Ngluyu- Siapa sangka teras rumah yang sempit bisa disulap menjadi kolam ikan lele yang produktif, itulah yang dilakukan warga Desa Tempuran dengan memanfaatkan kolam terpal di depan rumah mereka. Aipda Hari Purnomo, Bhabinkamtibmas setempat, turun langsung melihat proses budidaya lele yang dimulai dari bibit kecil hingga siap panen, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadirannya di tengah warga menjadi pengingat bahwa kepedulian Polri tidak hanya pada keamanan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.
Proses pemeliharaan lele yang dilakukan warga Tempuran tergolong sederhana namun efektif, dengan perawatan rutin dan pakan yang dikelola secara mandiri. Dalam waktu sekitar empat bulan, ikan lele yang awalnya berukuran 3 sentimeter tumbuh menjadi konsumsi yang siap dijual atau dikonsumsi sendiri. Aipda Hari menyaksikan langsung bagaimana warga dengan penuh semangat merawat kolam-kolam terpal tersebut, menunjukkan bahwa usaha kecil bisa memberikan manfaat besar jika dikelola dengan tekun.
Peternak lele yang ditemui mengungkapkan bahwa mereka memilih budidaya lele karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya besar untuk memulai. Mereka juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan usaha ini ke skala yang lebih besar jika hasil panen terus membaik dan ada lahan tambahan yang tersedia. Dengan dukungan dari Bhabinkamtibmas, mereka merasa lebih percaya diri untuk terus mengembangkan potensi budidaya lele di desa mereka.
Aipda Hari menegaskan bahwa semangat warga Tempuran dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya lele harus terus didukung dan diapresiasi. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi desa-desa lain di Kecamatan Ngluyu untuk turut serta dalam program ketahanan pangan melalui cara-cara kreatif dan sederhana. Dengan kolaborasi antara polisi dan masyarakat, ketahanan pangan dapat terwujud dari tingkat rumah tangga, menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan. (Avs)
.jpeg)
Posting Komentar