Labuan Bajo- Di tengah upaya evakuasi dan distribusi logistik pasca-gempa NTT, Polri menyadari bahwa luka psikologis sama pentingnya dengan luka fisik untuk segera ditangani. Hal ini terbukti melalui kunjungan spesial ke Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas pada Kamis (20/8/2026), di mana Kapolsek Komodo Ipda Adhar bersama Psikolog Polda Jawa Tengah Ipda Putri Agustina memberikan konseling mendalam kepada dua korban kritis. Martina Nina (76) yang mengalami patah tulang belakang dan Margareta Mandarin (5) dengan patah tulang tangan kiri menjadi prioritas, mengingat keduanya berasal dari Kampung Sambi Dampek yang terdampak paling parah dan harus dievakuasi dengan helikopter sehari sebelumnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ipda Adhar menegaskan bahwa pendampingan ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang Polri untuk tidak meninggalkan korban setelah sorotan media mereda. Ia menyampaikan bahwa rasa aman adalah hak dasar setiap warga, terutama mereka yang baru saja mengalami musibah mengerikan. Kehadiran psikolog kepolisian menjadi nilai tambah yang signifikan, karena trauma healing yang diberikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengidentifikasi dan meredakan gejala stres pasca-trauma yang mungkin muncul pada korban lanjut usia maupun anak-anak.
Ipda Putri menjelaskan bahwa terapi yang diberikan bertujuan membangun kembali rasa percaya diri dan stabilitas emosional korban, yang sangat penting untuk mendukung proses penyembuhan medis mereka. Ia juga memberikan edukasi kepada keluarga tentang cara mendampingi korban di rumah agar suasana tetap kondusif. Dengan berakhirnya sesi konseling pada pukul 16.15 Wita, Polri kembali menegaskan bahwa misi kemanusiaan mereka tidak berhenti pada pemberian bantuan material, tetapi terus merambah ke dimensi psikologis yang sering terlupakan, menjadikan pemulihan korban gempa Manggarai Barat lebih utuh dan bermakna. (Avs)

Posting Komentar