AIPTU Saktian Suryani dari Kelurahan Tanjunganom memilih pendekatan unik dalam menjaga ketahanan pangan nasional: memantau langsung kesehatan kambing warga binaannya pada Rabu (13/5/2026). Ia menyisir satu per satu kandang, memeriksa kondisi fisik hewan, kebersihan lingkungan, hingga pola pemberian pakan yang diterapkan pemilik. Warga pun diingatkan untuk segera melapor jika menemukan gejala sakit pada ternak, agar bisa ditangani bersama dinas peternakan setempat.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa peternakan rakyat adalah tulang punggung ketahanan pangan dari tingkat desa. Menurutnya, pendampingan langsung seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas ini mampu menekan risiko kematian ternak sekaligus meningkatkan produktivitas kambing milik warga. Dari sisi ekonomi, pemanfaatan lahan pekarangan untuk ternak kambing dinilai sangat efektif karena menghasilkan protein hewani dan nilai jual yang stabil.
Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menambahkan bahwa pihaknya terus menginstruksikan anggota untuk hadir aktif sebagai mitra warga dalam program pemerintah. Dialog yang dibangun AIPTU Saktian dengan para peternak tidak hanya tentang kebersihan kandang, tetapi juga cara merawat ternak yang sehat dan berkelanjutan. Hasilnya, warga merasa lebih percaya diri merawat kambingnya tanpa rasa khawatir terhadap penyakit yang tidak terdeteksi.
Melalui gerakan kecil di tingkat kelurahan ini, ketahanan pangan nasional dibangun dari akar rumput yang paling nyata: kandang kambing yang sehat. Bhabinkamtibmas membuktikan bahwa tugas menjaga keamanan tidak berhenti di jalan raya, tetapi juga di pekarangan rumah warga. (Avs)

Posting Komentar