ads

Iklan
LATEST UPDATES

Senin, 20 April 2026

Lahan Cuma Sekejap Mata? Bhabinkamtibmas Nganjuk Punya Solusi Vertikultur


Di Desa Kedungombo, Kecamatan Warujayeng, luas pekarangan rumah warga rata-rata tidak lebih dari beberapa meter persegi. Namun pada Selasa (21/4/2026), BRIPKA Mahendra Aris, Bhabinkamtibmas setempat, membuktikan bahwa sempit bukanlah penghalang untuk bertani. Dengan menguji coba pola tanam vertikal (vertikultur), ia mendorong warga memanfaatkan dinding, pagar, bahkan pipa bekas sebagai media bercocok tanam. Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang ia gagas ini adalah jawaban konkret atas keluhan warga yang selama ini merasa tidak memiliki lahan cukup untuk menanam sayuran. Inilah polisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengubah pekarangan sempit menjadi lumbung pangan keluarga.

Dari perspektif warga yang ikut uji coba, metode vertikultur terasa seperti keajaiban kecil. Seorang ibu rumah tangga yang pekarangannya hanya cukup untuk jemuran pakaian, kini bisa menanam cabai, tomat, dan kangkung dalam pot-pot yang disusun bertingkat di tembok samping rumah. BRIPKA Mahendra dengan sabar mendampingi, mulai dari menyiapkan media tanam dari campuran sekam dan pupuk kandang, hingga mengajarkan cara menyiram yang benar agar air tidak berlebihan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengapresiasi inovasi ini karena menjawab masalah klasik masyarakat desa: lahan terbatas tetapi kebutuhan pangan terus meningkat.

Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa vertikultur bukan sekadar tren, tetapi solusi berkelanjutan untuk ketahanan pangan di daerah padat penduduk. Dengan sistem tanam bertingkat, warga bisa menghasilkan sayuran segar tanpa harus membeli di pasar, sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga. Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program nasional untuk mengurangi ketergantungan pada pangan impor. BRIPKA Mahendra dalam pendampingannya juga menyisipkan pesan keamanan lingkungan, seperti pentingnya mengamankan tanaman dari hama dan tetangga yang tidak bertanggung jawab, namun dengan cara yang santai dan tidak menggurui.

Ketika matahari sore mulai teduh, beberapa warga Desa Kedungombo sudah memasang rak-rak vertikultur sederhana di pekarangan mereka. Tidak ada lahan yang tersisa sia-sia. Dinding yang tadinya kosong kini hijau oleh daun sayuran. Polres Nganjuk melalui langkah kecil ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus berteknologi tinggi. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk melihat dinding kosong sebagai peluang, dan seorang Bhabinkamtibmas yang mau menjadi pelopor. Dengan vertikultur, ketahanan pangan tidak lagi ditentukan oleh luas tanah, tetapi oleh kreativitas dan kemauan untuk memulai. Dan itulah yang ditanamkan BRIPKA Mahendra di Kedungombo, satu pipa bekas pada satu waktu.(Avs)

Posting Komentar

 

Top