AIPTU Saktian Suryani tidak mengenakan rompi antipeluru atau membawa senjata saat menjalankan tugas Sabtu pagi itu. Ia justru terlihat berlutut di samping deretan polybag, jari-jarinya menyentuh tanah untuk memeriksa kelembaban media tanam, sambil tersenyum mendengar cerita warga tentang pertumbuhan bayam yang melesat. Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng ini adalah ujung tombak program Pekarangan Pangan Bergizi yang dicanangkan Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan, dan ia menjalankannya dengan pendekatan yang hangat dan penuh kesabaran. Kapolres meyakini bahwa polisi yang peduli pada pangan warga adalah polisi yang benar-benar hadir di tengah kehidupan sehari-hari.
Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi mengungkapkan bahwa metode polybag menjadi primadona karena tidak memerlukan lahan luas dan bisa dipindahkan dengan mudah jika hujan terlalu deras atau sinar matahari terlalu terik. Ia menambahkan bahwa AIPTU Saktian secara rutin mengingatkan warga tentang jadwal pemupukan dan penyiraman, karena tanaman dalam polybag cenderung lebih cepat kehilangan nutrisi dibandingkan tanaman di tanah terbuka. Dalam kunjungannya, ia melihat beberapa polybag yang sudah mulai berbuah cabai rawit, yang langsung dipetik oleh pemiliknya untuk dimasak siang itu. Hal kecil seperti ini, menurut Kapolsek, adalah bukti nyata bahwa program ini bekerja.
Sementara itu, Kapolres menekankan bahwa ketahanan pangan tidak harus selalu berbentuk sawah atau ladang luas, tetapi bisa dimulai dari hal terkecil di pekarangan rumah. Ia menyebut bahwa jika setiap keluarga menanam minimal lima polybag sayuran, maka dalam satu kelurahan akan ada ribuan tanaman produktif yang menyuplai kebutuhan pangan harian. AIPTU Saktian mencatat bahwa beberapa warga bahkan mulai menjual hasil panen berlebih ke warung-warung sekitar, menambah pemasukan keluarga di tengah tekanan ekonomi. Baginya, ini adalah dampak berganda yang membuat program ini layak untuk terus didorong dan dikembangkan.
Di penghujung kegiatan, Kapolsek mengajak warga untuk tidak berhenti pada sayuran, tetapi juga mencoba menanam bumbu dapur seperti jahe, kunyit, dan serai dalam polybag. Ia berjanji akan memfasilitasi pertukaran bibit antarwarga agar keragaman tanaman semakin kaya dan tidak membosankan. AIPTU Saktian pun berpesan bahwa ia selalu siap dikonsultasikan jika ada masalah dengan tanaman, karena kebahagiaannya adalah melihat polybag warga tumbuh subur. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, Polri optimis bahwa Tanjunganom akan menjadi teladan bagi kelurahan lain dalam memanfaatkan pekarangan untuk kemandirian pangan. (Avs)

Posting Komentar