ads

Iklan
LATEST UPDATES

Kamis, 30 Juli 2026

El Nino Mengancam, Polri Kerahkan 71.728 Personel dan Perkuat Teknologi Lawan Karhutla 2026


Jakarta- Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang diprediksi meningkat drastis seiring fenomena El Nino dan puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026, Polri mengerahkan puluhan ribu personel dan memperkuat sarana operasional dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Ruang Pusdalsis Stamaops Polri, Kamis (30/7), dengan melibatkan jajaran pejabat utama Mabes Polri, kapolda secara virtual, serta perwakilan Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, Basarnas, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Wakapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran harus memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung secara maksimal, karena karhutla bukan hanya ancaman lingkungan tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kelestarian ekosistem nasional.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memaparkan bahwa Polri telah melaksanakan 151 apel kesiapsiagaan, 29 rapat siaga tingkat polda, 180 kegiatan kesiapan lapangan, serta 2.850 kegiatan sosialisasi pencegahan yang melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di berbagai daerah, sementara patroli darat dan perairan telah dilakukan sebanyak 168.500 kali bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat. Pada aspek kekuatan personel, Polri menyiagakan 48.368 personel Sabhara dari total 58 ribu personel yang dimiliki secara nasional dan 23.360 personel Korps Brimob dari total sekitar 61 ribu personel, dengan penerapan sistem rayonisasi antarsatuan kewilayahan untuk mempercepat mobilisasi jika terjadi peningkatan eskalasi kebakaran di wilayah tertentu.


Wakapolri juga memerintahkan pendataan ulang terhadap embung, waduk, kanal, dan sumur bor yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air, serta menyiapkan dukungan anggaran yang dapat diajukan melalui kapolda dan kapolres untuk pemenuhan kebutuhan operasional. Dengan luas lahan terdampak karhutla yang mencapai 107.465 hektare dan lima wilayah dengan titik panas tertinggi di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan, Polri mengoptimalkan empat helikopter water bombing dan command center yang terhubung dengan Kementerian Kehutanan, BNPB, dan Basarnas untuk memantau titik panas secara real time serta memastikan setiap personel memiliki perlengkapan memadai seperti baju tahan api, sepatu tahan api, masker, dan peralatan pemadaman bergerak demi keselamatan mereka di lapangan.(Avs)

Posting Komentar

 

Top