ads

Iklan
LATEST UPDATES

Senin, 15 Juni 2026

1 Suro Tanpa Konvoi, Polda Jatim Siagakan Personel dan Larang Atribut Perguruan


Surabaya- Mulai 15 Juni hingga seluruh rangkaian peringatan 1 Suro 1448 Hijriah berakhir, Polda Jawa Timur resmi memperketat pengamanan di seluruh wilayah. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengungkapkan bahwa personel tambahan telah diterjunkan ke Polres jajaran sesuai kebutuhan dan tingkat kerawanan masing-masing daerah. Tidak hanya di Madiun Raya yang dikenal sebagai pusat tradisi Suroan, tetapi juga Surabaya Raya dan sejumlah titik lain yang diprediksi menjadi lokasi pergerakan massa. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama rangkaian kegiatan sakral tersebut berlangsung.

Surabaya- Selain penguatan personel, Polda Jatim juga mengeluarkan aturan ketat bagi peserta pengesahan warga perguruan pencak silat. Peserta dan pendamping dilarang mengenakan atribut atau pakaian sakral perguruan saat berangkat maupun pulang dari lokasi. Kendaraan yang digunakan wajib roda empat tertutup tanpa stiker atau atribut perguruan. Yang paling ditekankan adalah larangan konvoi yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dan lalu lintas. "Kami ingin peringatan ini berlangsung khidmat tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat lain," tegas Kombes Abast.

Surabaya- Larangan lainnya mencakup pembawa tongkat, bendera, atribut komunitas, serta penyalakan petasan, kembang api, dan flare. Peserta juga dilarang melakukan provokasi, menyebar hoaks atau ujaran kebencian di media sosial, serta mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Setelah proses pengesahan selesai, seluruh peserta diminta langsung kembali ke rumah masing-masing. Kabid Humas Polda Jatim mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap mematuhi aturan lalu lintas. Dengan pengamanan maksimal, Polda Jatim berharap 1 Suro tahun ini berlangsung aman, tertib, dan damai untuk semua.(Avs)

Posting Komentar

 

Top