ads

Iklan
LATEST UPDATES

Sabtu, 08 Agustus 2026

Bukan Sekadar Nasi Bungkus: Ini Cara Satlantas Polres Gresik Merangkul Hati Warga


Gresik- Jumat (7/8) pagi, di tengah kesibukan lalu lintas Kota Gresik, sekelompok personel Satlantas Polres Gresik memilih untuk menghentikan langkah sejenak dan membagikan bukan hanya nasi bungkus, tetapi juga perhatian dan kehangatan kepada masyarakat yang mereka temui di jalanan. Dipimpin Kanit Kamsel Ipda Andreas, kegiatan Jumat Berkah Berbagi ini menjadi ajang untuk merangkul hati warga melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, melampaui batas-batas peran konvensional polisi lalu lintas yang sering dianggap hanya berkutat dengan pelanggaran dan kemacetan. Rute perjalanan yang dimulai dari Jalan Veteran, melewati Awikoen, Jalan Panglima Soedirman, hingga Rumah Sakit Petrokimia Gresik, dipilih dengan sengaja untuk menjangkau titik-titik di mana banyak masyarakat beraktivitas dan berinteraksi setiap harinya. Dalam setiap pemberian, terjalin percakapan singkat yang meninggalkan kesan mendalam bahwa polisi adalah bagian dari komunitas yang peduli terhadap nasib sesama.


Para penerima bantuan berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pengemudi ojek yang menunggu pesanan, kuli bangunan yang sedang beristirahat, hingga pedagang asongan yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Ipda Andreas dan tim tidak hanya memberikan nasi, tetapi juga menyempatkan diri mendengarkan cerita dan keluhan kecil yang seringkali tidak tersalurkan, menciptakan ruang dialog yang langka di tengah rutinitas kota yang sibuk. Seorang perempuan paruh baya yang berjualan di tepi jalan mengungkapkan rasa terharunya karena jarang ada aparat yang memperhatikan nasib orang kecil seperti dirinya, dan ia merasa dihargai dengan kehadiran mereka hari itu. Kegiatan ini membuktikan bahwa kebaikan tidak harus datang dalam bentuk besar dan spektakuler, tetapi cukup dari secarik nasi dan senyum tulus untuk membuat seseorang merasa dilihat dan diperhatikan.


Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin dalam sambutannya menekankan bahwa filosofi Jumat Berkah Berbagi berakar pada keyakinan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk institusi kepolisian yang memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Ia mengutip peribahasa bahwa "berbagi tidak harus menunggu berlebih," sebuah pengingat bahwa setiap orang, tanpa kecuali, memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang lain, baik itu materi, waktu, atau sekadar perhatian. Program ini juga menjadi simbol bahwa Satlantas tidak hanya peduli pada ketertiban lalu lintas, tetapi juga pada kesejahteraan manusia yang menjadi pengguna jalan itu sendiri. Dengan konsistensi dan ketulusan, ia berharap kegiatan ini akan menginspirasi gerakan-gerakan kebaikan lain di berbagai sektor dan lapisan masyarakat.


Menutup perjalanan berbagi di depan Rumah Sakit Petrokimia Gresik, AKP Nur Arifin menyampaikan harapannya agar semangat berbagi ini terus tumbuh dan berkembang di kalangan personel Satlantas maupun masyarakat luas. Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi dari seberapa banyak kita bisa memberi makna bagi kehidupan orang lain. Dengan langkah ringan dan hati yang penuh, personel Satlantas kembali ke posnya masing-masing, membawa kenangan akan senyum-senyum yang telah mereka ciptakan di sepanjang perjalanan pagi itu. (Avs)

Posting Komentar

 

Top