ads

Iklan
LATEST UPDATES

Rabu, 22 April 2026

Dari Patroli Siber Hingga Undercover Buy: Polri Bongkar Peredaran Alat Phishing Internasional


Aksi undercover menggunakan mata uang kripto menjadi kunci keberhasilan Bareskrim Polri dalam membongkar sindikat penjualan perangkat phishing yang beroperasi sejak 2018. Patroli siber rutin menemukan situs wellstore yang mencurigakan, lalu penyidik berpura-pura menjadi pembeli untuk memastikan bahwa perangkat lunak tersebut memang dirancang untuk akses ilegal ke data orang lain.

Dua pria berinisial GWL dan FYT yang diringkus di Kupang ternyata telah menjual ribuan script phishing selama hampir satu dekade. GWL disebut sebagai otak di balik pembuatan dan penyempurnaan alat tersebut sejak 2017, sebelum akhirnya melebarkan sayap ke berbagai platform penjualan digital hingga Telegram.

Dari hasil pengembangan, polisi menemukan fakta mengejutkan: sebanyak 2.440 pembeli tersebar di berbagai negara dalam periode 2019 hingga 2024. Jumlah korban yang berhasil diidentifikasi mencapai 34.000 orang secara global dengan total kerugian ditaksir menembus 20 juta dolar Amerika atau setara Rp350 miliar.

Para tersangka saat ini sudah mendekam di Rutan Bareskrim Polri sejak 9 April 2026, sementara penyidik terus memburu aset-aset lain hasil kejahatan. Komitmen Polri untuk melindungi ruang digital masyarakat semakin nyata dengan adanya kerja sama internasional, termasuk dengan FBI, guna memutus ekosistem kejahatan siber lintas negara.(Avs)

Posting Komentar

 

Top