Derap langkah pengamanan Hari Buruh Internasional 2026 di Jawa Timur dimulai lebih awal. Kamis (30/4/2026), Polda Jatim melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan pengamanan maksimal yang mencakup seluruh wilayah, dari Surabaya hingga ke daerah-daerah terpencil sekalipun. Yang menarik, komitmen ini tidak berhenti di perbatasan provinsi. Polda Jatim juga akan mengawal perwakilan buruh yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti perayaa
n May Day secara nasional. Ini adalah bentuk sinergi yang jarang terjadi, di mana kepolisian daerah tidak hanya fokus pada wilayahnya sendiri, tetapi juga peduli pada keselamatan buruh yang bepergian ke luar daerah.
Kabid Humas menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan para koordinator dan pimpinan elemen buruh di seluruh Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada gesekan yang tidak perlu antara aparat dan massa aksi. Kombes Pol Jules Abraham Abast menekankan bahwa Polda Jatim berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, baik di kota Surabaya maupun di kabupaten-kabupaten seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan lainnya. Setiap titik kegiatan yang tersebar akan dipetakan dan mendapatkan pengamanan proporsional sesuai dengan skalanya.
Lebih jauh, Kombes Abast menyebut bahwa jumlah personel yang akan diterjunkan baru dapat dipastikan setelah pelaksanaan apel kesiapan pengamanan. Namun yang jelas, pendekatan yang digunakan adalah pelayanan, bukan sekadar penjagaan. "Jika di wilayah ada elemen buruh yang melakukan perayaan, akan tetap kami kawal dan fasilitasi. Kami berikan pelayanan semaksimal mungkin," tegasnya. Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik bahwa aparat kerap bersikap represif terhadap aksi buruh. Tahun ini, Polda Jatim ingin menunjukkan pendekatan yang lebih humanis dan kolaboratif.
Dengan kesiapan yang matang ini, Polda Jatim berharap peringatan May Day 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan menjadi momentum positif bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara tertib. Tidak ada lagi cerita tentang bentrok atau pembubaran paksa. Sebaliknya, polisi dan buruh diharapkan bisa duduk bersama dalam bingkai negara hukum yang menjamin kebebasan berekspresi. Inilah energi baru pengamanan May Day di Jawa Timur yang patut diapresiasi.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar