ads

Iklan
LATEST UPDATES

Senin, 20 April 2026

Bukan Sekadar Tes Darah, 200 Polisi Nganjuk Diperiksa Jiwanya Juga


Di balik seragam cokelat yang gagah dan senyum ramah saat melayani masyarakat, ada sisi lain dari seorang polisi yang jarang terlihat: tekanan mental dan fisik yang luar biasa. Pada Senin (20/4/2026), Polres Nganjuk bersama Biddokkes Polda Jatim menggelar pemeriksaan kesehatan total terhadap 200 personelnya, tidak hanya menyentuh darah dan urine, tetapi juga kondisi kejiwaan (keswa). Mulai dari treadmill, rontgen, cek gigi, hingga tes kesehatan mental, semua dilakukan untuk memastikan bahwa para pengayom masyarakat ini benar-benar dalam kondisi prima. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas pelayanan publik.

Dari perspektif seorang psikolog yang terlibat dalam pemeriksaan kejiwaan, kegiatan ini sangat krusial karena profesi kepolisian adalah salah satu yang paling rawan stres. Paparan terhadap kejahatan kekerasan, tekanan target operasional, dan jam kerja yang tidak menentu dapat menggerogoti kesehatan mental secara perlahan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan memahami betul risiko ini, sehingga ia menginstruksikan pemeriksaan keswa menjadi bagian wajib, bukan sekadar tambahan. "Polisi yang sehat mentalnya akan lebih bijak dalam mengambil keputusan, lebih sabar dalam melayani, dan lebih manusiawi dalam bertindak," ujarnya. Pemeriksaan dibagi berdasarkan kelompok umur intensif 1 dan 2, karena kebutuhan kesehatan personel muda berbeda dengan yang sudah senior.

Selain kesehatan mental, tes darah dan urine juga menyasar indikasi penyalahgunaan narkoba, yang menjadi momok bagi institusi Polri. Tidak ada toleransi, semua 200 personel yang diperiksa diambil sampelnya secara acak dan transparan. Hasilnya akan diumumkan secara tertutup kepada masing-masing anggota, dan jika ditemukan indikasi positif, akan ditindaklanjuti dengan rehabilitasi, bukan penghakiman publik. Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa tujuan utama pemeriksaan ini adalah pemulihan, bukan penghukuman. "Kami ingin anggota kami sehat, bukan sekadar bersih dari narkoba. Jika ada yang bermasalah, kami akan bantu, bukan buang," tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung tertib dengan pembagian jadwal per kelompok usia ini berhasil memeriksa 200 personel tanpa mengganggu pelayanan masyarakat di kantor polisi. Para anggota yang menjalani treadmill hingga rontgen tampak antusias karena mereka merasa diperhatikan. Polres Nganjuk melalui langkah ini membuktikan bahwa institusi kepolisian tidak hanya menuntut loyalitas dan kinerja dari anggotanya, tetapi juga hadir untuk menjaga kesehatan mereka. Karena pada akhirnya, polisi yang sehat fisik dan mental akan mencerminkan polisi yang manusiawi, dan polisi yang manusiawi adalah polisi yang dirindukan oleh masyarakat. Itulah investasi yang tidak ternilai harganya.(Avs)

Posting Komentar

 

Top