ads

Iklan
LATEST UPDATES

Selasa, 14 April 2026

Saat Polisi Mengajak Bercocok Tanam di Teras Rumah, Bukan di Markas


Pekarangan kosong di Desa Sidoharjo, Tanjunganom, Nganjuk, perlahan berubah hijau oleh daun bawang merah yang menjulang dari polybag. Rabu (15/4/2026), Aipda Sugeng, Bhabinkamtibmas setempat, tidak sedang menggerebek atau memeriksa KTP. Ia justru jongkok di halaman warga, memeriksa media tanam, dan memberi semangat agar bawang merah tumbuh subur. Ini adalah wajah baru Polri: menjadi pendamping ketahanan pangan dari pekarangan.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) membutuhkan aktor di lapangan yang bisa menyentuh langsung masyarakat. Bhabinkamtibmas adalah jawabannya. Dengan inovasi polybag, Aipda Sugeng mengatasi kendala utama warga perkotaan dan perdesaan: keterbatasan lahan. Tidak perlu sawah luas, cukup halaman rumah yang dimanfaatkan maksimal, sudah berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Di lokasi, Aipda Sugeng melakukan monitoring rutin. Ia mengajarkan warga cara memilih bibit bawang merah yang unggul, mencampur media tanam yang tepat, serta jadwal penyiraman yang ideal. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat dari akar rumput. Hasil panen bawang merah tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Harapannya, Desa Sidoharjo menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani dengan lahan luas, tetapi juga tanggung jawab setiap keluarga dengan pekarangannya. Polri, melalui Bhabinkamtibmas, hadir untuk memastikan tidak ada warga yang bergantung sepenuhnya pada pasar. Mulai dari polybag, kemandirian pangan dibangun. Sidoharjo bergerak, Nganjuk semakin kuat.(Avs)

Posting Komentar

 

Top