Siapa sangka, insiden mengerikan yang menimpa Bripda Prasetywanto Sakti Aji saat bertugas justru berbuah manis. Anggota Satlantas Polres Madiun Kota yang kakinya patah setelah dilindas bus pariwisata di Simpang Lima Tugu Pendekar pada 23 Maret 2026 itu resmi menerima penghargaan dari institusinya. Bukan karena viral, melainkan karena keberaniannya yang tak tergoyahkan saat menghentikan kendaraan besar yang melanggar rambu larangan demi keselamatan pengguna jalan lain.
AKBP Wiwin Junianto, Kapolres Madiun Kota, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas Bripda Sakti yang tidak mundur meskipun nyawanya terancam. Ia juga mengingatkan seluruh personel bahwa keselamatan dalam bertugas tetap prioritas, tetapi semangat melayani masyarakat tidak boleh padam. Insiden viral ini menjadi cermin bahwa kadang tugas polisi sangat berat, bahkan harus berhadapan dengan risiko fisik yang nyata.
Bripda Sakti kini menjadi simbol pengabdian tanpa pamrih di era media sosial. Penghargaan ini diharapkan memacu semangat anggota lainnya untuk terus memberikan kinerja terbaik, sekaligus menjaga komitmen melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kisahnya mengajarkan bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk keselamatan bersama, dan polisi adalah garda terdepan yang siap membayar mahal demi menegakkannya.(Avs)

Posting Komentar