Menjelang peringatan May Day 2026, langkah strategis justru dimulai dari ruang silaturahmi, bukan dari pengerahan massa. Polres Madiun Kota mengundang Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) pada Senin (27/4/2026) di Lobby Pangeran Timur, sebagai upaya konkret menjaga stabilitas keamanan di tengah isu ekonomi yang memanas seperti kelangkaan BBM dan LPG. Kapolres AKBP Wiwin Junianto menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan buruh adalah kunci utama mewujudkan "Jogo Jatim" – sebuah gerakan bersama menjaga kondusivitas wilayah. Silaturahmi ini bukan seremonial belaka, melainkan fondasi komunikasi harmonis menjelang Hari Buruh Internasional yang kerap rawan gesekan.
AKBP Wiwin secara terbuka mengapresiasi keterbukaan SBMR dan mengajak seluruh elemen buruh di Kota Madiun untuk berperan aktif dalam menciptakan kamtibmas yang aman, tertib, dan damai. Lebih dari itu, ia menyoroti isu krusial tentang distribusi BBM dan LPG yang sering kali menjadi pemicu keresahan masyarakat luas. Dengan nada tegas namun bersahabat, Kapolres berharap serikat buruh turun langsung mengawasi pendistribusian kebutuhan pokok tersebut agar tepat sasaran dan bebas dari praktik penyimpangan. Ajakan ini menunjukkan bahwa polisi memandang buruh sebagai mitra strategis, bukan objek pengamanan semata.
Ketua SBMR, Aris Budiono, menyambut baik ajakan tersebut dan berkomitmen penuh untuk menjaga situasi Kota Madiun tetap kondusif. Ia juga melaporkan rencana peringatan May Day 2026 yang sangat tertib: aksi damai di Alun-Alun Kota Madiun dilanjutkan dengan ziarah ke makam almarhum Benu Widodo, pendiri KASBI, di TPU Sembungan dengan estimasi peserta hanya sekitar 20 orang. Menurut Aris, setiap agenda dan potensi permasalahan akan selalu dikoordinasikan dengan Polres Madiun Kota terlebih dahulu, sehingga tidak ada ruang bagi aksi anarkis.
Hasil dari silaturahmi ini adalah sebuah babak baru hubungan industrial yang sejuk di wilayah Madiun. Polres dan buruh sama-sama menunjukkan kematangan demokrasi dengan mengedepankan dialog, bukan konfrontasi. Dengan sinergi ini, peringatan May Day 2026 di Kota Madiun diprediksi akan berlangsung aman, damai, dan bermartabat, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain bahwa buruh dan polisi bisa duduk bersama demi kepentingan bersama.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar