Di sebuah desa di Kecamatan Baron, pemandangan pekarangan rumah kini tak lagi didominasi rumput liar atau tanah kosong. Kini, di sana tumbuh subur tanaman cabai yang menghijau, kolam-kolam kecil berisi ikan nila dan lele yang berenang lincah, serta kandang-kandang sederhana yang dihuni ayam dan kambing. Semua ini adalah hasil dari program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) terpadu yang digagas oleh Polres Nganjuk di bawah arahan Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan, dengan Aiptu Heru P. dari Polsek Baron sebagai penggerak di lapangan. Kapolres meyakini bahwa pekarangan yang dikelola secara terpadu adalah jawaban atas keterbatasan lahan sekaligus langkah konkret menuju kemandirian pangan.
Kapolres menjelaskan bahwa konsep terpadu ini bukan sekadar menanam, memelihara ikan, dan beternak secara terpisah, tetapi menciptakan siklus yang saling menguntungkan. Ia mencontohkan bahwa kotoran ternak bisa diolah menjadi pupuk organik untuk tanaman cabai, sementara dedaunan dari tanaman dapat menjadi pakan tambahan bagi ikan. Sistem ini, menurutnya, tidak hanya mengurangi biaya produksi tetapi juga menghasilkan produk yang lebih sehat dan alami. Kapolres berharap bahwa model seperti ini dapat diadopsi oleh lebih banyak desa di Nganjuk, sehingga ketahanan pangan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar.
Di lapangan, Aiptu Heru P. terlihat sangat akrab dengan warga binaannya. Ia tidak hanya memeriksa kondisi tanaman dan ternak, tetapi juga duduk bersama warga untuk mendengarkan keluhan dan saran mereka. Seorang warga mengeluhkan serangan ulat pada cabai, sementara yang lain bertanya tentang cara mengatasi air kolam yang keruh. Aiptu Heru mencatat semua masukan dan berjanji akan mencari solusi bersama dengan dinas pertanian dan perikanan setempat. Kapolsek Baron AKP Oofy Adycta Septandra menambahkan bahwa pendampingan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin, karena menurutnya keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Di akhir kegiatan, Kapolsek mengajak masyarakat untuk tidak hanya berhenti pada tiga komoditas ini, tetapi juga mulai mempertimbangkan tanaman obat keluarga atau sayuran organik lainnya. Ia juga berharap bahwa program ini dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kemandirian pangan dan cinta pada pertanian. Aiptu Heru pun berjanji akan terus memantau dan mendampingi warga hingga panen dan bahkan ke tahap pemasaran hasil. Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Polsek Baron optimis bahwa pekarangan produktif ini akan menjadi kebanggaan bersama dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (Avs)

Posting Komentar