Nganjuk- Di tengah melambungnya harga pupuk yang memberatkan petani Desa Garu, Bhabinkamtibmas Aipda Wahyu Tri hadir tidak hanya untuk mengecek ketersediaan, tetapi juga mengedukasi tentang cara menggunakan pupuk secara efisien dan tepat sasaran agar setiap butir pupuk yang diaplikasikan benar-benar bermanfaat bagi tanaman, Sabtu (20/6/2026).
Sebagai penggerak ketahanan pangan, ia menyadari bahwa kelangkaan dan mahalnya pupuk mengharuskan petani untuk lebih cermat dalam mengelola nutrisi tanaman, sehingga tidak ada pupuk yang terbuang percuma dan hasil panen tetap maksimal meskipun dengan biaya produksi yang terbatas.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa ketersediaan sarana produksi pertanian termasuk pupuk adalah faktor penting, namun yang tidak kalah penting adalah cara penggunaannya yang efisien dan tepat dosis.
Aipda Wahyu Tri berdialog dengan petani tentang teknik pemupukan yang benar, mulai dari waktu yang tepat, dosis yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, hingga cara aplikasi agar pupuk tidak menguap atau tercuci oleh air hujan sebelum diserap akar.
Ia juga memberikan tips tentang penggunaan pupuk organik dan kompos sebagai pelengkap pupuk kimia, sehingga petani bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk yang mahal tanpa mengorbankan kesehatan tanaman.
Petani yang mengikuti edukasi ini merasa mendapat pencerahan baru, karena selama ini mereka cenderung menggunakan pupuk secara berlebihan tanpa perhitungan yang matang, yang justru merugikan secara ekonomi dan lingkungan.
Kapolsek Baron AKP Oofy Adycta Septandra menegaskan bahwa efisiensi penggunaan pupuk adalah keterampilan penting yang harus terus dikembangkan petani, karena dengan biaya yang sama, hasil yang diperoleh bisa jauh lebih optimal jika pengelolaannya tepat.
Ia berharap petani Desa Garu dapat menerapkan teknik pemupukan yang efisien dan berkelanjutan, sehingga produktivitas lahan tetap terjaga tanpa harus terbebani oleh biaya produksi yang membengkak.
Dengan pendekatan edukatif yang praktis, Polres Nganjuk membuktikan bahwa Polri tidak hanya memantau, tetapi juga mengajarkan, menjadikan setiap interaksi dengan petani sebagai kesempatan untuk berbagi pengetahuan yang bermanfaat dan aplikatif.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar