ads

Iklan
LATEST UPDATES

Jumat, 31 Juli 2026

Dari Polybag ke Ratusan, Bhabinkamtibmas Jatipunggur Saksikan Keajaiban Pekarangan Kecil


Jatipunggur- Sabtu pagi, 1 Agustus 2026, menjadi saksi kebanggaan bagi Bripka Agung saat ia melangkah di antara deretan polybag yang kini memenuhi pekarangan rumah warga binaannya. Bhabinkamtibmas Desa Jatipunggur Polsek Patianrowo itu datang bukan sekadar memantau, tetapi untuk memberi penghormatan pada perjuangan seorang warga yang berhasil mengubah lahan sempit menjadi sumber kehidupan. Berawal dari hanya 10 hingga 20 polybag, kini hamparan hijau kangkung menyambutnya dengan subur di sekitar 10 petak lahan.


Ketika mengamati setiap barisan polybag, Bripka Agung tersenyum puas melihat kerapian penataan dan keseragaman ukuran tanaman kangkung yang siap panen. Ia berbincang santai dengan pemilik lahan, menggali cerita tentang perjalanan dari sekadar hobi memenuhi kebutuhan dapur hingga menjadi usaha kecil yang kini dilirik tetangga. Semangat warga itu, kata Bripka Agung, adalah bukti bahwa ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas, tetapi kemauan dan konsistensi.


Pemilik lahan mengaku tidak pernah membayangkan bahwa polybag-polybag kecil yang ia rawat setiap pagi dan sore akan tumbuh menjadi ratusan dan menghasilkan panen berkualitas. "Kangkung saya sering dibeli warga karena segar dan tidak pakai pestisida berlebihan," ujarnya dengan bangga. Ia juga mengatakan bahwa hasil panennya kini cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menambah pemasukan harian yang signifikan.


Bripka Agung memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengajak warga lain untuk meniru langkah kecil yang berdampak besar ini. Menurutnya, pekarangan rumah adalah aset terpendam yang sering diabaikan, padahal dengan sentuhan kreativitas dan perawatan rutin, ia bisa menjadi lumbung pangan mandiri. Ia juga berjanji akan terus mendampingi warga yang ingin memulai program serupa, termasuk membantu menyediakan bibit dan polybag bagi yang membutuhkan.


Di akhir kunjungan, petani pekarangan itu bertekad untuk terus mengembangkan usahanya, bahkan berencana menambah varietas sayuran lain seperti bayam dan sawi. Ia juga ingin mengajak tetangga-tetangganya untuk bergabung membentuk kelompok tani pekarangan agar bisa saling berbagi ilmu dan pemasaran. Dengan semangat yang menyala, ia percaya bahwa Sabtu pagi yang cerah ini adalah awal dari gerakan ketahanan pangan yang akan mengubah wajah Jatipunggur menjadi desa yang mandiri dan sejahtera.(Avs)

Dari Kandang Ayam ke Meja Makan, Bhabinkamtibmas Pastikan Protein Hewani Tetap Tersedia


Patianrowo- Sabtu pagi yang lembab di Desa Tirtobinangun tidak menyurutkan langkah Bripka Gatot Sugiarto untuk menyambangi kandang ayam milik warganya. Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo itu mengikuti arahan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi ia memilih pendekatan yang lebih personal: menjadi pendengar setia bagi para peternak yang kerap gelisah menghadapi fluktuasi harga pakan dan serangan penyakit.


Saat memasuki area kandang, Bripka Gatot tidak hanya menghitung jumlah ayam atau mengecek suhu ruangan, tetapi juga menggali cerita tentang pola pemberian pakan dan jadwal vaksinasi yang selama ini diterapkan. Ia duduk di kursi kayu sederhana milik peternak, berbincang santai tentang tantangan cuaca ekstrem yang membuat ayam mudah stres. Dari percakapan itu, ia mencatat perlunya edukasi tentang manajemen stres pada ternak yang sering diabaikan.


Pemilik kandang mengaku bahwa kunjungan rutin Bhabinkamtibmas membuat ia lebih disiplin dalam membersihkan kotoran dan mengganti alas kandang. "Dulu saya malas, tapi sekarang setiap kali Pak Bhabin datang, saya jadi malu kalau kandang kotor," ujarnya sambil tersenyum. Ia juga bersyukur karena produksi telur ayamnya mulai stabil setelah mengikuti saran tentang pencahayaan yang cukup di dalam kandang.


Bripka Gatot pun menyampaikan bahwa kesehatan ayam tidak hanya bergantung pada pakan, tetapi juga pada kebersihan lingkungan sekitar yang bebas dari genangan air dan lalat. Ia memberikan contoh sederhana seperti memasang perangkap lalat dan menyemprot disinfektan secara berkala untuk memutus rantai penularan penyakit. Menurutnya, langkah kecil ini mampu meningkatkan produktivitas hingga 25 persen tanpa biaya besar.


Di akhir kunjungan, peternak berjanji akan mulai mencatat produksi harian dan pengeluaran pakan sebagai bahan evaluasi mingguan. Mereka juga berencana bergabung dengan kelompok ternak desa untuk berbagi informasi dan membeli pakan secara kolektif. Dengan semangat baru ini, mereka yakin bahwa kandang ayam di Tirtobinangun bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga benteng ketahanan pangan yang kokoh bagi masyarakat Patianrowo.(Avs)

Di Balik Daun Jagung yang Menguning, Ada Bhabinkamtibmas yang Tak Pernah Lelah


Nganjuk- Bukan sekadar seragam cokelat yang membuat Bripka Yuli Priyanto disambut hangat di sela-sela ladang jagung Desa Ngadipiro. Pada Sabtu pagi itu, ia datang bukan untuk menggurui, melainkan untuk duduk bersama para petani yang sedang menanti waktu panen. Langkahnya mengikuti arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, tetapi hatinya bergerak atas panggilan tanggung jawab sebagai penggerak ketahanan pangan di wilayah binaannya.


Ketika jemarinya menyentuh batang jagung yang kokoh, Bripka Yuli tidak hanya mencatat kondisi fisik tanaman. Ia menggali cerita tentang rutinitas penyiraman, jenis pupuk yang dipakai, hingga keluhan kecil yang kerap disepelekan. Dialog itu berjalan cair, karena petani merasa didengar, bukan sekadar diperiksa. Kepercayaan itulah yang membuat ladang ini terasa lebih hidup dan penuh harapan.


Sementara itu, pemilik lahan tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas hamparan hijau yang menjulang subur. "Hasil panen nanti akan kami gunakan untuk biaya sekolah anak dan perbaikan rumah," ujarnya dengan mata berbinar. Ia menambahkan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas telah memberi rasa aman lebih, tidak hanya dari gangguan keamanan, tetapi juga dari ketidakpastian hasil pertanian.


Di tengah percakapan, Bripka Yuli menyampaikan pesan yang tegas namun ramah: jangan lengah hingga hari panen tiba. Ia mengingatkan agar petani rutin memantau kelembaban tanah dan waspada terhadap ulat yang bisa muncul tiba-tiba. Menurutnya, perawatan ekstra di dua minggu terakhir sangat menentukan kualitas biji jagung, sehingga nilai jualnya tidak anjlok di pasaran.


Bagi petani, motivasi dari Bripka Yuli bagaikan pupuk tambahan bagi semangat mereka. Mereka berjanji akan menjaga kebersihan lahan dari gulma dan hama, serta saling mengingatkan antarwarga untuk tetap produktif. Sinergi kecil ini, kata mereka, adalah bukti bahwa polisi dan rakyat bisa bahu-membahu bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk kemakmuran bersama.(Avs)

Kamis, 30 Juli 2026

Samsat Keliling Hadir di Pasar Kerep, Polantas Menyapa Permudah Warga Bayar Pajak Tanpa Antre Panjang


Nganjuk- Berbelanja kebutuhan pokok sambil mengurus pajak kendaraan kini menjadi pengalaman baru bagi masyarakat Kecamatan Bagor, karena Satlantas Polres Nganjuk melalui program "Polantas Menyapa" menghadirkan layanan Samsat keliling di Pasar Kerep pada Jumat, (31/7/2026), sebuah terobosan yang memungkinkan warga memanfaatkan waktu kunjungan ke pasar untuk menyelesaikan kewajiban administrasi kendaraan bermotor tanpa harus jauh-jauh ke kantor Samsat. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik seperti ini adalah bukti komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan cara yang lebih praktis dan efisien, menghilangkan hambatan jarak dan waktu yang sering menjadi keluhan warga dalam mengurus pajak kendaraan.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa dengan menghadirkan Samsat keliling di lokasi strategis seperti pasar, masyarakat tidak perlu mengambil cuti kerja atau mengorbankan waktu berharga hanya untuk mengurus pajak, karena mereka dapat melakukannya sambil menjalani aktivitas sehari-hari. Aiptu Joko Widodo bersama petugas dari Bapenda melayani para pemohon dengan proses yang cepat dan tertib, mulai dari pengecekan dokumen hingga pembayaran pajak kendaraan bermotor, sehingga seluruh proses dapat diselesaikan dalam waktu singkat tanpa antrean panjang yang melelahkan. Pendekatan yang mengutamakan kemudahan dan kecepatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan memperkuat sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Nganjuk.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, karena pelayanan yang baik adalah pelayanan yang datang menjemput, bukan menunggu. Dengan semangat inovasi yang terus dikembangkan, diharapkan layanan Samsat keliling di Pasar Kerep menjadi contoh bahwa pelayanan publik yang berkualitas dapat dihadirkan di mana saja dan kapan saja, memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.(Avs)

Cabai Merah, Emas Merah dari Pandantoyo, Bhabinkamtibmas Pantau Perkembangan Tanaman Bernilai Tinggi


Nganjuk- Di tengah fluktuasi harga cabai yang kerap menjadi momok bagi konsumen sekaligus berkah bagi petani, Aipda Heru S., Bhabinkamtibmas Desa Pandantoyo, pada Jumat (31/7/2026) melaksanakan pemantauan perkembangan tanaman cabai merah milik warga binaannya, sebuah komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sering disebut sebagai "emas merah" karena kemampuannya memberikan keuntungan berlipat bagi petani yang berhasil memanen dengan kualitas baik. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa cabai merah adalah salah satu komoditas strategis yang permintaannya selalu tinggi sepanjang tahun, sehingga pendampingan dari Bhabinkamtibmas sangat penting untuk memastikan produktivitas dan kualitas tanaman tetap terjaga hingga masa panen.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa dengan harga jual yang relatif stabil dan bahkan cenderung meningkat pada momen-momen tertentu, budidaya cabai merah dapat menjadi sumber pendapatan yang sangat menguntungkan bagi petani, asalkan mereka mendapatkan bimbingan teknis yang tepat tentang perawatan dan pengendalian hama. Aipda Heru S. dalam kunjungannya tidak hanya meninjau pertumbuhan fisik tanaman cabai, tetapi juga berdialog dengan petani tentang jadwal pemupukan yang tepat, teknik penyiraman yang efisien, serta strategi menghadapi serangan hama seperti thrips dan kutu daun yang sering mengancam produktivitas cabai. Pendampingan yang berorientasi pada nilai ekonomi ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dan memberikan keuntungan maksimal bagi petani binaannya.


Kapolsek Kertosono Kompol Joni Suprapto, S.H., menambahkan bahwa Polsek Kertosono akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai pendamping petani cabai, karena keberhasilan budidaya komoditas bernilai tinggi ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ketersediaan bahan pokok yang stabil di pasaran. Dengan semangat mengoptimalkan potensi "emas merah" di Desa Pandantoyo, diharapkan petani semakin sejahtera dan cabai merah dari wilayah ini dikenal sebagai produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.(Avs)

Musim Kemarau Bukan Halangan, Bhabinkamtibmas Patianrowo Pantau Melon Tumbuh Subur dan Bernilai Ekonomi


Nganjuk- Di tengah teriknya musim kemarau yang kerap menjadi momok bagi para petani, justru menjadi berkah tersendiri bagi budidaya melon di wilayah Patianrowo, di mana Brigadir Rahmad Agung, Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo, pada Jumat (31/7/2026) memantau perkembangan tanaman melon milik warga binaannya yang tumbuh subur dan menunjukkan potensi hasil panen yang menjanjikan, membuktikan bahwa komoditas hortikultura ini memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca kering dan nilai ekonomi yang tinggi. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa pemanfaatan musim kemarau untuk budidaya melon adalah langkah cerdas yang mengubah tantangan menjadi peluang, karena melon justru membutuhkan sinar matahari yang cukup dan kelembapan rendah untuk menghasilkan buah yang manis dan berkualitas tinggi.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa komoditas hortikultura seperti melon memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani, karena harga jualnya yang stabil dan permintaan pasar yang terus meningkat, terutama di tengah gaya hidup masyarakat yang semakin sadar akan konsumsi buah-buahan segar dan bergizi. Brigadir Rahmad Agung dalam pemantauannya tidak hanya meninjau pertumbuhan fisik tanaman, tetapi juga berdialog dengan petani tentang teknik penyiraman yang efisien di musim kemarau, pengendalian hama yang umum menyerang, serta strategi pemasaran agar hasil panen dapat dijual dengan harga terbaik. Pendampingan yang berorientasi pada nilai ekonomi ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak petani di Patianrowo untuk beralih atau memperluas budidaya melon sebagai komoditas andalan.


Kapolsek Patianrowo AKP Edy Suwanda, S.H., menambahkan bahwa Polsek Patianrowo akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi petani melon dari masa tanam hingga pasca-panen, karena keberhasilan budidaya ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi komoditas pertanian. Dengan semangat optimisme dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan melon Patianrowo menjadi salah satu komoditas unggulan yang dikenal luas, memberikan kesejahteraan bagi petani dan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.(Avs)

Lahan Sempit Bukan Halangan, Bhabinkamtibmas Sawahan Dorong Vertikultur untuk Ketahanan Pangan Keluarga


Nganjuk- Di tengah keterbatasan lahan pekarangan yang sering menjadi kendala bagi keluarga dalam memproduksi pangan sendiri, Bripka Agus Pamungkas, Bhabinkamtibmas Desa Sawahan, Kecamatan Lengkong, hadir membawa solusi inovatif dengan mendorong pemanfaatan metode vertikultur, sebuah teknik bertanam vertikal yang memungkinkan warga menanam berbagai jenis sayuran di ruang sempit namun tetap produktif dan bergizi, pada Jumat (31/7/2026). Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa inovasi seperti vertikultur adalah jawaban cerdas bagi masyarakat perkotaan dan perdesaan yang memiliki lahan terbatas, karena dengan metode ini, setiap sudut pekarangan dapat disulap menjadi kebun sayur yang menghasilkan pangan bergizi bagi keluarga tanpa memerlukan luas lahan yang besar.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan melalui vertikultur tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan harian tetapi juga mengurangi ketergantungan keluarga pada pasar, sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga di tengah harga bahan pangan yang fluktuatif. Dalam kunjungannya, Bripka Agus Pamungkas tidak hanya memantau pertumbuhan sayuran yang ditanam secara vertikal, tetapi juga berdialog dengan warga tentang teknik perawatan, pemupukan organik, dan pengendalian hama sederhana agar hasil panen dapat maksimal dan berkelanjutan. Pendekatan praktis ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak warga Desa Sawahan untuk memanfaatkan pekarangan mereka secara produktif, tanpa harus menunggu lahan luas untuk mulai bercocok tanam.


Kapolsek Lengkong AKP Sugiyono, S.H., menambahkan bahwa Polsek Lengkong akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai pendamping dan motivator bagi masyarakat dalam mengembangkan Pekarangan Pangan Bergizi, karena ketahanan pangan yang kuat dimulai dari kemandirian pangan di tingkat keluarga. Dengan semangat inovasi dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan metode vertikultur di Desa Sawahan terus berkembang dan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk, bahwa lahan sempit bukanlah penghalang untuk hidup sehat dan mandiri secara pangan.(Avs)

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Wakapolri dan Wamen Kehutanan Satukan Strategi Nasional Hadapi El Nino dan Karhutla


Jakarta- Gerak cepat Polri menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan pada 28 Juli 2026 diwujudkan melalui Rapat Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki di Ruang Pusdalsis Stamaops Polri, Mabes Polri, Kamis (30/7), dengan melibatkan pejabat utama Mabes Polri, seluruh Kapolda dan Wakapolda dari wilayah rawan Karhutla secara virtual, serta kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan Basarnas. Forum konsolidasi nasional ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi dan taktik menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026, sekaligus memastikan bahwa setiap arahan presiden diterjemahkan menjadi tindakan konkret di lapangan.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi pedoman bagi Polri untuk memperkuat mitigasi sejak dini, dengan seluruh jajaran yang telah bergerak melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai tindak lanjut, Polri memperkuat langkah mitigasi sejak tahap prabencana melalui pendekatan pencegahan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan kesiapsiagaan personel, dengan seluruh jajaran diperintahkan memperbarui pemetaan wilayah rawan, memverifikasi hotspot di lapangan, memperkuat early warning system, serta mengoptimalkan patroli terpadu bersama berbagai unsur.


Wakapolri juga menginstruksikan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa melakukan pendataan langsung terhadap kondisi masyarakat di wilayah rawan, meliputi ketersediaan sumber air, potensi kekeringan, kondisi lahan pertanian, hingga kebutuhan bantuan sosial adaptif apabila dampak El Nino meningkat, karena perlindungan terhadap masyarakat adalah tujuan akhir dari seluruh upaya ini. Dengan konsolidasi nasional yang kuat, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pencegahan sebagai strategi utama dalam menghadapi El Nino dan Karhutla, guna melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian serius pemerintah di tengah ancaman perubahan iklim global.(Avs)

El Nino Mengancam, Polri Kerahkan 71.728 Personel dan Perkuat Teknologi Lawan Karhutla 2026


Jakarta- Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang diprediksi meningkat drastis seiring fenomena El Nino dan puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026, Polri mengerahkan puluhan ribu personel dan memperkuat sarana operasional dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Ruang Pusdalsis Stamaops Polri, Kamis (30/7), dengan melibatkan jajaran pejabat utama Mabes Polri, kapolda secara virtual, serta perwakilan Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, Basarnas, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Wakapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran harus memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung secara maksimal, karena karhutla bukan hanya ancaman lingkungan tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kelestarian ekosistem nasional.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memaparkan bahwa Polri telah melaksanakan 151 apel kesiapsiagaan, 29 rapat siaga tingkat polda, 180 kegiatan kesiapan lapangan, serta 2.850 kegiatan sosialisasi pencegahan yang melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di berbagai daerah, sementara patroli darat dan perairan telah dilakukan sebanyak 168.500 kali bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat. Pada aspek kekuatan personel, Polri menyiagakan 48.368 personel Sabhara dari total 58 ribu personel yang dimiliki secara nasional dan 23.360 personel Korps Brimob dari total sekitar 61 ribu personel, dengan penerapan sistem rayonisasi antarsatuan kewilayahan untuk mempercepat mobilisasi jika terjadi peningkatan eskalasi kebakaran di wilayah tertentu.


Wakapolri juga memerintahkan pendataan ulang terhadap embung, waduk, kanal, dan sumur bor yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air, serta menyiapkan dukungan anggaran yang dapat diajukan melalui kapolda dan kapolres untuk pemenuhan kebutuhan operasional. Dengan luas lahan terdampak karhutla yang mencapai 107.465 hektare dan lima wilayah dengan titik panas tertinggi di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan, Polri mengoptimalkan empat helikopter water bombing dan command center yang terhubung dengan Kementerian Kehutanan, BNPB, dan Basarnas untuk memantau titik panas secara real time serta memastikan setiap personel memiliki perlengkapan memadai seperti baju tahan api, sepatu tahan api, masker, dan peralatan pemadaman bergerak demi keselamatan mereka di lapangan.(Avs)

Melampaui Ancaman Pidana, Prof. Yusril dan Wakapolri Gaungkan Sistem Hukum Terpadu Lawan TPPO di Forum Internasional


Semarang- Di tengah ancaman perdagangan orang yang semakin kompleks dan lintas negara, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra bersama Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo tampil sebagai pembicara utama dalam Legal International Conference and Studies ke-9 yang diselenggarakan Fakultas Hukum UNISSULA pada Kamis (30/7/2026), dengan pesan tegas bahwa pemberantasan TPPO tidak boleh hanya bertumpu pada pemidanaan tetapi harus dibangun melalui sistem hukum terintegrasi yang memutus mata rantai kejahatan dari hulu hingga hilir. Konferensi bergengsi yang diikuti akademisi, peneliti, praktisi hukum, dan pembuat kebijakan dari 18 negara, termasuk Hanoi Law University, Istanbul University, Nagoya University, dan University of Sydney, menjadi panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerangka hukum global perlindungan perempuan dan anak.


Prof. Yusril dalam paparannya berjudul "Melampaui Ancaman Pidana: Membangun Sistem Hukum yang Memutus Rantai Perdagangan Orang" menegaskan bahwa penanganan TPPO membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup pencegahan, perlindungan korban yang komprehensif, hingga penindakan terhadap seluruh jaringan pelaku, bukan sekadar menghukum individu yang tertangkap di permukaan. Sementara itu, Wakapolri melalui tayangan yang diperdengarkan kepada seluruh peserta menyoroti bahwa perkembangan teknologi telah memperluas modus operandi perdagangan orang sehingga membutuhkan transformasi penegakan hukum yang adaptif, penguatan kerja sama internasional, dan pendekatan yang berpusat pada korban (victim-centric) dalam setiap penanganan perkara.


Rektor UNISSULA Prof. Dr. H. Gunarto menyatakan bahwa konferensi ini menjadi wadah kolaborasi global untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan hukum internasional, dengan partisipasi dari berbagai negara yang memperkaya pertukaran perspektif dan memperkuat kerja sama lintas batas. Dengan sinergi pemikiran antara Prof. Yusril mengenai penguatan sistem hukum dan strategi implementatif Wakapolri melalui empat pilar utama, Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam merespons kejahatan perdagangan orang yang semakin canggih dan terorganisir di era digital.(Avs)

Polres Pacitan dan DPRD Bersatu, Razia Balap Liar Digalakkan Demi Selamatkan Generasi Muda


Pacitan- Dukungan penuh mengalir dari DPRD Kabupaten Pacitan kepada Polres Pacitan Polda Jatim dalam upaya memberantas balap liar dan penggunaan knalpot bising yang meresahkan masyarakat, dengan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan, Rudi Handoko, menyatakan bahwa langkah tegas ini adalah bentuk perlindungan nyata terhadap keselamatan anak-anak sekolah yang merupakan aset berharga dan generasi penerus bangsa. Rudi menegaskan bahwa tindakan penertiban lalu lintas yang dilakukan Polres Pacitan bukanlah aksi represif semata, melainkan bukti kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat yang harus diapresiasi dan didukung oleh semua elemen, karena setiap nyawa yang melayang akibat kelalaian di jalan raya tidak akan pernah bisa diganti.


Rudi Handoko yang membidangi sektor pendidikan menyatakan sangat sepakat dengan arahan Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar yang menempatkan keselamatan pelajar sebagai prioritas utama, karena mereka adalah masa depan Kabupaten Pacitan yang harus dijaga dari berbagai potensi bahaya, termasuk kecelakaan lalu lintas yang seringkali disebabkan oleh kelalaian dan ketidakpatuhan. Ia menyoroti fakta memprihatinkan bahwa banyak anak usia SD hingga SMP sudah mengendarai sepeda motor sendiri tanpa pengawasan orang tua, tanpa helm, tanpa SIM, dan bahkan menggunakan knalpot brong yang mengganggu ketenteraman, sementara postur tubuh mereka pun belum proporsional untuk mengendalikan kendaraan bermotor dengan aman di jalan raya.


Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menambahkan bahwa selain penindakan tegas, Polres Pacitan terus menggalakkan edukasi melalui program Police Go to School dan Polantas Menyapa untuk menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini, serta mengimbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka dalam bergaul dan menggunakan kendaraan bermotor. Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian, sekolah, tokoh masyarakat, dan pengawasan orang tua, diharapkan perilaku berbahaya di jalan raya dapat ditekan, sehingga generasi muda Pacitan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, selamat, dan mampu menggapai masa depan yang cerah tanpa terganggu oleh musibah yang sebenarnya dapat dicegah.(Avs)

Rabu, 29 Juli 2026

Warga dan Polisi Bahu-Membahu, Evakuasi Korban Kecelakaan Maut di Tanjunganom Berlangsung Cepat


Nganjuk- Kepedulian masyarakat Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, menjadi secercah harapan di tengah musibah ketika warga bersama personel Satlantas Polres Nganjuk bahu-membahu mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Nganjuk–Surabaya pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih kuat di Kabupaten Nganjuk. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengapresiasi respon cepat masyarakat yang tanpa ragu turun membantu korban dan mengamankan lokasi kejadian, karena pertolongan pertama yang diberikan dalam hitungan menit sangat krusial bagi keselamatan korban luka.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa kecelakaan yang melibatkan mobil Daihatsu Taruna dan dua sepeda motor Honda Vario serta Honda Scoopy terjadi ketika mobil berusaha mendahului truk dari sisi kiri namun kehilangan kendali karena roda kiri keluar dari badan jalan, sehingga oleng ke kanan dan bertabrakan dengan motor yang datang dari arah berlawanan. Personel Satlantas yang segera tiba di lokasi tidak hanya fokus pada evakuasi dan penanganan medis, tetapi juga mengamankan arus lalu lintas untuk mencegah kecelakaan susulan yang dapat menambah korban di jalan raya yang cukup padat tersebut.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri keberadaan truk yang disebut ikut dalam kronologi kejadian, sementara barang bukti dua motor diamankan di Polsek Warujayeng dan mobil Taruna di Mako Satlantas. Dengan semangat gotong royong yang terpancar dari warga dan kesigapan petugas, diharapkan proses penyelidikan berjalan tuntas dan para pengguna jalan semakin sadar bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus diutamakan di setiap perjalanan.(Avs)

Dari Kotoran Domba ke Pupuk Organik, Bhabinkamtibmas Patranrejo Dorong Peternakan Ramah Lingkungan


Nganjuk- Di balik kandang-kandang domba yang berdiri di Desa Patranrejo, Kecamatan Berbek, tersimpan potensi besar yang sering terabaikan, yaitu limbah kotoran ternak yang jika dikelola dengan tepat dapat menjelma menjadi pupuk organik berkualitas tinggi, itulah yang mendorong Aipda Puguh Rianto, Bhabinkamtibmas Polsek Berbek, pada Kamis (30/7/2026) untuk tidak hanya memantau keamanan ternak tetapi juga mengedukasi peternak tentang pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa sektor peternakan dan pertanian adalah dua roda penggerak ketahanan pangan yang harus berjalan seiring, di mana limbah peternakan dapat menjadi solusi pupuk alami bagi lahan pertanian di sekitar.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pengelolaan limbah peternakan yang baik tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan seperti bau dan pencemaran air, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi peternak melalui penjualan pupuk organik yang semakin diminati. Aipda Puguh dalam dialognya dengan para peternak tidak hanya membahas cara mengamankan kandang dari pencurian, tetapi juga memberikan wawasan tentang teknik pengolahan kotoran domba menjadi kompos yang kaya unsur hara, sehingga peternak dapat memanfaatkannya sendiri untuk lahan pertanian atau menjualnya sebagai sumber pendapatan tambahan. Pendekatan holistik ini mengubah pandangan peternak bahwa limbah bukanlah masalah tetapi peluang.


Kapolsek Berbek AKP Darminto, S.H., menambahkan bahwa Polsek Berbek berkomitmen untuk mendorong terciptanya ekosistem peternakan yang berkelanjutan, di mana produktivitas ternak meningkat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan sekitar. Dengan sinergi antara keamanan ternak dan pengelolaan limbah yang bijak, diharapkan peternakan domba di Desa Patranrejo menjadi contoh bahwa usaha peternakan dapat berjalan harmonis dengan alam, memberikan manfaat ekonomi bagi peternak, mendukung pertanian organik, dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional yang lebih sehat dan berkelanjutan.(Avs)

Bukan Sekadar Melihat Tanaman, Bhabinkamtibmas Loceret Dampingi Petani dari Bibit Hingga Panen


Nganjuk- Di tengah hamparan lahan jagung yang mulai menghijau di Desa Loceret, Aiptu Heri Santoso, S.H., Bhabinkamtibmas Polsek Loceret, tidak hanya sekadar melintas dan melihat pertumbuhan tanaman, tetapi benar-benar berdialog mendalam dengan para petani tentang berbagai aspek yang memengaruhi hasil panen, mulai dari perawatan, kebutuhan pupuk, hingga ketersediaan air pada Kamis (30/7/2026). Langkah ini merupakan wujud nyata arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan Polri hadir sebagai mitra petani, bukan sekadar pengawas yang datang dan pergi tanpa meninggalkan dampak berarti bagi kesejahteraan masyarakat.


AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pendampingan di sektor pertanian harus menyeluruh dan berkelanjutan, karena tantangan yang dihadapi petani tidak hanya terbatas pada hama atau cuaca, tetapi juga akses terhadap sarana produksi dan informasi yang tepat. Dalam kunjungannya, Aiptu Heri tidak hanya mencatat kondisi fisik tanaman jagung, tetapi juga menggali kendala yang dihadapi petani seperti keterbatasan pupuk dan irigasi, sehingga Polsek Loceret dapat membantu mengoordinasikan solusi dengan instansi terkait. Dialog yang berlangsung santai namun substansial ini membuat petani merasa didengar dan didukung, tidak hanya secara keamanan tetapi juga dalam aspek teknis pertanian.


Kapolsek Loceret AKP Triyono, S.H., menambahkan bahwa Polsek Loceret berkomitmen menjadikan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan yang tidak hanya menjaga kamtibmas tetapi juga menjadi jembatan informasi antara petani dan pemerintah. Dengan pendekatan holistik yang mencakup pemantauan rutin, identifikasi masalah, dan fasilitasi solusi, diharapkan produktivitas jagung di Desa Loceret terus meningkat, petani semakin sejahtera, dan ketahanan pangan nasional mendapat kontribusi nyata dari desa-desa seperti Loceret yang terus bersemangat mengelola lahannya.(Avs)

Di Tengah Hamparan Jagung Desa Pisang, Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo Ingatkan Petani Jaga Kendaraan


Nganjuk- Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan tanaman jagung milik warga Desa Pisang, Kecamatan Patianrowo, Aiptu Gatot Widodo, Bhabinkamtibmas setempat, tidak hanya sibuk memantau pertumbuhan tanaman pangan, tetapi juga menyelipkan pesan penting tentang keamanan kendaraan yang sering kali terlupakan oleh petani saat asyik menggarap sawah pada Kamis (30/7/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan peran Bhabinkamtibmas tidak sekadar mendampingi ketahanan pangan, tetapi juga memastikan situasi kamtibmas yang kondusif agar aktivitas pertanian berjalan tanpa gangguan.


Aiptu Gatot yang berjibaku dengan para petani binaannya tidak hanya berdialog tentang perawatan jagung dan kondisi lahan, tetapi juga memberikan imbauan konkret agar sepeda motor diparkir di tempat yang mudah diawasi dan selalu dikunci setang serta menggunakan kunci pengaman tambahan. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa pendampingan kepada petani harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi pencurian, karena kelalaian kecil seperti meninggalkan kendaraan tanpa kunci ganda dapat mengundang niat jahat dan merusak ketenangan para petani yang sedang fokus mengolah lahan.


Kapolsek Patianrowo AKP Edy Suwanda menambahkan bahwa jajarannya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam menyelaraskan program ketahanan pangan dengan edukasi kamtibmas yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Dengan sinergi antara pemantauan tanaman dan imbauan keamanan, para petani di Desa Pisang diharapkan dapat bekerja lebih tenang tanpa rasa khawatir terhadap kendaraan yang ditinggalkan, sehingga produktivitas pertanian meningkat dan situasi kamtibmas tetap terjaga di tengah kesibukan musim tanam.(Avs)

Menjaga Ketahanan Energi dari Tuban, Baharkam Polri dan PT TPPI Gelar Audit Resertifikasi Sistem Pengamanan


Tuban- Di tengah hiruk-pikuk operasional kilang petrokimia yang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional, Tim Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri resmi memulai kegiatan resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan di PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama pada Selasa (28/07/2026), sebuah langkah strategis yang menegaskan bahwa keamanan objek vital nasional tidak pernah mengenal kata final. Rangkaian audit yang dijadwalkan berlangsung intensif ini dimulai dengan opening meeting di Ruang Rapat PT TPPI, di mana suasana kebersamaan terpancar melalui pemutaran profil perusahaan, safety induction, hingga prosesi penyerahan cinderamata dan foto bersama yang merefleksikan sinergi erat antara kepolisian dan sektor industri.


General Manager PT TPPI, Hendra Kurniawan Wijaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa implementasi Sistem Manajemen Pengamanan telah bertransformasi dari sekadar kewajiban regulasi menjadi kebutuhan dasar yang menyangga kelancaran produksi. Ia menyebutkan bahwa audit resertifikasi ini disambut antusias karena menjadi sarana evaluasi objektif yang membantu perusahaan mengidentifikasi celah dan meningkatkan standar keamanan secara berkelanjutan. Di sisi lain, Kombes Pol. Aditya Surya Dharma selaku Ketua Tim Audit menekankan bahwa sistem pengamanan di objek vital nasional harus terus diuji dan diperbarui seiring perkembangan potensi ancaman modern, karena kelalaian sekecil apa pun dapat berdampak besar pada stabilitas pasokan energi nasional.


Usai pembukaan, tim bergerak cepat melakukan tinjauan lapangan ke area-area vital seperti Command Center, kawasan Pelabuhan (Dermaga), dan Central Control Building yang menjadi jantung operasional pabrik, dilanjutkan dengan wawancara mendalam dan pemeriksaan dokumen hingga pukul 18.00 WIB. Fokus utama hari pertama menyasar Elemen Komitmen dan Kebijakan serta Elemen Pola Pengamanan, dengan melibatkan tim internal Polri dan perwakilan eksternal dari PT Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga. Dengan berjalannya audit yang aman dan tertib, sinergi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan industri strategis adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga ketahanan energi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Indonesia.(Avs)

Dari Tiga Titik Kejahatan Hingga Satu Tersangka, Polres Bondowoso Ungkap Modus AF


Bondowoso- Dini hari yang sunyi di Kabupaten Bondowoso berubah menjadi rangkaian aksi kriminal ketika seorang pemuda berusia 18 tahun berinisial AF nekat mendatangi tiga lokasi berbeda dalam kurun waktu kurang dari dua jam. Satreskrim Polres Bondowoso berhasil mengamankan tersangka pada Selasa (28/7/2026) dini hari setelah laporan warga dan petugas keamanan yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar DRK Cafe & Resto, Jalan Ki Ronggo, Kelurahan Blindungan.


