ads

Iklan
LATEST UPDATES

Minggu, 03 Mei 2026

Cemburu Lihat Foto Istri di WhatsApp, Pria Paruh Baya di Surabaya Bacok Pria Lain Hingga Tewas


Cerita pilu datang dari Jalan Wonokusumo Jaya Baru, Surabaya, di mana seorang pria bernama Hk (44) nekat mengakhiri nyawa pria lain hanya karena sebuah foto. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak bergerak cepat setelah menerima laporan, dan berhasil menangkap Hk di persembunyiannya di Jalan Kalimas, Surabaya. Kronologi bermula pada Jumat (24/4) malam, ketika Hk yang baru pulang kerja iseng membuka ponsel istrinya. Di layar, ia melihat foto sang istri bersama pria lain yang ternyata bernama H (37), warga Omben, Sampang, Madura. Rasa cemburu langsung membakar hatinya, dan ia pun mulai mencari identitas korban.

Keesokan harinya, nasib mempertemukan Hk dengan korban secara tidak sengaja di jalan. Ia melihat H sedang berboncengan dengan temannya, dan tanpa berpikir panjang, Hk mengikuti mereka hingga ke tempat tinggal korban di Wonokusumo Jaya. Hk tidak langsung bertindak malam itu, tetapi ia pulang membawa rasa sakit hati yang terus menggerogoti. Rabu (2/5) menjadi hari nahas bagi korban. Hk datang ke lokasi bersama tiga temannya yang berinisial S, SR, dan I—semuanya warga Sampang, Madura, yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Sebelum berangkat, mereka berkumpul dulu di Jalan Kedungmangu, Surabaya, lalu mengendarai dua sepeda motor menuju lokasi kejadian.

Hk sudah menyiapkan senjata tajam jenis celurit yang diselipkan di pinggang sebelah kirinya. Ia bahkan memerintahkan S untuk ikut membawa sajam sebagai antisipasi jika korban melawan. Sesampainya di Jalan Wonokusumo Jaya Pinggir, Hk dan rombongan menunggu korban hingga akhirnya melihat target mereka lewat. Tanpa peringatan, Hk menyabetkan celuritnya secara membabi buta ke arah H. Luka parah yang diderita korban menyebabkan ia tewas di tempat. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak yang mendapat laporan segera menyelidiki, dan CCTV di lokasi menjadi petunjuk kunci mengarah pada identitas pelaku.

Setelah sempat kabur ke Sampang bersama ketiga temannya yang kini masih DPO, Hk akhirnya tertangkap di Surabaya. Polisi mengamankan celurit yang digunakan sebagai barang bukti. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa kecemburuan yang tidak terkendali bisa berujung pada tragedi berdarah. Saat ini Hk harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, sementara polisi terus memburu tiga buronan lainnya. Ketentraman di Wonokusumo untuk sementara terganggu, tetapi langkah cepat Polres Pelabuhan Tanjungperak setidaknya membawa keadilan bagi keluarga korban yang kehilangan nyawa secara tragis. (Avs)

Posting Komentar

 

Top