ads

Iklan
LATEST UPDATES

Jumat, 16 Oktober 2026

Polwan Kertosono dan Petani Jagung Jalin Sinergi Jaga Ketahanan Pangan

Kertosono- Aiptu Endah Puspitarini dan Brigpol Efrilia Ismi melaksanakan pemantauan tanaman jagung bersama petani. Keduanya merupakan Polwan Polsek Kertosono. Kegiatan itu berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pemantauan dilakukan di desa binaan mereka.

Kegiatan ini menjadi bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat tani. Dialog berlangsung akrab guna mempererat sinergi. Sinergi itu penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Petani setempat menyampaikan bahwa kondisi tanaman jagung saat ini cukup baik. Mereka berharap panen kali ini melimpah.

Menurut petani, pendampingan dari Polri sangat membantu. Terutama dalam menyampaikan keluhan terkait pengairan dan pupuk. Mereka pun berterima kasih atas perhatian kedua Polwan tersebut. Aiptu Endah Puspitarini dan Brigpol Efrilia Ismi merespons dengan menampung seluruh aspirasi petani.

Aspirasi dan keluhan itu akan diteruskan kepada pihak terkait. Menurut Bhabin, dukungan yang diberikan tidak hanya soal keamanan. Dukungan juga mencakup penyerapan aspirasi demi kesejahteraan petani. Mereka juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada petani. Petani diminta selalu waspada terhadap gangguan keamanan di area ladang.

Melalui kegiatan pemantauan ini, sinergi Polri dan petani di Kertosono diharapkan semakin erat. Polsek Kertosono berkomitmen terus mendampingi serta menyalurkan aspirasi warga. Upaya ini juga demi mendukung ketahanan pangan nasional. Semoga upaya bersama ini membawa manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat. (Nika)

Aksi 'Jogo Omah', Polresta Tuban Gelar Green Policing di Pantai Jenu bersama Masyarakat

TUBAN - Polresta Tuban Polda Jawa Timur menunjukkan komitmen nyata terhadap kelestarian ekosistem pesisir melalui program inovatif Green Policing atau Polisi Peduli Lingkungan. 

Langkah konkret ini diwujudkan lewat aksi penanaman pohon mangrove dan kerja bakti (kurve) pembersihan pantai yang berpusat di Mangrove Center Tuban, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pada Jumat (16/10/2026).

Dipimpin langsung oleh Kapolresta Tuban, Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K, M. Tr. Opsla., kegiatan lingkungan ini dimulai sejak pukul 07.30 WIB. 

Aksi hijau ini juga dihadiri oleh Wakapolresta Tuban AKBP Windy Syafutra, para Pejabat Utama (PJU) Polresta Tuban, Kapolsek Jenu beserta anggota, seluruh jajaran personel Polresta Tuban, hingga perangkat desa serta masyarakat setempat.

Di sela-sela aksi penanaman, Kombes Pol Jazuli Dani  menegaskan bahwa tugas kepolisian saat ini tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan konvensional, melainkan juga menjaga keamanan lingkungan hayati. 

Kombes Pol Jazuli Dani mengatakan, hubungan yang sinergis antara _Polisi Bersama Masyarakat_ menjadi pilar utama dalam menyukseskan perbaikan ekosistem pesisir ini.

"Melalui program Green Policing ini, kami ingin membangun benteng ekologis yang kuat di sepanjang pesisir Tuban. Mangrove yang kita tanam hari ini adalah investasi keselamatan untuk masa depan, baik dalam menahan abrasi, mencegah intrusi air laut, maupun memulihkan habitat biota laut yang mulai rusak," ujar Kombes Pol Jazuli Dani.

Lebih lanjut, Kombes Pol Jazuli Dani menekankan pentingnya kolaborasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat agar kelestarian kawasan pesisir dapat terjaga secara jangka panjang tanpa harus selalu menunggu tindakan hukum.

Langkah ini menurut Kombes Pol Jazuli Dani menjadi wujud nyata dari implementasi jargon "Jogo Omah" (Menjaga Rumah), di mana bumi dan lingkungan Kabupaten Tuban diibaratkan sebagai rumah bersama yang wajib dirawat dan dilindungi oleh seluruh warganya.

Kombes Pol Jazuli Dani mengungkapkan, pendekatan terbaik dalam menjaga alam adalah pencegahan dan kepedulian bersama.

"Kami mengetuk hati elemen masyarakat, generasi muda, hingga para pelaku usaha untuk proaktif merawat pantai ini. Ini adalah rumah kita bersama, implementasi dari semangat 'Jogo Omah'. Jangan sampai kita baru bergerak saat rumah atau alam kita sudah rusak,"ujar Kombes Pol Jazuli Dani.

Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum adalah langkah terakhir, namun edukasi dan aksi nyata dalam melakukan pencegahan adalah yang menjadi kunci utama.

Melalui program ini, Polresta Tuban Polda Jatim membawa misi penting untuk mewujudkan keamanan ekologis secara berkelanjutan. Penanaman mangrove diproyeksikan mampu menjadi benteng alami untuk meredam hantaman gelombang pasang maupun potensi tsunami di masa depan.

Aksi lingkungan yang berjalan dengan aman dan kondusif ini merefleksikan semangat jargon Polresta Tuban "GEMATI" (Gerak cepat, Efektif, Manfaat, Amanah, Terarah, Ikhlas). Kehadiran Polri di tengah masyarakat kini menjelma menjadi pelindung bagi kelestarian bumi dan masa depan lingkungan Kabupaten Tuban. (*)

Polsek Pace Bekuk Pencuri Mesin Diesel Sawah, Barang Bukti Lengkap Diamankan

Nganjuk- Kasus pencurian mesin diesel di area persawahan Dusun Kedungbajul, Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, berhasil diungkap. Jajaran Polsek Pace bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Nganjuk bergerak cepat melakukan penyelidikan. Seorang pria berinisial MA (27) diamankan karena diduga terlibat. Ia merupakan warga Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan komitmen pihaknya menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada menjaga peralatan pertanian. Terutama yang ditinggalkan di area persawahan.

Peristiwa tersebut diketahui pada Sabtu, 19 September 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Korban mendapat informasi dari seorang saksi bahwa mesin diesel di area persawahan telah hilang. Setelah melakukan pengecekan, korban mendapati mesin diesel miliknya sudah tidak berada di tempat semula. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pace.

Akibat pencurian itu, korban kehilangan satu unit mesin diesel merek Kubota tipe RD 105 berwarna merah. Unit Reskrim Polsek Pace bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Nganjuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, MA berhasil diamankan karena diduga terlibat dalam perkara tersebut. Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP M. Patria Pratama, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa pengungkapan dilakukan melalui serangkaian penyelidikan.

Penyidik juga mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan perkara. Barang bukti meliputi satu unit mesin diesel Kubota RD 105 berwarna merah. Ada pula satu lembar terpal berwarna biru, empat buah kunci pas, serta satu unit sepeda motor Suzuki Shogun tanpa nomor polisi. Saat ini, perkara tersebut ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Terduga pelaku diproses lebih lanjut berdasarkan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Polres Nganjuk mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap barang berharga. Warga juga diimbau segera melapor melalui kantor kepolisian terdekat. Laporan itu penting apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana. (Nika)

Kamis, 15 Oktober 2026

Sambang ke Petani, Bhabinkamtibmas Patranrejo Kagum dengan Sawi Batang Merah

Patranrejo- Bhabinkamtibmas Desa Patranrejo, Polsek Berbek, Aipda Puguh Rianto, menemukan hal unik saat melaksanakan sambang. Kegiatan itu berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026. Baru kali ini ia menjumpai langsung dan berdialog dengan petani yang menanam sawi batang merah. Temuan tersebut menjadi pengalaman menarik sekaligus menambah wawasan Bhabin tentang dunia pertanian.

Petani setempat menyampaikan bahwa harga sawi batang merah lebih tinggi dibandingkan sawi hijau biasa. Menurutnya, hal itu karena sawi batang merah dipercaya memiliki banyak khasiat. Tanaman ini juga mengandung gizi dan vitamin tertentu. Ia pun mengaku perawatannya hampir sama dengan sawi hijau pada umumnya.

Aipda Puguh Rianto merespons dengan apresiasi dan menyarankan agar petani terus mengembangkan budidaya sawi batang merah. Menurut Bhabin, komoditas ini berpotensi besar untuk meningkatkan gizi warga di Desa Patranrejo. Ia berharap tanaman ini bisa berkembang luas. Dengan begitu, kebutuhan pangan yang lebih bergizi dapat terpenuhi.

