Ribuan pemudik akan segera memadati kapal-kapal penyeberangan, dan Polri tidak ingin kecelakaan laut mengganggu kebahagiaan mereka. Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memastikan bahwa keamanan jalur mudik 2026 tidak hanya bertumpu di darat, tetapi juga di lautan lepas. Saat meninjau Pelabuhan Bakauheni, ia membeberkan kesiapan luar biasa untuk menghadapi skenario terburuk di perairan. Ini adalah bentuk antisipasi kontinjensi yang jarang terlihat, namun vital untuk keselamatan jutaan jiwa.
Sorotan utama dari kesiapan ini adalah pengerahan lima kapal polisi modern yang ditempatkan di lima pelabuhan tersibuk tanah air. Kelima kapal tersebut, yang masing-masing memiliki kemampuan operasional tinggi, akan berperan sebagai garda terdepan jika terjadi insiden. Di Ketapang, ada KP BIMA 7014; di Lembar, KP KASTURI 6002; di Gilimanuk, KP MANYAR 5003; di Merak, KP GELATIK 5016; dan di Bakauheni sendiri, KP GAGAK 3011 bersiaga. Dengan kecepatan mencapai 30 knots dan daya jelajah 10 hari, kapal-kapal ini siap melakukan patroli dan pertolongan pertama kapan saja dibutuhkan.
Komjen Dedi menjelaskan bahwa kekuatan ini tidak berdiri sendiri. Di lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni, misalnya, telah disiagakan 16 kapal gabungan yang melibatkan TNI, Basarnas, Polair, serta stakeholder pelayaran. Total 320 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan penanganan darurat berjalan mulus. Semua unsur ini telah berkoordinasi intensif, termasuk dengan operator kapal seperti ASDP, agar setiap potensi bahaya di laut dapat segera direspons secara terpadu. Ini adalah wujud nyata sinergi lintas sektoral yang mengutamakan nyawa manusia.
Lebih dari itu, pendekatan berbasis data real-time menjadi kunci dalam mitigasi risiko. Polri tidak hanya menyiapkan armada, tetapi juga menghitung secara cermat kebutuhan alat keselamatan dan skenario evakuasi. Prediksi arus mudik yang memuncak pada 18–19 Maret serta arus balik pada akhir bulan menjadi patokan utama dalam penempatan sumber daya. Dengan sistem ini, diharapkan setiap potensi fatalitas dapat ditekan seminimal mungkin, dan pemudik merasa lebih tenang selama berada di atas kapal.
Di akhir peninjauannya, Wakapolri mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Ia mengimbau agar para pemudik tidak ragu menghubungi layanan darurat 110 jika membutuhkan bantuan. Polri, tegasnya, berkomitmen untuk memberikan quick response time terhadap setiap laporan. Dengan kolaborasi antara aparat dan kesadaran masyarakat, arus mudik 2026 diharapkan berjalan lancar, aman, dan penuh sukacita tanpa insiden berarti. (Avs)
.jpeg)
Posting Komentar