Pertemuan tingkat tinggi antara Kepolisian Republik Indonesia dan Divisi Kepolisian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jakarta baru-baru ini menghasilkan kesepakatan strategis untuk memperluas peran perempuan dalam operasi perdamaian global. Delegasi PBB yang dipimpin oleh Penasihat Kepolisian Faisal Shahkar secara khusus menyoroti pentingnya peningkatan keterwakilan perempuan, termasuk di posisi kepemimpinan senior di medan konflik.(Avs)
Penasihat Kepolisian PBB menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih jauh, mengingat pengalaman panjang Polri dalam misi internasional. Salah satu bukti nyata adalah penugasan AKP Fajar Yuliyanto sebagai penasihat kekerasan berbasis gender di misi UNISFA, yang bertanggung jawab melindungi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak di wilayah perang.(Avs)
Saat ini, Indonesia menempatkan 140 personel unit polisi formil di Republik Afrika Tengah serta 51 perwira polisi individu yang tersebar di lima misi berbeda, mulai dari Sudan Selatan hingga Siprus. Wakil Kepala Polri menegaskan bahwa akses setara terhadap posisi operasional dan pelatihan kepemimpinan seperti Female Commander Training akan terus dibuka lebar bagi Polwan.(Avs)
Langkah selanjutnya adalah penyelenggaraan konferensi International Association of Women Police di Bali pada tahun ini, yang menjadi ajang strategis memperkuat jejaring global sekaligus membuktikan bahwa Polwan Indonesia siap tampil pada level kepemimpinan strategis dalam misi perdamaian dunia yang inklusif dan berkeadilan.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar