Nganjuk- Sinergi antara Polri, petani, dan distributor pupuk menjadi kunci utama dalam memastikan ketersediaan sarana produksi bagi petani jagung di Desa Ngetos. Kanit Provost Polsek Ngetos, Aiptu Santoso, pada Senin (13/7/2026) melaksanakan pemantauan ketersediaan pupuk sebagai tindak lanjut arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan tentang pentingnya pendampingan di sektor pertanian. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama dari semua pihak.
Kapolres Nganjuk menyatakan bahwa kemitraan antara Polri, petani, dan distributor pupuk adalah fondasi bagi keberhasilan program ketahanan pangan. Melalui komunikasi yang intensif, Polri dapat memastikan bahwa pasokan pupuk berjalan lancar dari distributor hingga ke tangan petani. Aiptu Santoso dalam kunjungannya tidak hanya mendengarkan keluhan petani, tetapi juga berkoordinasi dengan distributor untuk memastikan ketersediaan pupuk di tingkat pengecer.
Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menambahkan bahwa kepercayaan yang telah terbangun antara Polri dan petani adalah aset berharga yang harus terus dipelihara. Dengan pendampingan yang humanis dan konsisten, petani merasa didukung dan tidak ragu untuk melapor jika mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Sinergi yang solid ini diharapkan mampu menjaga kelancaran pasokan pupuk dan memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga.
Desa Ngetos diharapkan menjadi contoh bagaimana sinergi antara Polri, petani, dan distributor dapat memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian. Dengan kerja sama yang erat, petani tidak perlu khawatir kehabisan pupuk di tengah musim tanam dan dapat fokus pada perawatan tanaman jagung mereka. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk membangun kemitraan serupa dengan kepolisian dan distributor, karena pada akhirnya, ketahanan pangan yang kokoh dibangun dari kebersamaan dan kerja keras semua pihak.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar