ads

Iklan
LATEST UPDATES

Selasa, 01 September 2026

Siswa MAN 1 Nglawak Belajar Membaca Kecerdasan Buatan dari Polres Nganjuk


Nganjuk- Di sebuah ruang kelas MAN 1 Nglawak, puluhan pasang mata menatap layar proyektor yang menampilkan dua foto hampir identik, satu asli dan satu buatan AI, sebuah latihan membedakan realita dan manipulasi. Kegiatan ini dipandu oleh Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk yang datang dengan satu tujuan utama: melindungi siswa dari jebakan informasi palsu di era serbadigital. Mereka tidak datang dengan wajah tegang, melainkan dengan pendekatan santai namun penuh makna.


Perkembangan AI yang eksponensial telah mengubah cara orang menerima dan memproses informasi, namun tidak semua perubahan itu membawa dampak baik. Tim Trainer mengingatkan bahwa hoaks berbasis AI kini mampu meniru suara, wajah, bahkan ekspresi seseorang dengan presisi tinggi. Jika tidak dibekali literasi yang memadai, siswa bisa dengan mudah menjadi korban atau bahkan pelaku penyebaran fitnah digital tanpa disadari.


Sesi edukasi kali ini juga menyoroti sisi positif AI sebagai peluang bisnis dan kreativitas, bukan sekadar alat hiburan atau instrumen penipuan. Para siswa diajarkan cara menggunakan AI untuk menciptakan konten inspiratif, seperti video pendek edukasi atau ilustrasi digital yang orisinal. Dengan bimbingan yang tepat, mereka bisa mengubah gawai dari sumber distraksi menjadi mesin penghasil karya yang membanggakan.


Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk tidak menyebarkan informasi sebelum memverifikasi kebenarannya. Seorang siswa menyatakan bahwa ilmu yang diperoleh akan ia bagikan kepada teman-teman di luar sekolah agar lebih banyak orang terhindar dari hoaks. Tim Trainer Polres Nganjuk pun menyisipkan pesan akhir bahwa generasi muda harus menjadi pengendali teknologi, bukan budaknya. (Avs)


Senin, 31 Agustus 2026

Musim Kemarau dan Jagung Berkualitas, Sinergi Polisi-Petani Berbuah Manis


Nganjuk- Musim kemarau yang kerap dianggap sebagai momok oleh sebagian petani justru dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Ngudikan untuk menjemur hasil bumi mereka. Di bawah sengatan matahari, para petani bersama dengan anggota Polsek Wilangan terlihat akrab berdiskusi mengenai kualitas biji jagung yang mulai mengering. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk nyata pengawalan program ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.


Proses penjemuran yang berlangsung optimal ini memberikan dampak langsung terhadap bobot dan kualitas jagung yang dihasilkan. Petani menyebutkan bahwa dengan kadar air yang rendah, jagung mereka tidak mudah rusak dan lebih tahan terhadap serangan hama gudang. Keunggulan ini menjadi nilai tawar utama ketika mereka hendak menjualnya ke Bulog atau ke pasar industri, yang tentunya akan berpengaruh pada pendapatan keluarga.


Dari sisi kepolisian, program ini merupakan perpanjangan tangan dari tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dikaitkan dengan kesejahteraan. Kapolsek Wilangan menekankan bahwa stabilitas harga pangan tidak bisa dilepaskan dari stabilitas keamanan di tingkat desa. Dengan mendampingi petani, polisi secara tidak langsung menjaga roda ekonomi lokal agar tetap berputar dengan aman.


Antusiasme warga sangat terlihat ketika mereka saling bertukar cerita mengenai hasil panen sambil sesekali menerima himbauan kamtibmas dari petugas. Mereka berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti di musim panen saja, tetapi berlanjut hingga proses distribusi selesai. Dukungan penuh dari aparat menjadi katalis bagi petani untuk terus produktif meskipun tantangan cuaca selalu ada. (Avs)

Dari Lahan Sempit ke Meja Makan, Polisi Ngetos Ubah Paradigma Ketahanan Pangan


Ngetos- Ketika sebagian besar orang masih berpikir bahwa ketahanan pangan adalah urusan dinas pertanian, Aiptu Prawoko justru membuktikan sebaliknya dengan langkah nyata di pekarangan warga. Program P2B yang ia gawangi bukan sekadar ajakan menanam, melainkan gerakan kolektif untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap potensi lahan tidur. Tomat yang kini tumbuh subur menjadi simbol bahwa kepolisian bisa menjadi ujung tombak kesejahteraan dari akar rumput.


Dialog yang terjalin antara kanit binmas dan petani tomat bukanlah obrolan biasa, melainkan ruang untuk menggali berbagai persoalan teknis hingga non-teknis di lapangan. Dari harga bibit hingga serangan hama, semua dibahas dengan hangat tanpa kehilangan esensi solusi yang konkret. Kedekatan ini menjadi kunci mengapa warga merasa nyaman berbagi keluhan yang selama ini mungkin terabaikan.


Kehadiran seragam cokelat di tengah kebun rupanya memberi rasa tenang yang berlipat ganda bagi para petani. Mereka tak hanya mendapat motivasi untuk terus produktif, tetapi juga merasa bahwa setiap jerih payah mereka diawasi dan dihargai oleh aparat yang peduli. Situasi kamtibmas yang kondusif pun lahir secara alami dari ruang-ruang percaya yang dibangun melalui percakapan sederhana di sela-sela panen.


Aiptu Prawoko menutup kunjungannya dengan janji untuk terus mengawal setiap aspirasi yang terkumpul hingga ke meja dinas terkait. Ia percaya bahwa keberlanjutan program ini bergantung pada sinergi antara polisi, petani, dan pemerintah daerah yang berjalan seirama. Dengan semangat kebersamaan, P2B bukan sekadar program, melainkan gaya hidup baru yang siap menjawab tantangan pangan masa depan. (Avs)

Kemarau Ekstrem di Ngetos, Polres Nganjuk Guncang Kekeringan dengan 3 Armada Air


Nganjuk- Saat kemarau panjang mengeringkan sumber air dan melumpuhkan aktivitas warga Dusun Wonokroko dan Oro-Oro Ombo, Polres Nganjuk meluncurkan misi kemanusiaan dengan mengerahkan tiga unit kendaraan pengangkut air total 20.000 liter, Senin (31/8/2026). Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa operasi pasokan air bersih ini bukan sekadar bantuan musiman, melainkan wujud nyata transformasi Polri menjadi lembaga yang hadir di setiap sendi kesulitan masyarakat, melampaui tugas rutin menjaga kamtibmas. Langkah cepat ini menjadi jawaban atas penderitaan warga yang selama pekan terakhir harus berjalan kilometer demi kilometer demi mendapatkan seteguk air layak konsumsi.


Nganjuk- Kombinasi dua truk tangki 6.000 liter dan satu water cannon 8.000 liter yang dikerahkan Polres Nganjuk berhasil mengisi penuh bak-bak penampungan dan jeriken-jeriken warga yang mengantre dari pagi hingga siang, menghidupkan kembali harapan di tengah kepanasan yang menyengat. Kepala Desa Oro-Oro Ombo, H. Bismoro, mengucapkan syukur dan apresiasi mendalam, menyebut bantuan ini sebagai oase yang datang tepat saat masyarakat mulai kehilangan optimisme menghadapi musim kemarau ekstrem yang melanda Kecamatan Ngetos. Kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah desa dalam pendistribusian ini menjadi contoh sinergi yang efektif, memastikan setiap tetes air jatuh tepat sasaran ke tangan-tangan yang paling membutuhkan.


Nganjuk- AKBP Suria Miftah Irawan berkomitmen bahwa Polres Nganjuk tidak akan berhenti di sini, karena masih banyak zona merah kekeringan di Kabupaten Nganjuk yang menanti perhatian dan bantuan serupa dalam waktu dekat. Upaya peningkatan kapasitas penyaluran air sedang digodok agar jangkauan distribusi semakin meluas, menjangkau desa-desa terpencil yang belum tersentuh bantuan pemerintah daerah. Semangat melayani yang ditunjukkan Polres Nganjuk menjadi pengingat bahwa institusi Polri adalah benteng terakhir kemanusiaan, yang siap mengorbankan kenyamanan demi memastikan rakyat tidak pernah merasa sendiri menghadapi bencana alam yang menghimpit kehidupan. (Avs)

Simpang Lima Kenanten, Dari Pos Lalin Kini Jadi Rumah Aman Ojol dan Tanggap Bencana


Mojokerto- Sebuah gebrakan tak biasa hadir di kawasan Simpang Lima Kenanten, di mana garda kepolisian setempat mengubah lahan pos lalu lintas menjadi pusat layanan multi-fungsi yang merangkul pengemudi ojek online sekaligus menyediakan akses kesehatan cepat di titik rawan fatalitas. Kapolres AKBP Andi Yudha Pranata mengeksekusi ide ini setelah menyerap keluhan para pengemudi yang kerap berdesakan di pinggir jalan tanpa tempat teduh untuk beristirahat, dan kini solusi itu memasuki tahap konstruksi 70 persen dengan target operasional penuh segera. Lebih dari sekadar bangunan fisik, inisiatif ini menjadi bukti pendekatan humanis aparat terhadap pekerja sektor informal yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas perkotaan.


Mojokerto- Dengan dua misi besar yang diusung, stasiun terpadu ini menyiapkan ruang istirahat ber-AC dan toilet layak di sisi selatan, sementara sayap utara difokuskan pada ruang perawatan darurat yang dilengkapi tabung oksigen dan defibrilator untuk respons cepat kecelakaan pengemudi truk atau pengendara motor. Seluruh personel pos, bersama perwakilan komunitas ojol seperti Shopee dan Grab Mojokerto, akan menjalani pelatihan PPGD bersertifikat agar siapa pun yang bertugas mampu melakukan tindakan penyelamatan sebelum ambulan tiba. Langkah ini mendapat sambutan hangat lantaran selama ini pengemudi hanya mengandalkan pertolongan warga tanpa perlengkapan medis memadai di jalur yang padat 300 truk harian tersebut.


Mojokerto- Polres bersama Dinas Perhubungan tidak berhenti di sektor bangunan, karena mereka juga menggodok skenario rekayasa lalu lintas mulai dari pemasangan rambu baru hingga pengaturan ulang area bongkar muat guna mengurangi kemacetan di pertigaan yang dikenal sempit dan menurun. Rekomendasi dari kajian ini akan dibawa ke pemerintah provinsi oleh Akhmad Yazid, yang menilai bahwa solusi jangka panjang seperti pembangunan flyover mungkin diperlukan, namun pos terpadu ini cukup menjadi percontohan taktis yang bisa direplikasi di kabupaten lain. Dengan konsep yang memadukan pelayanan publik, tanggap darurat, dan kenyamanan komunitas, Pos Kenanten kini bukan sekadar stasiun, melainkan ikon baru kolaborasi sipil dan kepolisian di Jawa Timur. (Avs)

SMUN 1 Sukomoro Dapat Kuliah Spesial, Tim Paham AI Polres Nganjuk Ungkap Rahasia Cerdas Berdigital


Nganjuk- Hampir seratus siswa SMUN 1 Sukomoro mendapat kesempatan emas mengikuti edukasi literasi digital dari Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali generasi muda dengan kemampuan mengenali, memahami, dan memanfaatkan kecerdasan buatan secara aman dan produktif. Kehadiran tim ini disambut antusias oleh para pelajar yang ingin mendalami sisi lain dari teknologi yang sedang naik daun.


Materi yang disampaikan tidak berhenti pada definisi AI, melainkan merambah ke dampak nyata yang dirasakan dalam dunia pendidikan dan pergaulan digital sehari-hari. Tim ToT Paham AI mengajak siswa untuk tidak menjadi korban hoaks atau konten menyesatkan yang dihasilkan oleh algoritma. Mereka diajarkan bagaimana memilah informasi dan menggunakan AI sebagai pendukung kreativitas, bukan sebagai jalan pintas yang merugikan.


“Kami ingin anak-anak muda ini paham bahwa AI adalah teman baik jika diperlakukan dengan bijak, tetapi bisa menjadi bumerang jika digunakan secara ceroboh,” ungkap Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk. Para siswa bergantian bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan aplikasi berbasis AI untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Diskusi pun berjalan cair dan penuh insight baru yang membuat peserta semakin paham akan pentingnya etika digital.


Salah satu siswa mengaku bahwa kegiatan ini sangat membantunya dalam memahami batasan-batasan penggunaan AI yang selama ini sering diabaikan. Ia berharap Polres Nganjuk terus menggelar program serupa di sekolah-sekolah lain agar wawasan literasi digital semakin menyebar luas. Semangat belajar yang terpancar dari wajah para pelajar menjadi bukti bahwa edukasi seperti ini sangat dibutuhkan.


Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk menutup kegiatan dengan pesan kuat agar para siswa tidak pernah melupakan tanggung jawab sebagai pengguna teknologi. Mereka diingatkan untuk selalu menjaga data pribadi, tidak mudah percaya pada informasi instan, dan tetap mengutamakan nalar manusia di atas kecanggihan mesin. Generasi muda yang melek AI adalah investasi berharga bagi masa depan bangsa yang lebih cerdas dan berdaya saing. (Avs)

Pisang Lokal Gandu Tembus SPPG, Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Apresiasi Konsistensi Petani Kecil


Nganjuk- Sepotong kebun pisang di Desa Gandu mungkin tidak terlihat istimewa dari luar, namun bagi Aipda Maika, Bhabinkamtibmas Polsek Bagor, tempat ini adalah simbol perjuangan warga dalam memproduksi pangan berkualitas. Rutinitas sambang membawanya ke lokasi tersebut untuk berdialog dengan petani yang gigih merawat setiap batang pisang dengan penuh cinta. Hasilnya, kebun yang tidak luas ini mampu menghasilkan buah dengan kualitas premium yang diminati banyak pihak.


Petani dengan bangga menceritakan bahwa pisang dari kebunnya kini rutin dipasok ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah di sekitar Kecamatan Bagor. Aipda Maika mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan, mulai dari proses pemupukan, pengendalian hama, hingga jadwal panen yang diterapkan. “Kerja keras dan ketekunan kalian patut diapresiasi karena mampu bersaing dengan hasil pertanian dari lahan yang lebih besar,” tutur Aipda Maika memberikan semangat.


Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kebun memberikan rasa aman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi petani yang selama ini sering bekerja sendiri. Mereka merasa bahwa usaha kecil mereka diperhatikan dan dihargai oleh aparat negara yang selalu hadir memberikan motivasi. Bahkan, Aipda Maika tak jarang membantu memikirkan solusi jika ada kendala yang menghambat proses produksi dan pemasaran.


Aipda Maika menyoroti betapa pentingnya peran petani skala kecil dalam membangun ketahanan pangan yang kokoh di tingkat desa. Menurutnya, jika setiap lahan kosong atau sempit dioptimalkan dengan tanaman produktif seperti pisang, maka dampaknya terhadap ketersediaan pangan akan sangat besar. Dukungan penuh dari Polri diharapkan mampu menggerakkan lebih banyak warga untuk meniru kesuksesan petani pisang ini.


Kunjungan rutin ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk nyata pengabdian Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Aipda Maika berharap kebun pisang ini dapat menjadi percontohan bagi warga lain bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Dengan kerja sama yang terus terjalin, Desa Gandu siap menjadi contoh desa produktif yang berkontribusi besar terhadap program gizi nasional. (Avs)

Minggu, 30 Agustus 2026

Polsek Ngronggot Dampingi Warga Kembangkan Pare, Lele, Buah, dan Madu untuk Swasembada Pangan


Nganjuk- Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot menggelar kegiatan sambang ke sejumlah petani dan peternak pada Senin (31/8/2026) sebagai bentuk dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional. Komoditas yang dikembangkan warga sangat beragam, mulai dari budidaya pare yang pahit namun bernilai ekonomi tinggi, ikan lele yang mudah dibudidayakan, aneka buah-buahan segar, hingga madu murni dari ternak lebah. Keberagaman ini menjadi potensi besar yang patut terus didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ngronggot.


Dalam suasana akrab di kebun dan kandang ternak, Bhabinkamtibmas berdialog dengan para pelaku usaha untuk menggali informasi tentang perkembangan hasil panen dan kendala teknis yang mereka hadapi. Para petani dan peternak menyampaikan berbagai harapan, mulai dari akses bibit unggul, pelatihan teknis, hingga kemudahan pemasaran hasil produksi. Bhabinkamtibmas mencatat setiap masukan dan berjanji akan meneruskannya kepada pihak-pihak yang berkompeten.


Salah seorang petani mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Polsek Ngronggot melalui program sambang rutin ini. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas memberikan semangat baru bagi warga untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha pertanian serta peternakan mereka. Diskusi yang berlangsung terbuka ini juga menjadi wadah untuk mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan yang dihadapi.


Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen tinggi untuk mendukung program ketahanan pangan dengan hadir secara aktif di tengah masyarakat produktif. Selain menjaga keamanan, ia juga siap menjadi fasilitator yang menghubungkan warga dengan dinas teknis terkait untuk mengatasi kendala usaha. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan potensi lokal.


Kehadiran Polri di tengah para petani dan peternak menjadi bukti bahwa swasembada pangan adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Bhabinkamtibmas berperan penting dalam memastikan bahwa setiap potensi pertanian dan peternakan di wilayah binaannya mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak. Dengan kerja sama yang erat, Kecamatan Ngronggot diharapkan mampu menjadi contoh desa mandiri pangan.


Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot berharap agar seluruh usaha produktif warga terus berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memfasilitasi setiap langkah positif warga dalam bidang pertanian dan peternakan. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat di Nganjuk. (Avs)

Bhabinkamtibmas Sumberkepuh Sambangi Lahan Melon, Jamin Kamtibmas Aman Jelang Panen


Nganjuk- Senin (31/8/2026) menjadi hari istimewa bagi petani melon di Desa Sumberkepuh, ketika Bhabinkamtibmas Aipda Suroto turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan kesiapan mereka menjelang panen. Kedatangannya disambut antusias oleh para petani yang sedang sibuk merawat buah melon yang tinggal beberapa hari lagi siap dipetik. Aipda Suroto tidak hanya memantau kondisi tanaman, tetapi juga membangun dialog hangat mengenai situasi keamanan dan kendala yang dihadapi petani di lapangan.


Dalam suasana akrab di tengah kebun, Aipda Suroto mendengarkan dengan seksama curahan hati para petani yang berharap panen kali ini berjalan lancar tanpa hambatan. Salah satu petani menyampaikan kekhawatirannya tentang harga jual dan pemasaran hasil panen yang sering kali tidak menentu. Bhabinkamtibmas merespons dengan memberikan motivasi dan memastikan bahwa Polri siap memfasilitasi komunikasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik.


Kunjungan ini juga dimanfaatkan Aipda Suroto untuk menyampaikan imbauan kamtibmas, mengingat momen panen raya sering menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab. Ia mengajak petani untuk saling menjaga dan segera melapor jika mendapati aktivitas mencurigakan di sekitar lahan pertanian. Kolaborasi antara warga dan aparat kepolisian dinilainya sebagai benteng terkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Aipda Suroto menegaskan bahwa Polri akan terus memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional. Dukungan Polri, ujarnya, tidak hanya terbatas pada pengamanan, tetapi juga pendampingan dan fasilitasi berbagai kebutuhan petani. Hal ini sejalan dengan komitmen Polres Nganjuk untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat di setiap lini kehidupan.


Para petani mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas yang mampu menjadi penghubung antara mereka dan pemerintah desa serta dinas terkait. Mereka merasa lebih tenang dan percaya diri menghadapi musim panen setelah mendapatkan dukungan moral dan jaminan keamanan dari aparat kepolisian. Hubungan yang semakin erat ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.


Menutup kunjungannya, Aipda Suroto mendoakan agar panen melon warga Sumberkepuh berhasil melimpah dan meningkatkan taraf hidup para petani. Ia berjanji akan terus memantau situasi dan siap membantu jika ada kendala yang membutuhkan peran Polri. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi energi positif untuk mewujudkan pertanian yang maju dan masyarakat yang sejahtera. (Avs)

Kapolri: Persatuan di Tengah Keberagaman adalah Kunci Utama Kejayaan Indonesia


Solo- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa persatuan di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang merupakan modal utama bagi kejayaan Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI ke-81 dan silaturahmi dengan Garda Satya NKRI di Solo, Minggu (30/8/2026). Beliau mengajak seluruh anak bangsa untuk terus merawat kebhinekaan sebagai kekayaan yang tidak ternilai harganya.


Garda Satya NKRI yang hadir dalam acara tersebut adalah organisasi yang mewadahi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah yang telah kembali ke pangkuan NKRI. Mereka telah mengikrarkan kesetiaan kepada negara dan berkomitmen untuk mengambil peran positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa. Keberadaan mereka menjadi contoh nyata bahwa rekonsiliasi dan semangat kebangsaan dapat melahirkan kekuatan baru bagi Indonesia.


Kapolri menyatakan bahwa NKRI adalah rumah bersama dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang membangun masa depan. Setiap warga negara, menurutnya, memiliki ruang yang sama untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan negeri. Tidak ada sekat yang membatasi, selama niat dan tindakan ditujukan untuk kebaikan bangsa dan negara.


Dalam kesempatan itu, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian nyata di berbagai bidang kehidupan. Pengabdian tidak harus besar dan spektakuler, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga lingkungan, membantu sesama, dan menciptakan ketertiban di sekitar kita. Setiap tindakan positif, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi keutuhan dan kemajuan bangsa.


Beliau berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan diperkuat oleh seluruh komponen masyarakat. Dengan persatuan yang kokoh, Indonesia akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan global dan mampu bersaing di kancah internasional. Kekuatan bangsa tidak hanya diukur dari sumber daya alam, tetapi juga dari solidaritas dan gotong royong warganya.


Pesan Kapolri ini menjadi penegasan bahwa kemerdekaan yang telah diraih harus diisi dengan kerja nyata dan kontribusi positif dari semua pihak. NKRI sebagai rumah bersama membutuhkan peran aktif setiap anak bangsa untuk menjaga keutuhan dan meraih cita-cita luhur. Mari kita jaga persatuan, rawat kebhinekaan, dan bangun Indonesia dengan semangat kebersamaan yang tak pernah padam. (Avs)

Tak Cuma Jaga Keamanan, Bhabinkamtibmas Blitar Bikin Warga Sehat dengan Ling Tien Kung


Blitar- Inisiatif unik datang dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder Polres Blitar yang memilih terapi gerak Ling Tien Kung sebagai sarana membangun kedekatan dengan warga binaannya. Bertempat di halaman Polsek Lodoyo Timur, puluhan masyarakat, terutama lansia, tampak serius mengikuti setiap arahan gerakan yang dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas setempat. Langkah ini sekaligus mematahkan stereotip bahwa kepolisian hanya berkutat pada patroli dan urusan hukum semata.


Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis mengungkapkan bahwa kegiatan terapi ini merupakan bentuk nyata komitmen Polres Blitar untuk hadir memberikan manfaat positif di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan memiliki peran strategis untuk membangun komunikasi yang erat serta menciptakan hubungan harmonis dengan warga. Melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan kesehatan, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin kokoh dan berkelanjutan.


Para lansia yang menjadi peserta utama tampak antusias mengikuti gerakan-gerakan terapi yang tergolong ringan dan aman bagi kondisi fisik mereka. Mereka mengaku merasakan manfaat langsung berupa peregangan otot dan pernapasan yang lebih lega setelah mengikuti latihan tersebut. Bhabinkamtibmas dengan sabar membimbing setiap peserta, memastikan gerakan dilakukan dengan benar dan sesuai kemampuan masing-masing individu.


Kegiatan yang direncanakan berlangsung secara rutin ini juga menjadi wadah bagi warga untuk saling berinteraksi dan mempererat tali silaturahmi antar sesama. Di sela-sela gerakan, canda tawa dan obrolan ringan mewarnai suasana, menciptakan iklim kebersamaan yang hangat dan menyenangkan. Bhabinkamtibmas pun memanfaatkan momen ini untuk menyerap aspirasi dan mendengar langsung keluhan warga tentang situasi kamtibmas di lingkungan mereka.


Kapolres Blitar melalui Kapolsek Lodoyo Timur menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong inovasi-inovasi serupa yang dapat memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat. Kegiatan positif seperti terapi Ling Tien Kung diharapkan dapat menjadi program unggulan yang rutin dilaksanakan di berbagai wilayah binaan. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga secara tidak langsung memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput.


Ke depan, Polres Blitar berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan-pendekatan kreatif yang melibatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga kesehatan dan kebersamaan. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar dalam cara pandang masyarakat terhadap peran kepolisian. Dengan tubuh sehat dan hubungan yang kompak, keamanan lingkungan pun akan terpelihara dengan sendirinya. (Avs)

Dari Ikrar Menjadi Aksi, Garda Satya NKRI Siap Kawal NKRI Bersama Polri


Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Garda Satya NKRI kini resmi menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mempertahankan keutuhan NKRI. Pernyataan ini mengemuka dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 yang digelar di Jakarta, Minggu (30/8/2026), dengan tema "Bersama Umat Membangun Indonesia". Organisasi yang mewadahi mantan anggota dan simpatisan JI ini dinilai memiliki peran krusial dalam menciptakan stabilitas nasional.


Kapolri menyebut keputusan para anggota Garda Satya NKRI untuk mengikrarkan kesetiaan kepada NKRI sebagai langkah yang sangat mulia dan penuh keberanian. Negara, lanjutnya, selalu memberikan ruang dan kepercayaan bagi setiap anak bangsa yang ingin berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Semangat kebangsaan yang mereka tunjukkan kini harus diterjemahkan dalam aksi-aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Dalam kesempatan itu, Kapolri menyoroti militansi, kedisiplinan, dan kekompakan yang menjadi karakter kuat Garda Satya NKRI sebagai modal dasar untuk menjadi kekuatan positif. Mereka diharapkan mampu mengambil bagian dalam merawat persatuan, menjaga keamanan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara. Panggilan nurani untuk mengabdi sebagai garda setia NKRI menjadi pendorong utama setiap langkah mereka.


Peran Garda Satya NKRI tidak hanya terbatas pada pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga mencakup kegiatan produktif seperti penguatan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan. Kapolri mendorong mereka untuk mengembangkan kewirausahaan dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Ketangguhan sebuah bangsa, tegasnya, tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi ancaman, tetapi juga dari kemandirian masyarakatnya.


Kapolri berharap Garda Satya NKRI selalu siap hadir bersama Polri dan seluruh komponen bangsa ketika situasi membutuhkan kontribusi mereka. Mereka adalah garda terdepan yang melindungi kepentingan negara sekaligus menjaga keamanan masyarakat dari berbagai potensi gangguan. Kehadiran mereka di tengah publik menjadi bukti bahwa rekonsiliasi dapat melahirkan kekuatan baru bagi persatuan.


Hubungan antara Polri dan Garda Satya NKRI dibangun di atas fondasi persaudaraan yang disebut Kapolri sebagai "saduluran saklawase", bukan sekadar ikatan sesaat. Komitmen untuk saling mendukung dan mendampingi akan terus dijaga demi terciptanya sinergi yang berkelanjutan. Garda Satya NKRI diharapkan terus tumbuh menjadi wadah pengabdian yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara. (Avs)

Terjalnya Medan Ranu Kumbolo, Polres Lumajang Evakuasi 172 Pendaki


Lumajang- Bencana kebakaran hutan yang melanda kawasan TNBTS di Lumajang tidak hanya mengancam kelestarian alam, tetapi juga menguji kesiapan aparat dalam menangani situasi darurat. Dua titik api di Blok Ayek-Ayek dan Ledok Bedor menjadi fokus utama petugas gabungan yang harus bertarung dengan medan terjal dan tebing curam untuk menjangkau lokasi kebakaran. Polres Lumajang bergerak cepat dengan mengerahkan puluhan personel untuk melakukan pemadaman secara manual serta evakuasi terhadap pengunjung yang masih berada di area rawan.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengungkapkan bahwa titik api di Ledok Bedor terbagi menjadi tiga lokasi yang masing-masing membutuhkan penanganan berbeda karena posisinya yang saling berjauhan. Petugas tidak bisa langsung bergerak ke semua titik secara bersamaan karena harus menunggu satu titik benar-benar padam sebelum beralih ke area lain. Sementara itu, api di Ranu Kembang terus membesar akibat kondisi angin yang mendukung penyebaran kobaran ke berbagai sudut.


Dalam operasi ini, Polres Lumajang juga menghadapi tantangan besar dalam proses evakuasi 172 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo yang berhasil diselamatkan. Seluruh pendaki dievakuasi dalam keadaan selamat berkat koordinasi intensif antara tim lapangan dan posko pengawasan yang didirikan di sekitar lokasi. Jalur pendakian resmi langsung ditutup total sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan pendaki lainnya yang mungkin berniat memasuki kawasan tersebut.


Pemadaman dilakukan dengan alat seadanya, menggunakan ranting dan batang pohon untuk memukul api yang masih melahap semak dan pepohonan kecil di permukaan tanah. Metode manual ini menjadi satu-satunya pilihan mengingat medan yang tidak memungkinkan akses kendaraan berat atau peralatan canggih. Petugas juga bekerja keras membuat sekat-sekat alami untuk memperlambat laju api agar tidak merembet ke kawasan yang lebih luas.


Hingga Minggu (30/8/2026) sore, upaya pemadaman masih terus berlangsung karena api di kedua lokasi belum sepenuhnya padam. Personel gabungan terus berjibaku dengan kepulan asap dan suhu panas yang menyengat, demi memastikan kobaran tidak semakin meluas ke permukiman warga. Kelelahan fisik harus diabaikan demi keselamatan ekosistem dan ribuan hektar hutan yang terancam hangus.


Evakuasi yang berhasil menyelamatkan 172 jiwa ini menjadi bukti kesigapan Polres Lumajang dalam menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar kawasan Ranu Kumbolo hingga situasi dinyatakan benar-benar aman. Semoga kebakaran ini segera teratasi dan kawasan TNBTS dapat pulih seperti sedia kala. (Avs)

Sabtu, 29 Agustus 2026

198 Peserta Didik Polri Turun ke Empat Provinsi: Kami Datang Bukan untuk Memadamkan, Tapi Mencegah


Jakarta- Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda Indonesia setiap musim kemarau, Polri mengambil langkah berani dengan mengerahkan 198 peserta didik untuk turun langsung ke masyarakat di empat wilayah prioritas. Mereka berasal dari program pendidikan SIP/Setukpa, Sespimma, dan mahasiswa S2 STIK yang siap memberikan penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan karhutla. Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya siap memadamkan api, tetapi juga mencegahnya sejak awal.


Jakarta- Personel ditempatkan secara strategis dengan komposisi 103 personel di Kalimantan Barat, 48 personel di Kalimantan Tengah, 10 personel di Kalimantan Timur, dan 37 personel di Sumatera Selatan. Mereka berkoordinasi dengan jajaran Polda, Polres, dan Bhabinkamtibmas untuk menjangkau masyarakat di tingkat paling bawah. Dialog dan pembinaan langsung menjadi metode utama dalam menanamkan kesadaran akan bahaya pembakaran lahan.


Jakarta- Masyarakat diajak untuk memahami bahwa pembakaran lahan memiliki dampak yang sangat luas, mulai dari gangguan kesehatan akibat kabut asap, kerusakan ekosistem, hingga kerugian ekonomi yang berkepanjangan. Karena itu, pengelolaan lahan harus dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan api. Personel memberikan edukasi yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan kondisi geografis masing-masing wilayah.


Jakarta- Total 403 peserta didik direncanakan akan diterjunkan ke wilayah prioritas, dan 198 di antaranya telah diberangkatkan untuk memulai tugas mulia ini. Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus dilakukan sejak dari hulu, sebelum api muncul dan menyebar luas. Kesadaran masyarakat adalah benteng pertama yang paling efektif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.


Jakarta- Polri menilai bahwa penyuluhan langsung kepada masyarakat, tokoh adat, dan tokoh masyarakat merupakan pendekatan paling efektif untuk mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya berupa larangan, tetapi juga ajakan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Pendekatan persuasif dan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.


Jakarta- Di Kalimantan Tengah, personel Polri bersama jajaran kewilayahan memberikan pembinaan intensif kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Katingan. Selain memberikan edukasi, mereka juga melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi kebakaran. Penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.


Jakarta- Polri menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dan terpadu, mencakup pencegahan, edukasi, pemantauan, penanganan, pemadaman, hingga penegakan hukum. Namun, pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci utama agar kebakaran tidak terjadi dan tidak meluas. Dengan 198 personel yang telah turun, Polri mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi hutan dan lahan Indonesia. (Avs)

Duduk Setara, Makan Bersama, Jaga Ponorogo: Polres Rangkul 100 Driver Ojol dalam Silaturahmi Malam


Ponorogo- Polres Ponorogo Polda Jawa Timur kembali menunjukkan pendekatan humanisnya dengan merangkul komunitas ojek online dalam acara Silaturahmi dan Doa Bersama di Masjid Uswatun Hasanah, Jumat (29/8) malam. Sebanyak 100 driver ojol dari berbagai komunitas hadir memenuhi undangan, disambut langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo dan jajaran Pejabat Utama Polres Ponorogo. Malam yang penuh berkah ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian dan para pengemudi ojol.


Ponorogo- Rangkaian acara dimulai dengan Salat Isya berjamaah yang diikuti dengan khusyuk, kemudian dilanjutkan dengan doa dan tahlil bersama yang menyejukkan kalbu. Puncak kehangatan terasa ketika Kapolres dan para driver ojol duduk bersama menikmati hidangan makan malam dalam suasana yang cair dan penuh persaudaraan. Di sela-sela itu, para pengemudi juga menyampaikan doa agar bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan dan para pemimpin diberikan kekuatan untuk mengemban amanah rakyat.


Ponorogo- Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyatakan bahwa driver ojek online memiliki peran yang sangat strategis karena mobilitas tinggi mereka memungkinkan interaksi langsung dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, keberadaan ojol di setiap sudut kota membuat mereka menjadi sumber informasi yang sangat berharga bagi kepolisian dalam memantau situasi keamanan. Karena itu, merangkul mereka adalah langkah cerdas yang harus terus dilakukan.


Ponorogo- "Kami ingin Polres Ponorogo menjadi mitra, bukan sekadar institusi yang hadir saat ada persoalan. Mari kita bangun komunikasi dan persaudaraan yang kuat," ujar AKBP Andin dengan penuh ketulusan. Ia juga mengimbau para driver agar senantiasa menjaga persatuan dan tidak terpengaruh oleh berita bohong yang dapat memecah belah masyarakat. Pesan ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.


Ponorogo- Ketua WAROK Ponorogo, Hendro Cahyono, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas inisiatif Polres Ponorogo yang membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi komunitas ojol. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi jembatan emas yang menghubungkan kepolisian dengan para pengemudi ojol, menciptakan hubungan yang erat dan saling percaya. Kedekatan ini akan sangat bermanfaat dalam menjaga keamanan kota.


Ponorogo- Respons positif juga datang dari para driver yang merasa diperlakukan sebagai mitra sejajar, bukan sekadar kelompok masyarakat yang diawasi. Mereka mengaku semakin bersemangat untuk turut serta menjaga kamtibmas dengan menjadi pelapor aktif jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di jalanan. Rasa bangga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan Ponorogo pun tumbuh.


Ponorogo- Sesi foto bersama di akhir acara menjadi simbol kuat kolaborasi antara Polres Ponorogo dan komunitas ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Semangat guyub, rukun, dan saling menghormati yang disampaikan Kapolres diharapkan menjadi pegangan bagi seluruh elemen masyarakat Ponorogo. Dari malam kebersamaan ini, terukir komitmen bahwa keamanan adalah tanggung jawab kita semua. (Avs)

Paham AI, Melek Peluang: Siswa SMAN 3 Nganjuk Siap Bangun Website dan Aplikasi


Nganjuk- Edukasi kecerdasan buatan dari Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk berhasil mengubah cara pandang siswa SMAN 3 Nganjuk yang kini mulai membidik peluang bisnis digital setelah sebelumnya hanya memanfaatkan AI untuk kebutuhan hiburan. Mereka tidak lagi puas menjadi pengguna pasif, tetapi mulai merancang ide-ide kreatif seperti pembuatan website jual beli dan aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Perubahan ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan literasi digital di kalangan pelajar Nganjuk.


Nganjuk- Tim Trainer Polres Nganjuk mengakui bahwa pemahaman AI di kalangan pelajar selama ini masih dangkal dan terbatas pada konten-konten kreatif bersifat hiburan yang viral di media sosial. Padahal, menurut mereka, AI memiliki potensi raksasa yang dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah nyata, mengembangkan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru yang dibutuhkan di masa depan. Edukasi ini menjadi jembatan menuju pemanfaatan yang lebih produktif.


Nganjuk- "AI adalah alat untuk membangun, bukan sekadar untuk bersenang-senang. Gunakan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat," tegas Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk dalam sesi edukasi yang penuh inspirasi. Mereka mengajak siswa untuk melihat AI sebagai kanvas kosong yang dapat diisi dengan karya-karya inovatif yang memberikan dampak sosial dan ekonomi. Pesan ini menggetarkan benak banyak siswa.


Nganjuk- Keinginan siswa untuk memanfaatkan AI dalam bisnis digital mulai tampak dari berbagai usulan proyek yang mereka sampaikan. Seorang siswa berencana membangun platform jual beli yang memudahkan transaksi antarwarga, sementara siswa lainnya memiliki visi menciptakan aplikasi solutif untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat di Nganjuk. Gagasan-gagasan ini menunjukkan kematangan berpikir yang mengejutkan.


Nganjuk- Salah seorang siswa mengaku bahwa penjelasan tim trainer membuatnya sadar akan potensi AI yang jauh lebih besar daripada sekadar pembuatan konten. Ia kini tertarik mempelajari bagaimana AI dapat membantu proses coding dan pengembangan website jual beli yang selama ini dianggap rumit. Pengetahuan baru ini membuka cakrawala yang lebih luas.


Nganjuk- Tim Trainer Polres Nganjuk memberikan nasihat bijak agar siswa tidak berhenti menjadi pengguna, tetapi berani melangkah menjadi pencipta dan pengembang teknologi. Mereka menekankan pentingnya mempelajari AI secara bertahap, menggunakannya dengan penuh tanggung jawab, dan tidak pernah takut mencoba ide-ide baru meskipun risiko kegagalan selalu ada. Pengalaman adalah guru terbaik.


Nganjuk- Tim Trainer berharap edukasi ini menjadi titik balik bagi generasi muda Nganjuk untuk semakin kreatif, produktif, dan jeli melihat peluang di balik derasnya perkembangan teknologi. Dengan pemanfaatan AI yang tepat dan beretika, para siswa diharapkan mampu mengubah ide sederhana menjadi aplikasi, bisnis, atau karya inovatif yang memberi manfaat luas. Dari SMAN 3 Nganjuk, semoga lahir generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menciptakan teknologi. (Avs)

Bukan Sekadar Mengawasi, Bhabinkamtibmas Ngronggot Ikut Membantu Petani dari Bibit hingga Panen


Nganjuk- Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot menunjukkan bahwa peran Polri tidak berhenti pada penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga merambah ke sektor pangan dengan turun langsung membantu petani di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang sedang digalakkan pemerintah pusat. Keterlibatan mereka di lapangan menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini berjuang sendiri.


Nganjuk- Tidak cukup hanya melakukan pemantauan dari pinggir lahan, Bhabinkamtibmas terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian aktivitas pertanian, mulai dari proses pembibitan hingga masa panen tiba. Mereka menyempatkan diri untuk turun ke sawah, berdialog dengan petani, dan memberikan semangat agar warga terus produktif mengelola lahannya. Kehadiran fisik ini menunjukkan bahwa Polri benar-benar peduli pada nasib para petani di wilayah binaannya.


Nganjuk- "Kami tidak mau hanya menjadi penonton, kami ingin ikut merasakan dan membantu warga," tegas Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot. Dalam setiap kunjungan, mereka berusaha menggali informasi tentang keluhan dan kebutuhan petani, sekaligus memberikan solusi sederhana yang dapat segera diterapkan. Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.


Nganjuk- Dialog interaktif menjadi ciri khas pendekatan yang dilakukan, di mana Bhabinkamtibmas dengan sabar mendengarkan curahan hati petani tentang berbagai kendala yang mereka hadapi. Mulai dari masalah hama, kesulitan mendapatkan pupuk, hingga fluktuasi harga hasil panen, semua ditampung dengan seksama untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait. Dengan cara ini, suara petani akhirnya terdengar.


Nganjuk- Apresiasi mendalam disampaikan oleh salah seorang petani yang merasa tersentuh karena ada aparat kepolisian yang bersedia turun langsung ke lahan dan mendengarkan keluhan mereka. Ia berharap komunikasi seperti ini terus dilakukan secara berkala, karena banyak masalah pertanian yang tidak terdeteksi tanpa adanya kunjungan langsung dari pihak luar. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi penyemangat bagi mereka.


Nganjuk- Menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, menurut Bhabinkamtibmas, tidak cukup hanya dengan patroli persawahan, tetapi juga harus dibarengi dengan komunikasi yang hangat dan humanis. Melalui cangkrukan kamtibmas, mereka dapat menangkap berbagai permasalahan yang mungkin tidak terungkap dalam laporan formal, termasuk persoalan pertanian yang kerap diabaikan. Inilah esensi dari pendekatan preventif yang sesungguhnya.


Nganjuk- Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk berbagai kegiatan produktif. Sinergi antara Polri, petani, dan dinas terkait menjadi fondasi kuat dalam membangun ketahanan pangan yang kokoh di wilayah Ngronggot. Mari bersama wujudkan kemandirian pangan dari desa-desa kecil di Nganjuk. (Avs)

Dari Pekarangan untuk Ketahanan Pangan: Bhabinkamtibmas Nganjuk Gerakkan Warga Berdayakan Lahan Kosong


Nganjuk- Aipda Sunandar, Bhabinkamtibmas Desa Nglawak, Kecamatan Prambon, membuktikan bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Mengikuti arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, ia secara rutin melakukan patroli sambang yang menyasar para petani dan peternak di wilayah binaannya. Langkah ini menjadi bukti nyata hadirnya Polri di tengah kesibukan warga.


Nganjuk- Dalam setiap kesempatan berdialog, Aipda Sunandar tidak hanya memberikan imbauan keamanan, tetapi juga menggali aspirasi serta keluhan warga yang berkaitan dengan sektor pertanian dan peternakan. Ia meyakini bahwa komunikasi yang intensif dapat membantu mengidentifikasi masalah-masalah teknis yang sering diabaikan oleh para petani. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi pendengar setia yang siap menampung berbagai masukan.


Nganjuk- Aipda Sunandar secara konsisten mengingatkan warga agar tidak menjadikan keterbatasan lahan sebagai hambatan untuk turut serta dalam program ketahanan pangan. Menurutnya, setiap pekarangan rumah, lahan kosong, atau bahkan sudut-sudut yang tidak terpakai masih memiliki potensi besar untuk ditanami berbagai komoditas pangan bergizi. Ia mencontohkan tanaman seperti cabai dan terung yang tidak membutuhkan lahan luas.


Nganjuk- Respons positif datang dari para petani yang merasa mendapat suntikan semangat baru setelah berdialog dengan Bhabinkamtibmas. Mereka mengaku terbantu karena ada pihak yang terus mengingatkan dan memberikan motivasi untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan lebih optimal. Ke depan, mereka berencana mencoba menanam tanaman yang mudah dirawat agar hasilnya dapat segera dinikmati.


Nganjuk- Aipda Sunandar menekankan bahwa hasil pertanian dari lahan kecil setidaknya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dan jika produksi melimpah, dapat dijual untuk menambah penghasilan. Ia berharap gerakan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat paling dasar. Nilai tambah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk mulai berkebun.


Nganjuk- Patroli sambang yang dilakukan secara teratur ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Aipda Sunandar selalu mengingatkan bahwa setiap keluhan atau kebutuhan warga akan segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Kedekatan ini adalah aset penting dalam membangun desa yang tangguh.


Nganjuk- Gerakan memanfaatkan lahan sempit yang digagas oleh Bhabinkamtibmas Desa Nglawak diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk. Sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional akan semakin kuat jika setiap elemen bergerak bersama dengan tujuan yang sama. Semoga semangat gotong royong ini terus berdenyut di setiap sudut Nganjuk. (Avs)

Dari Pasuruan untuk Indonesia: Kapolda Jatim Resmikan Bhayangkara Sprint Rally 2026 dengan Semangat Baru


Pasuruan- Kejuaraan Nasional Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 resmi dibuka oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (29/8/2026). Seratus pembalap dari berbagai penjuru Indonesia siap berlaga dalam 15 kelas kompetisi yang menjanjikan aksi balap spektakuler dan persaingan yang sehat antar peserta. Antusiasme yang terpancar dari para pembalap dan penonton menunjukkan bahwa event ini telah menjadi agenda wajib bagi pecinta otomotif tanah air.


Pasuruan- Menjadi tuan rumah Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally Putaran ke-3 merupakan sebuah kehormatan bagi Jawa Timur yang diterima sebagai amanah oleh Kapolda beserta jajarannya. Irjen Nanang menyampaikan bahwa ajang ini bukan hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan dan ketangkasan para pembalap, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kesadaran akan pentingnya keselamatan. Kepercayaan ini harus dijawab dengan penyelenggaraan yang profesional dan berintegritas tinggi.


Pasuruan- Kapolda Jatim dengan tegas meminta seluruh peserta untuk menampilkan performa terbaik mereka dengan tetap mengedepankan fair play dan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. Menurutnya, setiap pembalap yang turun ke lintasan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik olahraga balap di Indonesia, terutama di mata generasi muda yang mengidolakan mereka. Kemenangan akan terasa lebih bermakna jika diraih dengan cara-cara yang sportif dan menghormati aturan yang berlaku.


Pasuruan- Di luar aspek kompetisi, Irjen Nanang juga menyoroti dampak ekonomi yang luar biasa dari penyelenggaraan event berskala nasional ini terhadap masyarakat Pasuruan dan sekitarnya. Kehadiran para peserta, tim ofisial, dan ribuan penonton yang memadati lokasi kejuaraan secara otomatis mendorong peningkatan aktivitas di berbagai sektor seperti perhotelan, kuliner, UMKM, hingga pariwisata. Kapolda berharap event olahraga seperti ini tidak hanya menghasilkan prestasi gemilang tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Pasuruan- Sinergi yang kokoh antara Polri, komunitas otomotif, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat lainnya menjadi fondasi utama dalam menyukseskan Bhayangkara Sprint Rally 2026. Kapolda menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas, terutama di kalangan komunitas otomotif dan generasi muda. Kolaborasi yang erat diharapkan dapat menciptakan ekosistem balap yang sehat dan bertanggung jawab di Jawa Timur.


Pasuruan- Dalam amanatnya, Irjen Nanang mengingatkan bahwa keberanian dan kemampuan seorang pembalap harus ditempatkan pada ruang yang tepat, yaitu di arena kompetisi, dan bukan di jalan raya. Ia menekankan bahwa pembalap sejati adalah mereka yang mampu menjadi teladan dengan menunjukkan kecepatan dan ketangguhan di sirkuit, namun tetap patuh dan santun saat berada di jalan umum. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta agar tidak membawa gaya balap ke ruas jalan yang digunakan bersama masyarakat.


Pasuruan- Kapolda Jatim mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan berharap mereka menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Ia menutup sambutannya dengan harapan agar semangat sportivitas yang terjalin selama kompetisi dapat terus membawa dampak positif bagi dunia otomotif dan keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Semoga Bhayangkara Sprint Rally 2026 menjadi tonggak awal terciptanya generasi pembalap yang tidak hanya cepat di lintasan, tetapi juga bijak di jalan raya. (Avs)

Enam Hari Bukan Sekadar Angka: Ketika Brimob Biak Bertahan Melawan Api


Biak- Lonjakan semangat terpancar dari barisan personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Papua yang kembali menggelar operasi pemadaman di hari keenam penanganan Karhutla Kabupaten Biak Numfor tanpa mengenal lelah. Tiga lokasi utama menjadi saksi bisu perjuangan mereka, yaitu Kampung Darfuar yang berada di belakang Pasar Maryendi, serta Kampung Sumberker yang membentang di sepanjang Jalan Raya Biak Timur. Satu unit Water Cannon turut dikerahkan untuk memperkuat gempuran air ke titik-titik yang masih menyisakan bara merah di balik abu.


Biak- Setiap pagi, personel sudah bersiap dengan peralatan lengkap untuk melakukan pembasahan di area yang masih terdeteksi memiliki suhu tinggi pasca kebakaran. Water Cannon menjadi andalan utama karena kemampuannya menjangkau area yang sulit dilewati personel secara langsung, terutama di medan berbukit atau lahan gambut yang dalam. Di saat yang sama, tim penyisir bergerak menjauh dari pusat kebakaran untuk memastikan tidak ada percikan api yang terbawa angin menuju pemukiman warga atau perkebunan.


Biak- Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa upaya pemadaman kali ini tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada pencegahan jangka panjang melalui pembasahan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap bara benar-benar padam agar tidak menjadi pemicu titik api baru yang bisa muncul secara tiba-tiba di tengah malam. Pernyataan itu ia sampaikan dalam keterangan tertulisnya dari Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sebagai bentuk transparansi publik atas kerja keras tim di lapangan.


Biak- Pemantauan kondisi lokasi berjalan secara simultan dengan proses pemadaman, di mana personel yang bertugas membagi diri menjadi beberapa regu untuk menjangkau semua area terdampak. Metode bertahap dipilih untuk memastikan setiap langkah yang diambil tepat sasaran, mengingat beberapa wilayah memiliki akses jalan yang sempit dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama, sehingga setiap keputusan di lapangan diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca dan arah angin yang dinamis.


Biak- Hingga hari keenam, tidak ada tanda-tanda personel kehilangan fokus, justru mereka semakin terlatih dengan pola kerja terstruktur yang telah terbentuk selama operasi berlangsung. Koordinasi antarregu berjalan lancar, dengan komunikasi yang terus diperbarui setiap jam untuk memastikan tidak ada titik yang terlewatkan dari pantauan. Penanganan dan pemantauan secara berkesinambungan ini menjadi janji nyata kepolisian bahwa mereka tidak akan berhenti sampai kondisi benar-benar aman.


Biak- Kepada masyarakat luas, Trunoyudo kembali mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang kerap menjadi penyebab utama Karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Personel di Biak juga aktif menyampaikan pesan serupa kepada warga sekitar lokasi kejadian, mengajak mereka menjadi garda terdepan dalam melaporkan jika melihat kepulan asap mencurigakan. Kesadaran kolektif ini dinilai lebih efektif dalam mencegah kebakaran dibandingkan hanya mengandalkan petugas yang jumlahnya terbatas.


Biak- Respon Satbrimob Polda Papua menjadi bukti kesiapan institusi dalam menghadapi bencana ekologis yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan ulah manusia. Keberhasilan mengendalikan api di hari keenam menjadi modal penting untuk evaluasi dan peningkatan kesiapsiagaan di masa depan. Semoga semangat kebersamaan ini terus berlanjut, baik di antara petugas maupun masyarakat, agar Biak Numfor senantiasa menjadi wilayah yang hijau, aman, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan. (Avs)

 

Top