ads

Iklan
LATEST UPDATES

Sabtu, 25 April 2026

Kapolri Bukan Sekadar Buka Acara, Ia Bawa Pesan Genting untuk Anak Muda Persis


Soreang, Bandung mendadak berubah menjadi panggung dialog kebangsaan ketika Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir membuka Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam pada Sabtu pekan lalu. Hotel Sutan Raja yang megah itu tak hanya menjadi saksi seremoni formal, melainkan ruang diskusi tentang betapa rapuhnya stabilitas keamanan di era banjir informasi. Kapolri dengan gayanya yang khas mengingatkan bahwa polisi tak punya cukup tangan untuk menangkal sendiri gelombang misinformasi yang menyesatkan.

Sigit secara blak-blakan menyebut tiga monster digital yang sedang menggerogoti masyarakat: narkoba yang menyamar, kejahatan siber yang licin, dan eksploitasi seksual yang merayap diam-diam. Menurutnya, generasi muda Persis yang hadir dalam muktamar ini memiliki posisi strategis sebagai benteng terdepan. Bukan karena mereka paling tahu agama, tetapi karena mereka paling melek teknologi sekaligus punya jaringan luas hingga ke kampung-kampung.

Di hadapan para kader, Kapolri bahkan mengakui kelemahan institusinya. Ia bilang, Polri tidak akan pernah mampu bekerja sendiri tanpa dukungan elemen bangsa seperti Persis. Pernyataan ini bukan basa-basi, melainkan seruan kolaborasi struktural antara santri dan aparat. Ia ingin ke depan tidak ada lagi saling curiga, melainkan bahu-membahu membendung arus hoaks yang kerap memecah belah persatuan.

Sigit juga menyelipkan pesan tentang ketidakpastian global yang tengah melanda dunia. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah berupaya maksimal meluncurkan berbagai program penyelamat nasional. Namun tanpa persatuan seluruh komponen bangsa, semua program itu hanya akan menjadi tumpukan kertas. Ia meyakini bahwa semangat seperti saat melawan penjajah dulu harus hidup kembali di dada setiap pemuda Persis yang hadir di ruangan itu.(Avs)

Posting Komentar

 

Top