ads

Iklan
LATEST UPDATES

Sabtu, 11 Juli 2026

Buah dari Pekarangan Sendiri, Bhabinkamtibmas Sonopatik Perkuat Pangan Keluarga dengan Nangka dan Kelengkeng



Nganjuk- Ketahanan pangan keluarga dapat dimulai dari pekarangan rumah, dan Bhabinkamtibmas Desa Sonopatik, Aipda Agus H., mengajak warga untuk membuktikannya pada Minggu (12/7/2026) dengan memanfaatkan lahan sela untuk menanam nangka dan kelengkeng. Menindaklanjuti arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan tentang pentingnya kemandirian pangan di tingkat keluarga, Bhabinkamtibmas mendorong warga untuk menghasilkan buah-buahan sendiri yang dapat dikonsumsi setiap hari tanpa harus membeli dari pasar. Langkah ini menjadi fondasi bagi terciptanya keluarga yang mandiri pangan dan sehat secara gizi.


Kapolres Nganjuk menekankan bahwa ketahanan pangan keluarga adalah unit terkecil yang menentukan keberhasilan ketahanan pangan nasional secara keseluruhan. Keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tahan terhadap gejolak harga dan krisis pangan. Melalui pendampingan Polri, masyarakat diajarkan untuk memilih komoditas yang tidak hanya mudah dibudidayakan, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan keluarga. Nangka dan kelengkeng adalah pilihan tepat karena kaya akan vitamin dan serat.


Aipda Agus H. dalam kunjungannya berdialog dengan warga tentang manfaat mengonsumsi buah-buahan dari pekarangan sendiri dan bagaimana hal itu dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. Kapolsek Berbek AKP Darminto menambahkan bahwa pekarangan yang produktif adalah lumbung pangan mini yang dapat diandalkan setiap saat. Dengan menanam buah-buahan, keluarga tidak perlu khawatir kehabisan stok pangan bergizi di tengah situasi yang tidak menentu.


Desa Sonopatik diharapkan menjadi desa yang warganya mulai terbiasa memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Dengan kebun nangka dan kelengkeng yang menghijau di setiap rumah, ketahanan pangan keluarga akan semakin kuat dan mandiri. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk melihat pekarangan sebagai aset berharga yang dapat menghasilkan pangan bergizi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dari akar rumput.(Avs)

Posting Komentar

 

Top