Melalui kegiatan sambang ini, diharapkan sawi batang merah semakin dikenal dan dibudidayakan oleh warga Desa Patranrejo. Bhabinkamtibmas berkomitmen terus mendampingi serta memotivasi warga. Upaya ini juga demi mendukung ketahanan pangan nasional. Semoga upaya bersama ini membawa manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat. (Nika)

Panas Terik Landa Kapas, Petani Cabai dan Bhabinkamtibmas Cari Solusi Bersama

Kapas- Aipda David Fajar S. selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Kapas, Polsek Sukomoro, menggelar dialog bersama petani cabai di wilayah binaannya. Kegiatan itu berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dialog ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi dan keluhan petani. Suasana akrab terlihat saat Bhabin berbincang langsung di tengah lahan cabai.

Petani cabai menyampaikan bahwa cuaca yang terlalu panas menyebabkan kualitas cabai kurang maksimal. Kondisi ini membuat buah cabai mudah keriput dan rentan terserang hama. Meski demikian, mereka mengaku masih bisa mengatasinya dengan pengairan yang tepat dan terjadwal. Aipda David Fajar S. merespons dengan menyarankan agar petani terus menjaga pola pengairan.

Menurut Bhabin, petani juga bisa memanfaatkan mulsa untuk mengurangi penguapan. Keluhan petani seperti pengairan dan pupuk akan diteruskan kepada pihak terkait. Tujuannya agar masalah tersebut cepat diselesaikan. Ia juga berkomitmen menjadi penyalur aspirasi petani demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain kepada petani, Bhabinkamtibmas mengajak peternak setempat memanfaatkan pupuk kandang. Pupuk itu dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman cabai. Sinergi antara petani dan peternak dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Dengan begitu, masalah petani dapat teratasi dan hasil panen semakin berkualitas.

Melalui kegiatan dialog ini, petani cabai Kelurahan Kapas diharapkan semakin terbantu. Bhabinkamtibmas berkomitmen terus mendampingi serta menyalurkan aspirasi warga. Upaya ini juga demi mendukung ketahanan pangan nasional. Semoga upaya bersama ini membawa manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat. (Nika)

Bhabinkamtibmas Kapas Serap Keluhan Petani Cabai, Janji Salurkan Aspirasi

Kapas- Aipda David Fajar S. selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Kapas, Polsek Sukomoro, menggelar dialog bersama petani cabai. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi dan keluhan petani. Dialog berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026. Suasana akrab terlihat saat Bhabin berbincang langsung di tengah lahan cabai.

Petani cabai menyampaikan bahwa cuaca yang terlalu panas menyebabkan kualitas cabai kurang maksimal. Kondisi ini membuat buah cabai mudah keriput dan rentan terserang hama. Meski demikian, ia mengaku masih bisa mengatasinya dengan pengairan yang tepat dan terjadwal. Aipda David Fajar S. merespons dengan menyarankan agar petani terus menjaga pola pengairan.

Menurut Bhabin, petani juga perlu memanfaatkan mulsa untuk mengurangi penguapan. Keluhan petani seperti pengairan dan pupuk akan diteruskan kepada pihak terkait. Tujuannya agar cepat diselesaikan. Ia juga berkomitmen menjadi penyalur aspirasi petani demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain kepada petani, Bhabinkamtibmas mengajak peternak setempat memanfaatkan pupuk kandang. Pupuk itu dapat menyuburkan tanaman cabai. Sinergi antara petani dan peternak dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Dengan begitu, masalah petani dapat teratasi dan hasil panen semakin berkualitas.

Melalui kegiatan dialog ini, diharapkan petani cabai Kelurahan Kapas semakin terbantu dalam mengatasi kendala cuaca dan pengairan. Bhabinkamtibmas berkomitmen terus mendampingi serta menyalurkan aspirasi warga demi mendukung ketahanan pangan nasional. Semoga upaya bersama ini membawa manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat. (Nika)

Petani Banjarejo Diminta Waspada, Bhabinkamtibmas Ingatkan Kunci Ganda Kendaraan

Banjarejo- Aipda Trisno selaku Bhabinkamtibmas Desa Banjarejo, Kecamatan Rejoso, menyambangi petani yang tengah beristirahat. Kegiatan itu berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026. Ia menyampaikan himbauan kamtibmas di sela aktivitas menggarap lahan. Suasana akrab terlihat saat Bhabin berbincang santai bersama para petani.

Petani setempat mengaku sering meninggalkan kendaraan dan alat pertanian saat bekerja. Kondisi itu rentan dimanfaatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor. Mereka pun berterima kasih atas himbauan yang diberikan Bhabinkamtibmas. Aipda Trisno menyarankan agar petani selalu menggunakan kunci ganda.

Menurut Bhabin, alat pertanian seperti diesel juga perlu diberi pengaman ganda. Tujuannya agar tidak mudah dicuri. Ia juga mengimbau petani segera melaporkan segala gangguan kamtibmas. Laporan bisa disampaikan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat.

Selain kepada petani, Bhabinkamtibmas mengajak peternak setempat turut menjaga keamanan lingkungan. Sinergi antara petani dan peternak dinilai mampu menciptakan suasana aman dan kondusif. Dengan begitu, Bhabin selalu memberikan rasa aman bagi petani. Hal ini sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, petani Desa Banjarejo diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan. Bhabinkamtibmas berkomitmen terus mendampingi dan melindungi warga. Upaya bersama ini diharapkan membawa manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat. (Nika)

Polda Jatim Ungkap Dugaan TPPO Bermodus Prostitusi Daring di Surabaya dan Sidoarjo

SURABAYA – Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, dari berbagai bentuk tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengungkapan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus eksploitasi ekonomi dan seksual melalui praktik prostitusi daring di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik mengamankan dan menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni seorang perempuan berinisial ADR asal Sidoarjo dan seorang laki-laki berinisial AA asal Sukabumi.

Keduanya diduga memiliki peran dalam perekrutan dan eksploitasi seksual terhadap seorang perempuan berusia 19 tahun asal Sumatra Selatan.

Pengungkapan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Dirres PPA dan PPO Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (15/10/2026).

“Sore hari ini kami menyampaikan hasil pengungkapan dugaan tindak pidana perdagangan orang, khususnya dengan modus eksploitasi ekonomi dan seksual yang terjadi di wilayah hukum Polda Jawa Timur. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama mereka yang berada dalam posisi rentan,” ujar Kombes Pol Abast.

Dirres PPA dan PPO Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, dugaan eksploitasi terhadap korban berlangsung dalam kurun waktu Februari hingga Juli 2026.

Korban awalnya direkrut dengan tawaran pekerjaan dan dijanjikan memperoleh penghasilan sebesar Rp8 juta per bulan. Dalam perkembangannya, korban kemudian diduga diarahkan dan dieksploitasi dalam praktik prostitusi daring.

“Kedua tersangka yang kami amankan memiliki peran berbeda. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, aplikasi MiChat digunakan untuk mencari pelanggan,” kata Kombes Pol Ganis.

Tersangka ADR diduga berperan dalam merekrut dan menampung korban, serta mengatur perpindahan korban ke sejumlah hotel di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. ADR juga diduga mengatur operasional prostitusi serta mengoordinasikan joki.

Sementara tersangka AA diduga berperan sebagai joki atau operator aplikasi untuk mencari pelanggan dan memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.

Dalam pengungkapan perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 38 kondom, tiga unit telepon seluler, tangkapan layar percakapan grup WhatsApp, uang tunai sebesar Rp1.550.000, bukti transfer, serta satu kartu ATM atas nama ADR.

Para tersangka disangkakan Pasal 455 dan/atau Pasal 420 juncto Pasal 421 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Untuk dugaan tindak pidana perdagangan orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 KUHP, ancaman pidananya berupa pidana penjara paling lama 15 tahun atau pidana denda paling banyak kategori VII.

Polda Jatim mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang menjanjikan penghasilan besar namun tidak disertai informasi mengenai jenis pekerjaan, perusahaan, maupun mekanisme kerja yang jelas.

Masyarakat juga diharapkan segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui atau menduga adanya praktik perekrutan, penampungan maupun eksploitasi seseorang untuk memperoleh keuntungan.

Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Perkembangan penanganan perkara akan disampaikan sesuai dengan hasil penyidikan. (*)

BRAN dan Menko PM Perkuat Sinergi, Pastikan Reforma Agraria Buka Peluang Rakyat Lebih Sejahtera

JAKARTA, 14 Oktober 2026 — Reforma agraria harus menjadi jalan bagi rakyat untuk memperoleh akses atas tanah, meningkatkan produktivitas, dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., pada Rabu (14/10/2026).

Pertemuan berlangsung pukul 16.00 WIB di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jalan Medan Merdeka Barat No. 3, Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Pertemuan ini membahas penguatan sinergi kedua lembaga untuk memastikan reforma agraria berjalan seiring dengan program pemberdayaan, sehingga manfaat kebijakan pertanahan dapat dirasakan secara nyata oleh rakyat, terutama kelompok yang membutuhkan akses terhadap tanah dan kesempatan ekonomi.

Bagi BRAN, keberhasilan reforma agraria tidak cukup diukur dari pembagian tanah atau penerbitan sertipikat. Tanah harus menjadi modal bagi rakyat untuk meningkatkan penghasilan, mengembangkan usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan keluar dari kemiskinan.

Tanah Harus Membuka Peluang, Bukan Sekadar Menjadi Hak Milik

Kepala BRAN menegaskan bahwa reforma agraria perlu dijalankan sebagai satu ekosistem yang menghubungkan akses terhadap tanah dengan pemberdayaan dan penguatan ekonomi.

Tanah yang diberikan kepada rakyat harus didukung dengan perencanaan yang tepat, pendampingan, serta keterhubungan dengan program pemberdayaan yang sesuai kebutuhan. Dengan demikian, reforma agraria tidak berhenti pada kepastian hak atas tanah, tetapi berlanjut menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.

Pendekatan tersebut membutuhkan koordinasi BRAN dan Kemenko PM dalam menyelaraskan program, data, serta dukungan lintas kementerian dan lembaga.

Memastikan Tanah Tepat Sasaran bagi Rakyat yang Membutuhkan

Untuk memastikan manfaat reforma agraria semakin tepat sasaran, BRAN mendorong integrasi data dan peta agraria dengan data kemiskinan. Kepala BRAN meminta dukungan Kemenko PM agar data kemiskinan dapat menjadi dasar penentuan wilayah prioritas sebelum redistribusi tanah dilaksanakan.

Melalui integrasi tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan penanganan agraria sekaligus memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

BRAN juga akan memperkuat inventarisasi dan pemetaan konflik agraria di berbagai daerah. Penyelesaian konflik menjadi langkah penting untuk mendorong kepastian hukum atas tanah serta mendukung pemanfaatannya bagi kegiatan produktif dan pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat.

Kolaborasi Pemerintah untuk Mengurangi Kemiskinan

Dalam pertemuan tersebut, Menko Pemberdayaan Masyarakat menekankan pentingnya pemberdayaan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Ia juga menyambut positif paparan BRAN mengenai pengembangan ekosistem reforma agraria dan mendorong komunikasi berkelanjutan untuk menyelaraskan tugas kedua lembaga.

Kepala BRAN mengharapkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dapat diperkuat, terutama dalam penggunaan data kemiskinan, penentuan wilayah prioritas, penyelesaian konflik, serta pengembangan program pemberdayaan bagi rakyat penerima manfaat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun pelaksanaan reforma agraria yang terintegrasi, dengan rakyat sebagai penerima manfaat utama dan peningkatan kesejahteraan sebagai tujuan akhirnya.

BRAN berkomitmen mendorong reforma agraria yang tidak hanya memberikan akses terhadap tanah, tetapi juga membuka kesempatan bagi rakyat untuk hidup lebih produktif, mandiri, dan sejahtera. Sebab, tanah yang dikelola dengan baik dan didukung pemberdayaan yang tepat dapat menjadi fondasi bagi masa depan keluarga dan perekonomian rakyat.

Rabu, 14 Oktober 2026

Bhabinkamtibmas Katangtengah Ajak Warga Kembangkan Budidaya Lele dan Nila untuk Ketahanan Pangan

Nganjuk- Bhabinkamtibmas Desa Katangtengah, Kecamatan Bagor, Aiptu Bayu, melaksanakan pemantauan usaha budidaya ikan lele dan nila yang dikelola masyarakat pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut menyasar warga yang memanfaatkan kolam terpal berbentuk bulat untuk membudidayakan ikan konsumsi. Langkah ini menjadi salah satu bentuk perhatian Polri terhadap usaha produktif masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan.

Dalam kunjungan tersebut, Aiptu Bayu berdiskusi dengan peternak mengenai cara pemeliharaan ikan dan pengelolaan kolam agar tetap efisien. Ia juga menggali informasi mengenai peluang panen serta kemungkinan pengembangan usaha di masa mendatang. Menurutnya, pemanfaatan sarana yang sesuai dengan kondisi lingkungan dapat membantu masyarakat menjalankan budidaya secara berkelanjutan.

Aiptu Bayu mengingatkan peternak untuk menjaga kualitas air, mengatur pemberian pakan, serta memperhatikan perkembangan ikan setiap hari. Perawatan yang teratur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan ikan dan menunjang hasil panen. Ia mengapresiasi semangat warga yang berupaya memanfaatkan peluang usaha di sektor perikanan.

Melalui kegiatan ini, Bhabinkamtibmas berharap budidaya lele dan nila dapat memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan pangan serta perekonomian keluarga. Komunikasi antara Polri dan masyarakat juga diharapkan terus terjalin sehingga berbagai kegiatan positif di desa memperoleh dukungan yang baik. (Nika)

Bhabinkamtibmas Sumbermiri Pantau Pertumbuhan Jagung, Petani Bersiap Sambut Panen

Nganjuk- Persiapan menuju musim panen menjadi perhatian Bhabinkamtibmas Desa Sumbermiri, Bripka Aris Yudha, saat menyambangi petani jagung pada Kamis (15/10/2026). Tanaman yang dikelola warga telah memasuki sekitar setengah masa pertumbuhan sebelum dipanen. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi pertanian sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

Petani memanfaatkan pertemuan itu untuk membicarakan perkiraan waktu panen dan perkembangan harga jagung. Mereka berharap harga jual tetap stabil agar hasil pertanian mampu memberikan keuntungan yang sepadan. Perubahan cuaca menjelang musim penghujan juga menjadi perhatian dalam menjaga kualitas tanaman.

Aris Yudha mengingatkan petani agar terus memantau perkembangan jagung dan menyesuaikan perawatan dengan kondisi cuaca. Ia juga mendorong warga berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menghadapi kendala selama budidaya. Dukungan tersebut diharapkan membantu petani menjalankan aktivitas pertanian dengan aman dan nyaman.

Kegiatan sambang menjadi salah satu bentuk keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Hubungan yang baik antara Bhabinkamtibmas dan petani diharapkan mempermudah komunikasi ketika muncul persoalan di lapangan. Dengan persiapan yang matang, produktivitas pertanian dan kesejahteraan warga diharapkan terus meningkat (Nika).

Bhabinkamtibmas Nglundo Turun ke Lahan, Pastikan Tanaman Cabai Warga Siap Dipanen

Nganjuk- Memasuki masa panen, tanaman cabai merah besar milik warga Desa Nglundo mendapat perhatian dari Bhabinkamtibmas setempat. Aipda Lamino dari Polsek Sukomoro melakukan pemantauan langsung pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap perkembangan usaha pertanian masyarakat.

Lamino mengajak petani mempertahankan perawatan tanaman agar kualitas cabai tetap terjaga hingga dipanen. Ia juga memberikan dorongan semangat supaya warga terus mengembangkan usaha pertanian secara optimal. Hasil panen yang baik diharapkan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Bagi petani, cabai merah besar merupakan komoditas yang memiliki peluang ekonomi. Tanaman ini juga menghasilkan bahan pangan yang mengandung vitamin C dan vitamin A. Karena itu, pemeliharaan yang tepat menjadi salah satu perhatian selama proses budidaya berlangsung.

Melalui kunjungan tersebut, Bhabinkamtibmas berharap komunikasi dengan petani semakin erat. Dukungan terhadap sektor pertanian diharapkan berlanjut hingga proses panen dan pemasaran hasil produksi. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta mendorong kesejahteraan masyarakat desa (Nika).

Kapolri Silaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. bersilaturahmi dengan ulama Habib Umar bin Hafidz di Masjid Al Ikhlas, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara ulama dan Polri dalam memperkuat nilai keimanan, menjaga persatuan, serta mendukung terciptanya keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa tugas kepolisian sebagai pengayom masyarakat memiliki tantangan yang berat dan kompleks. Karena itu, Polri membutuhkan nasihat dan doa dari para ulama sebagai penguat dalam menjalankan amanah serta tanggung jawab kepada bangsa dan negara.

“Sebagai pengayom masyarakat, tugas kepolisian tentu sangat berat dan kompleks. Oleh karena itu, kami membutuhkan nasihat dan doa dari para ulama, khususnya Habib Umar bin Hafidz,” ujar Suyudi, Selasa (13/10/2026).

Sementara itu, Habib Umar bin Hafidz menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan Kapolri yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan. Menurutnya, keteladanan seorang pemimpin memiliki arti penting karena dapat memberikan pengaruh positif bagi seluruh anggota kepolisian dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Apabila pemimpin kepolisian dengan keimanan yang semacam ini, maka harapan kami besar. Ini pun juga akan menular kepada seluruh anggota kepolisian,” ungkap Habib Umar bin Hafidz.

Silaturahmi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa. Nasihat para ulama diharapkan dapat menjadi penguat moral bagi personel Polri untuk menjalankan tugas dengan integritas, keadilan, dan ketulusan dalam melayani masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, yang menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat. Melalui sinergi bersama ulama dan masyarakat, Polri berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis serta menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan harmonis.

Polda Jatim dan Tim Gabungan Lakukan Penindakan dan Penegakan Hukum Narkoba di Jalan Kunti Surabaya

SURABAYA – Tim gabungan yang terdiri dari Polda Jawa Timur, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, BNNP Jawa Timur, BNNK Surabaya, POM TNI, dan Satbrimob Polda Jatim melaksanakan penindakan dan penegakan hukum terkait dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kawasan Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat penegak hukum bersama instansi terkait dalam mencegah dan memberantas peredaran gelap serta penyalahgunaan narkoba.

Petugas melakukan penyisiran dan pemeriksaan di sejumlah titik yang berdasarkan hasil pemetaan dan informasi awal diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah orang diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang saat ini masih dalam proses pendataan dan pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Dirresnarkoba,Kombes Pol Muhammad Kurniawan dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Hari ini Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim bersama BNNP, BNNK, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Brimob, TNI, serta stakeholder terkait melaksanakan operasi penegakan hukum di kawasan Jalan Kunti Surabaya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari informasi dan hasil penyelidikan terkait dugaan aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut,” ujar Kombes Pol Abast.

Menurutnya, karena kegiatan dan pemeriksaan masih berlangsung, kepolisian belum menyampaikan jumlah maupun status hukum orang-orang yang diamankan serta rincian barang yang ditemukan.

“Sejumlah orang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran dan keterkaitannya masing-masing. Demikian pula terhadap barang-barang yang ditemukan, masih dilakukan pendataan dan pemeriksaan. Kami akan menyampaikan hasilnya setelah proses verifikasi selesai,” jelasnya.

Kombes Pol Abast menegaskan bahwa setiap penentuan status hukum akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.

“Kami tidak ingin berspekulasi ataupun mendahului hasil pemeriksaan. Prinsipnya, proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan berdasarkan fakta serta alat bukti,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Polda Jatim bersama instansi terkait juga menyiapkan langkah berkelanjutan untuk mencegah kawasan tersebut kembali dimanfaatkan sebagai tempat peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.

“Operasi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Ke depan akan didirikan Pos Bersama yang melibatkan Kepolisian, BNN, TNI, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat. Pos ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pengawasan, pencegahan, dan membangun lingkungan yang semakin terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” kata Kombes Pol Abast.

Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi membutuhkan pencegahan serta partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungannya. Apabila mengetahui atau menemukan adanya dugaan peredaran narkotika, segera sampaikan kepada kepolisian atau instansi terkait. Informasi masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika,” ujarnya.

Polda Jatim memastikan upaya penindakan dan pencegahan akan terus dilakukan terhadap wilayah lain yang berdasarkan informasi, pemetaan, dan hasil penyelidikan terindikasi terdapat aktivitas peredaran narkotika.

Sementara terkait hasil pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan, tes urine, maupun barang yang ditemukan, Polda Jatim akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh proses pendataan, pemeriksaan, dan verifikasi selesai.

“Perkembangan hasil kegiatan ini akan kami sampaikan secara resmi setelah data terverifikasi. Kami ingin memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Kombes Pol Abast. (*)

Satresnarkoba Nganjuk Bongkar Dua Kasus Sabu, Tiga Tersangka Diciduk

Nganjuk- Satresnarkoba Polres Nganjuk berhasil mengungkap dua perkara narkotika jenis sabu. Pengungkapan ini dilakukan pada 4–6 Oktober 2026. Dari dua kasus tersebut, petugas mengamankan tiga orang. Barang bukti sabu yang disita memiliki total berat bruto 1,36 gram.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa Polres Nganjuk terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika. Hal ini disampaikannya pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan dan pengembangan. Tujuannya mengungkap peredaran narkotika hingga ke pemasoknya. Kapolres juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian.

Pengungkapan pertama dilakukan pada Minggu, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasinya di depan sebuah kos di Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono. Petugas mengamankan MS (46), warga Kecamatan Baron. Barang bukti yang disita berupa sabu seberat 0,98 gram bruto dan satu unit telepon seluler. Dari hasil pemeriksaan, MS mengaku memperoleh sabu dari seorang pria berinisial H yang kini masuk daftar pencarian orang.

Pengungkapan kedua dilakukan di area Terminal Bus Anjuk Ladang, Nganjuk, pada Senin, 5 Oktober 2026, malam. Petugas mengamankan LS (40), warga Kecamatan Bagor, dengan barang bukti sabu seberat 0,38 gram bruto. Hasil pengembangan membawa petugas mengamankan BP (35), warga Kabupaten Kediri, pada Selasa, 6 Oktober 2026, pagi. Penangkapan BP dilakukan di sebuah gudang wilayah Kelurahan Jatirejo. BP mengaku memperoleh sabu dari seorang pria berinisial J yang kini masuk DPO.

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Hafid Dian Maulidi mengatakan penyidik masih mengembangkan kedua perkara. Pengembangan ini untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat. (Nika)

Satresnarkoba Nganjuk Bongkar Dua Kasus Sabu, Tiga Tersangka Diciduk

Nganjuk- Satresnarkoba Polres Nganjuk berhasil mengungkap dua perkara narkotika jenis sabu. Pengungkapan ini dilakukan pada 4–6 Oktober 2026. Dari dua kasus tersebut, petugas mengamankan tiga orang. Barang bukti sabu yang disita memiliki total berat bruto 1,36 gram.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa Polres Nganjuk terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika. Hal ini disampaikannya pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan dan pengembangan. Tujuannya mengungkap peredaran narkotika hingga ke pemasoknya. Kapolres juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian.

Pengungkapan pertama dilakukan pada Minggu, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasinya di depan sebuah kos di Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono. Petugas mengamankan MS (46), warga Kecamatan Baron. Barang bukti yang disita berupa sabu seberat 0,98 gram bruto dan satu unit telepon seluler. Dari hasil pemeriksaan, MS mengaku memperoleh sabu dari seorang pria berinisial H yang kini masuk daftar pencarian orang.

Pengungkapan kedua dilakukan di area Terminal Bus Anjuk Ladang, Nganjuk, pada Senin, 5 Oktober 2026, malam. Petugas mengamankan LS (40), warga Kecamatan Bagor, dengan barang bukti sabu seberat 0,38 gram bruto. Hasil pengembangan membawa petugas mengamankan BP (35), warga Kabupaten Kediri, pada Selasa, 6 Oktober 2026, pagi. Penangkapan BP dilakukan di sebuah gudang wilayah Kelurahan Jatirejo. BP mengaku memperoleh sabu dari seorang pria berinisial J yang kini masuk DPO.

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Hafid Dian Maulidi mengatakan penyidik masih mengembangkan kedua perkara. Pengembangan ini untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat. (Nika)

Selasa, 13 Oktober 2026

Bhabinkamtibmas Mungkung Pantau Ternak Ayam, Dorong Kemandirian Pangan Warga

Nganjuk- Bhabinkamtibmas Desa Mungkung, Polsek Loceret, Aipda Dwi Andik, melaksanakan pemantauan kandang ternak ayam milik warga binaannya. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pemantauan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap perkembangan usaha peternakan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya mendorong kemandirian pangan di wilayah binaan.

Dalam pemantauan tersebut, Aipda Dwi Andik melihat secara langsung kondisi kandang, kebersihan lingkungan, serta perawatan ternak yang dilakukan oleh peternak. Produksi dari peternakan ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Hal ini didukung oleh kualitas hasil ternak yang baik serta pengelolaan kandang yang terjaga.

Peternak menyampaikan bahwa perawatan secara rutin dan kebersihan kandang menjadi faktor penting. Hal ini berpengaruh dalam menjaga kesehatan ayam serta kualitas hasil produksi. Peternak mengaku berupaya menjaga kebersihan kandang dan memberikan perawatan secara teratur. Tujuannya agar ternak tetap sehat, produksi optimal, dan hasilnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Aipda Dwi Andik mengapresiasi upaya peternak dalam mengelola usaha secara baik. Ia mengimbau agar standar kebersihan kandang, kesehatan ternak, serta kualitas pakan terus diperhatikan. Melalui sinergi antara Bhabinkamtibmas dan pelaku usaha peternakan, diharapkan produktivitas semakin meningkat. Perekonomian warga juga diharapkan semakin kuat dan ketahanan pangan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan. (Nika)

Bhabinkamtibmas Blongko Dialog dengan Petani Kacang Panjang, Ini Harapannya

Nganjuk- Bhabinkamtibmas Desa Blongko, Aipda Aries, melaksanakan dialog bersama petani sayur kacang panjang di wilayah binaannya. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026. Dialog tersebut menjadi sarana mempererat komunikasi antara Polri dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memantau perkembangan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga.

Dalam dialog tersebut, Aipda Aries menggali informasi mengenai kondisi tanaman kacang panjang yang saat ini berusia sekitar satu bulan. Ia menanyakan kualitas produk hingga pengaruh cuaca terhadap pertumbuhan tanaman. Aipda Aries juga mengajak petani untuk memperhatikan perawatan tanaman. Tujuannya agar menghasilkan sayuran yang berkualitas, segar, dan layak dipasarkan kepada konsumen.

Petani kacang panjang menyampaikan bahwa kondisi cuaca dan harga jual di pasar menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini penting selama masa tanam hingga panen. Salah seorang petani berharap cuaca tetap mendukung dan hasil panen nantinya memiliki kualitas yang baik. Ia juga berharap hasil panen bisa dijual dengan harga yang sesuai serta memberikan keuntungan bagi petani.

Menanggapi hal tersebut, Aipda Aries mengimbau petani agar terus menjaga kualitas hasil pertanian. Petani juga diminta memantau perkembangan cuaca serta menjalin komunikasi dengan pembeli dan pedagang. Komunikasi ini bertujuan memperlancar pemasaran hasil panen. Melalui sinergi yang berkelanjutan antara Bhabinkamtibmas dan petani, diharapkan produktivitas pertanian semakin meningkat. Kesejahteraan masyarakat juga diharapkan terjaga dan program ketahanan pangan dapat berjalan optimal. (Nika)

Bhabinkamtibmas Ngluyu Cek Panen Kacang Tanah, Pastikan Harga Stabil

Nganjuk- Bhabinkamtibmas Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Aiptu Sigit Darmanto, turun langsung memantau panen kacang tanah milik warga binaannya. Kegiatan ini dilakukan menjelang musim penghujan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pemantauan menjadi sarana menjalin komunikasi dengan petani sekaligus menyerap informasi terkait hasil panen dan perkembangan harga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang menyerap aspirasi petani terkait kondisi pemasaran hasil pertanian di wilayah desa binaan.

Dalam dialog bersama petani, Aiptu Sigit Darmanto membahas harga jual kacang tanah yang saat ini telah memiliki pembeli. Hal ini membuat petani memiliki kepastian dalam memasarkan hasil panennya. Salah seorang petani menyampaikan rasa syukur karena hasil panen sudah ada pembelinya. Ia berharap harga tetap stabil agar dapat memberikan keuntungan yang layak.

Selain membahas pemasaran, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Aiptu Sigit Darmanto mendorong petani agar terus produktif dan memanfaatkan potensi pertanian secara optimal. Ia mengimbau para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian. Petani juga diminta memperhatikan kondisi cuaca menjelang musim penghujan serta menjaga kualitas hasil panen.

Ke depan, diharapkan hasil pertanian warga Desa Bajang dapat terus meningkat. Peningkatan ini didukung pemasaran yang baik serta perencanaan masa tanam yang menyesuaikan kondisi cuaca. Aiptu Sigit Darmanto juga mengajak warga untuk terus berkoordinasi dan menjaga kebersamaan. Koordinasi ini guna memperkuat ketahanan pangan serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Kebersamaan juga penting untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Ngluyu. (Nika)

Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser

JAKARTA – Polri melakukan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2262/X/KEP./2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Mutasi ini mencakup sejumlah jabatan di lingkungan Divisi Hubungan Internasional, Bareskrim Polri, Korbrimob, Lemdiklat Polri, serta kepolisian kewilayahan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026), mengatakan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, serta rekam jejak dan integritas personel. Hal ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara optimal,” ujar Johnny.

Sejumlah pergeseran jabatan di antaranya Brigjen Pol Herry Dian Dwiharto dari Widyaiswara Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang NCB/Interpol Divhubinter Polri. Sementara itu, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Dirtipideksus Bareskrim Polri dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Dirtipideksus selanjutnya diemban Kombes Pol Suhasto, yang sebelumnya menjabat Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I Bareskrim Polri.

Di lingkungan Bareskrim Polri, Kombes Pol Afrisal yang sebelumnya menjabat Penyidik Madya Tingkat II diangkat menjadi Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I. Adapun Kombes Pol Dodi Ruyatman yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Jawa Timur dimutasi menjadi Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri.

Mutasi juga mencakup jabatan kewilayahan. Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan yang sebelumnya menjabat Kapolresta Banyuwangi dimutasi menjadi Dirreskrimsus Polda Jawa Timur. Jabatan Kapolresta Banyuwangi selanjutnya diemban Kombes Pol Muharman Arta, yang sebelumnya menjabat Kapolresta Pekanbaru. Sementara itu, Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang yang sebelumnya menjabat Perancang Anggaran Madya Tingkat III Stamarena Polri diangkat menjadi Kapolresta Pekanbaru.

Selain itu, Kombes Pol Taufik Nurmandia yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Jambi dimutasi menjadi Dosen Kepolisian Madya Tingkat III STIK Lemdiklat Polri. Jabatan Dirreskrimsus Polda Jambi selanjutnya diemban Kombes Pol Yakhob Silvana Delareskha, yang sebelumnya menjabat Kabidseum Pusjarah Polri.

Dalam mutasi tersebut, terdapat pula penugasan terhadap personel Korbrimob Polri. Brigjen Pol Deoni Jiud De Fatima dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka penugasan pada BIN. Sementara itu, Brigjen Pol Leonardus Simarmata juga dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka penugasan pada BIN. Adapun Kombes Pol Robert Da Costa dan Kombes Pol Dr. Irfan S.D.P. Marpaung dimutasi sebagai Pamen Korbrimob Polri dalam rangka penugasan di luar struktur.

Johnny menambahkan, para pejabat yang memperoleh penugasan baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan tugas masing-masing.

Polri juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi serta pengabdian selama menjalankan tugas. Pengalaman dan kontribusi yang telah diberikan diharapkan dapat terus mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di berbagai bidang.

Melalui mutasi ini, Polri terus melakukan pembinaan sumber daya manusia dan penataan organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda Jatim Lantik Wakapolda Baru dan Pimpin Sertijab Sejumlah Kapolres Jajaran

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memimpin upacara pelantikan Wakapolda Jatim, penyerahan jabatan Irwasda, serta serah terima jabatan sejumlah Kapolres jajaran Polda Jawa Timur di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (12/10/2026).

Jabatan Wakapolda Jatim kini diemban Kombes Pol Feri Handoko Soenarso yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Sumut.

Sementara itu, Kombes Pol Arif Bastari yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Jatim mendapat amanah baru sebagai Karopaminal Divpropam Polri.

Dalam rangkaian serah terima jabatan tersebut, enam jabatan Kapolres jajaran Polda Jatim juga mengalami pergantian.

Kapolresta Sidoarjo kini dijabat AKBP Bobby Adimas Candraputra yang sebelumnya bertugas sebagai Kanit 3 Satresmob Bareskrim Polri. Ia menggantikan Kombes Pol Christian Tobing yang mendapat penugasan baru sebagai Asesor SDM Kepolisian Madya Tk. II SSDM Polri.

Jabatan Kapolres Ngawi diserahterimakan dari AKBP Prayoga Angga Widyatama kepada AKBP Mohammad Amirul Hakim yang sebelumnya menjabat Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar. Sedangkan AKBP Prayoga Angga Widyatama mendapat amanah baru sebagai Kasubbagopsnal Dittipnarkoba Bareskrim Polri.

Kapolres Batu kini dijabat AKBP Panji Gedhe Prabawa, menggantikan AKBP Aris Purwanto yang mendapat penugasan baru sebagai Kabagbinops Roops Polda Jatim.

Selanjutnya, jabatan Kapolres Probolinggo Kota dipercayakan kepada AKBP Lucky Permana Putra, menggantikan AKBP Rico Yumasri yang mendapat promosi sebagai Wadirresnarkoba Polda Jatim.

Jabatan Kapolres Bangkalan diserahterimakan dari AKBP Wibowo kepada AKBP Rossa Purba Bekti. AKBP Wibowo selanjutnya mendapat amanah sebagai Wakapolresta Sumenep.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto Kota kini dijabat AKBP Dody Munandar, menggantikan AKBP Herdiawan Arifianto yang mendapat penugasan baru sebagai Kabagfaskon Rolog Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier sekaligus penguatan pelaksanaan tugas kepolisian.

“Pergantian jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan karier personel. Yang terpenting adalah bagaimana amanah yang diberikan dapat segera diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Menurutnya, pejabat baru diharapkan segera menyesuaikan diri dengan dinamika dan karakteristik wilayah masing-masing, termasuk membangun komunikasi serta sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pejabat baru diharapkan segera memahami situasi wilayah, menjaga kesinambungan program yang sudah berjalan baik, serta hadir dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Polda Jatim juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di wilayah Jawa Timur.

“Pergantian pejabat tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan maupun pemeliharaan Kamtibmas. Justru momentum ini harus memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan pelayanan kepolisian, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (*)

Polres Bondowoso Amankan Tersangka Penyebar Konten Diduga Penistaan Agama

BONDOWOSO – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bondowoso Polda Jatim bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial AS (30) warga Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, atas dugaan tindak pidana penyebarluasan konten bermuatan penistaan agama melalui media sosial.

Kasus yang sempat memicu ketegangan publik di Kecamatan Tlogosari ini dirilis resmi dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., bersama Ketua MUI Kabupaten Bondowoso Drs. KH. Junaidi Mu'thi di Lobi Mapolres Bondowoso, Senin (12/10/2026).

Kompol I Gede Suartika mengatakan, berdasarkan penyelidikan Polisi, aksi nekat pelaku bermula pada Selasa, 22 September 2026 sekira pukul 15.00 WIB di sebuah rumah di Dusun Krajan, Desa Trotosari. 

"Pelaku merekam sendiri video asusila berdurasi satu menit menggunakan telepon genggamnya. Ironisnya, dalam rekaman tidak senonoh tersebut, pelaku melakukan tindakan diduga pelecehan terhadap Kitab Suci Al-Qur'an," terang Kompol I Gede Suartika.

Dari tangan tersangka AS, petugas mengamankan sejumlah barang bukti krusial yang digunakan saat memproduksi video tersebut, meliputi : 1 unit gawai warna biru 1 file video bermuatan asusila dan penistaan berdurasi 1 menit 1 buah Kitab Suci Al-Qur'an,1 buah celana dalam wanita dan 1 buah sprei warna biru putih serta sarung guling bermotif bunga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Kabupaten Bondowoso, Drs. KH. Junaidi Mu'thi, mengecam keras tindakan pelaku. Ia menegaskan bahwa memproduksi ataupun menyebarkan konten yang melecehkan simbol-simbol kesucian agama, apalagi Al-Qur'an, merupakan tindakan yang mencederai keimanan dan keharmonisan sosial yang tidak bisa ditoleransi.

"Al-Qur'an adalah firman Allah yang sangat suci dan harus dijaga kehormatannya oleh setiap insan. Tindakan yang merendahkan kitab suci ini jelas merupakan bentuk penistaan yang sangat melukai hati umat Muslim," tegas Kiai Junaidi Mu'thi di Mapolres Bondowoso.

Meski mengutuk keras perbuatan pelaku, Kiai Junaidi mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan para pemuda, untuk tetap tenang. 

Ia meminta masyarakat memercayakan sepenuhnya penegakan hukum kepada pihak kepolisian dan menghindari tindakan main hakim sendiri di lapangan. 

"Kami meminta masyarakat Bondowoso menahan diri. Kehormatan agama harus kita bela secara bijaksana dan bermartabat melalui koridor hukum yang berlaku. Kita kawal bersama proses ini agar pelaku mendapatkan sanksi yang adil demi memberikan efek jera, sekaligus mencegah konflik sosial di ruang publik," tambah Kiai Junaidi Mu'thi.

Akibat tindakan kontroversialnya, tersangka kini dijerat dengan Pasal 301 Ayat (1) dan/atau Pasal 243 Ayat (1) KUHPidana tentang penyebaran konten penistaan agama serta pernyataan yang memicu kebencian atau permusuhan antar-golongan. AS terancam hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda kategori V.

Polres Bondowoso Polda Jatim menegaskan komitmen penuh untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mencederai kerukunan umat beragama demi menjaga kondusivitas wilayah.

Warga yang mendeteksi adanya aktivitas digital yang melanggar hukum diimbau segera melapor melalui Call Center 110 atau mendatangi Polres Bondowoso maupun Polsek terdekat. (*)

Senin, 12 Oktober 2026

Sambang Petani Ngrengket, Aiptu Aris Cek Lahan P2B

Sukomoro- Aiptu Aris S. menyambangi petani di Desa Ngrengket. Ia merupakan Bhabinkamtibmas Polsek Sukomoro. Kegiatan ini digelar Selasa (13/10/2026). Sambang dilakukan untuk memantau lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga.

Aiptu Aris S. merupakan penggerak ketahanan pangan di wilayahnya. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Polri. Tujuannya mendorong optimalisasi lahan produktif. Sekaligus memperkuat kemandirian pangan dari lingkungan masyarakat desa.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Aris S. berdialog langsung dengan petani. Pembahasan mencakup kondisi lahan dan hasil panen. Rencana pengolahan lahan untuk musim tanam berikutnya juga dibahas. "Sebentar lagi musim penghujan, setelah panen ini lahan akan kami persiapkan," ungkap salah seorang petani.

"Lahan akan kami persiapkan untuk ditanami padi agar tetap produktif," lanjutnya. Aiptu Aris S. menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan secara optimal perlu terus didorong. Termasuk pekarangan warga. Hal ini agar mampu memberikan manfaat ekonomi.

Serta mendukung ketersediaan pangan keluarga. (Antasena)

Sambang Panen Kacang Tanah Duren, Aipda Suratin Dampingi Petani

Sawahan- Aipda Suratin mendampingi petani saat panen kacang tanah. Ia merupakan Bhabinkamtibmas Desa Duren, Kecamatan Sawahan. Kegiatan berlangsung Selasa (13/10/2026). Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terlihat dalam kegiatan tersebut.

Panen ini menjadi wujud kedekatan Polri dengan masyarakat. Sekaligus bentuk dukungan terhadap para petani. Tujuannya menjaga produktivitas pertanian. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Panen kacang tanah tersebut juga menjadi momentum bagi petani. Mereka membersihkan dan mempersiapkan lahan sebelum memasuki musim penghujan. Lahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk penanaman padi. Maupun komoditas pertanian lainnya.

"Sebentar lagi sepertinya sudah memasuki musim penghujan, jadi lahan harus segera dibersihkan," ungkap salah seorang petani. Aipda Suratin mengapresiasi semangat para petani. Mereka terus bekerja mengolah lahan dan memanfaatkan musim tanam dengan sebaik-baiknya.

Melalui kebersamaan dan sinergi, berbagai potensi pertanian di Desa Duren dapat terus dikembangkan. Hal ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Antasena)

Bhabinkamtibmas Sanan dan Babinsa Dampingi Petani

Nganjuk- Aipda Roki Panggabean aktif mendampingi petani di Desa Sanan. Ia merupakan Bhabinkamtibmas Kecamatan Pace. Kegiatan ini bersama Babinsa dan para petani. Koordinasi digelar Selasa (13/10/2026).

Fokusnya penguatan sektor pertanian di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi wujud sinergisitas TNI-Polri bersama masyarakat. Tujuannya mendorong produktivitas pertanian. Sekaligus mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dalam koordinasi tersebut, sejumlah hal menjadi pembahasan. Mulai dari penguatan kelompok tani dan ketersediaan irigasi. Kelancaran irigasi juga dibahas. Stabilitas harga hasil pertanian menjadi perhatian. Strategi pemasaran produk juga tidak luput dari pembahasan.

Para petani menyampaikan harapan agar pendampingan terus ditingkatkan. Koordinasi lintas sektor juga diharapkan semakin baik. Sehingga berbagai kendala di lapangan dapat segera dicarikan solusi. Solusi tersebut dicari secara bersama-sama.

"Melalui sinergi dan komunikasi yang baik, kami berharap program ketahanan pangan dapat berjalan optimal," tutur Aipda Roki Panggabean. (Antasena)

BRAN Kebut Reforma Agraria, Percepat SOTK dan Perkuat Kepastian Hukum bagi Rakyat

Jakarta, 12 Oktober 2026 — Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) mempercepat penataan kelembagaan dan harmonisasi regulasi sebagai langkah untuk memperkuat pelaksanaan reforma agraria nasional. Fokus utamanya adalah memastikan kewenangan yang jelas, koordinasi lintas kementerian yang efektif, serta landasan hukum yang kuat agar agenda reforma agraria dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Kepala BRAN, Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dengan Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., di Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas percepatan penyusunan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) BRAN serta peninjauan regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan badan tersebut. Kementerian Hukum menyatakan kesiapan untuk mendukung penelaahan regulasi dan koordinasi lanjutan dengan kementerian serta lembaga terkait.

Kepala BRAN Dedi Prasetyo menegaskan bahwa percepatan reforma agraria harus ditopang kelembagaan yang siap bekerja dan regulasi yang memberikan kejelasan tanggung jawab.

“Prioritas kami adalah mempercepat penyelesaian SOTK dan memastikan regulasi yang menjadi landasan kerja BRAN tersusun secara jelas, selaras, dan dapat dilaksanakan. Jangan sampai rakyat menghadapi persoalan agraria, tetapi proses penanganannya terhambat karena ketidakjelasan kewenangan atau koordinasi antarlembaga,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, pembagian fungsi dan kewenangan antara BRAN, Kementerian ATR/BPN, serta kementerian dan lembaga terkait perlu dirumuskan secara tegas. Kejelasan tersebut penting agar setiap institusi dapat bekerja sesuai mandatnya, saling melengkapi, dan menghindari duplikasi penanganan.

BRAN juga akan melibatkan akademisi dan ahli hukum, termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Brawijaya, untuk memberikan kajian terhadap sejumlah ketentuan regulasi yang memerlukan penelaahan lebih lanjut. Kajian ini diharapkan memperkuat konsistensi aturan sekaligus memastikan kebijakan reforma agraria memiliki dasar hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Reforma agraria harus berorientasi pada penyelesaian persoalan dan manfaat bagi rakyat. Karena itu, kita perlu memperkuat dasar hukum, mengintegrasikan data, menentukan prioritas secara terukur, dan membangun koordinasi yang efektif. Kelembagaan harus menjadi alat untuk mempercepat kerja, bukan menambah panjang birokrasi,” tegas Dedi.

Selain penataan organisasi di tingkat pusat, BRAN mematangkan mekanisme koordinasi wilayah yang mencakup Sumatera, Jawa dan Bali, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua. Mekanisme tersebut perlu memiliki dasar kewenangan dan pembagian tugas yang jelas agar koordinasi di daerah berjalan efektif serta selaras dengan kewenangan instansi terkait.

Dalam jangka pendek, penyelesaian SOTK menjadi prioritas agar struktur organisasi dapat dipersiapkan dan pengisian jabatan dilakukan sesuai kebutuhan serta kompetensi yang dipersyaratkan. Secara paralel, harmonisasi regulasi dan koordinasi lintas kementerian terus diperlukan untuk membangun kesiapan BRAN dalam menjalankan mandatnya.

Dedi menegaskan, ukuran keberhasilan percepatan reforma agraria bukan hanya terbentuknya organisasi, melainkan kemampuan menghadirkan tata kelola yang lebih efektif, kepastian hukum, dan penyelesaian persoalan agraria sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

“BRAN ingin memastikan setiap langkah kelembagaan bermuara pada kepentingan rakyat. Dengan regulasi yang jelas, koordinasi yang kuat, dan prioritas kerja yang terukur, pelaksanaan reforma agraria diharapkan semakin efektif dalam mewujudkan keadilan agraria dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

BRAN kebut penataan kelembagaan dan harmonisasi regulasi untuk mempercepat reforma agraria, memperjelas tanggung jawab, dan memperkuat kepastian hukum bagi rakyat.

Minggu, 11 Oktober 2026

Bhabinkamtibmas Loceret Pantau Perawatan Jagung, Petani Diingatkan Waspadai Hujan

Nganjuk- Perubahan musim menjadi salah satu tantangan yang harus diperhatikan petani dalam menjaga kualitas tanaman jagung. Bhabinkamtibmas Desa Loceret, Aiptu Heri Santoso, menyempatkan diri berdialog dengan petani yang sedang melakukan penyemprotan pupuk. Tanaman yang masih dalam tahap pertumbuhan membutuhkan perawatan teratur agar perkembangannya tetap optimal.

Dalam pertemuan tersebut, petani menyampaikan bahwa kondisi jagung sejauh ini masih cukup baik. Mereka berharap hujan datang setelah masa panen agar tanaman tidak mengalami gangguan sebelum waktunya. Kekhawatiran itu mendorong petani untuk terus memperhatikan perkembangan tanaman di lahan masing-masing.

Aiptu Heri mengajak petani mengantisipasi perubahan cuaca dengan melakukan pemeriksaan lahan secara berkala. Penggunaan pupuk perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan petunjuk yang dianjurkan. Jika hujan mulai turun, potensi genangan air juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu pertumbuhan jagung.

Melalui kegiatan sambang tersebut, kepolisian berupaya memberikan dukungan moral sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Petani diharapkan tetap semangat dan menjalin komunikasi apabila menemukan kendala dalam proses budidaya. Perhatian bersama terhadap sektor pertanian diharapkan mampu menjaga produktivitas jagung dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (Antasena)

Irigasi Tetap Lancar di Kendalrejo, Bhabinkamtibmas Beri Semangat kepada Petani

Nganjuk- Ketersediaan air yang masih mencukupi menjadi kabar baik bagi petani di Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor. Bhabinkamtibmas setempat, Bripka Suwito, melakukan pengecekan saluran irigasi pada Senin, 12 Oktober 2026. Hasil pemantauan menunjukkan aliran air masih berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan persawahan.

Kondisi ini memberikan harapan bagi petani yang sempat mencemaskan dampak musim kemarau berkepanjangan. Pasokan air yang terjaga dibutuhkan agar tanaman memperoleh pengairan secara optimal. Petani berharap kondisi tersebut bertahan sehingga proses budidaya tidak mengalami hambatan berarti.

Di sela kegiatan, Bripka Suwito turut berdialog dengan warga yang sedang menjalankan aktivitas pertanian. Ia mendengarkan berbagai masukan sekaligus memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Komunikasi langsung tersebut menjadi sarana untuk mengetahui persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Ia mengingatkan petani agar memanfaatkan air sesuai kebutuhan dan menjaga kebersihan saluran irigasi. Koordinasi antarwarga juga diperlukan untuk menghindari persoalan pembagian air ketika kebutuhan meningkat. Melalui kepedulian terhadap sektor pertanian, Polri berupaya mendukung produktivitas masyarakat dan keberhasilan ketahanan pangan nasional. (Antasena)

Polres Madiun Kota Dekatkan Diri ke Masyarakat Lewat Program Sambang dan Aksi Sosial

KOTA MADIUN – Komitmen "Polisi Bersama Masyarakat" terus diwujudkan secara nyata oleh Polres Madiun Kota Polda Jatim melalui aksi-aksi humanis yang menyentuh langsung kehidupan warga. 

Salah satu implementasi konkritnya ditunjukkan oleh jajaran Polsek Taman yang turun langsung membaur, berdialog, sekaligus berbagi dengan warga di lingkungan Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Aksi sambang warga yang berlangsung hangat ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Taman AKP Yulis Hary Rahmanto Maliki, S.H., M.H., bersama Kanit Binmas AKP Winarno dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kuncen Aipda Yudhya Pratita Utama.

Kehadiran para personel kepolisian di gang-gang pemukiman warga ini meruntuhkan sekat pembatas. Polisi tidak sekadar datang untuk berpatroli formal, melainkan duduk bersama warga, mendengarkan cerita sehari-hari, serta menyalurkan bantuan sembako sebagai wujud gotong royong dan kepedulian antarsesama.

Momentum ini menjadi ruang komunikasi timbal balik yang setara untuk menjaga kondusivitas lingkungan berbasis komunitas.

Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama WP, melalui Kapolsek Taman AKP Yulis Hary Rahmanto Maliki, menegaskan bahwa esensi dari keamanan wilayah berakar pada kedekatan dan kepercayaan yang kuat antara Polri dan masyarakat.

"Polisi dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam menjaga kamtibmas. Melalui ruang sambang ini, kami memposisikan diri sebagai mitra sejajar warga. Kami datang untuk menyerap langsung aspirasi, mendengar keluhan dari tingkat bawah, dan bersama-sama merumuskan solusi terbaik bagi lingkungan," ujar AKP Yulis Hary.

Interaksi yang penuh kekeluargaan ini pun mendapat respons positif. Kehadiran jajaran Polsek Taman disambut dengan tangan terbuka oleh warga Kuncen. 

Dialog dua arah yang tercipta menegaskan bahwa Polisi kini hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai sahabat tempat mengadu dan bagian integral dari solusi sosial di tengah masyarakat. (*)

Respons Cepat Tangani Banjir Padang, Polri Kerahkan Personel dan Dirikan Posko Kesehatan

JAKARTA – Polri bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026). Melalui Polda Sumatera Barat, personel gabungan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, mengamankan permukiman, memberikan pelayanan kesehatan, serta menyiapkan posko bagi masyarakat terdampak.

Penanganan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Ratusan personel dari Sat Brimob, Ditsabhara, Ditpolairud, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas diterjunkan untuk membantu warga terdampak.

Seluruh warga di kawasan terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, petugas mengimbau warga agar sementara waktu tidak menempati rumah yang masih berisiko terendam dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Polda Sumbar juga menyiapkan posko pengungsian serta mengerahkan 500 personel gabungan polri untuk menjaga rumah warga yang ditinggalkan. Selain itu, Posko Kesehatan dan Posko SAR didirikan di kawasan terdampak guna mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, serta koordinasi evakuasi lanjutan.

Bantuan pakaian turut disalurkan kepada anak-anak dan warga yang pakaiannya basah akibat banjir. Sementara itu, pelayanan kesehatan dan dukungan logistik diberikan kepada para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026), mengatakan bahwa Polri terus mengoptimalkan pengerahan personel dan sarana pendukung untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.

“Prioritas utama dalam penanganan bencana adalah keselamatan masyarakat. Polri hadir untuk membantu proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, dan memastikan keamanan lingkungan warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta mengikuti arahan petugas,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menambahkan, Polri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan darurat hingga kondisi kembali aman. Masyarakat juga diimbau untuk saling membantu dan memanfaatkan fasilitas posko yang telah disediakan.

Melalui langkah tersebut, Polri berupaya memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam menghadapi bencana dan menjaga keselamatan bersama.

Sambang Peternak Sapi Pule, Aipda Atin Dengar Keluhan Warga

Jatikalen- Aipda Atin menyambangi peternak sapi di Desa Pule. Ia merupakan Bhabinkamtibmas Kecamatan Jatikalen. Kegiatan ini digelar Senin (12/10/2026). Sambang dilakukan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Atin berdialog dengan peternak. Pembahasan mencakup sejumlah kendala yang dihadapi. Kendala tersebut dihadapi dalam pemeliharaan ternak dan pemasaran hasil peternakan. Perkembangan harga daging sapi di pasaran juga dibahas.

Salah seorang peternak menyampaikan harapannya. "Kami berharap harga jual sapi dan daging tetap stabil agar usaha peternakan dapat terus berjalan dengan baik," ungkapnya. Meskipun ada berbagai kendala dalam perawatan maupun penjualan.

Selain membahas pemasaran, Aipda Atin juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kandang. Kesehatan ternak juga harus diperhatikan. Penerapan pola pemeliharaan yang baik juga ditekankan. Hal ini guna mencegah timbulnya penyakit.

Ia menyarankan peternak menjaga sanitasi lingkungan kandang. Perawatan secara rutin juga perlu dilakukan. Hal ini demi meningkatkan kualitas serta produktivitas ternak. (Antasena)

Simbol Estafet Kepemimpinan, Pataka "Bhayangkara Satya Abhiyukta" Diserahkan kepada Irjen Pol Dekananto

SURABAYA – Estafet kepemimpinan Kepolisian Daerah Jawa Timur resmi berlanjut. Irjen Pol Nanang Avianto menyerahkan Pataka "Bhayangkara Satya Abhiyukta" kepada Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono dalam rangkaian upacara penyerahan Pataka dan Laporan Kesatuan (Lapsat) di Mapolda Jatim, Minggu (11/10/2026).

Dalam amanatnya, Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan bahwa serah terima jabatan Kapolda Jawa Timur sebelumnya telah dilaksanakan di Mabes Polri pada Jumat lalu. Rangkaian kegiatan di Mapolda Jatim menjadi bagian dari keberlanjutan kepemimpinan dan pelaksanaan tugas Polda Jawa Timur.

Irjen Pol Nanang menyampaikan bahwa Pataka "Bhayangkara Satya Abhiyukta" mengandung nilai pengabdian yang harus terus dijaga oleh seluruh personel Polda Jawa Timur dalam melaksanakan tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks. Karena itu, seluruh personel diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga kepercayaan publik serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, Irjen Pol Nanang juga menyampaikan kebanggaannya atas penganugerahan tanda kehormatan Samkaryanugraha kepada Pataka Polda Jawa Timur.

Ia mengapresiasi kerja keras, dedikasi dan kolaborasi seluruh jajaran selama dirinya memimpin Polda Jawa Timur, sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.

Selanjutnya, Irjen Pol Nanang Avianto akan mengemban tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

"Saya sangat berharap dedikasi dan dukungan serupa juga diberikan kepada Kapolda Jatim yang baru, agar seluruh kebijakan dan tugas pokok kepolisian di Jawa Timur dapat berjalan dengan baik," ujar Irjen Pol Nanang.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menyatakan kesiapannya mengemban amanah sebagai Kapolda Jatim. Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur membutuhkan kebersamaan, kekompakan dan dukungan seluruh jajaran.

"Insyaallah, dengan bantuan rekan-rekan sekalian, saya siap melaksanakan tugas sebagai Kapolda Jatim yang diamanahkan kepada saya," tegas Irjen Pol Dekananto.

Ia menekankan bahwa Polda Jawa Timur harus mampu menjawab berbagai tantangan tugas sekaligus mendukung program pemerintah dan kebijakan Kapolri melalui penguatan kehadiran Polri bersama masyarakat.

Keberhasilan pelaksanaan tugas, menurutnya, membutuhkan soliditas internal sekaligus sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, TNI, seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

"Oleh karena itu, dalam pelaksanaan tugas nantinya, saya mohon dukungan dari seluruh personel Polda Jatim dan jajaran. Saya berharap dengan kebersamaan dan kekompakan itu, semua tantangan tugas akan dapat diatasi dengan baik," tuturnya.

Irjen Pol Dekananto juga menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada Irjen Pol Nanang Avianto atas dedikasi dan berbagai capaian selama memimpin Polda Jawa Timur.

Ia berkomitmen melanjutkan hal-hal positif yang telah dibangun serta mengajak seluruh personel mempertahankan semangat pengabdian, ketulusan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Upacara tersebut dihadiri para Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres, Kapolresta dan Kapolrestabes jajaran, personel Polri dan ASN Polda Jawa Timur, serta sejumlah tokoh masyarakat. (*)

Sabtu, 10 Oktober 2026

Sambang Petani Cabai Getas, BRIPKA Muhajir Dengar Keluhan

Warujayeng- BRIPKA Moch. Muhajir menyambangi petani cabai di Desa Getas. Ia merupakan Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng. Kegiatan ini digelar Minggu (11/10/2026). Sambang dilakukan untuk memantau lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga.

Dalam kesempatan tersebut, BRIPKA Moch. Muhajir berdialog dengan petani. Pembahasan mencakup berbagai kendala yang dihadapi. Terutama serangan hama dan kondisi cuaca yang kurang menentu. Meski menghadapi tantangan tersebut, petani tetap bersyukur.

Hasil produksi cabai masih tergolong baik. Produksi tersebut mampu memenuhi kuota yang ditargetkan. "Alhamdulillah, meskipun ada kendala hama dan cuaca yang sulit diprediksi, tanaman cabai masih bisa menghasilkan produk yang cukup baik," ungkap salah seorang petani. Ia berkomitmen menjaga kualitas tanaman agar hasil panen tetap optimal.

BRIPKA Moch. Muhajir mengapresiasi upaya warga dalam memanfaatkan lahan produktif. Ia mengimbau petani rutin memantau kondisi tanaman. Pengendalian hama secara tepat juga perlu dilakukan. "Kami berharap pemanfaatan lahan P2B ini terus dikembangkan secara berkelanjutan," ujarnya.

Hal ini agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Antasena)

Sambang Petani Duren, Aipda Suratin Cek Kondisi Kacang Tanah

Sawahan- Aipda Suratin menyambangi petani kacang tanah di Desa Duren. Ia merupakan Bhabinkamtibmas Kecamatan Sawahan. Kegiatan ini digelar Minggu (11/10/2026). Sambang dilakukan untuk memantau lahan pertanian produktif milik warga.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Suratin berdialog dengan petani. Pembahasan mencakup kondisi tanaman serta perkembangan harga kacang tanah. Petani menyampaikan optimisme terhadap hasil panen yang akan datang. Mereka berharap harga jual tetap stabil.

"Kami berharap hasil panen kali ini bisa maksimal dan harga kacang tanah tetap baik saat dijual nanti," ungkap salah seorang petani. Ia menambahkan hasil kerja keras selama merawat tanaman dapat memberikan manfaat. Kebutuhan keluarga terpenuhi dan menjadi modal untuk musim tanam berikutnya.

Aipda Suratin mengapresiasi semangat para petani dalam mengelola lahan produktif. Ia mengajak mereka terus menjaga kualitas hasil panen. Komunikasi dengan pihak terkait mengenai perkembangan harga pasar juga dijalin. Hal ini penting agar petani mendapat informasi yang akurat.

"Kami mendukung para petani agar tetap semangat dan produktif," ujar Aipda Suratin. (Antasena)
 
⬆
Top