Jakarta- Seleksi terbuka jabatan Kepala Sekolah Pembentukan Perwira Lemdiklat Polri memasuki babak krusial dengan digelarnya uji kompetensi bidang yang diikuti 13 perwira, Jumat (28/8). Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar secara resmi membuka rangkaian seleksi yang melibatkan tim penguji dari internal Polri dan KemenPAN-RB untuk memastikan objektivitas penilaian. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam menerapkan sistem promosi berbasis merit dan transparansi.
Dari 13 peserta, dua di antaranya berpangkat Brigjen dan 11 lainnya Kombes, semuanya telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi manajerial sebelum tiba di fase ini. Uji kompetensi bidang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis, kepemimpinan, dan kapasitas peserta dalam menjalankan tugas sebagai Kasetukpa, yang bertanggung jawab mencetak perwira-perwira masa depan Polri. "Uji kompetensi ini menjadi bagian penting untuk melihat kemampuan peserta secara lebih mendalam," jelas Anwar.
Tim penguji yang melibatkan Lemdiklat, Itwasum, Bagian Psikologi Kepolisian, dan KemenPAN-RB menunjukkan bahwa proses seleksi tidak hanya diawasi internal tetapi juga mendapat validasi dari lembaga eksternal. Hal ini sejalan dengan PermenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 yang mengatur pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif di lingkungan instansi pemerintah. Pengawasan juga dilakukan oleh Divpropam dan Itwasum untuk menjaga akuntabilitas dan kebersihan proses.
Seleksi yang dimulai sejak 5 Agustus ini menjadi salah satu agenda penting dalam regenerasi kepemimpinan di Lemdiklat Polri, yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan kompetensi perwira. Kasetukpa tidak hanya mengelola sekolah, tetapi juga bertanggung jawab atas kualitas lulusan yang akan menjadi pemimpin di berbagai satuan kerja Polri. Karena itu, pemilihan pejabat harus dilakukan dengan standar yang tinggi dan proses yang kredibel.
Irjen Anwar menegaskan bahwa prinsip profesional, akuntabel, objektif, bersih, dan transparan menjadi pegangan utama dalam seluruh rangkaian seleksi. Ia berharap hasil akhir yang dijadwalkan diumumkan pada September mendatang benar-benar menghasilkan sosok pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. "Ini adalah komitmen Polri untuk terus membangun sistem pengelolaan SDM yang mengedepankan merit dan kualitas," pungkasnya.
Dengan keterlibatan unsur eksternal dan pengawasan yang ketat, Polri menunjukkan bahwa transformasi birokrasi di tubuh kepolisian terus berjalan. Seleksi terbuka Kasetukpa Lemdiklat menjadi contoh konkret bagaimana institusi penegak hukum ini beradaptasi dengan tuntutan good governance di era modern. (Avs)

Posting Komentar