ads

Iklan
LATEST UPDATES

Sabtu, 05 September 2026

Bukan Lele Biasa, Bhabinkamtibmas Sukomoro Justru Temukan Gurame di Pekarangan Warga


Sukomoro– Minggu, 6 September 2026, menjadi hari yang menarik bagi Brigpol Diki Nurfauji saat ia melaksanakan sambang ke rumah warga di Kelurahan Sukomoro. Matanya tertuju pada kolam di halaman depan, dan dalam benaknya ia langsung berkesimpulan bahwa itu adalah kolam lele seperti yang sering ia lihat di desa-desa lain. Namun, setelah mendekat dan mengamati bentuk tubuh serta gerakan ikan di dalam air, ia tersentak kaget karena ternyata itu adalah gurame.


"Maaf Pak, saya kira lele, ternyata gurame—ikan yang harganya jauh lebih menjanjikan," ucap Brigpol Diki dengan nada antusias. Ia lalu berbincang panjang dengan pemilik kolam untuk memahami alasan di balik pilihan komoditas yang membutuhkan kesabaran ekstra tersebut. Dalam perbincangan itu, ia belajar bahwa gurame memerlukan waktu hingga satu tahun untuk panen, berbeda dengan lele yang hanya tiga hingga empat bulan.


Pemilik kolam menjelaskan bahwa meskipun masa panennya lama, ia justru menikmati proses perawatan yang tidak terlalu rumit asalkan rutin mengganti air dan memberi pakan berkualitas. Ia memilih gurame karena harga jualnya yang stabil dan permintaan pasar yang terus ada dari restoran-restoran di kota. "Saya lebih suka menunggu setahun dengan hasil yang memuaskan daripada panen cepat tapi harga naik turun," katanya meyakinkan.


Brigpol Diki mengangguk setuju dan mengakui bahwa pilihan tersebut sangat masuk akal dari sisi keuntungan jangka panjang. Ia juga menyoroti bahwa budidaya gurame di pekarangan rumah adalah bukti nyata bahwa lahan terbatas pun bisa menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan. Menurutnya, warga seperti inilah yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan dari tingkat paling dasar.


Pada kesempatan itu, Brigpol Diki juga mencatat beberapa kendala yang dihadapi peternak, seperti keterbatasan akses bibit unggul dan pakan yang kadang mahal. Ia berjanji akan meneruskan masukan tersebut kepada dinas terkait agar ada solusi yang bisa diberikan untuk mendukung usaha warga. "Kami di sini bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendengar dan membantu," tambahnya.


Kegiatan sambang yang dilakukan pada Minggu itu berakhir dengan kesan positif karena Brigpol Diki berhasil menjalin komunikasi yang hangat dengan warga. Ia berharap ke depannya akan ada lebih banyak warga yang terinspirasi untuk membudidayakan ikan bernilai tinggi seperti gurame. Dengan pendampingan yang terus menerus, bukan hal mustahil Sukomoro akan menjadi sentra gurame perkotaan di masa depan. (Avs)

Posting Komentar

 

Top