Perjalanan kriminal AF dimulai sekitar pukul 01.00 WIB di Kantor Kelurahan Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel, dengan merusak gembok dan silinder kunci pintu menggunakan obeng. Namun upaya pertamanya gagal total karena tidak menemukan barang berharga di dalam ruangan. Tidak puas, sekitar pukul 01.39 WIB ia berpindah ke ATM BRI Unit Tegalampel. Petugas keamanan yang mendengar suara mencurigakan dari pintu belakang langsung menghubungi teknisi mesin ATM, sementara AF kesulitan mencongkel brankas mesin dan akhirnya pergi dengan tangan hampa.


Aksi nekatnya berlanjut ke DRK Cafe & Resto sekitar pukul 02.30 WIB, dan di sinilah peruntungannya berakhir. Polisi yang bergerak cepat berhasil menangkap AF lengkap dengan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMAX 155, helm, jaket hitam, celana pendek hitam, gembok, dan uang tunai Rp250.000. Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa tersangka bertindak sendiri dan membantah isu duel dengan petugas keamanan BRI, yang ternyata tidak berdasar setelah dilakukan konfrontasi dan pemeriksaan mendalam. Dengan ancaman pasal berlapis, AF kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.(Avs)

Wakapolri Kukuhkan Pengurus KBPP Polri, Dorong SDM Unggul Hadapi Tantangan Global


Jakarta- Pengukuhan Pengurus Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Masa Bakti 2026–2031 oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Gedung Bhakti Dharma Waspada, Rabu (29/7), menjadi tonggak awal bagi organisasi keluarga besar Polri untuk memperkuat perannya dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Momen ini tidak sekadar seremonial pergantian kepengurusan, melainkan panggilan strategis untuk menjawab berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, kecerdasan buatan, hingga keamanan siber. Dengan pengukuhan ini, KBPP Polri siap menjadi mitra strategis Polri dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.


Wakapolri dalam arahannya menegaskan bahwa dunia saat ini menghadapi perubahan yang sangat dinamis, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan memiliki karakter kebangsaan yang kokoh. Ia menyoroti pentingnya KBPP Polri untuk terus berinovasi dan menghadirkan program-program yang mampu memperkuat literasi digital, kepedulian sosial, serta kewirausahaan di kalangan keluarga besar Polri. Dengan pendekatan human-centered policing dan evidence-based policing yang tengah dijalankan Polri, KBPP Polri diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membangun karakter generasi muda yang siap menghadapi era disruptif.


Ketua Umum KBPP Polri AH Bimo Suryono memaparkan bahwa kepengurusan baru telah mengantongi pengesahan dari Kementerian Hukum, sehingga memiliki landasan legal yang kuat untuk menjalankan organisasi secara profesional dan akuntabel. Ia memperkenalkan jajaran pengurus inti yang berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari pemerintahan, akademisi, dunia usaha, hingga tokoh muda keluarga besar Polri. Keberagaman ini, menurutnya, menjadi modal besar bagi KBPP Polri untuk membangun kolaborasi lintas sektor, menghadirkan gagasan segar, serta memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat dan pembangunan nasional.


Wakapolri menyampaikan tiga arah kebijakan utama bagi kepengurusan baru, yakni penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga besar Polri melalui UMKM dan kewirausahaan, pembangunan tata kelola organisasi yang profesional dan berbasis digital, serta penguatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, KBPP Polri diharapkan mampu menjadi rumah bersama yang produktif bagi putra-putri keluarga besar Polri untuk berkarya dan mengabdi. Wakapolri optimistis bahwa dengan pengukuhan ini, KBPP Polri akan semakin maju dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.(Avs)

Selasa, 28 Juli 2026

Bayar Pajak Kendaraan Kini Semakin Mudah, Satlantas Polres Nganjuk Hadir di Mal Pelayanan Publik


Nganjuk- Kini masyarakat Nganjuk tak perlu lagi repot mengurus pajak kendaraan di kantor Samsat yang jauh, karena Satlantas Polres Nganjuk telah membuka gerai pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji pada Rabu (29/7/2026). Langkah inovatif ini merupakan bagian dari program Polantas Menyapa yang mengusung konsep pelayanan terpadu, di mana masyarakat bisa mengurus berbagai keperluan administrasi sekaligus dalam satu lokasi yang strategis dan nyaman. Dengan hadirnya gerai Samsat di MPP, wajib pajak kini memiliki alternatif praktis untuk memenuhi kewajibannya tanpa harus kehilangan banyak waktu.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pembukaan gerai Samsat di Mal Pelayanan Publik adalah wujud nyata komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau, cepat, dan menyenangkan bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya mempermudah proses pembayaran pajak kendaraan, tetapi juga mendorong kepatuhan wajib pajak dengan menghilangkan hambatan geografis dan administratif yang kerap menjadi keluhan selama ini. Kehadiran Polri di pusat pelayanan publik menjadi bukti bahwa institusi kepolisian terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis.


Masyarakat yang datang ke MPP Nyawiji kini dapat memanfaatkan momen tersebut untuk membayar pajak kendaraan bermotor di sela-sela mengurus dokumen kependudukan, perizinan, atau keperluan administrasi lainnya. Sistem pelayanan yang terintegrasi ini menjadikan waktu masyarakat lebih efektif dan efisien, karena semua kebutuhan administratif bisa diselesaikan dalam satu kunjungan tanpa harus berpindah tempat. Gerai Samsat yang dikelola petugas profesional ini siap melayani dengan ramah dan cepat, memberikan pengalaman baru dalam berurusan dengan pajak kendaraan.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan bahwa gerai Samsat di MPP merupakan terobosan strategis untuk menjemput kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan publik yang praktis dan dekat dari jangkauan. Harapannya, semakin banyak wajib pajak yang memanfaatkan fasilitas ini, sehingga tingkat kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan di Kabupaten Nganjuk terus mengalami peningkatan signifikan. Satlantas Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus berinovasi melalui program Polantas Menyapa demi mewujudkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan humanis di segala lini.(Avs)

Dua Komoditas Sekali Gerak, Bhabinkamtibmas Gondang Kawal Jagung dan Bawang Merah


Nganjuk- Keberagaman tanaman di satu lahan menjadi strategi cerdas petani Desa Gondang dalam menghadapi dinamika pasar sekaligus menjaga stabilitas pangan. Menjawab kebutuhan pendampingan yang komprehensif, Bhabinkamtibmas Aipda Heru Sugiharto melaksanakan pemantauan langsung terhadap tanaman jagung dan bawang merah milik warga binaannya pada Rabu (29/7/2026). Langkah ini tidak hanya memastikan kondisi fisik tanaman, tetapi juga membuka ruang dialog tentang tantangan perawatan di tengah musim yang terus berubah.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa variasi komoditas pertanian merupakan benteng penting bagi ketahanan pangan nasional yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, pendampingan yang konsisten dari Bhabinkamtibmas akan membantu petani mengoptimalkan setiap jengkal lahan, sehingga jagung dan bawang merah bisa tumbuh berdampingan dengan produktivitas maksimal. Dukungan penuh Polri diharapkan mampu mendorong semangat petani untuk terus berinovasi dalam bercocok tanam.


Selama peninjauan, Aipda Heru Sugiharto tak sekadar mengamati daun dan umbi, tetapi juga terlibat dalam percakapan hangat dengan para petani seputar pengendalian hama dan perawatan rutin. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lahan dari gulma serta memastikan sirkulasi udara yang baik agar kedua komoditas tersebut tidak saling mengganggu pertumbuhan. Selain itu, ia juga mengajak seluruh warga untuk mempererat solidaritas antarpetani dan menjaga keamanan lingkungan sebagai fondasi keberhasilan bersama.


Kapolsek Gondang AKP Sugino menegaskan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas dalam sektor pertanian akan terus dioptimalkan demi mendukung program strategis pemerintah. Harapannya, budidaya jagung dan bawang merah di Desa Gondang tidak hanya bertahan, tetapi berkembang pesat dengan hasil panen yang melimpah dan bernilai ekonomi tinggi. Ketahanan pangan yang kuat di tingkat desa, kata dia, akan menjadi pilar utama kesejahteraan masyarakat Kecamatan Gondang secara keseluruhan.(Avs)

Jagung Muda di Sukorejo Terus Dipantau, Bhabinkamtibmas Pastikan Air Cukup di Musim Kemarau


Nganjuk- Di tengah teriknya musim kemarau, Brigadir Riyan Lufi, Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo, Polsek Loceret, dengan saksama memantau lahan jagung muda milik warga binaannya, Rabu (29/7/2026). Fokus utamanya bukan hanya pada pertumbuhan tanaman yang baru muncul, tetapi juga pada ketersediaan air yang menjadi nyawa bagi jagung di fase awal kehidupannya. Dengan langkah pasti, ia menyusuri petak-petak lahan, berdialog hangat dengan petani, dan memastikan bahwa irigasi berjalan lancar agar tanaman tidak mengalami stres kekeringan yang dapat menggagalkan panen.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa fase awal pertumbuhan jagung adalah masa kritis yang sangat menentukan keberhasilan panen. Kekurangan air pada periode ini dapat menyebabkan tanaman kerdil, bunga gagal terbentuk, dan produktivitas anjlok drastis. Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas, Polres Nganjuk berkomitmen untuk memastikan para petani mendapatkan perhatian dan solusi atas kendala teknis di lapangan, terutama dalam menjaga kecukupan air di tengah musim kemarau yang menantang.


Kapolsek Loceret AKP Triyono menambahkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada pemantauan, tetapi juga mencakup edukasi tentang manajemen air dan perawatan tanaman secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang akrab dan komunikatif, Brigadir Riyan terus mendorong petani untuk menjaga saluran irigasi dan memanfaatkan sumber air secara bijak. Kehadiran Polri di lahan pertanian menjadi bukti bahwa mendukung ketahanan pangan adalah bagian dari pengabdian kepada rakyat, dan dari Sukorejo, harapan akan panen jagung yang melimpah terus dipupuk bersama. (Avs)

Lahan Sela di Garu Berbuah Cabe dan Pakan Ternak, Bhabinkamtibmas Turun Pantau


Nganjuk- Di sela-sela kesibukan rutin menjaga keamanan, Aiptu Wahyu Tri P., Bhabinkamtibmas Desa Garu, menyempatkan diri meninjau lahan pertanian warga binaannya yang ditanami cabai dan rumput gajah, Rabu (29/7/2026). Langkah ini merupakan bagian dari penggerakan ketahanan pangan yang diinisiasi Polsek Baron, di mana lahan sela yang selama ini kurang produktif kini disulap menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus penyangga ketersediaan pakan ternak. Di bawah terik matahari Nganjuk, ia berjalan di antara barisan tanaman, berdialog dengan petani tentang perawatan dan strategi optimalisasi lahan agar hasil panen semakin melimpah.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa optimalisasi lahan melalui sistem tanam sela adalah terobosan efektif untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan. Dengan menanam cabai, warga tidak hanya mendapatkan komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memanfaatkan rumput gajah yang menjadi pakan murah bagi ternak. Kombinasi ini, menurutnya, menciptakan siklus pertanian-peternakan yang saling menguntungkan dan memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan di tingkat desa. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah lahan pertanian menjadi jembatan antara program kepolisian dengan kebutuhan riil masyarakat.


Kapolsek Baron AKP Oofy Adycta Septandra menambahkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada keamanan, tetapi meluas ke pendampingan ekonomi warga. Ia berharap masyarakat Desa Garu semakin termotivasi untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia dengan komoditas produktif, karena keberhasilan di sektor pertanian akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan. Dukungan Polsek Baron terhadap program ketahanan pangan nasional ini diwujudkan melalui pemantauan rutin dan dialog langsung dengan petani, memastikan bahwa setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi.


Melalui pendekatan humanis dan sentuhan langsung ke masyarakat, Polres Nganjuk menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak hanya tentang patroli atau razia, tetapi juga tentang hadir dalam setiap aspek kehidupan warga. Lahan sela di Desa Garu yang kini hijau oleh cabai dan rumput gajah adalah bukti nyata kolaborasi antara polisi, petani, dan pemerintah desa dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dengan semangat gotong royong dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan program ini dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk, menjadikan setiap lahan yang terabaikan sebagai aset produktif yang menyejahterakan rakyat. (Avs)

Ancaman Spekulasi Liar, Anggota DPR Desak Polda Metro Jaya Segera Buka Fakta Kematian Sutrimo


Jakarta- Anggota Panja Pengawasan Komisi III DPR RI, Teuku Ibrahim, melontarkan peringatan keras kepada Polda Metro Jaya agar tidak membiarkan kasus kematian Sutrimo, kepala rumah tangga mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, berlarut-larut tanpa kejelasan. Ia menilai setiap hari yang berlalu tanpa informasi resmi dari kepolisian hanya akan memperparah spekulasi di ruang publik dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Legislator Senayan itu menuntut langkah cepat, berani, dan transparan dari penyidik, karena kasus ini telah menjadi perhatian nasional yang tidak bisa ditangani dengan cara setengah-setengah.


Teuku Ibrahim menegaskan bahwa penyelidikan harus dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan bukti ilmiah dan hasil akhir yang dibuka terang-benderang kepada publik. Ia meminta kepolisian untuk tidak ragu mengumumkan hasilnya, baik itu kesimpulan tidak ada unsur pidana maupun temuan adanya tindak kejahatan yang harus diproses. Jika terbukti ada pelaku, ia meminta agar ditindak tegas tanpa pandang bulu, namun jika sebaliknya, pengumuman resmi dan akuntabel wajib dilakukan untuk mengakhiri simpang siur yang meresahkan. Baginya, kepastian hukum adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam kasus sekaliber ini.


Anggota DPR asal Aceh itu juga menyoroti pentingnya integritas penyidik dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal yang mungkin muncul mengingat latar belakang kasus yang terkait dengan mantan pejabat tinggi kejaksaan. Ia mengingatkan bahwa aparat kepolisian harus bekerja profesional dan independen, tidak goyah oleh kepentingan pihak mana pun, karena publik sedang mengawal ketat setiap langkah proses hukum. Teuku Ibrahim mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan kasus, namun juga menghormati prosedur yang berjalan selama kepolisian menunjukkan kinerja yang terbuka dan akuntabel.


Dengan nada tegas dan penuh urgensi, Teuku Ibrahim menutup pernyataannya dengan pesan bahwa hukum tidak boleh dibiarkan mengambang dan keadilan harus ditegakkan secepatnya, baik untuk keluarga korban maupun untuk ketenangan publik yang menunggu jawaban. Kasus Sutrimo, menurutnya, adalah ujian nyata bagi komitmen Polri dalam menegakkan kebenaran tanpa kompromi. Dukungan penuh dari Komisi III DPR diberikan sebagai bentuk pengawasan sekaligus dorongan agar Polda Metro Jaya segera membuka tabir kasus ini secara terang, karena hanya dengan keterbukaan dan ketegasan, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat pulih dan spekulasi liar dapat diakhiri untuk selamanya. (Avs)

Ngopi Sambil Ngobrol Kamtibmas, Strategi Baru Polres Ngawi Dekati Pedagang Pasar


Ngawi- Di balik hiruk-pikuk transaksi jual beli di Pasar Krompol, Desa Mojo, Kecamatan Bringin, Rabu (29/7/2026), ada suasana berbeda yang menyapa para pedagang dan pengunjung. Satbinmas Polres Ngawi hadir membawa program Pojok Kamtibmas yang tidak hanya menyampaikan pesan keamanan, tetapi juga menyuguhkan kopi dan makanan ringan gratis sebagai jembatan keakraban. Inilah cara baru kepolisian mendekati masyarakat: bukan dengan razia atau himbauan keras, melainkan dengan obrolan santai di sela-sela aktivitas warga yang sedang berdagang atau berbelanja.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kasat Binmas AKP Agus Purwanto menegaskan bahwa kehadiran polisi di pasar bukan sekadar formalitas, melainkan upaya membangun komunikasi yang lebih manusiawi dengan warga. Di tengah kesibukan pasar, personel Satbinmas menyisipkan pesan-pesan kamtibmas yang mudah dicerna, mulai dari kewaspadaan terhadap pencopetan, pentingnya menjaga barang berharga, hingga peran aktif warga dalam melaporkan kejadian mencurigakan. Pendekatan yang hangat ini diharapkan membuat masyarakat tidak sungkan untuk berbagi informasi atau sekadar bertanya seputar keamanan lingkungan.


Yang membuat program ini istimewa adalah perhatian Polres Ngawi pada kebutuhan dasar warga yang sedang beraktivitas. Dengan menyediakan kopi dan camilan, polisi menghancurkan sekat formal antara aparat dan masyarakat, menciptakan ruang dialog yang cair dan terbuka. Tidak ada lagi kesan menakutkan atau menggurui; yang ada adalah pertemuan dua saudara yang sama-sama peduli pada keamanan kampung halaman. Bahkan, di sela-sela acara, petugas juga mengingatkan layanan Call Center 110 bebas pulsa yang siap dihubungi kapanpun dalam kondisi darurat, memastikan setiap warga tahu cara cepat mendapatkan bantuan kepolisian.


Pojok Kamtibmas di Pasar Krompol ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan bukan pekerjaan polisi sendirian, melainkan hasil kolaborasi aktif antara aparat dan masyarakat. Dengan meningkatkan kewaspadaan bersama, memupuk kepedulian terhadap situasi sekitar, dan membangun komunikasi tanpa sekat, Polres Ngawi optimis menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Tidak ada yang lebih berharga daripada ketenangan saat beraktivitas, dan melalui program ini, polisi dan warga sama-sama berkomitmen menjaga agar Pasar Krompol tetap menjadi tempat yang nyaman untuk mencari rezeki dan berinteraksi sosial. (Avs)

Senin, 27 Juli 2026

Nilai Langsung Tampil di Layar, 350 Catar Lolos Akpol 2026 Lewat Seleksi Transparan


Semarang- Untuk pertama kalinya, para calon taruna Akademi Kepolisian bisa melihat nilai ujian mereka langsung di layar komputer masing-masing begitu tes usai. Sistem Computer Assisted Test berstandar olimpiade yang diterapkan SSDM Polri dalam seleksi Akpol 2026 membawa angin segar transparansi, di mana 404 peserta yang lolos ke tingkat pusat harus berhadapan dengan soal Tes Potensi Akademik setara kompetisi sains internasional. Dari jumlah tersebut, hanya 350 calon terbaik—320 taruna dan 30 taruni—yang dinyatakan berhak mengenakan seragam abu-abu polisi setelah melalui sidang penetapan kelulusan di Auditorium Cendekia Akpol, Semarang, Senin (27/7).


Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Dr. Anwar menegaskan bahwa seleksi tahun ini menjadi tonggak penting dalam rekrutmen perwira Polri. Dengan komposisi penilaian yang proporsional—30 persen TPA, 30 persen Bahasa Inggris, 30 persen kesamaptaan jasmani, dan 10 persen penampilan—Polri memastikan bahwa yang lolos bukan hanya cerdas secara akademik tetapi juga bugar fisik dan memiliki mental kepemimpinan. Empat peserta berhasil meraih nilai TPA tertinggi 80, sementara empat lainnya mencatat nilai Bahasa Inggris puncak 82, menunjukkan bahwa persaingan tahun ini sangat ketat dan kompetitif.


Yang membuat seleksi ini istimewa adalah keterlibatan lembaga independen dalam pengawasan, mulai dari Ombudsman RI, Setara Institute, Centra Initiative, Amnesty International Indonesia, hingga Komisi Percepatan Reformasi Polri. Prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) menjadi pegangan utama, di mana seluruh nilai peserta tidak hanya ditampilkan secara real-time, tetapi juga dicetak dalam satu dokumen dan ditandatangani bersama. Ghyna Islamiati Ramly, salah seorang calon taruni asal Palu, mengaku sempat kewalahan dengan soal berstandar olimpiade, tetapi ia sangat mengapresiasi keadilan proses yang tidak membedakan latar belakang peserta.


Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam pembekalannya menekankan bahwa pendidikan di Akpol adalah fondasi melahirkan pemimpin Polri masa depan yang presisi, humanis, dan adaptif terhadap teknologi. Ia mengingatkan bahwa tantangan keamanan ke depan semakin kompleks, sehingga perwira muda tidak cukup hanya unggul secara intelektual, tetapi juga harus berkarakter kuat dan berintegritas. Dengan sistem seleksi yang semakin modern dan transparan ini, Polri optimis mencetak generasi perwira yang siap mengabdi dan dipercaya masyarakat. (Avs)

Bukan Sekadar Peringatan, Ini Panggilan Darurat Lindungi Anak dari Ancaman Digital


Surabaya- Setiap tahun kita memperingati Hari Anak Nasional, tetapi pertanyaannya adalah sudahkan kita benar-benar memberikan perlindungan maksimal bagi mereka? Kombes Pol Dr. Ganis Setyaningrum, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Timur, mengingatkan bahwa anak adalah investasi terbesar bangsa yang saat ini menghadapi ancaman jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Di era serba digital, ancaman tidak lagi datang dari kekerasan fisik semata, tetapi juga perundungan dunia maya, eksploitasi konten, hingga kejahatan siber yang mengintai setiap saat melalui gawai di tangan mereka sendiri.


Mengusung tema "Semangat Jogo Jawa Timur, Lindungi Anak Menuju Indonesia Emas", Polda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak kolektif. Perlindungan anak, tegas Kombes Ganis, bukanlah pekerjaan rumah bagi aparat kepolisian semata. Orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, media, hingga dunia usaha memiliki porsi tanggung jawab yang sama besar. Konsep "Jogo" yang diusung bukan berarti bersikap protektif berlebihan, tetapi menciptakan ekosistem aman di mana anak-anak dapat tumbuh, belajar, dan berkreasi tanpa rasa takut akan kekerasan maupun eksploitasi.


Polda Jatim melalui Ditres PPA dan PPO tidak hanya mengandalkan pendekatan represif, tetapi juga memperkuat upaya preventif dengan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Kombes Ganis menekankan bahwa kolaborasi dengan pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya tindak pidana sejak dini, jauh sebelum korban berjatuhan. Kasus kekerasan terhadap anak sering kali terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak-hak anak dan minimnya keberanian korban untuk bersuara.


Kepada anak-anak yang mungkin menyaksikan atau mengalami kekerasan, Kombes Ganis menyampaikan pesan penuh keberanian: jangan takut melapor, negara hadir untuk melindungi. Momentum Hari Anak Nasional ini harus dijadikan pengingat bahwa masa depan Indonesia Emas 2045 hanya akan terwujud jika generasi penerus hari ini dijaga, dilindungi, dan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Jogo anak-anak kita, jogo masa depan bangsa, karena anak yang terlindungi adalah fondasi Indonesia yang maju dan bermartabat. (Avs)

Satresnarkoba Polres Nganjuk Bekuk Pria Kediri, Sita 11,14 Gram Sabu di Kamar Kos


Nganjuk- Tim Satresnarkoba Polres Nganjuk kembali mencatatkan pengungkapan kasus narkotika dengan mengamankan seorang pria berinisial TW (42), warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, di sebuah kamar kos di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, pada Selasa (21/7). Petugas menyita barang bukti dua paket sabu dengan berat bruto 11,14 gram, terdiri dari satu paket 10 gram dan satu paket 1,14 gram, yang disimpan di bawah kipas angin di lantai kamar. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti komitmen Polres Nganjuk dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.


Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Hafid Dian Maulidi menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan intensif di wilayah Tanjunganom yang diduga menjadi lokasi transaksi narkotika. Saat penggeledahan, petugas menemukan dua paket sabu dan satu unit timbangan digital yang disimpan di bawah kipas angin, sementara telepon genggam Oppo A5i Pro warna ungu ditemukan di atas kasur dan sepeda motor Honda Megapro warna hitam di area parkir kos. Barang bukti yang diamankan mengindikasikan adanya aktivitas peredaran narkotika yang cukup signifikan.


Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa jajarannya akan terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran narkotika, terutama terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan pengedar. Dari hasil pemeriksaan, terduga pelaku mengaku memperoleh sabu dari seseorang yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Keterangan tersebut masih terus didalami oleh tim penyidik untuk mengungkap jaringan pemasok dan memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya.


Saat ini terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Nganjuk untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut. Dengan pengungkapan ini, Polres Nganjuk kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas narkotika, sekaligus mengirimkan peringatan tegas bahwa tidak ada tempat aman bagi pengedar narkoba di Kabupaten Nganjuk.(Avs)

Sebelum Ujian Praktik, Aipda Andik Sujatmiko Bekali Pemohon SIM agar Siap dan Percaya Diri


Nganjuk- Suasana berbeda terasa di Satpas SIM Polres Nganjuk pada Selasa (28/7) ketika Aipda Andik Sujatmiko memberikan pembekalan khusus kepada para pemohon SIM roda dua dan roda empat yang akan mengikuti ujian praktik. Bukan sekadar menunggu giliran, para peserta mendapatkan arahan mendalam tentang teknik dasar mengemudi, cara melewati lintasan ujian dengan benar, serta berbagai kesalahan yang sering dilakukan peserta. Program Polantas Menyapa ini menjadi jembatan antara kegugupan dan keyakinan, memastikan setiap pemohon tidak hanya siap secara teknis tetapi juga mental.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pelayanan penerbitan SIM tidak hanya berfokus pada proses administrasi, tetapi juga memastikan setiap pemohon memiliki kemampuan berkendara yang aman dan sesuai ketentuan. Menurutnya, melalui pembekalan sebelum ujian praktik, Polri ingin membantu masyarakat memahami prosedur yang benar sehingga mereka lebih siap saat mengikuti ujian. Harapannya, para pemohon tidak hanya berhasil memperoleh SIM, tetapi juga menjadi pengendara yang disiplin dan mengutamakan keselamatan di jalan raya.


Dalam pelaksanaannya, Aipda Andik Sujatmiko memberikan penjelasan secara rinci tentang teknik pengendalian kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, serta tips menghindari kesalahan fatal yang sering dilakukan peserta. Para pemohon juga diberi kesempatan untuk bertanya, sehingga setiap keraguan dapat terjawab sebelum mereka memasuki lintasan ujian. Pendekatan yang humanis ini membuat peserta merasa lebih tenang dan percaya diri, karena mereka tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang diharapkan oleh penguji.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menambahkan bahwa pembekalan sebelum ujian praktik merupakan bentuk pelayanan humanis yang terus dikembangkan Satlantas Polres Nganjuk. Dengan pendampingan ini, peserta memahami standar kompetensi yang harus dimiliki seorang pengemudi dan memiliki kesadaran untuk selalu mengutamakan keselamatan. Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, edukatif, dan humanis guna mencetak pengemudi yang kompeten serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Nganjuk.(Avs)

Bhabinkamtibmas Blongko Pantau Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional


Nganjuk- Di tengah hamparan lahan jagung yang mulai menghijau di Desa Blongko, Aipda Aries, Bhabinkamtibmas Polsek Ngetos, terlihat asyik berdialog dengan para petani pada Selasa (28/7). Langkahnya yang mantap menyusuri pematang sawah menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga turun langsung mendampingi petani dalam setiap tahap pengelolaan lahan. Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Nganjuk dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, sekaligus memastikan bahwa aktivitas pertanian berjalan dengan aman dan produktif.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa tanaman jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sehingga perlu mendapat pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi para petani agar proses budidaya tanaman berjalan optimal. Dengan perawatan yang baik, diharapkan hasil panen meningkat dan mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.


Selama berada di lokasi, Aipda Aries meninjau kondisi pertumbuhan tanaman jagung dan berdialog hangat dengan para petani tentang perawatan tanaman, mulai dari pemupukan, pengairan, hingga pengendalian hama yang dapat mengganggu produktivitas. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lahan dan memanfaatkan sumber daya secara bijak agar hasil panen tetap maksimal. Pendekatan yang humanis ini membuat petani merasa diperhatikan dan didukung penuh oleh aparat kepolisian, sehingga semangat mereka untuk terus merawat tanaman hingga panen semakin berkobar.


Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menambahkan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat di sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Dengan sinergi yang erat antara polisi dan petani, diharapkan produktivitas tanaman jagung di Desa Blongko terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Ngetos. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap langkah, karena pertanian yang maju adalah fondasi dari bangsa yang kuat dan mandiri.(Avs)

Bhabinkamtibmas Tempuran Pantau Pertumbuhan Jagung, Dukung Ketahanan Pangan


Nganjuk- Di tengah hamparan lahan jagung yang mulai menghijau di Desa Tempuran, Aipda Hari Purnomo, Bhabinkamtibmas Polsek Lengkong, terlihat asyik berdialog dengan para petani pada Selasa (28/7). Langkahnya yang mantap menyusuri pematang sawah menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga turun langsung mendampingi petani dalam setiap tahap pengelolaan lahan. Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Nganjuk dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, sekaligus memastikan bahwa aktivitas pertanian berjalan dengan aman dan produktif.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa tanaman jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga memerlukan pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi para petani agar proses budidaya tanaman berjalan optimal. Dengan perawatan yang baik, diharapkan hasil panen dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.


Selama berada di lokasi, Aipda Hari Purnomo meninjau kondisi pertumbuhan tanaman jagung dan berdialog hangat dengan para petani tentang perawatan tanaman, mulai dari pemupukan, pengairan, hingga pengendalian hama yang dapat mengganggu produktivitas. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lahan dan memanfaatkan sumber daya secara bijak agar hasil panen tetap maksimal. Pendekatan yang humanis ini membuat petani merasa diperhatikan dan didukung penuh oleh aparat kepolisian, sehingga semangat mereka untuk terus merawat tanaman hingga panen semakin berkobar.


Kapolsek Lengkong AKP Sugiyono menambahkan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat di sektor pertanian sebagai wujud dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Dengan sinergi yang erat antara polisi dan petani, diharapkan produktivitas tanaman jagung di Desa Tempuran terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Lengkong. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap langkah, karena pertanian yang maju adalah fondasi dari bangsa yang kuat dan mandiri.(Avs)

Bhabinkamtibmas Sukorejo Pantau Kesehatan Kambing, Dukung Ketahanan Pangan


Nganjuk- Di balik kesibukan menjaga keamanan dan ketertiban, Brigadir Riyan Lufi, Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo, Polsek Loceret, menyempatkan diri mengunjungi kandang ternak kambing milik warga binaannya pada Selasa (28/7). Langkahnya yang sigap di antara kandang-kandang yang terawat menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap sektor peternakan yang menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Nganjuk dalam mendampingi masyarakat di berbagai sektor produktif, termasuk peternakan yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di pedesaan.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, sehingga perlu mendapat perhatian melalui pendampingan dan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kebersihan kandang dan kesehatan ternak menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas peternakan, dan Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat agar usaha peternakan dapat berkembang dengan baik. Dengan pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas, diharapkan para peternak semakin sadar akan pentingnya manajemen peternakan yang baik, mulai dari kebersihan lingkungan hingga pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala.


Selama berada di lokasi, Brigadir Riyan Lufi meninjau kondisi kandang dan berdialog hangat dengan peternak tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang cukup dan bergizi, serta pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin untuk mencegah munculnya penyakit. Ia juga mengingatkan bahwa ternak yang sehat akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik, baik dari segi reproduksi maupun kualitas daging dan susu yang dihasilkan. Pendekatan yang humanis ini membuat peternak merasa diperhatikan dan mendapatkan pengetahuan praktis yang dapat mereka terapkan dalam usaha peternakan sehari-hari.


Kapolsek Loceret AKP Triyono menambahkan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat, baik di sektor pertanian maupun peternakan, sebagai wujud dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Dengan sinergi yang erat antara polisi dan peternak, diharapkan usaha peternakan kambing di Desa Sukorejo semakin berkembang dengan ternak yang sehat dan lingkungan kandang yang bersih, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan ketahanan pangan di tingkat lokal. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap langkah, karena peternakan yang maju adalah fondasi dari bangsa yang kuat dan mandiri.(Avs)

Satgas Pangan Polri Kembangkan Bawang Putih di Sembalun, Lahan 534 Hektare Siap Panen


Lombok Timur- Di lereng Gunung Rinjani yang subur, Kecamatan Sembalun kini menjelma menjadi lumbung bawang putih nasional berkat sinergi antara Satgas Pangan Polri dan Kelompok Tani Pusuk Pujata. Program yang dimulai pada 2025 dengan lahan seluas 15 hektare ini kini telah melesat menjadi 534 hektare, dengan varietas unggul Sangga Sembalun dan Lumbu Putih yang mampu berproduksi 20–25 ton per hektare. Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Minggu (26/7) untuk memantau perkembangan sekaligus memberikan dukungan moril kepada para petani yang telah berjuang mewujudkan swasembada bawang putih.


Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan swasembada pangan sebagai target nasional sejak Oktober 2024. Di tengah dinamika geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, ketahanan pangan menjadi fondasi penting bagi ketahanan bangsa. Melalui kerja sama yang erat antara Polri dan petani, program pengembangan bawang putih di Sembalun menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu mengurangi ketergantungan pada impor dan membangun kemandirian pangan dari akar rumput.


Pada Juli 2026, Satgas Pangan Polri melaksanakan panen raya di lahan seluas 105 hektare dengan progres panen mencapai 76 persen atau sekitar 73,5 hektare dan total produksi 1.470 ton. Seluruh hasil panen diproses melalui dua lantai jemur utama serta sejumlah lantai jemur milik mitra Kelompok Tani Pusuk Pujata untuk menjaga kualitas hasil produksi. Langkah ini memastikan bahwa bawang putih yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik dan siap bersaing di pasar domestik, sekaligus mengurangi tekanan impor yang selama ini membebani neraca perdagangan nasional.


Ke depan, Satgas Pangan Polri bersama Kelompok Tani Pusuk Pujata akan terus memperkuat inovasi di sektor pertanian dengan memperkenalkan varietas baru hasil uji genetik bernama HAAS. Varietas ini memiliki keunggulan dapat ditanam di berbagai ketinggian, lebih adaptif terhadap perubahan iklim, serta menghasilkan umbi yang lebih besar dibandingkan varietas sebelumnya. Dengan terobosan ini, Irjen Pol. Helfi Assegaf optimistis pengembangan bawang putih dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia, memperkuat kemandirian pangan nasional, dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia yang tangguh dan berdaulat.(Avs)

 

Top