Polres Situbondo Polda Jatim mengambil langkah berani dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Situbondo untuk melatih seluruh personelnya dalam teknik Basic Life Support (BLS) pada Senin (27/4/2026) di Rupatama Tantya Sudhirajati. Yang menarik, pelatihan ini menghadirkan dr. Kartika Ikrama Shafirlana, Sp.O.G., yang juga merupakan Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo Ny. Lana Bayu AS, bersama dr. Budiman Bahagia, Sp.An., dan tim dokter IDI. Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., membuka acara dengan pernyataan tegas: setiap personel yang tidak lulus ujian akhir BLS tidak diizinkan pulang, karena kemampuan menyelamatkan nyawa adalah bagian tak terpisahkan dari tugas polisi yang kerap menjadi orang pertama di lokasi kejadian darurat.
Dalam sambutannya, Kapolres Situbondo menekankan bahwa situasi gawat darurat yang mengancam nyawa bisa terjadi kapan saja dan di mana saja saat anggota sedang bertugas. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, bentrokan massa, hingga bencana alam, anggota Polri sering kali menjadi orang pertama yang tiba di TKP sebelum ambulans atau tenaga medis datang. Tanpa kemampuan BLS yang memadai, nyawa korban yang sebenarnya masih bisa diselamatkan justru melayang karena penanganan yang terlambat atau salah. Karena itulah, pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tetapi kebutuhan mendesak yang harus dikuasai oleh semua personel, dari perwira hingga anggota lapangan.
Pelatihan yang berlangsung seharian ini diikuti oleh Pejabat Utama Polres Situbondo, Kapolsek jajaran, Perwira Staf, serta anggota Polres Situbondo. Mereka mendapatkan pemaparan materi dari IDI, sesi tanya jawab interaktif, dan yang terpenting: praktik langsung penanganan medis darurat yang didampingi oleh tim dokter. Mulai dari cara memeriksa respons korban, membuka jalan napas, melakukan kompresi dada yang benar, hingga teknik resusitasi jantung paru (RJP) dengan perbandingan tekanan dan napas yang tepat. Semua peserta wajib menunjukkan kemampuan praktik mereka di hadapan tim dokter, karena Kapolres tidak main-main dengan standar kelulusan.
Kapolres Situbondo juga menyisipkan tiga pesan moral yang mengakar: tingkatkan keimanan dan ketakwaan, niatkan tugas sebagai ibadah, dan jangan pernah bosan bersyukur. Dengan pelatihan BLS yang dipandu IDI ini, diharapkan setiap personel Polres Situbondo tidak hanya menjadi penegak hukum yang tegas, tetapi juga penyelamat hidup pertama yang andal di masyarakat. Saat kecelakaan terjadi di jalan raya Situbondo, warga kini bisa berharap bahwa polisi yang datang pertama kali tidak hanya memasang garis polisi, tetapi juga langsung melakukan tindakan medis dasar yang bisa membedakan antara hidup dan mati. Polres Situbondo membuktikan bahwa menjadi polisi berarti siap menyelamatkan nyawa, bukan hanya menegakkan pasal.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar