ads

Iklan
LATEST UPDATES

Senin, 20 April 2026

Bukan Sekadar Urus SIM, Di Nganjuk Anak-anak Juga Dapat Wahana Mainan


Di balik meja pelayanan SIM dan STNK Polres Nganjuk pada Selasa (21/4/2026), terlihat pemandangan yang tidak biasa. Para petugas Satlantas tampil anggun dengan busana adat, sementara di sudut ruangan, sekelompok anak-anak asyik bermain di wahana yang disediakan khusus untuk mereka. Program "Polantas Menyapa" edisi Hari Kartini ini sengaja dirancang untuk mengubah kesan menegangkan mengurus berkas menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh keluarga. Dengan tema "Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045", Polres Nganjuk membuktikan bahwa pelayanan publik tidak harus kaku dan membosankan.

Dari perspektif seorang ibu yang datang mengurus perpanjangan SIM bersama balitanya, inovasi ini terasa seperti angin segar. Biasanya, ia harus bergantian menggendong anak sambil mengisi formulir, atau bahkan memilih tidak mengurus administrasi karena takut anaknya rewel. Namun kali ini, petugas langsung mengarahkan anaknya ke area bermain yang dijaga ramah oleh personel lain. Sambil menikmati camilan ringan yang disediakan, sang ibu bisa fokus pada proses pelayanan tanpa rasa cemas. Ia mengaku baru pertama kali menemukan kantor polisi yang semenyenangkan ini, dan berjanji akan memberi tahu tetangganya agar tidak takut lagi datang ke Satlantas.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa semangat Kartini tidak hanya tentang emansipasi perempuan, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang melindungi anak sebagai generasi penerus. Ia ingin menghilangkan citra bahwa urusan polisi selalu identik dengan ketegangan dan ketakutan. Dengan menyediakan fasilitas ramah anak, pihaknya secara tidak langsung mengedukasi masyarakat bahwa kepolisian adalah sahabat, bukan musuh. Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan orang tua yang membawa anak, adalah bentuk nyata dari reformasi birokrasi yang tidak hanya di atas kertas.

Ketika proses administrasi selesai, banyak orang tua yang tampak tersenyum puas sambil melihat anak-anak mereka yang masih asyik bermain. Beberapa dari mereka bahkan mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama petugas berbaju adat. Polres Nganjuk melalui kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa pelayanan publik yang humanis dan berbudaya bukanlah impian. Dengan sedikit sentuhan kreativitas dan empati, urusan SIM dan STNK yang sering dianggap merepotkan bisa berubah menjadi momen kebersamaan keluarga yang berharga. Semangat Kartini tentang kemajuan dan kepedulian ternyata bisa diwujudkan di ruang pelayanan yang paling sederhana sekalipun.(Avs)

Posting Komentar

 

Top