Nganjuk- Di tengah hiruk-pikuk isu nasional, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan memilih untuk duduk berdampingan dengan para mahasiswa, mengesampingkan sekat birokrasi demi terciptanya sinergi yang harmonis. Pertemuan dengan pengurus BEM dan Ormek di ruang kerja Kapolres pada Rabu (20/8/2026) ini menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa kepolisian memandang mahasiswa sebagai mitra strategis, bukan sebagai ancaman. Kapolres menyampaikan bahwa suara mahasiswa sangat diperlukan untuk menyempurnakan kinerja Polres Nganjuk dalam melayani masyarakat.
Dalam sambutannya, AKBP Suria mengingatkan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan dengan cara-cara bijak akan lebih mudah didengar dan ditindaklanjuti. Ia mengajak mahasiswa untuk menggunakan instrumen musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di masyarakat, karena cara inilah yang paling efektif dan tidak menimbulkan korban. Kapolres juga mengapresiasi peran mahasiswa sebagai agen pencerahan yang bisa menenangkan massa jika terjadi gejolak, dengan syarat mereka tetap berada di jalur yang konstruktif dan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi.
Moh. Ainun Rozak, yang hadir mewakili GMNI Nganjuk, memberikan tanggapan positif dan menekankan bahwa mahasiswa Nganjuk adalah mahasiswa yang dewasa. Ia menyatakan bahwa organisasi mahasiswa akan terus berperan sebagai penjernih persoalan, bukan memperkeruh suasana. Dengan adanya ikatan komunikasi yang kuat antara Polres dan mahasiswa, Ainun optimis bahwa setiap permasalahan di Nganjuk dapat diselesaikan dengan kepala dingin, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berkembang tanpa rasa khawatir akan gangguan keamanan. (Avs)

Posting Komentar