Nganjuk- Musim kemarau yang kerap dianggap sebagai momok oleh sebagian petani justru dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Ngudikan untuk menjemur hasil bumi mereka. Di bawah sengatan matahari, para petani bersama dengan anggota Polsek Wilangan terlihat akrab berdiskusi mengenai kualitas biji jagung yang mulai mengering. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk nyata pengawalan program ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.
Proses penjemuran yang berlangsung optimal ini memberikan dampak langsung terhadap bobot dan kualitas jagung yang dihasilkan. Petani menyebutkan bahwa dengan kadar air yang rendah, jagung mereka tidak mudah rusak dan lebih tahan terhadap serangan hama gudang. Keunggulan ini menjadi nilai tawar utama ketika mereka hendak menjualnya ke Bulog atau ke pasar industri, yang tentunya akan berpengaruh pada pendapatan keluarga.
Dari sisi kepolisian, program ini merupakan perpanjangan tangan dari tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dikaitkan dengan kesejahteraan. Kapolsek Wilangan menekankan bahwa stabilitas harga pangan tidak bisa dilepaskan dari stabilitas keamanan di tingkat desa. Dengan mendampingi petani, polisi secara tidak langsung menjaga roda ekonomi lokal agar tetap berputar dengan aman.
Antusiasme warga sangat terlihat ketika mereka saling bertukar cerita mengenai hasil panen sambil sesekali menerima himbauan kamtibmas dari petugas. Mereka berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti di musim panen saja, tetapi berlanjut hingga proses distribusi selesai. Dukungan penuh dari aparat menjadi katalis bagi petani untuk terus produktif meskipun tantangan cuaca selalu ada. (Avs)
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)


