ads

Iklan
LATEST UPDATES

Selasa, 12 Mei 2026

920 Siswa SMPN 1 Geneng Dapat Peringatan Dini dari Polres Ngawi: Bullying dan Narkoba Musuh Bersama


NGAWI – Lebih dari sembilan ratus pasang mata tertuju pada Bripka Sri Wahyuni, S.H., saat ia berdiri di depan ruang kelas SMPN 1 Geneng, Kabupaten Ngawi, Selasa (12/5/26). Bukan untuk memberi ceramah menggurui, tetapi untuk menyampaikan pesan hidup: bullying dan narkoba adalah dua ancaman nyata yang bisa merusak masa depan generasi muda. Polres Ngawi melalui Polsek Geneng menggelar sosialisasi dan pembinaan penyuluhan (binluh) yang diikuti 920 siswa-siswi, guru, dan staf sekolah. Kapolsek Geneng Kompol Haris Sunarto menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah preventif kepolisian untuk membangun kesadaran hukum dan moral pelajar sejak dini.

Bripka Sri Wahyuni tidak hanya berbicara tentang definisi bullying, tetapi juga dampak psikologis yang bisa membekas seumur hidup. Ia menjelaskan bahwa perundungan tidak selalu terjadi di lorong sekolah, tetapi juga di media sosial—dan sering kali korban tidak berani bersuara. Sementara itu, bahaya narkoba dipaparkan bukan dengan gaya menakut-nakuti, tetapi dengan data dan cerita nyata bagaimana satu kali percobaan bisa menjerumuskan seseorang ke jurang yang dalam. Para siswa yang awalnya ramai perlahan hening, menyimak setiap kalimat yang keluar dari pemateri.

Antusiasme siswa terlihat dari sesi tanya jawab. Banyak yang mengangkat tangan untuk bertanya, mulai dari cara menolak ajakan teman untuk mencoba narkoba hingga bagaimana melaporkan kejadian bullying tanpa takut dijauhi. Guru dan staf sekolah juga menyambut positif kegiatan ini, menilai bahwa edukasi semacam ini sangat jarang didapatkan siswa dalam kurikulum harian. Kapolsek Haris Sunarto menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan berkelanjutan, tidak hanya sekali lalu selesai. Karena perubahan perilaku membutuhkan proses, bukan sekadar satu kali sosialisasi.

Polres Ngawi berharap dengan adanya pembinaan ini, lingkungan sekolah di seluruh wilayah Ngawi menjadi tempat yang aman, nyaman, dan sehat bagi tumbuh kembang anak. Bullying dan narkoba bukan lagi menjadi rahasia yang dibungkam, tetapi masalah yang dihadapi bersama. Seperti yang disampaikan Bripka Sri Wahyuni di akhir sesi: “Kalian adalah generasi penerus. Jangan biarkan satu tindakan bullying atau satu pil narkoba menghancurkan mimpi kalian.” (Avs)

Posting Komentar

 

Top