ads

Iklan
LATEST UPDATES

Selasa, 08 September 2026

Reformasi Birokrasi Polri Diuji di Ruang Akademik, Mahasiswa S2 dan S1 Ikut Bedah Buku


Jakarta- Puluhan mahasiswa S2 MIK dan S1 Polwan Angkatan 1 Tahun 2025 memadati ruang bedah buku di STIK-PTIK. Mereka mengkaji secara kritis gagasan reformasi birokrasi kepolisian yang tertuang dalam buku terbitan Pusat Studi Ilmu Kepolisian. Kegiatan pada Selasa (8/9/2026) ini disaksikan 3.878 penonton melalui kanal YouTube.


Moderator Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo membuka diskusi dengan menekankan pentingnya inovasi di tubuh Polri. Perubahan harus berani dilakukan untuk menjawab kritik dan tuntutan masyarakat. Polri dituntut profesional, responsif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.


Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menyoroti reformasi dari sisi sumber daya manusia. Anggota Polri harus mampu berpikir kritis dan menghasilkan gagasan solutif. Kepemimpinan transformatif menjadi kunci membangun birokrasi yang efektif dan adaptif.


Dr. Yopik Gani menjelaskan bahwa reformasi mencakup aspek struktural, instrumental, dan kultural. Perubahan aturan saja tidak cukup tanpa diikuti transformasi cara berpikir. Smart policing yang mengintegrasikan personel, teknologi, dan masyarakat menjadi arah baru kepolisian.


Dr. Vita Mayastinasari memaparkan bahwa buku ini menghimpun berbagai pengalaman praktisi senior. Pembahasan mencakup teknologi, cybercrime, krisis, hingga dinamika kehidupan anggota Polri. Keragaman perspektif menunjukkan reformasi adalah proses yang terus berkembang.


Pusat Studi Kepolisian yang diresmikan 10 Maret 2026 terus menggeliat dengan berbagai kegiatan. Lima puluh buku telah lahir sebagai bagian dari ekosistem akademik yang dibangun. Tradisi meneliti, menulis, dan mengkaji menjadi fondasi penguatan ilmu kepolisian. (Avs)

Posting Komentar

 

Top