Belum cukup hanya mahir menaiki motor, para pemohon SIM di Nganjuk dibekali teknik bertahan hidup di jalan raya lewat program Polantas Menyapa. Aiptu Harianto dari Satlantas Polres Nganjuk menjadi instruktur dadakan yang mengubah ruang ujian menjadi kelas keselamatan darurat. Selasa (7/4/2026) menjadi hari berbeda bagi calon pengendara yang biasanya hanya fokus pada manuver di jalur berkelok.
Sosialisasi safety riding ini menyasar aspek paling kritis yang jarang diajarkan oleh kursus biasa, seperti menjaga jarak aman dan membaca potensi bahaya dari pengendara lain. Aiptu Harianto tidak hanya memberi teori, tetapi langsung mempraktikkan cara mengenali titik buta dan penggunaan helm yang benar. Para peserta pun terlihat lebih percaya diri karena mereka tahu bahwa kelulusan bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar.
Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, menekankan bahwa program ini adalah bentuk pelayanan publik yang bergeser dari urusan administrasi ke pembentukan karakter berkendara. Menurutnya, banyak kecelakaan pemula terjadi bukan karena tidak bisa mengendalikan motor, melainkan karena tidak pernah diajari membaca situasi lalu lintas. Dengan pendekatan ini, polisi berharap menekan angka pelanggaran dari pengendara baru.
Antusiasme peserta terlihat dari deretan pertanyaan kritis yang diajukan, mulai dari cara menghadapi pengemudi agresif hingga teknik pengereman darurat. Satlantas Polres Nganjuk menargetkan program Polantas Menyapa ini berjalan rutin demi menciptakan ekosistem berkendara yang lebih sadar risiko. Mereka percaya bahwa satu jam edukasi sebelum ujian bisa menyelamatkan ribuan nyawa di masa depan.(Avs)

Posting Komentar