Tuban, Sabtu 16 Mei 2026, bukan hanya mencatat panen raya jagung, tetapi juga loncatan besar Polri dalam pemenuhan gizi nasional. Di hadapan Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan target ambisius: 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi pada 2026. Saat ini, 736 dari 1.376 SPPG yang dikembangkan telah melayani masyarakat, sementara 468 lainnya masih dibangun, termasuk 33 di wilayah 3T. Proyeksi dampaknya luar biasa: 3,44 juta penerima manfaat dan 68.000 tenaga kerja terserap.(Avs)
Kasatgas MBG Polri, Irjen Nurworo Danang, menekankan bahwa program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Rantai pasok pangan dibangun melibatkan petani, peternak, UMKM, dan koperasi lokal. Setiap SPPG menerapkan standar ketat: sertifikat halal, higiene sanitasi, uji laboratorium air, hingga pemeriksaan food safety oleh tenaga kesehatan Dokkes Polri. Inovasi ramah lingkungan juga hadir melalui penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) untuk memasak skala besar.(Avs)
Dari hulu ke hilir, Polri tak berhenti di dapur umum. Sebanyak 714 kelompok tani jagung binaan di 42 Polres telah mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) total Rp30,3 miliar. Infrastruktur penyimpanan juga diperkuat: 18 gudang ketahanan pangan telah berdiri di 12 Polda, dan 10 gudang baru akan ditambah pada 2026, masing-masing kapasitas 1.000 ton, plus satu gudang utama 10.000 ton ditargetkan rampung Juni 2026.(Avs)
Menutup arahannya, Kapolri mengutip pesan Presiden Prabowo: "Menghasilkan pangan adalah melanjutkan peradaban." Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun generasi sehat dan berdaya saing melalui pemenuhan gizi dan ketahanan pangan. Dari Tuban, komitmen ini menjadi wujud nyata Asta Cita menuju Indonesia Emas, di mana setiap lapisan masyarakat merasakan kehadiran negara melalui sepiring makanan bergizi dan ekosistem pangan yang berkelanjutan.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar