Semarang- Seleksi Taruna Akademi Kepolisian tahun 2026 memasuki babak baru dengan menghadirkan sejumlah pembaruan signifikan yang menandai transformasi rekrutmen Polri di era digital. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin langsung tahapan akhir seleksi tingkat pusat di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian Semarang pada Jumat (24/7), di mana 404 calon taruna dan taruni menjalani ujian yang kini mengusung standar lebih tinggi. Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar mengungkapkan bahwa dua kebaruan utama dalam seleksi tahun ini adalah penerapan tes komputer dan peningkatan kualitas soal akademik setara olimpiade, dirancang untuk menjaring kandidat yang tidak hanya cerdas secara hafalan, tetapi juga mampu berpikir kritis dan analitis.
Tes komputer menjadi salah satu inovasi yang dianggap krusial mengingat generasi calon taruna saat ini adalah mereka yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Irjen Anwar menegaskan bahwa kemampuan mengoperasikan perangkat digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap calon anggota Polri, baik di jenjang tamtama, bintara, maupun perwira. Menurutnya, tanpa penguasaan teknologi, personel Polri akan tertinggal dan kesulitan beradaptasi dengan tuntutan tugas kepolisian yang semakin modern dan kompleks. Tes komputer ini menjadi filter awal untuk memastikan bahwa para taruna memiliki fondasi dasar yang kuat dalam literasi digital sejak awal karier mereka.
Selain aspek teknologi, standar soal akademik juga mengalami peningkatan yang cukup drastis. Materi ujian yang mencakup bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan matematika kini dirancang dengan level kesulitan setara olimpiade, menggeser pola lama yang lebih mengandalkan hafalan dari buku teks. Irjen Anwar menyebut perubahan ini sebagai langkah maju yang sangat membanggakan, karena Polri kini membutuhkan personel yang mampu menganalisis dan memecahkan masalah, bukan sekadar menghafal informasi. Kemampuan berpikir kritis inilah yang menjadi kebutuhan utama Polri di masa depan, di mana tantangan keamanan dan ketertiban semakin dinamis dan tidak bisa dihadapi dengan pendekatan konvensional.
Hingga tahap akhir, proses seleksi telah melewati berbagai rangkaian ketat mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan yang dinilai langsung oleh enam pejabat utama Polri. Dengan pembaruan yang dihadirkan tahun ini, Polri menunjukkan komitmennya untuk melahirkan perwira muda yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika tugas kepolisian di era digital. Irjen Anwar optimistis bahwa para taruna yang lolos seleksi ini akan menjadi generasi penerus yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki daya nalar tinggi dan jiwa kepemimpinan yang tangguh, sesuai dengan tuntutan organisasi Polri yang terus berkembang.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar