ads

Iklan
LATEST UPDATES

Jumat, 07 Agustus 2026

Sempit Bukan Berarti Kalah: Blongko Buktikan Pekarangan Bisa Jadi Lumbung Cabai


Nganjuk- Di balik deretan rumah sederhana Desa Blongko, Sabtu (8/8) terhampar pemandangan mengejutkan: puluhan polybag hijau berisi tanaman cabai yang tumbuh rimbun, membuktikan bahwa lahan sempit bukan akhir dari segalanya. Aipda Aries datang dengan semangat arahan Kapolres Nganjuk untuk memastikan program Pekarangan Pangan Bergizi berjalan optimal, dan ia pun terkesima dengan kreativitas warga yang mampu menyulap sudut-sudut rumah menjadi kebun mini yang produktif. Dari depan rumah hingga belakang dapur, semua dimanfaatkan, bahkan ada yang menggantung pot di pagar tembok untuk mengoptimalkan ruang. Inilah wajah baru ketahanan pangan yang lahir dari kegigihan masyarakat akar rumput.


Berinteraksi dengan para petani pekarangan, Aipda Aries mendapati banyak cerita inspiratif tentang perjuangan merawat cabai di tengah keterbatasan media tanam dan pupuk. Ia mendengar bagaimana seorang nenek berusia 60 tahun masih rajin menyiram dan memupuk tanamannya setiap pagi, karena baginya menanam adalah terapi sekaligus sumber kebahagiaan. Aipda Aries pun turut memberi masukan tentang cara mengatasi hama tanpa pestisida kimia, seperti menggunakan air rendaman tembakau atau daun sirsak yang mudah didapat. Dialog yang terjalin begitu hangat, penuh tawa dan semangat kebersamaan yang sulit dilupakan.


Lebih dari sekadar pemantauan, Aipda Aries menjadikan kegiatan ini sebagai kampanye hidup hemat dan mandiri yang relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Ia menjelaskan bahwa setiap rupiah yang dihemat dari membeli cabai bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti pendidikan anak atau tabungan kesehatan. Ia juga menunjukkan contoh perhitungan sederhana bahwa dari lahan 2 meter persegi pun, warga bisa memanen cabai hingga 2 kilogram per minggu jika dirawat dengan baik. Warga yang semula ragu kini mulai berhitung dan menyadari bahwa kegiatan ini bukan sekadar hobi, tetapi investasi jangka panjang bagi keluarga.


Di penghujung sambangnya, Aipda Aries mengajak seluruh warga untuk saling berbagi hasil panen dan pengalaman, karena ketahanan pangan yang sejati dibangun oleh solidaritas antar tetangga. Ia berharap pekarangan-pekarangan di Desa Blongko terus menghijau dan menghasilkan, tidak hanya cabai tetapi juga sayuran lain yang bernilai gizi tinggi. Ia berkomitmen untuk terus mendampingi warga dengan memberikan informasi terbaru tentang bibit unggul dan teknik pertanian modern yang sederhana. Dengan langkah pasti, ia meninggalkan pesan bahwa dari pekarangan yang sempit, Indonesia bisa membangun masa depan pangan yang lebih cerah. (Avs)

Posting Komentar

 

Top