ads

Iklan
LATEST UPDATES

Kamis, 12 Februari 2026

Menjelang Ramadan 1447 H, Kapolresta Malang Kota Teguhkan Empati Lewat Ziarah Korban Kanjuruhan


Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, jajaran kepolisian di Kota Malang memilih memulai bulan suci dengan langkah penuh makna. Bukan sekadar agenda seremonial, tetapi refleksi kemanusiaan melalui ziarah ke makam para korban tragedi Kanjuruhan.

Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana, mengajak seluruh personel melakukan ziarah serentak ke 31 makam korban yang berdomisili di Kota Malang. Kegiatan ini menjadi simbol empati sekaligus penguatan solidaritas internal Polri menjelang bulan penuh berkah.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah TPU Kutho Bedah, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Di sana, Kapolresta didampingi Andika Wijaya, ayah almarhum Daffa Fakhrudin Wijaya (15). Tak hanya memanjatkan doa dan membaca Yasin, Kapolresta turut membersihkan batu nisan sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada korban.

Secara paralel, Pejabat Utama dan lima Kapolsek jajaran Polresta Malang Kota juga melakukan ziarah di TPU berbeda. Momentum ini bertepatan dengan Jumat Legi, hari yang secara budaya kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berziarah.

Kapolresta menegaskan bahwa sejak kembali bertugas di Bumi Arema, komitmennya jelas: menjadikan Polresta Malang Kota sebagai rumah yang terbuka bagi keluarga korban Kanjuruhan. Simbol duka berupa pita hitam yang dikenakannya menjadi pengingat atas tragedi tersebut.

Tak berhenti pada simbol, berbagai bentuk kepedulian seperti santunan, komunikasi intensif, dan pendampingan moral terus dilakukan. Hal serupa dirasakan keluarga almarhumah Nafisatul Mukhoyaroh (24) yang diziarahi oleh Kasi Humas Polresta.

Ziarah ini diharapkan menjadi energi spiritual menjelang Ramadan, sekaligus memperkuat hubungan Polri dan masyarakat demi menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Malang.

Posting Komentar

 

Top