ads

Iklan
LATEST UPDATES

Selasa, 24 Maret 2026

Bukan Mainan: 346 Petasan dan 22 Kg Bubuk Meledak Diamankan Polres Tulungagung dari Tangan Anak-Anak


Menjelang Hari Raya Idul Fitri, semangat masyarakat biasanya diwarnai dengan berbagai persiapan, termasuk tak jarang perburuan petasan yang justru menyimpan bahaya besar. Polres Tulungagung bersama jajarannya bergerak cepat selama 30 hari bulan Ramadan dengan menggelar operasi cipta kondisi yang membuahkan hasil signifikan. Pada Selasa (24/3/2026), Tim Jibom Gegana Brimob Polda Jawa Timur melakukan pemusnahan terhadap 346 petasan berbagai ukuran dan 22,15 kilogram bahan bubuk peledak yang berhasil disita dari berbagai lokasi di wilayah hukum Polres Tulungagung.

Kompol Maga, Kabag Ops Polres Tulungagung, mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus berasal dari temuan Polsek jajaran, dengan jenis petasan berukuran besar hingga bahan peledak yang masih dalam tahap pembuatan. Yang memprihatinkan, mayoritas pelaku yang terlibat adalah anak-anak dengan rentang usia 10 hingga 15 tahun. Menghadapi fakta ini, Polres Tulungagung memilih pendekatan yang tidak sekadar represif. Anak-anak tersebut dibina dan dikembalikan kepada orang tua, disertai dengan ajakan untuk meningkatkan peran aktif keluarga dalam pengawasan.

Langkah ini diambil dengan pertimbangan bahwa pembinaan di tingkat keluarga akan lebih efektif mencegah terulangnya tindakan berbahaya di masa depan. Sementara itu, bagi pelaku dewasa yang terlibat dalam pembuatan dan penjualan petasan ilegal, Polres Tulungagung tetap memproses mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa para pelaku memanfaatkan kemudahan akses internet untuk belajar merakit petasan sekaligus membeli bahan-bahan berbahaya secara online.

Pemusnahan barang bukti ini menjadi penegasan bahwa Polres Tulungagung serius dalam menjaga keselamatan masyarakat. Kompol Maga dengan lega menyampaikan bahwa hingga saat ini wilayah Tulungagung belum mencatat adanya korban jiwa maupun kerugian materiil akibat ledakan petasan. Ini adalah bukti bahwa langkah preventif dan patroli intensif yang dilakukan jajaran kepolisian selama Ramadan membuahkan hasil. Harapannya, masyarakat semakin sadar akan bahaya laten di balik gemerlap petasan dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.(Avs)

Posting Komentar

 

Top