ads

Iklan
LATEST UPDATES

Jumat, 17 Juli 2026

Polres Nganjuk Periksa Kendaraan Khusus, Pastikan Prima Dukung Tugas di Lapangan


Nganjuk- Kesiapan sarana dan prasarana pendukung tugas kepolisian menjadi perhatian serius Polres Nganjuk, yang pada Rabu (15/7/2026) menerima kunjungan Tim II Biro Logistik (Birolog) Polda Jawa Timur untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan bermotor dinas khusus. Pemeriksaan yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Nganjuk ini difokuskan pada lima kendaraan operasional khusus, termasuk mobil INAFIS untuk olah tempat kejadian perkara, mobil ETLE untuk penegakan hukum berbasis teknologi, serta beberapa kendaraan dinas lain yang dilengkapi peralatan khusus. Inspeksi ketat dilakukan mulai dari kondisi fisik kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga fungsi peralatan khusus yang terpasang, guna memastikan seluruh aset strategis ini selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan sewaktu-waktu.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa kendaraan operasional khusus merupakan aset strategis yang harus selalu berada dalam kondisi siap pakai untuk menunjang pelayanan, penegakan hukum, dan respons cepat terhadap setiap kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nganjuk. Pemeriksaan dari Birolog Polda Jatim menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan sarana dan prasarana pendukung tugas kepolisian, karena kendaraan yang terawat dengan baik akan memperlancar pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan kondisi kendaraan yang optimal, personel Polres Nganjuk dapat bergerak lebih cepat dan efisien dalam memberikan pelayanan publik maupun menangani berbagai situasi darurat yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian.


Ketua Tim II Birolog Polda Jatim AKBP Herlina menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus evaluasi terhadap pemeliharaan kendaraan dinas khusus di jajaran Polda Jawa Timur. Tim memastikan bahwa seluruh kendaraan operasional khusus yang dimiliki Polres Nganjuk benar-benar terawat, lengkap, dan siap dioperasikan kapan pun dibutuhkan, karena kendaraan ini merupakan salah satu penunjang utama keberhasilan tugas kepolisian. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh kendaraan operasional khusus Polres Nganjuk tetap berada dalam kondisi terbaik sehingga mampu memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan tugas kepolisian, baik dalam pelayanan publik, olah tempat kejadian perkara, penegakan hukum berbasis teknologi, maupun berbagai kegiatan operasional lainnya.(Avs)

Kamis, 16 Juli 2026

Kurang dari 10 Jam, Polres Nganjuk Bekuk Dua Tersangka Pembunuhan Berencana di Sidoarjo


Nganjuk- Kecepatan dan ketepatan Satreskrim Polres Nganjuk dalam mengungkap kasus pembunuhan berencana patut diacungi jempol, di mana hanya dalam waktu kurang dari 10 jam sejak jasad korban ditemukan, dua tersangka berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kasus berdarah ini terungkap berawal dari laporan warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, yang merasa curiga karena G.T. (52) sudah beberapa hari tak terlihat. Perangkat desa bersama warga mengecek rumah korban dan menemukan gundukan tanah baru di pekarangan samping rumah, yang kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Polsek Ngronggot. Tim Inafis Satreskrim Polres Nganjuk langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan jasad korban yang telah dikuburkan di pekarangan rumahnya sendiri.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat dan profesional seluruh personel yang terlibat dalam proses penyelidikan, Kamis (16/7/2026). Polres Nganjuk berkomitmen untuk mengungkap setiap tindak pidana secara profesional, transparan, dan berkeadilan, serta bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan dua tersangka dalam waktu singkat. Kecepatan respons ini menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, bahwa pelaku kejahatan tidak akan dapat melarikan diri dari jeratan hukum.


Berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, dan penyelidikan intensif yang dilakukan Unit Resmob Satreskrim bersama Satintelkam, penyidik berhasil mengidentifikasi dua tersangka, yakni D.M. (19), perempuan warga Desa Kaloran, dan N.J. (28), laki-laki warga Kecamatan Tanjunganom. Keduanya diamankan di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, setelah keberadaan mereka berhasil dilacak oleh tim kepolisian yang bekerja tanpa kenal lelah. Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan menjelaskan bahwa pengungkapan perkara dilakukan melalui serangkaian penyelidikan intensif dan dukungan informasi dari masyarakat yang sangat berharga bagi proses penegakan hukum. Kedua tersangka kini telah ditahan di Satreskrim Polres Nganjuk dan dijerat Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.(Avs)

Tiga Dapur SPPG Polres Magetan Kembali Beroperasi, Ribuan Pelajar Terima MBG Bergizi dan Aman


Magetan- Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Magetan Polda Jatim kembali mengaktifkan dapur mereka untuk menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan pelajar dan penerima manfaat lainnya setelah sempat berhenti selama masa libur sekolah. Ketiga SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari tersebut tersebar di tiga lokasi strategis, yakni SPPG Polres Magetan 1 di Desa Buluharjo Kecamatan Plaosan, SPPG Polres Magetan 2 di Kecamatan Poncol, dan SPPG Polres Magetan 3 di Kecamatan Ngariboyo. Pengaktifan kembali dapur-dapur ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan program nasional peningkatan gizi masyarakat yang telah memberikan dampak positif bagi kesehatan generasi muda di Kabupaten Magetan.


Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa melalui Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menyatakan bahwa seluruh dapur SPPG Polres Magetan telah kembali aktif menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi gratis sejak 13 Juli 2026, Jumat (17/7/2026). Sebelum beroperasi, pihaknya melakukan supervisi dan pengecekan kesiapan menyeluruh di seluruh dapur, meliputi sarana dan prasarana, profesionalisme tenaga pengelola, kualitas bahan baku makanan, standar kebersihan dapur, hingga pelaksanaan food safety oleh Tim Dokkes Polres Magetan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan dengan memprioritaskan gizi dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.


Wakapolres Magetan menegaskan bahwa pemeriksaan ketat sebelum operasional kembali dilakukan untuk menjamin seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar kebersihan, efisiensi distribusi, serta ketepatan waktu sehingga makanan yang diterima tetap dalam kondisi segar dan layak konsumsi. Komitmen Polres Magetan dalam mendukung program MBG ini merupakan wujud konsistensi dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Melalui pengoperasian kembali tiga SPPG tersebut, Polres Magetan berharap program Makan Bergizi Gratis dapat terus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(Avs)

Polresta Malang Kota Selamatkan 15.000 Konsumen dari Kosmetik Ilegal Beromzet Rp100 Juta


Malang Kota- Peredaran kosmetik ilegal yang diproduksi tanpa memenuhi standar keamanan dan mutu berhasil dibongkar Polresta Malang Kota Polda Jatim, menyelamatkan sekitar 15.000 jiwa dari potensi bahaya kesehatan yang mengintai. Pengungkapan kasus ini bermula dari dua laporan polisi yang ditindaklanjuti dengan penggerebekan di dua lokasi berbeda, yakni sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan sebuah rumah di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri pada 9 dan 12 Juli 2026. Dari operasi tersebut, petugas mengamankan dua tersangka, RW (34) warga Sukun dan SHS (43) warga Ngadiluwih, beserta barang bukti yang mencengangkan berupa 1,4 ton bahan dasar kosmetik dan berbagai peralatan produksi.


Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam melindungi hak masyarakat untuk memperoleh produk kosmetik yang aman dan terjamin mutunya. Kejahatan di bidang peredaran kosmetik ilegal tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa karena bahan kimia berbahaya yang digunakan dapat memicu iritasi kulit, alergi, hingga risiko kanker kulit. Tindakan tegas terhadap para pelaku menjadi sinyal kuat bahwa Polresta Malang Kota tidak akan mentolerir segala bentuk praktik usaha yang mengorbankan kepentingan dan keselamatan publik.


Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota Kompol Hendro Triwahyono menjelaskan bahwa tersangka RW membeli bahan dasar dari SHS yang telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun, kemudian mengemas ulang menjadi handbody lotion dalam botol plastik ukuran 100 mililiter dan face tonic dengan tambahan air mineral. Produk ilegal ini dipasarkan melalui kanal belanja online dengan harga sekitar Rp10.000 per botol, sebagian menggunakan botol polos tanpa merek sehingga konsumen sulit melacak asal-usul produk yang mereka gunakan. Keuntungan fantastis yang diraup para pelaku, dengan RW meraup sekitar Rp85,4 juta dari handbody lotion dan Rp20 juta dari face tonic per bulan, sementara SHS mendapat Rp25 juta dari penjualan bahan baku, menjadi bukti betapa menggiurkannya bisnis ilegal ini meskipun sangat berbahaya.


Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda hingga Rp5 miliar. Polresta Malang Kota memastikan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan produksi dan distribusi kosmetik ilegal lainnya di wilayah hukumnya. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk kosmetik, memastikan kemasan memiliki izin edar BPOM, dan melaporkan jika menemukan produk mencurigakan yang beredar di pasar maupun platform belanja online.(Avs)

MPLS SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk Jadi Ajang Polantas Tanamkan Disiplin Berlalu Lintas


Nganjuk- Momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk pada Jumat (17/7/2026) tidak hanya diisi dengan pengenalan fasilitas dan budaya sekolah, tetapi juga menjadi panggung edukasi berlalu lintas yang digagas oleh Satlantas Polres Nganjuk melalui program Police Goes To School. Kegiatan yang dikemas dalam Polantas Menyapa ini hadir untuk membekali para siswa baru dengan pemahaman mendalam tentang etika berlalu lintas, kesadaran akan keselamatan berkendara, serta tanggung jawab moral sebagai pengguna jalan yang baik dan beradab. Kehadiran petugas kepolisian di tengah ratusan siswa baru menjadi momentum berharga untuk menanamkan nilai-nilai disiplin yang akan melekat sepanjang hayat mereka.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa masa MPLS adalah periode emas untuk membentuk karakter dan kepribadian pelajar, termasuk dalam hal kepatuhan terhadap aturan lalu lintas yang sering diabaikan oleh generasi muda. Ia menyampaikan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas sejak dini bukanlah pilihan melainkan keharusan, agar para pelajar memahami bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan semua pihak. Harapan besar disematkan pada para siswa SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, tertib, dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan mereka masing-masing.


Personel Unit Kamsel Satlantas Polres Nganjuk menyampaikan materi secara interaktif mengenai berbagai aspek penting berkendara, mulai dari penggunaan helm berstandar SNI yang wajib dikenakan setiap naik sepeda motor, kewajiban memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai ketentuan, hingga kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan yang sering dilanggar. Para siswa juga diedukasi tentang bahaya laten penggunaan telepon genggam saat berkendara yang dapat mengurangi konsentrasi dan memicu kecelakaan, serta pentingnya etika saling menghormati antar pengguna jalan di ruang publik. Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya preventif strategis untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.


Melalui program Polantas Menyapa yang terus dioptimalkan di lingkungan pendidikan, Satlantas Polres Nganjuk berkomitmen membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi keselamatan bersama. Diharapkan para siswa SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi menginternalisasi nilai-nilai keselamatan dan menerapkannya dalam keseharian mereka di jalan raya. Pada akhirnya, generasi muda yang sadar berlalu lintas akan menjadi fondasi bagi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Nganjuk yang lebih baik.(Avs)

Sawi Desa Kedungsoko, Komoditas Unggulan Penopang Ketahanan Pangan Nganjuk


Nganjuk- Di balik hamparan hijau tanaman sawi di Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, terdapat perhatian serius dari Bhabinkamtibmas Aiptu Yuli Widodo yang pada Jumat (17/7/2026) melaksanakan pemantauan rutin terhadap komoditas hortikultura milik warga binaannya. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menekankan pentingnya pendampingan sektor pertanian, khususnya pada tanaman sawi yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan harian masyarakat. Pemantauan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya terstruktur untuk memastikan setiap fase pertumbuhan sawi berjalan optimal dan potensi kendala dapat diatasi sebelum berdampak pada hasil panen.


Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa komoditas hortikultura seperti sawi memiliki nilai vital dalam menjaga ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani di tingkat desa. Melalui pendampingan yang intensif, para petani dibantu untuk mengidentifikasi berbagai tantangan teknis seperti serangan hama, kebutuhan pupuk yang sesuai, dan pengelolaan air yang efisien agar hasil panen semakin melimpah. Arahan ini menjadi landasan bagi seluruh jajaran Polres Nganjuk untuk tidak pernah lelah hadir di tengah komunitas petani.


Aiptu Yuli Widodo dalam peninjauannya mencermati setiap detail pertumbuhan sawi, mulai dari warna daun hingga kondisi tanah, sambil berdialog hangat dengan petani mengenai teknik perawatan yang tepat dan strategi menghadapi musim hujan yang dapat mempengaruhi kualitas tanaman. Diskusi yang terjalin menghasilkan pemahaman bersama bahwa keberhasilan budidaya sawi sangat ditentukan oleh sinergi antara pengetahuan petani dan dukungan pendampingan dari aparat kepolisian. Kapolsek Sukomoro AKP Mujianto menambahkan bahwa jajarannya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pendampingan pertanian di tingkat desa.


Harapan besar kini tertuju pada peningkatan produktivitas sawi di Desa Kedungsoko yang diyakini mampu memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup petani setempat. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, ladang sawi Kedungsoko tidak hanya akan menghasilkan panen melimpah tetapi juga menjadi simbol kolaborasi harmonis antara Polri dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan dari akar rumput.(Avs)

Jagung Desa Loceret, Garda Terdepan Ketahanan Pangan Nganjuk


Nganjuk- Ladang jagung di Desa Loceret, Kecamatan Loceret, menjadi saksi nyata komitmen kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan nasional, di mana Bhabinkamtibmas Aiptu Heri Santoso, S.H. turun langsung memantau perkembangan tanaman jagung milik warga binaannya pada Jumat (17/7/2026). Pemantauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menekankan pentingnya pendampingan sektor pertanian sebagai bagian dari tugas Polri di luar keamanan dan ketertiban. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah hamparan jagung bukan sekadar inspeksi visual, melainkan upaya sistematis untuk memastikan setiap tanaman tumbuh optimal dan potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.


Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa pendampingan kepada petani merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga pilar utama ketahanan pangan nasional, yakni sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Melalui pemantauan rutin, berbagai persoalan teknis seperti serangan hama, kekurangan unsur hara, atau masalah pengairan dapat teridentifikasi lebih awal sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan sebelum berdampak luas pada hasil panen. Arahan ini menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Polres Nganjuk untuk tidak pernah lelah hadir di tengah masyarakat petani.


Selama peninjauan, Aiptu Heri Santoso berdialog hangat dengan para petani mengenai berbagai aspek perawatan jagung, mulai dari jadwal pemupukan yang tepat hingga strategi menghadapi musim kemarau yang mempengaruhi ketersediaan air. Diskusi ini menghasilkan pemahaman bersama bahwa keberhasilan panen jagung sangat ditentukan oleh sinergi antara pengetahuan petani dan dukungan pendampingan dari aparat kepolisian. Kapolsek Loceret AKP Triyono menambahkan bahwa jajarannya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pendampingan pertanian di tingkat desa.


Harapan besar kini tertuju pada peningkatan produktivitas jagung di Desa Loceret yang diyakini mampu memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup petani setempat. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, ladang jagung Loceret tidak hanya akan menghasilkan panen melimpah tetapi juga menjadi simbol kolaborasi yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan dari akar rumput.(Avs)

Dari Lahan Pekarangan Menuju Swasembada Cabai Nganjuk


Nganjuk- Sebuah langkah kecil namun strategis tengah digalakkan di Desa Ngasem, Kecamatan Jatikalen, di mana pekarangan rumah warga disulap menjadi pusat pembibitan cabai yang menjanjikan. Bhabinkamtibmas Aiptu Yoga turun langsung memantau perkembangan lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga binaannya pada Jumat (17/7/2026), sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang digaungkan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Pemantauan ini tidak sekadar inspeksi rutin, melainkan bentuk pendampingan aktif agar setiap proses mulai dari penyemaian hingga perawatan bibit berjalan optimal dan menghasilkan tanaman cabai yang unggul.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa keberhasilan budidaya cabai sangat ditentukan pada tahap awal pembibitan, karena kualitas bibit akan memengaruhi daya tahan tanaman terhadap hama dan produktivitas hasil panen. Melalui program P2B, masyarakat diajak untuk tidak membiarkan pekarangan rumah kosong melainkan mengubahnya menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi tinggi. Arahan ini sejalan dengan visi Polri yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendorong kemandirian pangan di tingkat desa melalui pendekatan preventif dan pemberdayaan masyarakat.


Dalam kunjungannya, Aiptu Yoga berdialog hangat dengan pemilik lahan mengenai teknik penyemaian yang benar, pola perawatan bibit cabai, serta persiapan lahan sebelum masa tanam tiba. Pendekatan humanis ini membuat warga merasa didukung penuh, tidak hanya dari segi keamanan tetapi juga dari aspek teknis pertanian. Kapolsek Jatikalen AKP Yoni Susilo menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pendampingan pertanian di tingkat desa.


Harapan besar kini tertuju pada semakin meluasnya pemanfaatan pekarangan produktif di Desa Ngasem, sehingga ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan nasional melainkan realitas yang tumbuh dari bawah. Dengan pembibitan cabai yang terkelola baik, warga tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur sendiri tetapi juga berpeluang meraih tambahan pendapatan yang signifikan. Sinergi antara Polri dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari hal terkecil, yakni pekarangan rumah yang dikelola dengan penuh kesungguhan.(Avs)

Brimob Polda Jatim Siagakan Personel dan Alsus SAR Antisipasi Karhutla dan Bencana Kemarau


Surabaya- Menghadapi prediksi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panas dan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan serta bencana kekeringan, Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur menggelar Apel Gelar Perlengkapan Tanggap Bencana di Mako Kompi 2 Batalyon A Pelopor pada Kamis (16/7/2026). Apel yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon A Pelopor AKBP Mohammad Bagus Kurniawan ini diikuti oleh para perwira staf, komandan kompi, serta seluruh personel jajaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengecekan kesiapan personel sekaligus pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan operasional, alat utama (Alut), dan alat khusus (Alsus) SAR untuk memastikan seluruh perlengkapan berada dalam kondisi siap operasional menghadapi potensi bencana.


Dalam arahannya, AKBP Bagus menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh personel harus ditingkatkan menyusul informasi BMKG yang memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panas dan berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Ia menyatakan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Korps Brimob Polri dalam Operasi Aman Nusa untuk mendukung satuan kewilayahan saat terjadi bencana. "Seluruh personel harus siap bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika terjadi bencana," tegasnya, seraya meminta setiap jajaran untuk memetakan wilayah tugas dan wilayah back up agar respons kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.


AKBP Bagus juga menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan langkah mitigasi bencana mulai dari upaya pencegahan, pengurangan risiko, kesiapsiagaan personel, hingga penanganan korban dan pemulihan awal. Selain memastikan kesiapan personel, Danyon A Pelopor juga mengingatkan seluruh jajaran agar meningkatkan pengawasan terhadap markas komando dan lingkungan sekitarnya selama musim kemarau untuk mengantisipasi potensi kebakaran, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran selalu dalam kondisi siap digunakan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap risiko yang dapat timbul di lingkungan internal satuan.


Usai apel, personel juga mengikuti pelatihan penggunaan peralatan SAR modern guna meningkatkan kemampuan teknis sehingga mampu memberikan respons cepat, efektif, dan profesional dalam setiap penanganan bencana. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Brimob Polda Jatim dalam menjaga kesiapan operasional personel dan peralatan, serta memastikan bahwa setiap anggota memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah Jawa Timur selama musim kemarau 2026. (Avs)

Diaspora Papua di Inggris Gelar FGD, Bahas Strategi Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045


Inggris- Diaspora Papua yang menempuh pendidikan di Inggris menggelar Focus Group Discussion bertajuk "Papua Transformation Steps Together with Indonesia Towards Golden Indonesia 2045" di University of Bradford pada Juli 2026. Kegiatan yang menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa Papua di luar negeri ini bertujuan membahas berbagai tantangan dan peluang pembangunan Papua dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Diskusi yang berlangsung dalam suasana akademis dan konstruktif ini menghadirkan perspektif segar dari putra-putri Papua yang sedang mendalami ilmu di kancah internasional.


Steve Mara, mahasiswa doktoral (Ph.D.) di University of Bradford, menyampaikan bahwa salah satu tantangan pembangunan Papua saat ini bukan hanya berkaitan dengan aspek ekonomi maupun infrastruktur, tetapi juga menyangkut cara masyarakat memaknai dan menyaring informasi yang diterima. Ia menekankan bahwa kemampuan masyarakat dalam memahami dan memverifikasi informasi menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan Papua. Pandangan ini menjadi salah satu poin krusial yang dibahas dalam diskusi, mengingat arus informasi yang semakin deras membutuhkan kecerdasan literasi dari masyarakat untuk dapat memanfaatkannya secara positif.


Turut hadir dalam diskusi tersebut mahasiswa doktoral internasional dari beberapa negara yang ikut memberikan pandangan tentang pembangunan Papua bersama Indonesia. Para peserta internasional menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Indonesia dalam mendorong pembangunan Papua di berbagai bidang, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kehadiran mereka dalam diskusi ini menunjukkan bahwa isu pembangunan Papua mendapat perhatian tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari komunitas akademik global yang tertarik pada perkembangan wilayah timur Indonesia tersebut.


Melalui FGD ini, diaspora Papua di Inggris diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pembangunan tanah air melalui pemikiran kritis dan rekomendasi strategis yang mereka hasilkan dari studi dan pengalaman di luar negeri. Diskusi lintas budaya dan lintas disiplin ilmu ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masa depan Papua tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari putra-putri terbaiknya yang sedang menimba ilmu di mancanegara. Semangat kolaborasi dan inovasi yang tumbuh dalam forum ini diharapkan menjadi energi positif bagi percepatan pembangunan Papua menuju Indonesia Emas 2045. (Avs)

Polres Mojokerto Kota Gelar Silaturahmi Kamtibmas, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat


Kota Mojokerto- Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Joglo Samapta Polres Mojokerto Kota pada Kamis (16/7/2026) ketika jajaran kepolisian menggelar kegiatan Silaturahmi Kamtibmas bersama elemen masyarakat. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto didampingi Wakapolres Kompol Jalaludin memimpin langsung kegiatan yang menjadi ruang dialog sekaligus ajang memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota. Hadir dalam acara tersebut para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, serta perwakilan ojek online, juru parkir, pedagang kaki lima, tukang becak, dan warga sekitar yang selama ini menjadi mitra strategis Polri.


Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan terus memberikan dukungan kepada Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun kolaborasi antara Polri dan masyarakat. Kondusivitas wilayah hukum Polres Mojokerto Kota yang selama ini terjaga, menurutnya, tidak terlepas dari peran aktif dan kepedulian seluruh elemen masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Mojokerto Kota akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Berbagai masukan, kritik, maupun saran dari masyarakat dinilai sangat penting sebagai bahan evaluasi untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, modern, dan terpercaya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan maupun tindak kriminal melalui Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam, karena kecepatan informasi dari masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.


Selain membahas keamanan lingkungan, Kapolres turut mengingatkan pentingnya budaya tertib berlalu lintas, khususnya bagi anak-anak yang telah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Orang tua diimbau untuk selalu memastikan putra-putrinya menggunakan helm standar saat berkendara sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Polres Mojokerto Kota juga menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan ojek online, juru parkir, PKL, tukang becak, dan warga sekitar yang hadir dalam kegiatan Silaturahmi Kamtibmas tersebut. (Avs)

Rabu, 15 Juli 2026

Kapolres Nganjuk Silaturahmi ke Kodim 0810, Perkuat Sinergi TNI-Polri Jaga Kamtibmas


Nganjuk- Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Makodim 0810/Nganjuk pada Selasa (14/7/2026) sore ketika Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan melaksanakan kunjungan silaturahmi ke markas TNI AD di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Mangundikaran. Kedatangan Kapolres beserta Wakapolres dan Pejabat Utama Polres Nganjuk disambut langsung oleh Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti didampingi Kasdim dan para Perwira Staf Kodim. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi dan soliditas antara dua institusi penjaga keamanan negara di wilayah Kabupaten Nganjuk.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang semakin erat antara Polres Nganjuk dan Kodim 0810/Nganjuk agar pelaksanaan tugas di lapangan semakin solid. Ia menekankan bahwa sinergitas TNI-Polri merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan daerah, dan melalui komunikasi yang baik, setiap tantangan di lapangan dapat dihadapi secara bersama-sama. Kegiatan yang diawali dengan penyambutan dan dilanjutkan ramah tamah di ruang transit ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan kedua institusi terus terjaga dengan baik.


Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti menegaskan bahwa hubungan harmonis antara TNI dan Polri harus terus dipelihara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Ia menyatakan kesiapan Kodim 0810/Nganjuk untuk terus bersinergi dengan Polres Nganjuk dalam setiap pelaksanaan tugas, karena kebersamaan dan kekompakan TNI-Polri menjadi kekuatan untuk menjaga stabilitas wilayah dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kedua pimpinan sepakat bahwa koordinasi yang intensif akan memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di Kabupaten Nganjuk.


Melalui silaturahmi ini, diharapkan sinergitas TNI-Polri di Kabupaten Nganjuk semakin kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. Komitmen bersama untuk terus berkolaborasi dalam setiap tugas pengamanan wilayah menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, serta memastikan bahwa kedaulatan dan keamanan di Kabupaten Nganjuk tetap terjaga dengan baik. (Avs)

Polantas Menyapa Nganjuk, Pengendara Tertib Dapat Cokelat, Pelanggar Ditegur Humanis


Nganjuk- Suasana di persimpangan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Yos Sudarso terasa berbeda pada Kamis (16/7/2026) ketika Satlantas Polres Nganjuk bersama Jasa Raharja menggelar aksi simpatik Polantas Menyapa. Bukan razia dengan wajah tegas yang ditemui para pengendara, melainkan senyum ramah dan teguran humanis dari personel Unit Kamsel dan Unit Turjawali yang membagikan cokelat batangan kepada pengendara disiplin. Kegiatan yang berlangsung di sejumlah simpang berlampu lalu lintas ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini mungkin lebih akrab dengan tindakan penindakan daripada apresiasi.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa membangun budaya tertib berlalu lintas tidak harus selalu melalui penindakan, tetapi juga bisa dilakukan dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan penuh penghargaan. Petugas memberikan teguran edukatif kepada pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman dengan benar, atau berhenti melewati garis henti saat lampu merah. Namun yang menarik, bagi mereka yang patuh pada semua aturan, petugas menyodorkan cokelat batangan sebagai bentuk apresiasi sederhana yang ternyata mampu memicu senyum dan semangat baru untuk terus tertib di jalan.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan bahwa pelanggaran seperti tidak memakai helm, sabuk pengaman, dan melampaui garis henti masih sering ditemukan dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Pendekatan edukatif yang dibarengi pemberian apresiasi diharapkan mampu membangun kebiasaan positif di masyarakat. Respon masyarakat pun sangat positif, terlihat dari antusiasme pengendara yang menerima cokelat dengan gembira dan pengendara yang ditegur dengan lapang dada berjanji untuk lebih tertib ke depannya.


Melalui aksi simpatik ini, Satlantas Polres Nganjuk berharap kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat. Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Nganjuk diharapkan terus terjaga dengan pendekatan yang mengombinasikan edukasi, teguran humanis, dan apresiasi bagi mereka yang telah menjadi teladan di jalan. (Avs)

Kanit Binmas Polsek Gondang Pantau Jagung Sumberejo, Beri Edukasi dan Imbauan Kamtibmas


Nganjuk- Di tengah hamparan lahan jagung yang mulai menguning menandakan masa panen semakin dekat, Aiptu Harno melangkah dengan penuh perhatian di area persawahan Desa Sumberejo, Kecamatan Gondang. Instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan untuk menjadi penggerak ketahanan pangan membawanya turun langsung ke lokasi pada Kamis (16/7/2026) guna memantau pertumbuhan tanaman jagung sekaligus memberikan edukasi dan imbauan kepada para petani. Kehadirannya bukan sekadar untuk melihat dari kejauhan, tetapi untuk berdialog langsung dengan para petani tentang berbagai kendala yang mereka hadapi dalam budidaya jagung.


Sambil berdiri di antara barisan jagung yang menjulang tinggi, Aiptu Harno berbincang dengan para petani tentang teknik perawatan tanaman yang tepat, mulai dari jadwal pemupukan, pengendalian hama, hingga cara mengoptimalkan hasil panen di lahan yang mereka kelola. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Selain itu, Aiptu Harno juga mengimbau para petani agar selalu menjaga keamanan kendaraan dan peralatan pertanian mereka saat beraktivitas di sawah maupun ladang.


Pemantauan yang dilakukan secara teliti menunjukkan bahwa kondisi jagung di Desa Sumberejo secara umum tumbuh dengan baik, meskipun ada beberapa area yang membutuhkan perhatian ekstra terkait ketersediaan air di musim kemarau. Kapolsek Gondang AKP Sugino menyatakan bahwa jajaran Polsek Gondang akan terus mengoptimalkan peran personel dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang humanis, setiap kendala yang dihadapi petani dapat segera diantisipasi dan dicarikan solusi bersama.


Kehadiran Aiptu Harno di lahan jagung memberikan semangat baru bagi para petani Desa Sumberejo. Mereka merasa bahwa upaya mereka dalam mengelola lahan pertanian mendapat perhatian dan dukungan dari aparat keamanan. Melalui kegiatan ini, diharapkan produktivitas tanaman jagung terus meningkat, disertai meningkatnya kesadaran petani terhadap keamanan lingkungan sehingga memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional secara berkelanjutan. (Avs)

Kanit Binmas Polsek Sawahan Pantau Ketela di Sela Hutan Jati, Dukung Ketahanan Pangan


Nganjuk- Di bawah rindangnya pohon jati yang menjulang tinggi, Aiptu Rudy melangkah menyusuri lahan perkebunan warga di Kecamatan Sawahan untuk memantau tanaman ketela yang tumbuh subur di sela-sela tegakan kayu keras tersebut. Instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengarahkannya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan setiap potensi lahan secara produktif, dan ia pun hadir sebagai penggerak ketahanan pangan yang memastikan bahwa budidaya pangan alternatif ini berjalan dengan baik. Kegiatan pemantauan yang dilakukan pada Kamis (16/7/2026) ini menjadi bukti nyata bahwa Polri mendukung inovasi pertanian yang kreatif dan berkelanjutan.


Sambil berdiri di antara batang-batang jati yang kokoh, Aiptu Rudy berbincang dengan para petani yang sedang merawat tanaman ketela mereka. Percakapan mengalir tentang teknik budidaya yang tepat, pola pemeliharaan, serta cara memaksimalkan hasil panen di lahan yang memiliki keterbatasan sinar matahari karena naungan pohon jati. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa pemanfaatan lahan di bawah tegakan pohon keras merupakan salah satu upaya mengoptimalkan potensi pertanian tanpa mengganggu fungsi tanaman utama, sekaligus menjadi solusi cerdas bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas.


Pemantauan yang dilakukan secara teliti menunjukkan bahwa tanaman ketela di sela hutan jati tumbuh dengan baik, meskipun ada beberapa area yang membutuhkan perhatian ekstra terkait kesuburan tanah dan pengairan. Kapolsek Sawahan IPTU Hanum Ayu Danastri menyatakan bahwa jajaran Polsek Sawahan akan terus mendukung berbagai inovasi masyarakat dalam pemanfaatan lahan untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Dengan komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang humanis, setiap inovasi pertanian yang bermanfaat akan mendapat dukungan penuh dari kepolisian.


Kehadiran Aiptu Rudy di tengah lahan ketela memberikan semangat baru bagi para petani Sawahan. Mereka merasa bahwa upaya mereka dalam memanfaatkan lahan secara optimal mendapatkan perhatian dan dukungan dari aparat keamanan. Melalui kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan lahan dengan budidaya ketela sebagai pangan alternatif semakin berkembang sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Sawahan secara berkelanjutan. (Avs)

Bhabinkamtibmas Sumbermiri Pantau Ternak Sapi, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kamtibmas


Nganjuk- Bripka Aris Yuda melangkah masuk ke area peternakan sapi milik warga Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong, dengan membawa dua misi sekaligus yang saling berkaitan erat. Instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengarahkannya untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, namun ia juga menyadari bahwa produktivitas peternakan tidak akan optimal jika peternak bekerja dalam kondisi waswas karena khawatir ternaknya rawan dicuri. Ia pun memanfaatkan momen pemantauan sapi untuk menyisipkan pesan-pesan keamanan yang selama ini mungkin terabaikan oleh para peternak yang terlalu fokus pada pemeliharaan hewan ternak mereka.


Sambil menyusuri kandang-kandang yang berjejer, Bripka Aris menyapa para peternak yang sedang sibuk membersihkan lingkungan kandang. Percakapan ringan tentang pakan dan kesehatan hewan berkembang menjadi diskusi tentang pola pemeliharaan, kebersihan kandang, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa sektor peternakan merupakan salah satu penopang ketahanan pangan sehingga perlu mendapat pendampingan, baik dari sisi kesehatan ternak maupun keamanan lingkungan, dan Bhabinkamtibmas hadir sebagai ujung tombak pendampingan tersebut di tingkat desa.


Pemantauan yang dilakukan secara teliti menunjukkan bahwa kondisi sapi di Desa Sumbermiri secara umum tergolong sehat, meskipun ada beberapa ekor yang memerlukan perhatian ekstra terkait asupan nutrisi dan kebersihan kandang. Kapolsek Lengkong AKP Sugiyono menyatakan bahwa jajaran Polsek Lengkong akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Dengan komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang humanis, setiap imbauan kamtibmas akan lebih mudah diterima dan dipraktikkan oleh para peternak dalam keseharian mereka.


Kehadiran Bripka Aris di tengah kandang sapi memberikan ketenangan tersendiri bagi warga Desa Sumbermiri. Mereka merasa bahwa polisi tidak hanya datang untuk mengawasi, tetapi juga untuk melindungi seluruh aspek kehidupan mereka, termasuk hewan ternak yang menjadi sumber penghidupan utama. Melalui kegiatan ini, diharapkan peternakan sapi di Desa Sumbermiri semakin produktif, kesehatan ternak tetap terjaga, serta tercipta situasi kamtibmas yang aman sehingga mampu mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional secara berkelanjutan. (Avs)

Kapolda Jatim Resmikan Polresta Sumenep, Tekankan Pelayanan Presisi dan Semangat Jogo Jatim


Sumenep- Rabu (14/7/2026) menjadi hari bersejarah bagi jajaran kepolisian di Kabupaten Sumenep ketika Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. secara resmi mengukuhkan peningkatan status Polres Sumenep menjadi Polresta Sumenep. Upacara peresmian yang berlangsung khidmat ini juga diisi dengan pelantikan Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H. sebagai Kapolresta Sumenep pertama di era baru kepolisian setempat. Peningkatan status yang merupakan tindak lanjut Keputusan Kapolri melalui Surat Keputusan Nomor Kep/523/IV/2026 tanggal 13 April 2026 ini menjadi respons strategis atas perkembangan Kabupaten Sumenep yang semakin pesat serta meningkatnya dinamika pembangunan, investasi, mobilitas masyarakat, dan tantangan kamtibmas yang semakin kompleks.


Kapolda Jatim dalam amanatnya menegaskan bahwa peningkatan tipe Polres Sumenep menjadi Polresta Sumenep bukan sekadar perubahan status administratif, melainkan penguatan kapasitas organisasi, sarana prasarana, serta kualitas sumber daya manusia yang harus bermuara pada peningkatan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Irjen Nanang menyampaikan bahwa status baru sebagai Polresta akan membawa tanggung jawab yang semakin besar, sehingga seluruh personel diminta untuk meningkatkan profesionalisme, mempercepat respons terhadap gangguan kamtibmas, serta menghadirkan pelayanan publik yang Presisi, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep.


Kapolda Jatim juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh mitra strategis yang selama ini telah bersinergi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kabupaten Sumenep. Pada kesempatan tersebut, Irjen Nanang mengucapkan terima kasih kepada AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. atas dedikasinya selama memimpin Polres Sumenep serta mengucapkan selamat bertugas sebagai Kapolres Sampang. Kepada Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, Kapolda Jatim meminta agar segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah, memperkuat organisasi, membangun soliditas internal, serta meningkatkan sinergi dengan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat.


Kapolda Jatim menekankan pentingnya menerapkan sustainable leadership, yakni kepemimpinan yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan pembangunan kamtibmas yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh jajaran Polresta Sumenep memperkuat kolaborasi melalui semangat Jogo Jatim bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan dunia usaha untuk mewujudkan Jawa Timur yang aman, tentrem, makmur, tertib, dan raharja. Peresmian ini diharapkan menjadi titik tolak semangat baru bagi seluruh jajaran Polresta Sumenep dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat dengan lebih baik lagi di masa mendatang. (Avs) 

Kapolda Jatim Resmikan Polresta Tuban, Tegaskan Pelayanan Presisi dan Profesionalisme


Tuban- Suasana khidmat menyelimuti Mapolresta Tuban pada Rabu (15/7/2026) ketika Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto secara resmi mengukuhkan peningkatan status Polres Tuban menjadi Polresta Tuban. Upacara pengukuhan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelantikan Kapolresta Tuban ini menjadi momen bersejarah bagi jajaran kepolisian di wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan strategis nasional tersebut. Peningkatan status ini merupakan respons Polri terhadap pesatnya perkembangan Kabupaten Tuban yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas investasi, pelabuhan, serta mobilitas masyarakat yang semakin tinggi dan kompleks.


Kapolda Jatim dalam amanatnya menegaskan bahwa peningkatan status Polres Tuban menjadi Polresta Tuban bukan sekadar perubahan administratif atau simbol kelembagaan, melainkan membawa konsekuensi besar berupa peningkatan kapasitas organisasi, penguatan sarana dan prasarana, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia. Irjen Nanang menekankan bahwa seluruh perubahan tersebut harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Tuban. Dengan status baru ini, beban tugas dan tanggung jawab yang diemban jajaran Polresta Tuban juga akan semakin kompleks dan menantang.


Kapolda Jatim juga menginstruksikan seluruh personel untuk menjadikan momentum ini sebagai pendorong peningkatan profesionalisme dan percepatan respons dalam menjaga kamtibmas. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang Presisi, humanis, dan berkeadilan sebagai orientasi utama jajaran Polresta Tuban. Pada kesempatan tersebut, Irjen Nanang menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada AKBP Alaiddin atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polres Tuban, serta mengucapkan selamat kepada Kombes Pol. Jazuli Dani Irawan yang dipercaya menjadi Kapolresta Tuban pertama pasca peningkatan tipe kepolisian tersebut.


Kapolda Jatim mengajak seluruh jajaran Polresta Tuban untuk terus memperkuat sinergitas lintas sektoral dengan Forkopimda, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan dunia usaha sebagai implementasi program Semangat Jogo Jawa Timur. Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sejalan dengan komitmen Polda Jawa Timur dalam mewujudkan Jawa Timur yang aman, tenteram, makmur, tertib, dan raharja. Irjen Nanang berharap peresmian Polresta Tuban menjadi tonggak semangat baru bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang semakin optimal kepada masyarakat Kabupaten Tuban. (Avs)

Spesialis Jambret Perempuan dan Anak Ditangkap, Polres Lumajang Andalkan CCTV


Lumajang- Seorang pria berinisial GIP (28) yang dikenal sebagai spesialis penjambretan dengan sasaran perempuan dan anak-anak akhirnya berhasil diamankan Tim Satreskrim Polres Lumajang. Penangkapan yang dilakukan pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di kediamannya di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, ini berawal dari rekaman kamera pengawas desa yang berhasil merekam aksi pelaku di wilayah perbatasan Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, dengan Kecamatan Sumbersuko. Peran teknologi dalam pengungkapan kasus ini menjadi bukti bahwa kehadiran CCTV di lingkungan masyarakat sangat membantu aparat kepolisian dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan.


Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan bahwa aksi penjambretan terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, di mana pelaku menyasar korban yang dinilai lengah saat berkendara. Berbekal rekaman CCTV yang terekam jelas, petugas melakukan profiling dan berhasil mengarah pada identitas pelaku. Tanpa membuang waktu, tim langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan tersangka di rumahnya, sekaligus menggali informasi tentang barang hasil kejahatan yang ternyata disembunyikan di sebuah rumah kosong dekat waduk di Desa Kunir Kidul untuk menghindari kecurigaan warga.


Dari hasil interogasi, terungkap fakta mengejutkan bahwa GIP merupakan pelaku spesialis yang kerap menjadikan perempuan dan anak-anak sebagai sasaran utama karena dianggap lebih lengah saat berkendara. Barang hasil kejahatan, termasuk handphone dan tas korban, kemudian dijual secara daring untuk menghindari jejak yang mudah dilacak. Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon seluler milik korban, tas korban, serta sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam yang digunakan pelaku saat beraksi di lokasi kejadian.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Ipda Suprapto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat berkendara dan tidak meletakkan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau oleh pelaku. Ia juga menekankan pentingnya keberadaan CCTV sebagai alat bantu pengungkapan perkara, serta mengajak warga untuk segera melapor apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak kejahatan di lingkungan sekitar. (Avs)

Selasa, 14 Juli 2026

Polres Nganjuk dan PWI Bersatu, Bedah Rumah Sojo Jadi Harapan Baru di HUT Bhayangkara ke-80


Nganjuk- Suara palu dan cangkul bergema di pagi hari saat puluhan relawan dari Polres Nganjuk, PWI Kabupaten Nganjuk, dan warga Desa Sugihwaras bahu-membahu membongkar rumah milik Sojo yang sudah tidak layak huni. Kegiatan yang resmi dimulai pada Selasa (14/7/2026) itu menjadi momen bersejarah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, di mana kepedulian Polri terhadap masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata bedah rumah. Dengan semangat gotong royong, pembongkaran selesai sekitar pukul 10.00 WIB, menandai awal dari proses pembangunan rumah baru yang diharapkan memberikan tempat tinggal lebih aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa bedah rumah ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan simbol harapan baru bagi warga yang selama ini tinggal di kondisi yang mengkhawatirkan. Ia menekankan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat," benar-benar diimplementasikan melalui aksi nyata yang melibatkan berbagai pihak. Rumah baru dengan ukuran 4 x 6 meter direncanakan selesai dalam waktu 10 hari, mulai 14 hingga 23 Juli 2026, dan akan menjadi tempat tinggal yang lebih layak serta terlindungi dari ancaman angin kencang yang kerap merusak bangunan lama.


Ketua PWI Kabupaten Nganjuk Bagus Jatikusumo mengungkapkan kebanggaannya atas kolaborasi antara insan pers dan Polri dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab sosial yang tidak hanya terbatas pada pemberitaan, tetapi juga pada aksi nyata yang menyentuh kehidupan warga. Sinergi yang terjalin antara Polres Nganjuk, PWI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat menjadi contoh sempurna tentang bagaimana kebersamaan dapat menciptakan solusi bagi masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh warga yang membutuhkan.


Melalui semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, diharapkan keluarga Sojo dapat segera menempati hunian yang layak dan aman. Lebih dari itu, kolaborasi antara Polri dan insan pers ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus peduli terhadap sesama dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjalin dan menjadi cermin bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan perubahan nyata bagi Kabupaten Nganjuk yang lebih peduli dan sejahtera. (Avs)

Bukan Polisi ke Sekolah, Siswa SDI Salsabila Justru Sambangi Satlantas Nganjuk


Nganjuk- Program Police Goes To School yang biasa diisi dengan kunjungan petugas ke sekolah, kali ini berbalik arah. Puluhan siswa SDI Salsabila dengan antusias mendatangi Kantor Satlantas Polres Nganjuk untuk mengenal lebih dekat dunia lalu lintas, Rabu pagi yang cerah. Inisiatif unik ini lahir dari rasa ingin tahu para siswa yang penasaran dengan aktivitas di balik gedung Satlantas, dan Unit Kamsel pun dengan hangat menyambut keinginan mereka sebagai bagian dari program Polantas Menyapa yang edukatif.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat belajar yang ditunjukkan oleh adik-adik SDI Salsabila. Ia menekankan bahwa pengenalan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sangat penting, dan metode yang menyenangkan menjadi kunci agar pesan-pesan keselamatan dapat meresap dengan baik. Anak-anak diajak berkeliling melihat fasilitas pelayanan, menyaksikan langsung aktivitas personel, serta mendengarkan materi tentang keselamatan berlalu lintas yang disampaikan secara interaktif dan mudah dicerna oleh pikiran mereka yang masih polos.


Suasana semakin meriah ketika boneka zebra maskot lalu lintas hadir di tengah-tengah siswa, mengajak mereka belajar sambil bermain. Melalui permainan, tanya jawab, dan simulasi sederhana, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai aturan dasar seperti pentingnya menyeberang di tempat yang aman, mengenakan helm saat dibonceng sepeda motor, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan bahwa pendekatan yang menyenangkan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai keselamatan kepada generasi muda.


Kunjungan yang tidak biasa ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa SDI Salsabila. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang lalu lintas, tetapi juga merasakan kedekatan dengan Polri yang selama ini mungkin terasa jauh dan angker. Satlantas Polres Nganjuk berharap pengalaman ini akan menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi muda yang sadar lalu lintas, tertib di jalan, dan memiliki rasa hormat terhadap sesama pengguna jalan sebagai wujud pelayanan Polri yang humanis dan edukatif. (Avs)

Aiptu Gatot di Lahan Jagung Pisang, Memantau Tanaman dan Menjaga Motor Petani


Nganjuk- Pagi itu, Aiptu Gatot Widodo melangkah masuk ke area persawahan Desa Pisang dengan membawa dua misi yang saling berkaitan erat. Instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengarahkannya untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, namun ia juga menyadari bahwa kenyamanan petani tidak hanya ditentukan oleh suburnya tanaman. Di sela-sela pemantauan jagung yang mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan optimal, ia melirik deretan sepeda motor yang terparkir tanpa pengamanan memadai di pinggir sawah, dan ia pun memutuskan untuk mengingatkan para pemiliknya.


Sambil berjalan di antara barisan jagung yang hijau segar, Aiptu Gatot menyapa para petani yang sedang sibuk membersihkan gulma. Percakapan ringan tentang cuaca dan hama berkembang menjadi diskusi tentang kebutuhan pupuk dan waktu panen yang ideal. Namun dengan gaya yang santai dan bersahabat, ia menyelipkan pertanyaan tentang kebiasaan mereka mengunci kendaraan saat bekerja. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa kewaspadaan sederhana seperti menggunakan kunci ganda dan memarkir motor di lokasi yang terlihat adalah benteng pertama melawan aksi pencurian yang kerap mengintai di area persawahan yang sepi.


Pemantauan menunjukkan bahwa kondisi jagung di Desa Pisang secara umum tumbuh dengan sehat, meskipun ada beberapa petak yang memerlukan perhatian ekstra terkait penyiraman di tengah musim kemarau. Kapolsek Patianrowo AKP Edy Suwanda menyatakan bahwa peran Bhabinkamtibmas akan terus diperkuat sebagai ujung tombak pelayanan Polri di desa, dengan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat secara utuh. Edukasi kamtibmas yang disampaikan dengan cara yang humanis diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik tanpa membuat petani merasa digurui.


Kehadiran Aiptu Gatot di tengah hamparan jagung membawa angin segar bagi warga Desa Pisang. Mereka merasa bahwa polisi tidak hanya datang untuk mengawasi, tetapi juga untuk melindungi seluruh aspek kehidupan mereka, termasuk harta benda yang mereka andalkan untuk mobilitas sehari-hari. Kesadaran untuk saling mengingatkan tentang keamanan kendaraan mulai tumbuh di antara para petani, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan produktif. Sinergi antara Polri dan masyarakat ini adalah fondasi kuat untuk mewujudkan desa yang tangguh pangan sekaligus aman dari gangguan kejahatan. (Avs)

Menyisir Lahan Jagung Mlorah, Bhabinkamtibmas Ingatkan Petani Soal Kunci Kendaraan


Nganjuk- Bripka Agus Dwiyanto melangkah di antara deretan tanaman jagung yang mulai menguning tanda mendekati panen, namun kali ini ia membawa misi ganda. Selain memastikan pertumbuhan jagung milik warga Desa Mlorah berjalan optimal, ia juga menyelipkan pesan penting tentang keamanan kendaraan yang sering ditinggal petani di pinggir sawah. Instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengingatkan bahwa pendampingan ketahanan pangan tidak boleh berjalan sendiri tanpa diiringi upaya menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan pertanian.


Saat berhenti di sebuah petak lahan, Bripka Agus menyapa sekelompok petani yang sedang memeriksa buah jagung. Percakapan mengalir dari teknik perawatan tanaman hingga keluhan tentang hama, namun ia dengan cermat menyisipkan imbauan tentang kebiasaan memarkir sepeda motor di area persawahan. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa kewaspadaan sederhana seperti mengunci setang dan menggunakan kunci ganda dapat mencegah kerugian yang tidak perlu, mengingat kasus pencurian kendaraan di lahan pertanian terkadang terjadi saat petani terlalu fokus bekerja.


Bersamaan dengan pemantauan kondisi jagung yang secara umum menunjukkan pertumbuhan sehat, Bripka Agus juga mencatat masukan petani terkait kebutuhan pupuk dan air. Kapolsek AKP Roni Andreas Suharto menyatakan bahwa peran ganda Bhabinkamtibmas ini akan terus diperkuat, karena kenyamanan psikologis petani juga berpengaruh terhadap produktivitas mereka di lahan. Dengan rasa aman yang terjaga, petani dapat berkonsentrasi penuh merawat tanaman tanpa khawatir kendaraan mereka rawan digondol maling.


