Desa Senjayan membuktikan bahwa lahan sempit bukan halangan untuk berproduksi. Di bawah bimbingan Aiptu Suyanto, warga memanfaatkan setiap sudut pekarangan untuk menanam terong gelatik. Tanaman ini dipilih karena adaptif terhadap berbagai kondisi tanah dan tidak rewel soal perawatan. Dalam hitungan minggu, lahan-lahan kosong berubah menjadi pemandangan hijau yang menyegarkan. Warga pun mulai terbiasa bangun pagi dan menyiram tanaman sebelum beraktivitas.
Kapolsek Gondang AKP Sugino menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang untuk kemandirian pangan. Ia tidak ingin program ini hanya musiman, makanya pendampingan dilakukan secara konsisten. Aiptu Suyanto bahkan membuat jadwal kunjungan rutin ke rumah-rumah warga yang ikut program. Ia mencatat perkembangan tanaman sekaligus menampung keluhan warga. Dengan cara ini, warga merasa diperhatikan dan termotivasi untuk terus merawat tanamannya.
Hasil panen terong gelatik sebagian dikonsumsi sendiri, sebagian lagi dijual ke tetangga atau pedagang keliling. Warga mengaku pengeluaran belanja dapur mereka berkurang karena sayur sudah tersedia di pekarangan. Uang yang biasanya untuk beli sayur, bisa dialihkan untuk kebutuhan lain. Ini adalah bentuk efisiensi yang nyata dirasakan oleh keluarga-keluarga di Senjayan. Mereka pun semakin percaya bahwa bertani di lahan sempit itu menguntungkan.
Ke depan, Aiptu Suyanto berencana mengajak warga menanam varietas lain seperti cabai atau tomat secara bergantian. Tujuannya agar lahan tetap produktif sepanjang tahun dan warga punya beragam sumber penghasilan. Ia juga ingin membentuk koperasi kecil untuk menampung hasil panen warga agar harganya lebih stabil. Dengan semangat gotong royong, ia yakin desanya bisa menjadi contoh ketahanan pangan berbasis pekarangan. Terong gelatik hanyalah awal dari banyak cerita sukses lainnya.(Avs)

Posting Komentar