Mamasa-Kebakaran hutan dan lahan di Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, menghanguskan lima hektare lahan milik warga. Tiga pemilik kebun mengalami kerugian setelah tanaman alpukat, durian, dan nanas mereka ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi Kamis lalu tersebut.
Api pertama kali terlihat oleh anggota Damkar Sumarorong, John Sora, sekitar pukul 02.00 WITA. Pemadaman awal berhasil mengendalikan api pada pukul 04.00 WITA. Namun, sisa bara kembali menyala akibat hembusan angin kencang di siang hari.
Warga melaporkan api membesar kembali pada pukul 11.10 WITA dan merambat ke area lain. Petugas gabungan dari Damkar, Polsek Sumarorong, dan Koramil segera dikerahkan. Satu unit Damkar Polres Mamasa tiba pukul 13.30 WITA untuk memperkuat pemadaman.
Tim BPBD Kabupaten Mamasa turut bergabung dalam upaya penanganan kebakaran. Kerja sama lintas instansi berhasil memadamkan api sepenuhnya pukul 15.30 WITA. Perjuangan panjang selama lebih dari 12 jam akhirnya membuahkan hasil.
Kapolsek Sumarorong IPTU M. Isfan Fajar Satrio menyebut cuaca panas sebagai faktor utama penyebaran api. Semak belukar kering dan angin kencang mempercepat kobaran api meluas. Medan sulit dan keterbatasan selang pemadam menjadi kendala di lapangan.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian manusia seperti puntung rokok sembarangan. Aktivitas pembakaran yang tidak terkendali juga menjadi faktor yang diduga memicu api.
Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino mengimbau masyarakat tidak membakar lahan di musim kemarau. Kesadaran kolektif menjadi kunci mencegah kebakaran hutan dan lahan. Perlindungan lingkungan dan permukiman warga membutuhkan peran aktif semua pihak. (Avs)
.jpeg)
Posting Komentar