Melalui pendekatan humanis seperti ini, Bhabinkamtibmas tidak hanya menjadi pengawas pertanian tetapi juga pelindung aset berharga milik warga. Kesadaran kolektif tentang keamanan lingkungan menjadi modal penting untuk menciptakan ekosistem pertanian yang produktif dan bebas dari ancaman kriminalitas. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat inilah yang kelak akan menjadikan Desa Mlorah sebagai contoh desa tangguh pangan sekaligus aman dari gangguan kejahatan. (Avs)

Menelusuri Kebutuhan Petani Jagung, Bhabinkamtibmas Sonoageng Turun ke Lahan


Nganjuk- Langkah Brigadir Arisal pagi itu tidak menuju kantor desa, melainkan langsung masuk ke area persawahan warga Desa Sonoageng. Di bawah instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, ia menjalankan tugas pemantauan lahan jagung milik petani binaannya. Bukan sekadar menengok dari pinggir jalan, ia menyusuri setiap petak lahan, mencermati warna daun, tinggi batang, serta kelembaban tanah yang menjadi indikator utama kesehatan tanaman jagung di Kecamatan Prambon tersebut.


Bersamaan dengan itu, Brigadir Arisal menyempatkan diri berbincang dengan para petani yang tengah beraktivitas di kebun. Dari obrolan ringan itu, ia menggali informasi tentang pola pemupukan yang mereka terapkan, jadwal pemberian nutrisi, hingga kendala distribusi pupuk yang kerap menghambat produktivitas. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa ketersediaan pupuk yang cukup dan tepat waktu merupakan tulang punggung keberhasilan panen, sehingga peran polisi sebagai fasilitator lapangan menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan.


Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan jagung di Desa Sonoageng masih dalam kondisi baik, namun ada beberapa area yang membutuhkan perhatian lebih terkait kecukupan unsur hara. Kapolsek Prambon AKP Afrizal Akbar Haris menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengaktifkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pendampingan pertanian. Dengan komunikasi yang terus dijalin, setiap keluhan petani dapat segera direspon dan dicarikan jalan keluar bersama instansi terkait.


Melalui kegiatan rutin seperti ini, Polri berupaya hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mengamankan sektor pangan. Produktivitas jagung yang meningkat akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Kolaborasi yang solid antara aparat dan warga menjadi kunci untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di masa mendatang. (Avs)

JOGO JATIM MERAJUT SINERGI: KAPOLDA DAN KAJATI TEGUHKAN KOLABORASI PENEGAKAN HUKUM


Surabaya- Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti ruang pertemuan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur ketika Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto beserta rombongan Pejabat Utama Polda Jatim disambut hangat oleh Kajati Jatim Dr. Abdul Qohar Affandi pada Selasa (14/7/2026). Silaturahmi ini menjadi momen strategis bagi dua institusi penegak hukum terkemuka di Jawa Timur untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam sistem peradilan pidana terpadu, sekaligus mengimplementasikan semangat Jogo Jatim yang telah menjadi ikon sinergi antaraparat penegak hukum di wilayah ini. Kapolda Jatim menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi ego sektoral maupun sekat antarlembaga, karena yang harus terus dibangun adalah kebersamaan, komunikasi, dan saling menghormati sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.


Kajati Jatim menyambut positif inisiatif silaturahmi ini, menekankan bahwa situasi kamtibmas yang terus berkembang memerlukan kewaspadaan dan respons cepat dari seluruh aparat penegak hukum. Soliditas antara Kejaksaan dan Polri menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang berkeadilan. Pertemuan ini juga membahas berbagai dinamika dalam proses penegakan hukum yang membutuhkan komunikasi intensif, mulai dari tahap penyidikan hingga penuntutan, agar setiap perkara dapat diselesaikan dengan profesional dan transparan. Hubungan kekeluargaan yang erat antara kedua pimpinan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya koordinasi yang lancar di semua tingkatan, dari pusat hingga ke kejaksaan negeri dan polres di seluruh Jawa Timur.


Kapolda Jatim menjelaskan bahwa semangat Jogo Jatim adalah komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas daerah, memberikan pelayanan hukum yang profesional dan berintegritas, serta mendukung keberhasilan program-program pemerintah. Dengan sinergi yang semakin erat, penegakan hukum di Jawa Timur diharapkan dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi yang tidak perlu, menghasilkan kepastian hukum yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kajati Jatim pun menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Jatim siap terus memperkuat sinergi dengan Polda Jatim, memastikan bahwa setiap proses hukum berjalan sesuai dengan prinsip keadilan substantif dan kepastian hukum. Pertemuan ini menjadi bukti bahwa TNI-Polri dan Kejaksaan di Jawa Timur bergerak dalam satu ritme, satu tujuan, dan satu semangat untuk melindungi dan melayani masyarakat.(Avs)

POLSANAK MASUK PAUD: SATLANTAS LUMAJANG TANAMKAN DISIPLIN LALU LINTAS SEJAK USIA EMAS


Lumajang- Di tengah riuh tawa dan semangat anak-anak PAUD Muslimat NU Abasya, personel Satlantas Polres Lumajang hadir dengan program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang mengubah pengenalan aturan lalu lintas menjadi petualangan seru pada Senin (13/7/2026). Momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan maksimal oleh Unit Kamsel untuk menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas sejak usia dini, karena kesadaran akan keselamatan di jalan raya tidak bisa ditunggu hingga anak-anak tumbuh remaja. Kasatlantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan menegaskan bahwa pendidikan keselamatan lalu lintas adalah investasi jangka panjang yang harus dimulai sejak anak berada di bangku pendidikan usia dini, agar kebiasaan positif terbentuk secara alami dan mengakar kuat.


Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif ini, para siswa diperkenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas melalui permainan dan lagu-lagu sederhana yang mudah diingat, serta diajarkan pentingnya menggunakan helm saat dibonceng sepeda motor. Petugas juga dengan sabar menjelaskan bahwa anak-anak belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor karena usia mereka belum memenuhi syarat, sebuah pesan penting yang sering diabaikan oleh orang tua di lingkungan sekitar. Antusiasme terpancar dari wajah-wajah mungil yang dengan penuh perhatian mengikuti setiap arahan petugas, menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan mampu menembus batasan usia dan menciptakan pemahaman yang mendalam. Satlantas Polres Lumajang juga membagikan brosur imbauan kepada para guru dan orang tua, memperkuat peran keluarga dan sekolah dalam menjaga konsistensi pesan keselamatan di luar jam belajar.


Kasatlantas menekankan bahwa pembentukan karakter disiplin tidak terjadi dalam semalam, tetapi melalui proses berkelanjutan yang melibatkan semua pihak, mulai dari guru, orang tua, hingga aparat kepolisian. Dengan metode yang humanis dan komunikatif, anak-anak tidak hanya memahami aturan, tetapi juga merasakan bahwa kepatuhan terhadap lalu lintas adalah bagian dari kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain. Keberhasilan program Polsanak di PAUD Muslimat NU Abasya menjadi titik awal bagi Satlantas Polres Lumajang untuk terus memperluas jangkauan edukasi ke berbagai institusi pendidikan lainnya. Melalui pendekatan yang konsisten dan menyenangkan, optimisme terciptanya generasi muda yang sadar lalu lintas semakin besar, mendukung terwujudnya Kamseltibcar Lantas yang kondusif di Kabupaten Lumajang.(Avs)

Senin, 13 Juli 2026

GERAI STUPA BERKAH: SATLANTAS NGANJUK PERCEPAT PELAYANAN PAJAK KENDARAAN TANPA ANTREAN PANJANG


Nganjuk- Senyum lega terpancar dari wajah para wajib pajak yang datang ke Kantor Samsat Nganjuk pada Selasa (14/7/2026), ketika mereka merasakan langsung kemudahan layanan pembayaran pajak kendaraan berkat penambahan gerai STUPA (Samsat Unggulan Pagi) oleh Satlantas Polres Nganjuk. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas keluhan masyarakat tentang antrean panjang yang kerap menyita waktu dan tenaga, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di pagi hari. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa penambahan gerai pelayanan ini adalah wujud nyata komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memastikan setiap proses administrasi berjalan cepat, nyaman, dan efisien bagi seluruh lapisan masyarakat.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan bahwa jumlah wajib pajak yang datang setiap hari terus meningkat, sehingga diperlukan terobosan untuk mengurai kepadatan antrean di loket-loket yang ada. Dengan penambahan gerai STUPA, kapasitas pelayanan meningkat secara signifikan, memungkinkan distribusi antrean menjadi lebih merata dan waktu tunggu berkurang drastis. Layanan ini dirancang dengan alur yang lebih efektif, sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang terlalu pagi atau mengantre berjam-jam hanya untuk sekadar membayar pajak kendaraan bermotor mereka. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya Satlantas untuk menghadirkan pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.


Kapolres Nganjuk menambahkan bahwa kemudahan akses pelayanan pajak kendaraan diharapkan dapat mendorong tingkat kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban administrasinya secara tepat waktu. Dengan pelayanan yang lebih cepat dan nyaman, masyarakat tidak akan lagi merasa enggan atau malas mengurus pajak kendaraan karena terbebani oleh proses yang berbelit dan memakan waktu. Polres Nganjuk melalui Satlantas akan terus berinovasi dan mengevaluasi setiap aspek pelayanan, memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdampak positif bagi kemudahan masyarakat. Ke depan, layanan digital dan terintegrasi juga akan terus dikembangkan agar proses pembayaran pajak semakin praktis dan dapat diakses dari mana saja.


Dengan adanya gerai STUPA tambahan, Satlantas Polres Nganjuk optimis bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Samsat akan semakin meningkat. Inovasi ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, modern, dan humanis. Ketika antrean panjang berubah menjadi pelayanan cepat dan ramah, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian pun akan semakin kokoh, menjadi fondasi bagi terciptanya hubungan yang harmonis antara aparat dan warga di Kabupaten Nganjuk.(Avs)

TOMAT ORGANIK DARI PEKARANGAN: BHABINKAMTIBMAS KEDUNGSOKO DORONG PERTANIAN TANPA KIMIA


Nganjuk- Di balik pagar rumah warga Desa Kedungsoko, deretan pohon tomat tumbuh subur dengan buah merah segar yang menggoda, semua berkat budidaya organik tanpa pupuk kimia yang digalakkan oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Eko Heri S. Pada Selasa (14/7/2026), ia melaksanakan pemantauan terhadap program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang memanfaatkan pupuk kandang sebagai alternatif ramah lingkungan, sejalan dengan arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan. Dengan pendekatan yang hangat, Aiptu Eko berdialog dengan para petani tentang teknik perawatan tomat organik dan membagikan pengalaman tentang bagaimana pupuk alami dapat meningkatkan kualitas hasil panen tanpa merusak ekosistem tanah.


Kapolres Nganjuk menekankan bahwa budidaya organik dengan pupuk kandang adalah langkah cerdas yang tidak hanya menghasilkan pangan lebih sehat bagi keluarga, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang. Dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, masyarakat dapat menghemat biaya produksi sekaligus menghasilkan produk pertanian yang lebih aman dikonsumsi dan bernilai jual lebih tinggi. Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus memberikan pendampingan dan edukasi agar semakin banyak warga yang beralih ke metode pertanian organik, karena kesehatan masyarakat dan kelestarian alam adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai.


Kapolsek Sukomoro AKP Mujianto menambahkan bahwa Polsek Sukomoro berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendorong pengembangan P2B berbasis organik di seluruh wilayah Kecamatan Sukomoro. Beliau berharap agar penggunaan pupuk kandang dalam budidaya tomat ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi masyarakat lainnya, sehingga gerakan pertanian ramah lingkungan semakin meluas dan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Dalam kunjungannya, Aiptu Eko juga mengajak warga untuk saling berbagi bibit dan pengalaman, menciptakan komunitas pekebun organik yang saling mendukung dan terus belajar bersama.


Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan semangat kebersamaan, diharapkan program P2B berbasis organik di Desa Kedungsoko terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi program ketahanan pangan nasional. Bhabinkamtibmas Aiptu Eko optimis bahwa dengan kesadaran dan kerja keras, setiap pekarangan dapat berubah menjadi kebun organik produktif yang menghasilkan pangan sehat dan lingkungan yang lestari. Dari tomat organik yang tumbuh subur, lahir harapan akan masa depan pertanian Indonesia yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.(Avs)

DARI PEKARANGAN BERGUNA: KANIT BINMAS POLSEK NGETOS DORONG KETAHANAN PANGAN KELUARGA DENGAN CABAI DAN TOMAT


Nganjuk- Di balik pagar rumah warga Desa Ngetos, deretan tanaman cabai, tomat, dan bumbu dapur tumbuh subur, menjadi bukti nyata bahwa lahan sempit pun dapat memberikan manfaat besar bagi ketahanan pangan keluarga. Kanit Binmas Polsek Ngetos Aiptu Prawoko pada Selasa (14/7/2026) melaksanakan pemantauan terhadap program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang digalakkan warga binaannya, sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan agar Polri aktif menjadi penggerak ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Dengan pendekatan humanis, Aiptu Prawoko menyusuri setiap pekarangan, berdialog dengan pemiliknya tentang perawatan tanaman dan kendala yang mereka hadapi, sekaligus memberikan motivasi agar semangat menanam terus berlanjut.


Kapolres Nganjuk menekankan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan adalah solusi cerdas di tengah keterbatasan lahan pertanian yang semakin sempit, karena setiap rumah memiliki potensi untuk menghasilkan pangan sendiri. Dengan menanam cabai, tomat, dan bumbu dapur, keluarga tidak hanya menghemat pengeluaran belanja harian, tetapi juga memiliki cadangan pangan yang sehat dan bebas pestisida berlebihan. Kehadiran Kanit Binmas di tengah masyarakat menjadi pengingat bahwa Polri peduli terhadap kesejahteraan warga dari hal-hal kecil yang berdampak besar, seperti memanfaatkan tanah kosong di sekitar rumah untuk hal yang produktif.


Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menambahkan bahwa jajaran Polsek Ngetos akan terus mengoptimalkan peran Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat mengembangkan Pekarangan Pangan Bergizi, karena program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Beliau berharap agar semakin banyak warga yang terinspirasi untuk menanam sayuran dan bumbu dapur di pekarangan rumah mereka, sehingga tidak hanya kebutuhan pangan yang terpenuhi, tetapi juga tercipta lingkungan yang asri dan hijau. Dalam dialognya dengan warga, Aiptu Prawoko juga mengingatkan pentingnya pola pemupukan organik dan pengendalian hama secara alami agar hasil panen tetap berkualitas.


Melalui pemantauan yang berkelanjutan, diharapkan program Pekarangan Pangan Bergizi di Kecamatan Ngetos semakin berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Nganjuk. Kanit Binmas Polsek Ngetos berkomitmen untuk terus mendampingi warga dari masa tanam hingga panen, memastikan bahwa setiap pekarangan yang dikelola memberikan hasil optimal bagi kesejahteraan keluarga. Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, ketahanan pangan bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi gerakan nyata yang tumbuh dari pekarangan-pekarangan rumah di Ngetos.(Avs)

BHABINKAMTIBMAS TURUN TANGAN: MONITORING LAHAN JAGUNG DAN PUPUK DEMI KETAHANAN PANGAN NASIONAL


Nganjuk- Aiptu Jumianto, Bhabinkamtibmas Desa Pacewetan, menunjukkan peran nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan melakukan pemantauan langsung lahan jagung serta ketersediaan pupuk milik warga binaannya pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menekankan pentingnya pendampingan polri di sektor pertanian sebagai bagian dari kontribusi institusi terhadap program strategis pemerintah. Dalam kunjungannya, Aiptu Jumianto tidak hanya sekadar melihat kondisi tanaman, tetapi juga berdialog intensif dengan para petani mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari pola pemupukan yang tepat hingga kendala teknis di lapangan.


Kapolres Nganjuk melalui pernyataannya menegaskan bahwa keberhasilan budidaya jagung sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu kondisi pertumbuhan tanaman dan ketersediaan sarana produksi seperti pupuk yang memadai. Dengan memastikan kedua aspek ini berjalan seimbang, diharapkan hasil panen dapat meningkat signifikan dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional. Peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di desa menjadi sangat krusial, karena merekalah yang paling dekat dengan petani dan mampu memahami secara langsung dinamika serta kebutuhan riil di lapangan.


Kapolsek Pace AKP Pujo Santoso menambahkan bahwa jajarannya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat di sektor pertanian, karena sinergi antara Polri dan petani adalah kunci utama menjaga stabilitas pangan. Beliau berharap agar kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi secara konsisten dan tanaman jagung tetap tumbuh optimal hingga masa panen tiba, sehingga produktivitas lahan di Desa Pacewetan terus meningkat dari waktu ke waktu. Kegiatan monitoring ini juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendeteksi sejak dini potensi masalah yang dapat menghambat produksi pertanian, seperti kelangkaan pupuk atau serangan hama.


Melalui pendekatan humanis dan komunikatif, Aiptu Jumianto berhasil menjalin kedekatan dengan para petani, yang pada gilirannya membuka ruang bagi solusi bersama atas berbagai persoalan pertanian. Dukungan penuh dari Polres Nganjuk terhadap program ketahanan pangan ini bukan sekadar seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani. Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan Desa Pacewetan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola potensi pertanian secara optimal demi mendukung program ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.(Avs)

 

Top