Semarang- Ketahanan pangan dan energi menjadi fokus utama dalam pembekalan 282 Calon Perwira Remaja Akademi Kepolisian Angkatan ke-58 yang dipimpin Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di Lapangan Bhayangkara Akpol, Jumat (10/7). Dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Wakapolri, ditegaskan bahwa dinamika geopolitik global berdampak langsung pada kerapuhan rantai pasok pangan dan energi dunia. Kenaikan harga pupuk global hingga 35 persen dan fluktuasi harga komoditas energi menjadi sinyal bahwa Indonesia harus memperkuat kemandirian di kedua sektor tersebut.
Kapolri menjelaskan bahwa pemerintah telah merespons tantangan ini dengan berbagai program strategis, termasuk swasembada pangan dan energi, hilirisasi sektor prioritas, serta optimalisasi tata kelola ekspor komoditas unggulan melalui Danantara Sumberdaya Indonesia. Polri turut berperan aktif melalui program pemanfaatan lahan jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di sektor energi, penegakan hukum di bidang migas, pertambangan, dan kelistrikan terus diperkuat untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar dan tidak merugikan masyarakat.
Wakapolri menambahkan bahwa meskipun menghadapi tekanan global, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 5,61 persen pada Triwulan I 2026 dan inflasi terjaga di level 3,34 persen. Hal ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang terukur dan dukungan seluruh aparat, termasuk Polri. Para perwira muda Akpol diharapkan memahami bahwa tugas menjaga stabilitas nasional tidak hanya terkait keamanan, tetapi juga mencakup pengawasan dan pendampingan terhadap program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan pembekalan ini, 282 capaja tidak hanya lulus sebagai perwira Polri, tetapi juga sebagai agen perubahan yang paham tantangan bangsa. Mereka diharapkan mampu menjalankan peran strategis Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan energi, menjaga stabilitas ekonomi, serta melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika global. Semangat profesionalisme, integritas, dan adaptivitas yang ditanamkan selama pendidikan akan menjadi modal utama mereka dalam mengabdi kepada bangsa dan negara di masa depan.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar