Di tengah gempuran kendaraan yang memadati jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, suasana tegang antrean panjang coba dicairkan oleh Polda Jawa Timur dengan sebuah gebrakan tak terduga. Bukan hanya menambah personil atau membuka jalur alternatif, kali ini mereka menurunkan tim medis keliling untuk membagikan layanan kesehatan gratis. Operasi Ketapang Semeru 2026 kali ini benar-benar dimanfaatkan untuk mendekatkan diri dengan para pemudik yang kelelahan, khususnya mereka yang harus menunggu berjam-jam karena penutupan sementara jalur penyeberangan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi. Langkah ini menjadi bukti bahwa keamanan mudik tak lepas dari kondisi fisik para pengemudi di jalan.
Kombes Pol Jules Abraham Abast, selaku Kabid Humas Polda Jatim, mengungkapkan bahwa layanan mobile ini ditempatkan di sejumlah titik Buffering Zone yang menjadi lokasi penampungan kendaraan. Daerah-daerah ini sengaja disiapkan karena sejak Rabu (18/3) lalu, jalur penyeberangan Ketapang resmi ditutup hingga Jumat (20/3) pagi. Para petugas dari Sidokkes Polres di bawah jajaran Polda Jatim pun dengan sigap berkeliling, mendatangi truk-truk dan kendaraan pribadi yang terparkir. Mereka membawa perlengkapan medis portabel, menawarkan pemeriksaan tekanan darah, pijat ringan, hingga memberikan obat-obatan gratis. Inisiatif ini menjadi angin segar bagi mereka yang mulai merasakan pegal dan pusing setelah menanti lebih dari satu hari.
Kombes Pol Iwan Saktiadi, Dirlantas Polda Jatim, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian integral dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ia menekankan bahwa pemudik yang sehat dan bugar adalah prasyarat utama terwujudnya perjalanan yang aman. Melalui layanan kesehatan mobile ini, petugas tidak hanya berperan sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai motivator yang menyampaikan pesan-pesan keselamatan. Mereka secara langsung menghimbau para sopir untuk tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah tidak prima. Pendekatan personal ini terbukti efektif, mengingat banyak pengemudi truk yang enggan meninggalkan kendaraannya untuk pergi ke klinik atau puskesmas.
Salah satu cerita mengharukan datang dari Antok (48), pengemudi truk sembako asal Blora. Ia mengaku sempat mengalami penurunan tensi darah setelah menunggu sejak Kamis sore di Buffering Zone Baluran, Situbondo. Saat mulai merasa pusing, petugas medis yang sedang berkeliling langsung datang memberikan pertolongan dan obat gratis. "Alhamdulillah, tadi diberi obat gratis oleh petugas dari Kepolisian setelah tensi darah saya turun," ujarnya dengan lega. Kisah Antok hanyalah satu dari sekian banyak pemudik yang merasakan manfaat langsung dari program ini. Layanan kesehatan keliling ini pun menjadi sorotan positif, mengukuhkan bahwa kehadiran polisi selama Operasi Ketapang Semeru 2026 tidak hanya untuk menertibkan, tetapi juga untuk melayani dengan hati.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar