik. Aipda Suroto tidak hanya memantau kondisi tanaman, tetapi juga membangun dialog hangat mengenai situasi keamanan dan kendala yang dihadapi petani di lapangan.


Dalam suasana akrab di tengah kebun, Aipda Suroto mendengarkan dengan seksama curahan hati para petani yang berharap panen kali ini berjalan lancar tanpa hambatan. Salah satu petani menyampaikan kekhawatirannya tentang harga jual dan pemasaran hasil panen yang sering kali tidak menentu. Bhabinkamtibmas merespons dengan memberikan motivasi dan memastikan bahwa Polri siap memfasilitasi komunikasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik.


Kunjungan ini juga dimanfaatkan Aipda Suroto untuk menyampaikan imbauan kamtibmas, mengingat momen panen raya sering menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab. Ia mengajak petani untuk saling menjaga dan segera melapor jika mendapati aktivitas mencurigakan di sekitar lahan pertanian. Kolaborasi antara warga dan aparat kepolisian dinilainya sebagai benteng terkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Aipda Suroto menegaskan bahwa Polri akan terus memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional. Dukungan Polri, ujarnya, tidak hanya terbatas pada pengamanan, tetapi juga pendampingan dan fasilitasi berbagai kebutuhan petani. Hal ini sejalan dengan komitmen Polres Nganjuk untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat di setiap lini kehidupan.


Para petani mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas yang mampu menjadi penghubung antara mereka dan pemerintah desa serta dinas terkait. Mereka merasa lebih tenang dan percaya diri menghadapi musim panen setelah mendapatkan dukungan moral dan jaminan keamanan dari aparat kepolisian. Hubungan yang semakin erat ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.


Menutup kunjungannya, Aipda Suroto mendoakan agar panen melon warga Sumberkepuh berhasil melimpah dan meningkatkan taraf hidup para petani. Ia berjanji akan terus memantau situasi dan siap membantu jika ada kendala yang membutuhkan peran Polri. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi energi positif untuk mewujudkan pertanian yang maju dan masyarakat yang sejahtera. (Avs)

Kapolri: Persatuan di Tengah Keberagaman adalah Kunci Utama Kejayaan Indonesia


Solo- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa persatuan di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang merupakan modal utama bagi kejayaan Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI ke-81 dan silaturahmi dengan Garda Satya NKRI di Solo, Minggu (30/8/2026). Beliau mengajak seluruh anak bangsa untuk terus merawat kebhinekaan sebagai kekayaan yang tidak ternilai harganya.


Garda Satya NKRI yang hadir dalam acara tersebut adalah organisasi yang mewadahi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah yang telah kembali ke pangkuan NKRI. Mereka telah mengikrarkan kesetiaan kepada negara dan berkomitmen untuk mengambil peran positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa. Keberadaan mereka menjadi contoh nyata bahwa rekonsiliasi dan semangat kebangsaan dapat melahirkan kekuatan baru bagi Indonesia.


Kapolri menyatakan bahwa NKRI adalah rumah bersama dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang membangun masa depan. Setiap warga negara, menurutnya, memiliki ruang yang sama untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan negeri. Tidak ada sekat yang membatasi, selama niat dan tindakan ditujukan untuk kebaikan bangsa dan negara.


Dalam kesempatan itu, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian nyata di berbagai bidang kehidupan. Pengabdian tidak harus besar dan spektakuler, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga lingkungan, membantu sesama, dan menciptakan ketertiban di sekitar kita. Setiap tindakan positif, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi keutuhan dan kemajuan bangsa.


Beliau berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan diperkuat oleh seluruh komponen masyarakat. Dengan persatuan yang kokoh, Indonesia akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan global dan mampu bersaing di kancah internasional. Kekuatan bangsa tidak hanya diukur dari sumber daya alam, tetapi juga dari solidaritas dan gotong royong warganya.


Pesan Kapolri ini menjadi penegasan bahwa kemerdekaan yang telah diraih harus diisi dengan kerja nyata dan kontribusi positif dari semua pihak. NKRI sebagai rumah bersama membutuhkan peran aktif setiap anak bangsa untuk menjaga keutuhan dan meraih cita-cita luhur. Mari kita jaga persatuan, rawat kebhinekaan, dan bangun Indonesia dengan semangat kebersamaan yang tak pernah padam. (Avs)

Tak Cuma Jaga Keamanan, Bhabinkamtibmas Blitar Bikin Warga Sehat dengan Ling Tien Kung


Blitar- Inisiatif unik datang dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder Polres Blitar yang memilih terapi gerak Ling Tien Kung sebagai sarana membangun kedekatan dengan warga binaannya. Bertempat di halaman Polsek Lodoyo Timur, puluhan masyarakat, terutama lansia, tampak serius mengikuti setiap arahan gerakan yang dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas setempat. Langkah ini sekaligus mematahkan stereotip bahwa kepolisian hanya berkutat pada patroli dan urusan hukum semata.


Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis mengungkapkan bahwa kegiatan terapi ini merupakan bentuk nyata komitmen Polres Blitar untuk hadir memberikan manfaat positif di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan memiliki peran strategis untuk membangun komunikasi yang erat serta menciptakan hubungan harmonis dengan warga. Melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan kesehatan, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin kokoh dan berkelanjutan.


Para lansia yang menjadi peserta utama tampak antusias mengikuti gerakan-gerakan terapi yang tergolong ringan dan aman bagi kondisi fisik mereka. Mereka mengaku merasakan manfaat langsung berupa peregangan otot dan pernapasan yang lebih lega setelah mengikuti latihan tersebut. Bhabinkamtibmas dengan sabar membimbing setiap peserta, memastikan gerakan dilakukan dengan benar dan sesuai kemampuan masing-masing individu.


Kegiatan yang direncanakan berlangsung secara rutin ini juga menjadi wadah bagi warga untuk saling berinteraksi dan mempererat tali silaturahmi antar sesama. Di sela-sela gerakan, canda tawa dan obrolan ringan mewarnai suasana, menciptakan iklim kebersamaan yang hangat dan menyenangkan. Bhabinkamtibmas pun memanfaatkan momen ini untuk menyerap aspirasi dan mendengar langsung keluhan warga tentang situasi kamtibmas di lingkungan mereka.


Kapolres Blitar melalui Kapolsek Lodoyo Timur menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong inovasi-inovasi serupa yang dapat memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat. Kegiatan positif seperti terapi Ling Tien Kung diharapkan dapat menjadi program unggulan yang rutin dilaksanakan di berbagai wilayah binaan. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga secara tidak langsung memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput.


Ke depan, Polres Blitar berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan-pendekatan kreatif yang melibatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga kesehatan dan kebersamaan. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar dalam cara pandang masyarakat terhadap peran kepolisian. Dengan tubuh sehat dan hubungan yang kompak, keamanan lingkungan pun akan terpelihara dengan sendirinya. (Avs)

Dari Ikrar Menjadi Aksi, Garda Satya NKRI Siap Kawal NKRI Bersama Polri


Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Garda Satya NKRI kini resmi menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mempertahankan keutuhan NKRI. Pernyataan ini mengemuka dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 yang digelar di Jakarta, Minggu (30/8/2026), dengan tema "Bersama Umat Membangun Indonesia". Organisasi yang mewadahi mantan anggota dan simpatisan JI ini dinilai memiliki peran krusial dalam menciptakan stabilitas nasional.


Kapolri menyebut keputusan para anggota Garda Satya NKRI untuk mengikrarkan kesetiaan kepada NKRI sebagai langkah yang sangat mulia dan penuh keberanian. Negara, lanjutnya, selalu memberikan ruang dan kepercayaan bagi setiap anak bangsa yang ingin berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Semangat kebangsaan yang mereka tunjukkan kini harus diterjemahkan dalam aksi-aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Dalam kesempatan itu, Kapolri menyoroti militansi, kedisiplinan, dan kekompakan yang menjadi karakter kuat Garda Satya NKRI sebagai modal dasar untuk menjadi kekuatan positif. Mereka diharapkan mampu mengambil bagian dalam merawat persatuan, menjaga keamanan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara. Panggilan nurani untuk mengabdi sebagai garda setia NKRI menjadi pendorong utama setiap langkah mereka.


Peran Garda Satya NKRI tidak hanya terbatas pada pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga mencakup kegiatan produktif seperti penguatan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan. Kapolri mendorong mereka untuk mengembangkan kewirausahaan dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Ketangguhan sebuah bangsa, tegasnya, tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi ancaman, tetapi juga dari kemandirian masyarakatnya.


Kapolri berharap Garda Satya NKRI selalu siap hadir bersama Polri dan seluruh komponen bangsa ketika situasi membutuhkan kontribusi mereka. Mereka adalah garda terdepan yang melindungi kepentingan negara sekaligus menjaga keamanan masyarakat dari berbagai potensi gangguan. Kehadiran mereka di tengah publik menjadi bukti bahwa rekonsiliasi dapat melahirkan kekuatan baru bagi persatuan.


Hubungan antara Polri dan Garda Satya NKRI dibangun di atas fondasi persaudaraan yang disebut Kapolri sebagai "saduluran saklawase", bukan sekadar ikatan sesaat. Komitmen untuk saling mendukung dan mendampingi akan terus dijaga demi terciptanya sinergi yang berkelanjutan. Garda Satya NKRI diharapkan terus tumbuh menjadi wadah pengabdian yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara. (Avs)

Terjalnya Medan Ranu Kumbolo, Polres Lumajang Evakuasi 172 Pendaki


Lumajang- Bencana kebakaran hutan yang melanda kawasan TNBTS di Lumajang tidak hanya mengancam kelestarian alam, tetapi juga menguji kesiapan aparat dalam menangani situasi darurat. Dua titik api di Blok Ayek-Ayek dan Ledok Bedor menjadi fokus utama petugas gabungan yang harus bertarung dengan medan terjal dan tebing curam untuk menjangkau lokasi kebakaran. Polres Lumajang bergerak cepat dengan mengerahkan puluhan personel untuk melakukan pemadaman secara manual serta evakuasi terhadap pengunjung yang masih berada di area rawan.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengungkapkan bahwa titik api di Ledok Bedor terbagi menjadi tiga lokasi yang masing-masing membutuhkan penanganan berbeda karena posisinya yang saling berjauhan. Petugas tidak bisa langsung bergerak ke semua titik secara bersamaan karena harus menunggu satu titik benar-benar padam sebelum beralih ke area lain. Sementara itu, api di Ranu Kembang terus membesar akibat kondisi angin yang mendukung penyebaran kobaran ke berbagai sudut.


Dalam operasi ini, Polres Lumajang juga menghadapi tantangan besar dalam proses evakuasi 172 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo yang berhasil diselamatkan. Seluruh pendaki dievakuasi dalam keadaan selamat berkat koordinasi intensif antara tim lapangan dan posko pengawasan yang didirikan di sekitar lokasi. Jalur pendakian resmi langsung ditutup total sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan pendaki lainnya yang mungkin berniat memasuki kawasan tersebut.


Pemadaman dilakukan dengan alat seadanya, menggunakan ranting dan batang pohon untuk memukul api yang masih melahap semak dan pepohonan kecil di permukaan tanah. Metode manual ini menjadi satu-satunya pilihan mengingat medan yang tidak memungkinkan akses kendaraan berat atau peralatan canggih. Petugas juga bekerja keras membuat sekat-sekat alami untuk memperlambat laju api agar tidak merembet ke kawasan yang lebih luas.


Hingga Minggu (30/8/2026) sore, upaya pemadaman masih terus berlangsung karena api di kedua lokasi belum sepenuhnya padam. Personel gabungan terus berjibaku dengan kepulan asap dan suhu panas yang menyengat, demi memastikan kobaran tidak semakin meluas ke permukiman warga. Kelelahan fisik harus diabaikan demi keselamatan ekosistem dan ribuan hektar hutan yang terancam hangus.


Evakuasi yang berhasil menyelamatkan 172 jiwa ini menjadi bukti kesigapan Polres Lumajang dalam menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar kawasan Ranu Kumbolo hingga situasi dinyatakan benar-benar aman. Semoga kebakaran ini segera teratasi dan kawasan TNBTS dapat pulih seperti sedia kala. (Avs)

 

Top