Duren- Di bawah terik sore yang menyengat, Aipda Suratin duduk lesehan di atas karung kosong sambil membandingkan ukuran kacang hasil panen warga Desa Duren yang luar biasa gemuk dan seragam.
Kelimpahan musim panen ini langsung mengubah suasana desa menjadi riuh rendah suara syukur dan tawaran saling bantu antar tetangga, menandakan bahwa roda ekonomi pedesaan sedang berputar kencang.
Aipda Suratin dengan sengaja menempatkan diri sebagai bagian dari tim panen, bukan sebagai pengintai, karena ia percaya bahwa kepercayaan publik hanya bisa dibangun lewat aksi nyata di lapangan.
Ia menggali informasi tentang kendala benih, serangan ulat, dan akses jalan menuju lahan, lalu menawarkan diri untuk menyampaikan aspirasi petani ke tingkat kecamatan melalui jalur resmi kepolisian.
"Jika ada hambatan, sampaikan ke saya, karena tugas kami bukan hanya menjaga keamanan tapi juga mengawal kesejahteraan," ucapnya kepada kelompok tani yang mengelilinginya dengan antusias.
Seorang petani muda mengakui bahwa kehadiran polisi di sawah membuat mereka lebih tenang dan tidak paranoid terhadap pencurian, sehingga fokus penuh pada kualitas hasil panen.
Aipda Suratin menutup kegiatan dengan pesan bahwa komunikasi yang hangat antara polisi dan rakyat adalah modal utama untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan suasana desa yang damai dari ujung timur hingga barat. (Avs)
Posting Komentar