ads

Iklan
LATEST UPDATES

Selasa, 28 April 2026

Polantas Nganjuk Sisipkan Pesan Keselamatan di Tengah Pengajian, Remaja Masjid Nurul Huda Antusias


Rabu (29/4/2026) menjadi hari yang istimewa bagi remaja peserta pengajian di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Di sela-sela kegiatan keagamaan yang dikawal ketat oleh Satlantas Polres Nganjuk, anggota Polantas Menyapa menyisipkan materi edukasi lalu lintas yang ringan namun membekas. Bukan sekadar berdiri menjaga pintu masjid, para petugas dengan humanis menyampaikan pentingnya menggunakan helm, menjauhi balapan liar, serta mematuhi rambu-rambu saat berkendara. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir untuk mengamankan acara, tetapi juga memanfaatkan setiap momentum untuk menanamkan nilai keselamatan sejak dini kepada generasi muda.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa pembinaan kepada remaja tidak harus selalu dalam ruang formal seperti sekolah atau ruang sidang. Menurutnya, kegiatan sosial dan keagamaan yang dekat dengan keseharian anak muda justru menjadi media yang lebih efektif karena pesan disampaikan dalam suasana santai dan penuh kebersamaan. Ia menegaskan bahwa tertib berlalu lintas adalah bagian dari disiplin dan kepatuhan terhadap hukum secara umum, sehingga jika generasi muda terbiasa taat di jalan, mereka juga cenderung taat dalam aspek kehidupan lainnya. Inilah alasan mengapa Polantas Nganjuk terus menggencarkan program Polantas Menyapa di berbagai komunitas, termasuk di masjid-masjid.

Dalam pelaksanaannya, anggota Satlantas tidak memberikan ceramah panjang yang membosankan, melainkan sesi dialog interaktif yang membuat remaja betah. Mereka bertanya tentang batas aman berkendara, risiko tidak memakai helm, hingga sanksi jika ketahuan melawan arus. Beberapa remaja bahkan mengaku baru sadar bahwa kebiasaan mereka mengendarai motor tanpa SIM atau berboncengan tiga ternyata memiliki konsekuensi hukum yang serius. Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa program Polantas Menyapa tidak hanya menyasar pengguna jalan di pusat keramaian, tetapi secara khusus menyasar remaja sebagai calon pengendara masa depan yang belum terbentuk kebiasaan berkendaranya.

Edukasi kepada remaja, lanjut AKP Ivan, sangat penting karena kelompok usia ini paling rentan terhadap pelanggaran lalu lintas sekaligus paling mungkin menjadi korban kecelakaan akibat ketidaktahuan atau kelalaian. Dengan menanamkan mindset bahwa keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekadar aturan yang harus ditakuti, Satlantas Polres Nganjuk berharap tercipta generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Pengajian di Masjid Nurul Huda hari itu tidak hanya menyejukkan hati dengan ayat-ayat suci, tetapi juga mencerahkan jalan pikiran tentang bagaimana menjaga nyawa sendiri dan orang lain saat berada di jalan raya.(Avs)

Posting Komentar

 

Top