Ketupal polisi di Blitar kini bergeser dari sekadar mengatur lalu lintas dan menangkap penjahat. AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo memilih pendekatan baru yang lebih menyentuh akar masalah kemiskinan. Pada Jumat pekan lalu, ia meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang di Kelurahan Tlumpu, yang langsung melayani 886 anak mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di wilayah tersebut.
AKBP Kalfaris menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan gratis. Ada koordinasi ketat antara pengelola SPPG dengan pihak sekolah untuk memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi yang dibutuhkan otak dan tubuh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Setiap kendala di lapangan, mulai dari distribusi bahan baku hingga keluhan penerima, langsung ditangani dalam waktu singkat agar kualitas layanan tetap terjaga.
Peresmian SPPG Ketapang dilakukan dengan cara yang hangat oleh Ny. Adisty Lalo, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari, yang memotong pita di depan fasilitas dapur umum yang baru direnovasi. Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Blitar serta mantan Bupati Blitar Heri Nugroho yang turut meninjau langsung proses memasak dan penyajian. Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika para orang tua murid yang datang menyaksikan tampak tersenyum lega.
Dengan tambahan SPPG baru ini, Polres Blitar Kota berharap wilayah Tlumpu dan sekitarnya tidak lagi memiliki anak yang datang ke sekolah dengan perut kosong. Kapolres menegaskan bahwa program MBG ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Targetnya sederhana: tidak ada lagi keluhan pusing karena lapar saat pelajaran matematika berlangsung. Sebanyak 886 perut kecil kini terisi setiap hari berkat inisiatif kepolisian yang tidak biasa ini.(Avs)

Posting Komentar