Ada yang istimewa dari ruang pertemuan di Polda Jawa Timur pada Rabu sore itu. Bukan karena gedungnya yang megah, melainkan karena dua kubu yang selama ini dikenal sebagai rival abadi duduk bersama dengan satu visi yang sama. Manajemen Persebaya Surabaya dan Arema Malang secara simbolis menunjukkan kedewasaan mereka di tengah hiruk-pikuk persiapan laga BRI Super League 2025/2026 yang rencananya digelar di Stadion Kanjuruhan pada 28 April mendatang. Inisiatif yang digagas langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan sebuah deklarasi bahwa sepak bola Jawa Timur sudah saatnya naik kelas, dari sekadar permainan menjadi ekosistem yang mengedepankan kedamaian.
Dalam forum yang dihadiri oleh pejabat utama Polda dan jajaran Kapolres terkait tersebut, Irjen Nanang menekankan bahwa angin segar perubahan harus datang dari semua elemen. Ia mengajak seluruh pihak untuk membayangkan bagaimana pertandingan yang aman dan kondusif dapat menjadi magnet kebanggaan, bukan ketakutan. Apresiasi tulus disampaikannya kepada kedua manajemen yang bersedia meluangkan waktu untuk merumuskan langkah preventif bersama. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar menjaga ketertiban di stadion, tetapi juga melawan arus informasi negatif di media sosial yang sering kali memanaskan situasi. Oleh karena itu, peran aktif dari manajemen dan suporter dalam menyaring informasi menjadi sangat krusial.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Persebaya menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dengan aparat. Mereka menyadari bahwa dukungan suporter adalah energi positif yang harus diarahkan dengan tepat, sehingga tidak ada ruang bagi oknum yang ingin merusak suasana. Sementara itu, Presidium Aremania hadir dengan semangat yang sama, menegaskan komitmen untuk tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap tindakan anarkis. Mereka berjanji akan memastikan bahwa Stadion Kanjuruhan menjadi tempat yang aman bagi semua yang hadir, baik untuk tim tamu maupun tuan rumah. Di akhir pertemuan, komitmen bersama untuk meningkatkan pengawasan dan membangun budaya sepak bola yang damai pun resmi terbentuk, menjadi fondasi kokoh untuk laga yang akan datang.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar