ads

Iklan
LATEST UPDATES

Kamis, 12 Maret 2026

Pagi yang Berbeda di Perempatan Nganjuk: Polisi dan Tukang Becak Bukan Hanya Ngobrol, tapi Juga Peduli


Saat matahari baru saja merekah di ufuk timur Nganjuk, hiruk-pikuk kendaraan mulai memadati ruas jalan. Di tengah kesibukan mengatur lalu lintas itu, ada pemandangan yang menghangatkan hati. Seorang polisi lalu lintas memilih untuk tidak langsung beranjak ke pos setelah tugas paginya, melainkan duduk santai di bangku becak, berbincang akrab dengan para pengayuhnya.

Brigpol Munir, anggota Satlantas yang dikenal ramah, memanfaatkan momen ini untuk menyapa komunitas pengayuh becak. Bukan dengan nada instruktif atau raut wajah tegang, ia justru membuka obrolan ringan tentang keluarga hingga harga sembako, lalu perlahan-lahan menyelipkan pesan penting tentang keselamatan di jalan. Pendekatan ini membuat pesan yang disampaikan terasa lebih mengena.

Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, menyebut inisiatif ini sebagai strategi jitu untuk membangun kesadaran lalu lintas dari hati ke hati. Polantas Menyapa hadir untuk meruntuhkan sekat formalitas antara aparat dan masyarakat. Harapannya, imbauan yang disampaikan tidak hanya didengar, tetapi juga benar-benar dipraktikkan.

Percakapan santai itu berlangsung hangat, diselingi tawa dan canda. Para pengayuh becak pun merasa dihargai, tidak sekadar sebagai pengguna jalan, tetapi sebagai mitra dalam menciptakan lalu lintas yang aman. Obrolan usai gatur pagi itu membuktikan bahwa edukasi tak melulu harus di ruang seminar, tapi bisa juga dilakukan di pinggir jalan dengan segelas teh hangat dan hati yang tulus.(Avs)

Posting Komentar

 

Top